로그인met pagi, lanjut yaa
Hari berikutnya...Kabut tipis beraroma tanah basah mulai turun menyelimuti pematang sawah saat langit meredup menjadi jingga keabu-abuan.Rasman sudah berada di tempat ini lagi, namun seiring berjalannya waktu, seuntai rasa aneh mendadak menyusup ke dadanya.Mengapa hari ini si cantik Siti Aleana sama sekali tidak terlihat? Hawa dingin yang tidak biasa mulai menusuk tengkuknya, seolah-olah seluruh alam di sekitar tempat itu mendadak hening tanpa suara jangkrik sedikit pun.Matahari pun terlihat mulai tenggelam di ufuk barat, suasana mistis di desa lereng Gunung Meratus ini begitu terasa, apalagi suara binatang malam mulai nyaring terdengar.'Apakah dia tidak pergi ke sawah hari ini?' batin Rasman.Rasa penasaran klan Dewantara yang telah bercampur hawa mistis dari ilmu penghalat di tubuhnya justru menuntun langkah kakinya berayun perlahan membelah keremangan, menuju ke arah rumah tua milik Siti.Rumah kayu tua itu terlihat sangat sepi dari kejauhan. Lampu minyak di teras luar juga tid
Akhirnya rangkaian ritual melelahkan ini selesai dengan sempurna. Dan kini, keduanya sudah duduk santai di ruang dalam, menikmati cangkir kopi panas yang mengepul wangi yang baru saja disediakan oleh istri Kakek Supardi.Rasa hangat kafein itu perlahan mengembalikan kesadaran taktis Rasman.Kakek Supardi menyesap kopinya sedikit, lalu melemparkan tatapan mata tuanya yang tajam namun bersinar jenaka ke arah pemuda di depannya.“Kulihat selama beberapa hari ini kamu suka banget jalan-jalan ke arah area persawahan yang berada di ujunhg desa ini tiap sore menjelang senja. Apakah ada sesuatu hal yang sangat menarik bagimu di sana, Nak Rasman?” pancing Kakek Supardi sambil tersenyum penuh arti.Rasman yang sedang memegang cangkir sempat tersentak kecil, namun buru-buru menyembunyikan keterkejutannya di balik wajah polosnya, dia sedut rokoknya untuk redakan rasa gugup ini.“Ahh... cuma jalan-jalan santai saja, Kek. Sekalian untuk melatih dan melemaskan otot-otot tubuhku yang sempat kaku pasca
Besok paginya... Rasman yang seolah-olah sudah terhipnotis total oleh pesona si cantik itu, nekat kembali lagi ke area persawahan yang sama.Namun, sejauh matanya memandang, dia tidak melihat tanda-tanda keberadaan gadis itu, hingga menjelang siang Rasman terpaksa pulang dengan tangan hampa.Lalu sore harinya, karena rasa penasaran Dewantara-nya sudah di ubun-ubun, dia pergi ke sana lagi.Dan benar saja... keberuntungannya datang, dia melihat kembali si cantik ini berjalan pulang dari arah ladang. Kembali momen saling tatap tanpa berani bertegur sapa terjadi di antara mereka berdua, menyisakan ketegangan yang manis.Tanpa Rasman sadari... di hari ke-3 polanya terus begitu lagi. Setiap pagi dia datang gadis itu tidak pernah ada, tapi pas sore hari menjelang pukul 6 sore saat langit mulai jingga, si cantik jelita ini selalu ada terus melintas di jalur yang sama.Dan tepat di hari ke-4, Rasman sudah tidak bisa menahan diri lagi. Ia bertekad kuat harus menjadi pihak yang duluan menegur dan
Kakek Supardi lalu menceritakan apa itu ilmu kuyang dan juga ilmu pirunduk secara mendetail dengan suara yang sengaja direndahkan.Ia menjelaskan bagaimana kuyang adalah manusia penganut ilmu hitam yang mampu melepas kepala dari tubuhnya untuk mencari darah, sementara pirunduk adalah sejenis pelet atau guna-guna tingkat tinggi khas pedalaman Kalimantan yang sanggup membuat targetnya tunduk, gila, dan lumpuh total secara batin demi menuruti kemauan sang pemilik ilmu.Penjelasan mistis yang meluncur dari bibir sang veteran itu hingga membuat bulu kuduk Rasman ikut berdiri juga, merasakan hawa dingin yang mendadak menusuk tengkuknya.“Intinya kamu harus teramat hati-hati kalau kelak ketemu dengan wanita yang punya atau menguasai ilmu begituan. Kamu itu tampan, kaya raya, tegap, dan masih muda. Paket lengkap! Pasti banyak wanita di luaran sana yang bermimpi setengah mati ingin jadi kekasih ataupun istrimu, baik dengan cara yang halal maupun cara instan yang sesat!” kata Kakek Supardi lagi
Serangan balasan yang sangat agresif dan membabi buta dari pria yang sudah terluka parah inilah yang justru bikin sisa musuh-musuh lainnya menjadi kelabakan dan ciut nyali.Dupp!Satu orang lagi anggota The Viper kembali meregang nyawa, roboh ke tanah dengan dada berlubang.Melihat tiga rekan mereka sudah tewas mengenaskan dalam hitungan menit, sisa dua orang eksekutor yang masih hidup seketika saling berpandangan dengan wajah pias. Nyali bertempur mereka runtuh total, tiga orang rekan mereka sudah pindah alam.Musuh yang mereka buru bukan orang sembarangan, nekat dan berani mati, juga bidikannya selalu tepat!Tanpa membuang waktu, keduanya langsung berbalik arah dan... kabur melesat menyelamatkan diri ke arah jalan raya!Rasman yang melihat musuhnya melarikan diri sebenarnya berniat untuk langsung mengejar. Namun, tepat saat ia hendak melangkahkan kakinya, rasa sakit yang teramat sangat dari luka tembak di paha dan robekan di perutnya mendadak mengunci seluruh pergerakannya.Kehilanga
Seminggu jelang tiga bulan...Waktu berputar dengan teramat kejam di tengah kesibukan yang menggila. Saking padatnya jadwal kerja dan urusan gurita bisnis korporasi yang harus ia kendalikan sebagai seorang CEO baru, Rasman sampai terlupa kalau janji batas waktu tiga bulan dari Om Ucok itu kini hanya tinggal menghitung hari lagi.Urusan asmara dan persidangan perjodohan dengan Cynthia Lubis seolah tergeser sementara oleh tumpukan dokumen miliaran rupiah.Hari ini, agenda Rasman teramat krusial. Ia baru saja menyelesaikan janji pertemuan penting untuk menjamu klien kakap asal Singapura di sebuah restoran mewah hotel berbintang kawasan Jakarta Barat.Pertemuan bisnis itu berlangsung dengan sangat sukses besar, sebuah pencapaian yang semakin mengukuhkan posisi tawar dirinya sebagai CEO muda kelas kakap yang disegani, walaupun usianya masih tergolong sangat muda di dunia korporasi.Namun... bahaya di dunia hitam tampaknya selalu tahu kapan harus mengintai di saat korbannya sedang berada di







