Home / Urban / Tergoda Pesona Ibu Mertua / Bab 81. Cerita masa lalu

Share

Bab 81. Cerita masa lalu

last update Huling Na-update: 2025-05-02 23:02:30
"Nanti setelah tiba di apartemen, kamu jangan dulu masuk biar kita tidak sedang bersama." katanya.

Aku mengangguk, "Baik, aku mengerti."

Setelah mobil Alicia masuk apartemen, aku menunggunya dulu agar dia masuk ke dalam. Setelah dia masuk ke dalam, aku mulai masuk masuk dan memarkirkan motorku. Aku berjalan menuju apartemennya, aku sudah pernah ke apartemennya jadi aku sudah tahu.

Ketika sudah di depan pintu, Alicia seakan tahu dan dia membuka pintunya. Aku duduk di sofa, memegang segelas jus mangga yang dia tawarkan.

“Raka, makan dulu, aku punya pasta enak,” katanya, tersenyum, tapi aku menggeleng sopan.

“Belum laper, Alicia. tadi aku sudah makan banyak cemilan di kantor,” kataku berbohong, tersenyum kecil, meski perutku sebenarnya keroncongan.

Alicia mengangguk, duduk di sampingku, dan kami mulai mengobrol. Tapi Alicia tetap memberikan aku makanan kecil, dia terus memaksa dan akhirnya aku memakannya juga. Aku menceritakan rencana baru kami melawan Alex dan Tiara—menggunakan
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Tergoda Pesona Ibu Mertua   Bab 439. Gairah di Tengah Pemulihan

    Keluarga Dupont kini benar-benar sedang melakukan eksodus besar-besaran. Mereka meninggalkan Jakarta, kota yang telah memberikan kekayaan sekaligus kehancuran bagi mental mereka. Di atas ketinggian 35.000 kaki, Mr. Henri menatap ke luar jendela pesawat, melihat kegelapan malam.Ia sadar, meski mereka bisa melarikan diri dari Jakarta, rahasia tentang apa yang telah terjadi tentang hubungan intim yang terlarang, penularan nafsu yang gila, dan kehormatan yang tercoreng akan selalu mengikuti mereka seperti bayangan yang tak pernah hilang."Kesembuhan membutuhkan pengorbanan," bisik Henri pelan, menutup matanya dan bersiap menghadapi pertempuran medis terakhir di Lyon.Pesawat jet medis keluarga Dupont membelah awan kelabu di atas langit Prancis Timur, mendarat dengan keheningan yang mencekam di bandara privat dekat Lyon. Suasana di sini sangat berbeda dengan Jakarta yang panas dan bising.Udara musim dingin yang menusuk tulang menyambut rombongan "pasien" kelas atas ini. Mr. Henri turun p

  • Tergoda Pesona Ibu Mertua   Bab 438. Gairah tak tahan

    Suasana di lantai dasar apartemen Dupont berubah menjadi pangkalan militer medis. Tiga unit jet ambulans telah disiagakan di bandara, sementara iring-iringan mobil van medis berjejer di area parkir bawah tanah yang telah dikosongkan.Mr. Henri berdiri di ruang pantau, mengawasi setiap pergerakan melalui layar CCTV. Wajahnya yang kaku menunjukkan bahwa ia tidak akan mentoleransi kegagalan sekecil apa pun."Beni, pastikan semua rute menuju bandara telah dibersihkan oleh tim intelijen. Aku tidak ingin ada satu pun kamera jurnalis atau warga yang menangkap momen kepindahan ini," perintah Henri dingin."Siap, Monsieur. Semua sudah terkendali," jawab Beni.Namun, di tengah keseriusan itu, Mr. Henri tahu bahwa pengobatan "cuci darah" hormonal yang diberikan kepada para pria belum sepenuhnya menghapus sisa-sisa gairah yang telah mendarah daging.Justru, sebelum obat-obatan penetralisir mencapai puncaknya, terjadi lonjakan gairah terakhir yang sering disebut oleh para dokter sebagai the final

  • Tergoda Pesona Ibu Mertua   Bab 437. Tiba di Jakarta

    Langit Jakarta masih berselimut kabut tipis ketika sebuah jet pribadi dengan logo emas keluarga Dupont mendarat mulus di landasan pacu Bandara Halim Perdanakusuma. Ini bukan jet biasa; ini adalah rumah sakit terbang yang dimodifikasi khusus.Begitu pintu pesawat terbuka, Mr. Henri melangkah keluar dengan setelan jas hitam yang rapi, meskipun gurat kelelahan dan kecemasan tak bisa disembunyikan dari wajahnya yang berwibawa.Di belakangnya, Mrs. Sariani menyusul dengan wajah tegang, diikuti oleh belasan pria dan wanita berpakaian laboratorium putih yang membawa koper-koper peralatan medis canggih.Pak Rudi dan Pak Beni sudah menunggu di bawah tangga pesawat dengan pengawalan ketat. Tidak ada jabat tangan yang terlalu lama, tidak ada basa-basi."Laporan singkat, Beni," perintah Mr. Henri sambil berjalan menuju rangkaian mobil limosin antipeluru yang sudah menunggu."Semua pasien sudah dalam posisi masing-masing, Monsieur. Lantai 40 hingga 45 apartemen sudah dikarantina total. Kategori me

  • Tergoda Pesona Ibu Mertua   Bab 436. Memberikan yang terbaik

    "Kita akan melewati ini," gumam Sam pada dirinya sendiri, mencoba mencari kekuatan di tengah kehampaan. "Demi Nayla, demi Lila, dan demi bayi Siska yang belum lahir."Namun, di kedalaman pikiran Nayla yang sedang dalam pengaruh obat, dan di sela-sela disosiasi Lila, sebuah benih baru sedang tumbuh, sebuah trauma yang mungkin tidak bisa dihapus hanya dengan hipnotis atau obat-obatan paling mahal sekalipun.Suasana di apartemen Dupont Jakarta kian hari kian menyerupai fasilitas penelitian biologi tingkat tinggi. Kesunyian yang mencekam menyelimuti setiap lorong. Di balik dinding-dinding marmer yang mewah, sebuah krisis kesehatan yang memalukan sekaligus mematikan sedang berlangsung secara masif. Penularan anomali hormonal yang bermula dari Nayla dan Lila ternyata telah menyebar lebih luas dari yang dibayangkan semula.Nayla dan Lila kini ditempatkan di sayap medis khusus yang dijaga ketat selama dua puluh empat jam. Mereka tidak diperbolehkan bertemu dengan siapa pun, termasuk keluarga

  • Tergoda Pesona Ibu Mertua   Bab 435. Melawan sakit

    Suasana di kediaman mewah keluarga Dupont di Paris berubah drastis dalam sekejap. Bau aromaterapi yang menenangkan kini berganti dengan bau obat-obatan dan ketegangan yang pekat. Di kamar utama, Siska terbaring pucat dengan selang infus yang terpasang di tangannya.Setelah jatuh pingsan akibat mendengar pesan suara dari Nayla, kepanikan sempat melanda. Raka nyaris kehilangan akal sehatnya, berteriak memanggil tim medis pribadi keluarga.Dr. Moreau, dokter spesialis kandungan kepercayaan keluarga Dupont di Prancis, baru saja menyelesaikan pemeriksaan ultrasonografi (USG) darurat. Ia melepaskan stetoskopnya dan menatap Raka serta Mr. Henri dengan wajah serius namun sedikit lega."Monsieur Raka, beruntung sekali. Kehamilan Madame Siska luar biasa kuat. Meskipun ia mengalami stres berat yang menyebabkan kontraksi otot perut yang hebat, janinnya tetap dalam kondisi stabil. Detak jantung bayi masih normal," lapor Dr. Moreau.Raka terduduk di kursi, menghembuskan napas panjang yang seolah su

  • Tergoda Pesona Ibu Mertua   Bab 434. Isolasi ketat

    Dini hari di apartemen Dupont berubah menjadi sebuah rumah sakit darurat yang dingin dan mencekam. Di lantai khusus medis, lampu neon berpendar pucat, memantul pada lantai marmer yang mengkilap.Pak Edwin berdiri di balik kaca tebal, menatap Lila yang terbaring lemah di dalam ruang isolasi. Tim medis dari Lyon bergerak dalam kesunyian, memasang berbagai sensor pada tubuh Lila yang tampak sangat rapuh."Kadar dopamin dan feromonnya mulai stabil setelah suntikan dosis tinggi, tapi trauma psikisnya... itu yang paling mengkhawatirkan," bisik salah satu dokter kepada Pak Edwin.Lila masih memejamkan mata, namun air mata terus mengalir dari sudut matanya, membasahi bantal medis yang steril.Di sisi lain apartemen, di dalam kamarnya yang terkunci rapat, Nayla meringkuk di pojok tempat tidur. Suara teriakan Sam di gang tadi masih terngiang-ngiang di telinganya.Rasa malu yang luar biasa menghujam jantungnya. Ia menatap tangannya yang tadi meraba Pak Satrio, merasa sangat kotor dan jijik pada

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status