Share

Bab 17

Author: CAHAYA HATI
last update publish date: 2026-02-21 11:21:46

"M_mas mau ngapain?" Tanya Senja dengan suara gugup bercampur takut. "Jangan kelewatan ya Mas, aku ini adik iparnya Mas, tolong lepaskan aku Mas." Pinta Senja, sambil mendorong dada Sky berusaha melepaskan diri dari pelukannya.

Bukannya mengindahkan perintah Senja, Sky malah semakin berani untuk melakukan hal yang lebih gila pada adik iparnya.

Senja terpaku sesaat ketika bibir Sky tiba-tiba menempel dan melumat lembut bibirnya. Jantungnya langsung berdetak kencang, campuran antara terkejut dan
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Tergoda Pesona Adik Ipar   Bab 45

    Tok... tok... tok...Bara mengetuk pintu ruangan kerja bosnya, kemudian membuka pintu dan melangkah masuk ke dalam. Di kursi kebesarannya, Sky tengah fokus pada layar laptop di depan nya."Permisi, Pak. Ini ada undangan dari Pak Wijaya." Bara memberikan undangan dengan desain yang terlihat mewah pada bos nya.Sky langsung menatap datar pada Bara, menerima undangan yang di berikan asistennya itu. "Undangan apa?" Tanyanya dengan nada santai."Sepertinya undangan anniversary perusahaan milik nya." Jawab Bara. Pria itu duduk di kursi yang ada di seberang meja kerja bosnya.Sky membuka undangan itu, membaca dengan teliti.Beberapa menit setelah, terdengar suara decakan kecil yang keluar dari bibir nya. "Ck, males banget datang ke acara beginian. Malah bawa pasangan." Gumamnya lirih.Sky kembali menatap Bara, kemudian berkata pada asistennya itu. "Kamu saja yang datang ke acara ini ya? Saya belum tentu punya waktu." Katanya beralasan, padahal alasan sebenarnya tidak ingin datang karna tidak

  • Tergoda Pesona Adik Ipar   Bab 44

    Sky tengah berbaring di tempat tidur, ia baru saja selesai mengerjakan pekerjaan kantor yang sengaja di bawa pulang ke rumah karena malas lembur di kantor. Saat mendengar suara handel pintu di buka, Sky langsung memejamkan mata, berpura-pura tidur saat istrinya baru pulang.Lena masuk ke dalam kamar dengan gerakan hati-hati, wajahnya masih tampak kesal karena omongan Ibunya tadi. Melihat sang suami sudah terlelap, ia sedikit bernafas lega."Syukurlah Mas Sky udah tidur. Kalau belum pasti bakalan banyak tanya kaya Ibu tadi, dan aku malas buat jawabnya karena ujung-ujungnya pasti berdebat." Gumamnya lirih, namun masih bisa di dengar oleh Sky.Lena melemparkan tas nya sembarangan ke sofa, kemudian melangkah masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri. Tubuhnya sudah sangat lelah karena di gempur habis-habisan oleh Ronald di atas ranjang hotel. Makannya setibanya di rumah ingin segera istirahat karena energi nya sudah terkuras habis.Beberapa menit kemudian, Lena keluar dari kamar

  • Tergoda Pesona Adik Ipar   Bab 43

    Malam ini, lampu ruang makan di kediaman mewah Sky, menyinari wajah-wajah yang berkumpul penuh kehangatan di meja makan, namun tetap menyisakan kekosongan yang nyata karna tidak ada Lena disana. Seperti biasanya, wanita karir itu selalu absen untuk makan malam bersama keluarga dengan alasan sibuk lembur di kantor. Padahal makan malam kali ini begitu istimewa karna ada Ibu yang baru datang dari kampung. Gala, dengan wajah ceria berbicara dengan suara kecilnya, "Asik makan malam kali ini terasa lebih seru." Ia menoleh ke sekeliling, mencoba mengisi kekosongan yang selalu ditinggalkan ibunya. "Ada Papa, ada Aunty, ada Gala dan ada Nenek juga. Sayangnya Mama nggak ada, tapi Gala ngerti kok kalau Mama sibuk kerja." Kata-kata itu keluar dari bibir mungilnya dengan penuh kepasrahan, seperti seorang anak yang dipaksa memahami dunia dewasa terlalu cepat. Tangan Gala menggenggam erat sudut meja, jari-jarinya bergetar halus, menahan rasa rindu yang tak terucap. Matanya sesekali melirik ke pin

  • Tergoda Pesona Adik Ipar   Bab 42

    "Se_sebenernya Mas Sky mau ngapain sih narik aku masuk ke kamar ini?" Tanya Senja, dengan suara sedikit bergetar. "Aku itu di tungguin Ibu di kamarnya lho, Mas. Tolong biarkan aku keluar dari sini sekarang juga, setau Ibu aku lagi nemenin Gala tidur. Kalau aku kelamaan datangnya yang ada Ibu curiga nanti." Senja segaja mengalihkan topik pembicaraan karna ia tidak bisa menjawab pertanyaan dari, Sky. Selain itu ia memang benar-benar takut Ibunya berfikir yang bukan-bukan tentang dirinya. Sky tersenyum tipis, tidak mengindahkan permintaan Senja. "Jawab dulu pertanyaan aku, Sen." Desaknya pada gadis di depannya. Sky penasaran dengan jawaban dari Senja, ia yakin jika adik iparnya itu juga punya perasaan padanya. "Mas...." Ucap Senja, dengan nada terdengar resah. "Apa, sayang. Kalau mau aku izinin keluar dari sini syarat nya harus jawab dulu, jawaban yang jujur ya." Kata Sky dengan nada santai, dia tidak perduli melihat Senja yang sudah gelisah ingin cepat-cepat pergi dari kamarnya.

  • Tergoda Pesona Adik Ipar   Bab 41

    Ayo silahkan masuk, Bu." Sky mempersilahkan Ibu mertuanya masuk ke dalam rumah mewah miliknya. Bi Atun yang sudah membukakan pintu menyambut dengan senyum ramah. Ibu Asih mengagguk kecil, membalas senyum Bi Atun sambil melangkah masuk ke dalam rumah menantu dan anaknya. Di sebelahnya, Gala terus digandeng oleh Neneknya, bocah kecil itu tampak begitu ceria. "Ayo kita main Nek, Gala punya banyak mainan." Serunya dengan sangat antusias, tidak sabar ingin menunjukkan berbagai macam mainan nya pada sang Nenek. Belum juga Bu Asih menanggapi ajakan cucunya, Sky langsung menegur putranya. "Gala, mainnya nanti sore saja ya? Nenek baru datang dari kampung lho, habis menempuh perjalanan jauh pasti Nenek kecapean. Biarkan Nenek istirahat dulu ya... nanti sore baru boleh main. Gala juga harus istirahat, sudah waktunya untuk tidur siang." Ucap Sky dengan nada lembut, tapi tegas. Wajah antusias Gala berubah kecewa, namun kepalanya tetep mengagguk patuh. "Iya Pa." Jawabnya singkat. Sky terse

  • Tergoda Pesona Adik Ipar   Bab 40

    Sky mengemudikan mobil dengan kecepatan sedang, sesekali melirik ke belakang melalui kaca sepion dalam, melihat Gala, Senja dan Ibu mertuanya. "Sebelum pulang ke rumah kita makan siang di luar dulu ya, Bu. Sky yakin Ibu pasti belum makan siang di dalam kereta tadi, kebetulan kita bertiga juga belum, Bu. Sengaja sih karna ingin ngajakin Ibu makan di luar," ucapnya dengan senyum hangat yang berusaha mencairkan suasana yang sedikit kaku.Di kursi belakang, Gala tak bisa menyembunyikan kegembiraannya, bocah kecil itu bersorak antusias. "Hore, kita makan di restoran bareng nenek!" serunya dengan mata berbinar, membuat suasana menjadi lebih hidup.Bu Asih, yang sejak awal perjalanan lebih banyak diam, hanya mengangguk pelan. Pikiran nya di penuhi dengan pertanyaan dan rasa penasaran yang timbul di benaknya setelah melihat putri bungsunya yang terlihat akrab dengan sang menantu, menurut pandangan nya kedekatan itu tampak tidak biasa selayaknya adik dan kakak ipar. Bu Asih bisa melihat dari t

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status