Share

166 Hasrat Dominan

Author: Heartwriter
last update publish date: 2026-04-20 12:11:46

Leon merasakan gelombang panas dari memek Reva yang semakin ketat di sekitar kontolnya, setiap gerakan pinggul gadis itu mendorongnya mendekati batas.

Tapi hasrat dominannya mulai bangkit lagi; dia tak ingin lagi hanya menjadi penonton. Dengan tangan kuatnya yang berotot, Leon menggenggam pinggul Reva erat, jari-jarinya menekan kulit halus itu hingga meninggalkan bekas merah samar. “Cukup, Reva. Sekarang giliranku,” gumamnya serak, suaranya penuh otoritas yang membuat Reva tersentak.

Sebelum
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Terjebak Gairah Terlarang   220 Thanks for the Morning Sex

    Windy dan Leon tertidur lelap dalam posisi spooning hingga pagi. Tubuh mereka masih saling menempel, batang Leon yang mulai melunak perlahan keluar dari dalam Windy saat keduanya kelelahan. Jam di dinding menunjukkan pukul 06.45 pagi. Cahaya matahari pagi menyusup tipis melalui gorden kamar.Windy yang lebih dulu terbangun menggesek bokongnya pelan ke belakang, merasakan batang Leon yang mulai mengeras lagi karena sisa efek obat kuat. Ia tersenyum nakal, lalu memutar tubuhnya menghadap Leon dan mencium bibir pemuda itu hingga ia ikut terbangun.“Bangun, Leon… pagi ini masih ada waktu sebelum Tante Sonya bangun,” bisik Windy sambil menggigit bibir bawah Leon.Leon mengerang pelan, tubuhnya terasa pegal tapi nafsu masih membara. “Kamu benar-benar tidak ada capeknya ya…”Mereka berciuman lama di ranjang, tangan saling menjelajah. Windy kemudian menarik Leon bangun. “Ayo mandi bareng. Aku mau lagi di bawah shower.”Mereka berjalan telanjang bulat menuju kamar mandi pribadi Leon di lantai

  • Terjebak Gairah Terlarang   219 Gaya Lainnya

    Windy masih terengah-engah setelah doggy style yang ganas tadi. Tubuhnya yang ramping berkilau oleh keringat, vaginanya masih berdenyut dan mengeluarkan campuran cairan putih kental yang menetes ke seprai. Ia berbaring miring di ranjang, napasnya memburu sambil menoleh ke belakang dengan senyum nakal.“Masih keras ya… obatnya benar-benar luar biasa,” bisik Windy. Ia menggeser tubuhnya sedikit ke belakang, mendekatkan bokongnya yang masih merah bekas hantaman ke arah Leon. “Sekarang spooning. Peluk aku dari belakang… pelan dulu, tapi dalam.”Leon yang tubuhnya masih panas membara karena obat kuat itu berbaring di belakang Windy. Dada bidangnya menempel rapat di punggung gadis itu. Ia mengangkat satu kaki Windy sedikit ke atas, membuka akses paha mulusnya. Batang Leon yang masih sangat tegang dan panas menggesek bibir vaginanya yang licin dari belakang.Dengan gerakan perlahan, Leon mendorong pinggulnya ke depan. Kepala batangnya membelah masuk, lalu seluruh batangnya tenggelam pelan hi

  • Terjebak Gairah Terlarang   218 Ditungguin Windy

    ---Sekitar jam 3 pagi, kamar utama masih gelap temaram hanya diterangi lampu tidur kecil. Sonya yang masih telanjang bulat berbaring di dada Leon, tangannya mengusap perut pemuda itu pelan. Ia mendongak, mencium bibir Leon lembut lalu berbisik, “Sayang… bangun sebentar.”Leon membuka mata dengan berat, tubuhnya lelah sekali setelah berjam-jam bercinta tanpa henti. “Hmm? Ada apa, Ma?”“Ayahmu kadang suka tiba-tiba pulang pagi-pagi. Lebih aman kalau kamu tidur di kamar sendiri di lantai dua. Nanti pagi kita lanjut lagi kalau masih sepi,” kata Sonya sambil tersenyum mesra, jarinya menelusuri dada Leon. “Ibu kangen, tapi kita harus hati-hati.”Leon mengangguk mengantuk. Mereka berciuman lama sekali sebelum akhirnya Leon bangkit, memakai boxer dan kaos longgar, lalu berjalan pelan menuju lantai dua. Rumah besar itu sunyi senyap, hanya suara AC yang samar.Sesampainya di kamarnya sendiri, Leon menyalakan lampu meja kecil. Begitu pintu tertutup, ia terkejut melihat seorang gadis duduk santa

  • Terjebak Gairah Terlarang   217 Mesra

    Leon menarik Sonya ke dalam pelukannya di tengah ranjang yang sudah basah oleh keringat dan cairan cinta mereka. Tubuh Sonya masih panas dan gemetar sisa orgasme dari doggy style tadi. Leon berbaring di sampingnya, dada bidangnya menempel di punggung Sonya yang halus. Mereka berada dalam posisi spooning — saling menyamping, tubuh saling menempel rapat seperti dua sendok.Sonya mendesah pelan saat Leon mengangkat satu kakinya sedikit ke atas, membuka akses ke vaginanya yang masih penuh dan licin. Batang Leon yang sudah kembali mengeras sempurna menggesek bibir vaginanya dari belakang. Dengan gerakan perlahan dan penuh kasih sayang, Leon mendorong pinggulnya ke depan. Kepala batangnya menyelinap masuk pelan, membelah dinding yang masih sensitif.“Aaahhh… pelan dulu, Sayang…” bisik Sonya. Ia menoleh ke belakang, mencari bibir Leon. Mereka berciuman dalam, lidah saling menari lembut saat Leon terus mendorong hingga batangnya tenggelam sepenuhnya di dalam Sonya.Mereka tidak terburu-buru.

  • Terjebak Gairah Terlarang   216 Aku masih ingin kamu, Ma.

    Leon masih terbaring di ranjang dengan napas memburu, tubuhnya basah oleh keringat campur keringat Sonya. Sonya yang masih duduk di atasnya tersenyum penuh nafsu, pinggulnya pelan menggoyang-goyang sambil merasakan batang Leon yang mulai mengeras lagi di dalam dirinya.“Kamu belum capek kan, Sayang?” tanya Sonya sambil menggigit bibir bawahnya. Tanpa menunggu jawaban, ia turun dari tubuh Leon dengan gerakan sensual. Cairan putih kental milik Leon menetes dari vaginanya yang masih merah dan bengkak karena aktivitas tadi.Sonya berlutut di tengah ranjang, lalu merangkak maju sedikit. Ia menekuk kedua tangannya di kasur, mengangkat bokongnya yang bulat, montok, dan putih mulus tinggi-tinggi. Punggungnya melengkung indah, rambut hitam panjangnya tergerai di bahu dan punggung. Posisi doggy style klasik yang sempurna.“Aku mau gaya ini sekarang… datang dari belakang dan kasar saja,” pinta Sonya dengan suara serak. Ia menoleh ke belakang, matanya penuh tantangan. “Hantam ibu tirimu sekuat ya

  • Terjebak Gairah Terlarang   215 Mama Tiri yang Liar

    Leon masih terengah-engah setelah ledakan di posisi berdiri tadi. Tubuh mereka masih menempel di dinding, batang Leon yang masih setengah keras berada di dalam Sonya. Cairan campuran mereka menetes pelan di paha wanita itu. Sonya mencium bibir Leon dalam-dalam, lalu mendorong dada pemuda itu pelan sambil tersenyum nakal.“Giliran aku yang memimpin sekarang,” bisik Sonya dengan suara serak penuh hasrat. Matanya berkilat penuh nafsu.Ia menarik Leon menuju ranjang king-size yang sudah acak-acakan. Leon berbaring telentang, batangnya yang baru saja meledak mulai mengeras lagi hanya karena melihat tubuh telanjang Sonya yang sempurna. Payudaranya yang montok bergoyang lembut saat ia naik ke atas tubuh Leon, duduk tepat di pangkuannya. Sonya meraih batang Leon yang sudah tegak kembali, mengocoknya pelan dengan tangan halusnya sambil mengusapkan ujungnya ke bibir vaginanya yang masih basah dan licin.“Ma… kamu benar-benar liar malam ini,” desah Leon sambil memegang pinggang Sonya.Sonya ters

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status