Share

165 Jepitan Reva

Author: Heartwriter
last update publish date: 2026-04-20 12:10:47

Leon merasakan tubuh Reva yang hangat dan gemetar di pelukannya, ritme spooning mereka semakin lambat tapi intens, setiap dorongan pinggulnya membuat memek Reva menjepit kontolnya lebih erat.

Napas mereka bercampur, keringat membasahi kulit, dan kamar yang terkunci terasa seperti dunia pribadi mereka.

Tapi Leon ingin melihat wajah Reva, ingin merasakan bagaimana gadis itu mengambil alih. Dengan gerakan hati-hati, dia menarik kontolnya keluar pelan dari memek Reva yang basah, membuat gadis itu
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Terjebak Gairah Terlarang   245 Om, Aku Masih Mau, Om

    Windy masih berada dalam pelukan spooning Gito yang erat, tubuh mereka saling menempel rapat. Batang Gito yang masih setengah keras di dalam dirinya sesekali berdenyut pelan. Windy menggesek bokongnya pelan, lalu menoleh ke belakang dengan senyum menggoda.“Om… aku masih mau lagi,” bisiknya manja. “Kali ini aku mau lihat wajah Om. Ganti missionary yuk.”Gito tidak banyak bicara. Amarah dan nafsu yang bercampur membuatnya langsung bertindak. Ia menarik diri perlahan dari tubuh Windy, cairan putih kental langsung mengalir deras dari vaginanya yang masih terbuka. Gito membalikkan tubuh Windy hingga telentang, lalu naik ke atasnya dengan tubuh besarnya yang mendominasi.Windy membuka lebar kedua kakinya, lututnya ditekuk tinggi, telapak kakinya menapak di kasur. Ia menatap Gito dengan mata penuh hasrat, tangannya meraih batang Gito yang sudah kembali mengeras sepenuhnya dan mengarahkannya ke mulut vaginanya yang basah.“Masuk, Om… isi Windy lagi,” pinta Windy dengan suara parau.Gito mend

  • Terjebak Gairah Terlarang   244 Om, Peluk dari Belakang, Om

    Setelah ledakan hebat di sofa ruang kerja, Gito dan Windy terbaring lemas dengan napas tersengal. Tubuh Windy yang ramping berkilau oleh keringat, sperma Gito masih menetes pelan dari vaginanya yang merah dan bengkak. Gito menatap langit-langit dengan tatapan kosong, amarahnya belum sepenuhnya padam, tapi nafsu yang baru saja ia lepaskan membuat tubuhnya terasa lebih ringan.Windy berbalik, mendekat ke tubuh Gito yang lebih besar. Ia mencium dada pria itu lembut, lalu berbisik dengan suara manja:“Om… peluk Windy dari belakang yuk. Aku mau yang pelan dan mesra sekarang… bukan kasar lagi.”Gito tidak menjawab dengan kata-kata. Ia bangkit, lalu menarik Windy ke kamar tidur utama yang dulu miliknya dan Sonya. Begitu sampai di ranjang king-size, Windy langsung berbaring miring, membelakangi Gito. Bokongnya yang kecil tapi kenyal terdorong ke belakang, mengundang.Gito berbaring di belakang Windy. Dada bidang dan agak gemuknya menempel rapat di punggung gadis itu. Ia melingkarkan lengannya

  • Terjebak Gairah Terlarang   243 Dihibur yang Lebih Muda

    Malam ini, suasana rumah besar Gito terasa dingin dan tegang. Sonya sudah diusir beberapa hari lalu, Leon pergi,, dan rumah itu kini terasa kosong. Gito duduk di ruang kerja lantai satu dengan segelas whiskey di tangan,, rahangnya mengeras. Ia tak bisa tidur sejak menyaksikan Sonya dan Leon bercinta di lantai atas.Tiba-tiba bel rumah berbunyi. Bi Rosa, pembantu baru, membukakan pintu.“Pak, ada Nona Windy,” katanya pelan.Windy melangkah masuk dengan percaya diri. Gadis 19 tahun itu memakai tank top ketat berwarna putih yang menonjolkan payudaranya yang sedang tapi kencang, serta celana pendek jeans yang memperlihatkan pahanya yang mulus. Rambutnya diikat ponytail tinggi, wajahnya manis tapi matanya selalu penuh perhitungan.“Om Gito,” sapa Windy dengan suara lembut. “Aku mau ngambil bajuku.”Selama beberapa hari ini, Windy tinggal di hotel kecil. Gito menatap Windy lama. Ia tahu Windy adalah ponakan Sonya, tapi dia tak pernah terlalu dekat dengan Windy ini. Namun malam ini, meliha

  • Terjebak Gairah Terlarang   242 Malam Terbaik dalam Hidupku

    ---Dua jam kemudian, cahaya redup dari lampu tidur suite hotel masih menyinari kamar. Sonya tertidur pulas dalam pelukan Jonathan, tubuh mereka masih saling menempel mesra dalam posisi spooning. Batang Jonathan yang sempat melunak perlahan keluar dari dalam vaginanya saat ia tertidur.Jonathan terbangun lebih dulu. Nafasnya masih agak berat mengingat pengalaman luar biasa malam ini. Ia menatap punggung Sonya yang halus, bokongnya yang montok masih menempel di perutnya. Hasratnya bangkit lagi dengan cepat. Batangnya mulai mengeras, menekan bokong Sonya dari belakang.Sonya merasakan gerakan itu. Ia menggeliat pelan, lalu menoleh ke belakang dengan mata setengah terbuka dan tersenyum lembut.“Bangun lagi?” tanyanya dengan suara serak menggoda.Jonathan mengangguk malu-malu, tapi matanya penuh nafsu. “Kak… aku mau lagi. Boleh?”Sonya tertawa kecil, lalu memutar tubuhnya menghadap Jonathan. Ia mencium bibir pemuda itu lembut sebelum berbisik, “Kamu sudah mulai berani ya? Bagus. Kali ini

  • Terjebak Gairah Terlarang   241 Aku Mau Lagi

    Dua jam kemudian, cahaya redup dari lampu tidur suite hotel masih menyinari kamar. Sonya tertidur pulas dalam pelukan Jonathan, tubuh mereka masih saling menempel mesra dalam posisi spooning. Batang Jonathan yang sempat melunak perlahan keluar dari dalam vaginanya saat ia tertidur.Jonathan terbangun lebih dulu. Nafasnya masih agak berat mengingat pengalaman luar biasa malam ini. Ia menatap punggung Sonya yang halus, bokongnya yang montok masih menempel di perutnya. Hasratnya bangkit lagi dengan cepat. Batangnya mulai mengeras, menekan bokong Sonya dari belakang.Sonya merasakan gerakan itu. Ia menggeliat pelan, lalu menoleh ke belakang dengan mata setengah terbuka dan tersenyum lembut.“Bangun lagi?” tanyanya dengan suara serak menggoda.Jonathan mengangguk malu-malu, tapi matanya penuh nafsu. “Kak… aku mau lagi. Boleh?”Sonya tertawa kecil, lalu memutar tubuhnya menghadap Jonathan. Ia mencium bibir pemuda itu lembut sebelum berbisik, “Kamu sudah mulai berani ya? Bagus. Kali ini aku

  • Terjebak Gairah Terlarang   240 Merasakan Lebih Dekat

    Sonya masih duduk di atas tubuh Jonathan, pinggulnya bergerak pelan sambil menikmati denyutan sisa orgasme pemuda itu di dalam dirinya. Napas mereka sama-sama tersengal. Sonya menunduk, mencium bibir Jonathan lembut, lalu berbisik di telinganya.“Kamu capek? Kita pelan-pelan sekarang ya… aku mau merasakan kamu lebih dekat.”Sonya turun perlahan dari pangkuan Jonathan. Cairan putih kental milik Jonathan mengalir deras dari vaginanya yang merah dan bengkak, menetes ke seprai hotel yang mahal. Sonya berbaring miring di ranjang, membelakangi Jonathan, lalu menggeser bokongnya ke belakang hingga menempel rapat dengan tubuh pemuda itu.“Peluk aku dari belakang,” pinta Sonya lembut.Jonathan yang masih grogi dan lelah menggeser tubuhnya mendekat. Dada kurusnya menempel di punggung Sonya yang halus dan hangat. Ia melingkarkan satu tangannya di pinggang Sonya, ragu-ragu.“Lebih erat… peluk aku seperti kamu sayang sama aku,” bisik Sonya sambil memegang tangan Jonathan dan menariknya lebih rapat

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status