author-banner
Risya Petrova
Risya Petrova
Author

Novel-novel oleh Risya Petrova

Sentuhan Panas Editorku

Sentuhan Panas Editorku

Meysa, penulis idealis yang hidup pas-pasan di rusun, mendadak viral setelah novelnya meledak di pasaran. Namun kegembiraannya runtuh ketika ia mengetahui editornya, Wildan, diam-diam mengubah novelnya menjadi novel erotis yang kini jadi fenomena. Marah, malu, tapi diam-diam menikmati popularitas yang datang tiba-tiba, Meysa terjebak antara benci dan penasaran pada editor dingin itu. Pertengkaran mereka berubah menjadi ketertarikan yang tak diakui, hingga masa lalu Meysa, mantan pacar toxic yang obsesif kembali menghantui. Saat reputasi Meysa goyah, terungkap pula bahwa Wildan masih terikat pernikahan dengan Alya, memicu drama dan fitnah yang mengguncang semuanya. Dalam dunia kreatif yang penuh intrik, Meysa dan Wildan harus memilih antara, bertahan pada kenyamanan lama, atau memperjuangkan cinta yang tumbuh dari kekacauan, kejujuran, dan luka masa lalu.
Baca
Chapter: Epilog - Bulan madu Meysa dan Wildan
Epilog,Deburan ombak di Pantai Uluwatu terdengar seperti musik latar yang menenangkan bagi siapa pun, tapi bagi Meysa, itu adalah suara inspirasi. Di sebuah resor mewah yang bertengger di atas tebing, Meysa duduk bersila di atas daybed empuk. Alih-alih menikmati kelapa muda atau memandangi laut biru yang membentang luas, jarinya justru menari-nari lincah di atas keyboard laptop."Sedikit lagi ... satu paragraf lagi …," gumamnya dengan dahi berkerut serius.Tiba-tiba, sebuah bayangan tinggi menutupi layar laptopnya. Meysa mendongak dan mendapati Wildan berdiri di sana, hanya mengenakan kemeja linen putih yang kancing atasnya terbuka dan kacamata hitam yang bertengger di hidung mancungnya. Pria itu memegang sebuah jam tangan dengan ekspresi yang sangat kental seperti seorang ... editor."Waktu istirahat sudah lewat lima belas menit, Meysa Haryani Atmadja," suara berat Wildan menginterupsi.Meysa meringis, memberikan senyum paling manis yang ia punya. "Tanggung, Wil! Adegan ini lagi se
Terakhir Diperbarui: 2026-02-24
Chapter: TAMAT
Dua hari setelah badai di dermaga itu berlalu, udara pagi terasa jauh lebih ringan bagi Meysa. Meskipun proses hukum terhadap Mira Atmadja dan Lia Zanetti masih berjalan panas di luar sana, Meysa merasa beban di pundaknya mulai terangkat satu per satu. Namun, masih ada satu kepingan teka-teki yang mengganjal hatinya, Siapa pria yang membawanya ke panti asuhan dan memberikan peringatan keras demi keselamatannya?Di dalam mobil mewah milik Surya Atmadja, suasana terasa hening namun tidak lagi mencekam. Meysa duduk di kursi belakang, tangannya digenggam erat oleh Wildan. Kehangatan telapak tangan suaminya itu selalu menjadi jangkar bagi Meysa agar tidak hanyut dalam kegelisahan."Kamu gugup?" bisik Wildan pelan, hanya untuk telinga istrinya.Meysa menoleh, memberikan senyum tipis yang tampak sedikit dipaksakan. "Sedikit. Aku cuma nggak nyangka kalau jawaban dari pertanyaanku selama dua puluh tahun ini ada di depan mata."Surya yang duduk di kursi depan menoleh sebentar. Wajah pria itu t
Terakhir Diperbarui: 2026-02-24
Chapter: Ketahuan!
Malam semakin larut, namun udara di sebuah dermaga pribadi di pinggiran Jakarta terasa jauh lebih membekukan dari pada rintik hujan yang tersisa. Lia Zanetti berdiri gelisah, merapatkan jaket mantelnya sambil sesekali melirik jam tangan. Pukul 11.05 malam.Suara deru mobil mewah memecah kesunyian. Sebuah sedan putih berhenti beberapa meter dari tempat Lia berdiri. Pintu terbuka, dan seorang wanita paruh baya dengan keanggunan yang dingin melangkah keluar. Dia adalah Mira Atmadja, istri Surya Atmadja.Lia tersenyum sinis, mengangkat amplop cokelat di tangannya. "Ternyata Anda benar-benar datang, Nyonya Mira. Saya pikir Anda akan lebih memilih tidur nyenyak di mansion mewah Anda."Mira menatap Lia dengan pandangan merendahkan. "Cukup omong kosongnya, Lia. Berikan dokumen itu dan sebutkan hargamu. Aku tidak punya banyak waktu untuk meladeni penulis picisan seperti kamu."Lia tertawa, langkahnya maju mendekati Mira. "Picisan? Mungkin. Tapi dokumen di tangan saya ini adalah tiket menuju pe
Terakhir Diperbarui: 2026-02-24
Chapter: Nama asli Meysa
Di sisi lain kota, Surya Atmadja berdiri di balkon rumah utamanya. Rumah megah itu kini terasa sangat luas dan hampa. Ia menatap taman yang diterangi lampu temaram, membayangkan seorang gadis kecil berusia dua tahun berlari-lari di sana dua dekade lalu."Tuan, semua sudah siap," suara Baskara menginterupsi lamunannya. "Pengamanan di sekitar apartemen Meysa sudah diperketat tanpa mereka sadari. Saya juga sudah menugaskan tim untuk memantau pergerakan Lia Zanetti."Surya berbalik, wajahnya yang berwibawa tampak sangat lelah. "Dia sangat mirip dengan Sheila, Baskara. Cara dia membela dirinya tadi di depan Adam ... itu benar-benar jiwa Sheila yang ada padanya.""Nona Meysa adalah wanita yang kuat, Tuan. Dia sudah melewati banyak hal sendirian," ujar Baskara tenang."Itu yang membuatku sedih," desis Surya. "Dia harus menderita di panti asuhan dan bekerja keras sebagai SPG, sementara orang yang menyebabkan kecelakaan itu mungkin sedang bersantai di suatu tempat."Surya mendekati mejanya, me
Terakhir Diperbarui: 2026-02-21
Chapter: Orang dalam?
Malam merangkak pelan menyusuri jalanan Jakarta yang masih basah. Di dalam taksi yang membawa mereka menjauh dari gedung PenaKata, Meysa menyandarkan kepalanya di bahu Wildan. Matanya terpejam, tapi pikirannya berputar hebat. Kejadian di ruangan Pak Adam tadi terasa seperti mimpi buruk yang terlalu nyata. Bagaimana mungkin hidupnya yang selama ini terasa 'kosong' mendadak dipenuhi oleh silsilah keluarga konglomerat yang paling berpengaruh di industri literasi?Wildan menggenggam tangan Meysa, sesekali mengusap ibu jarinya di punggung tangan istrinya itu. Ia bisa merasakan denyut nadi Meysa yang masih cepat."Masih pusing?" tanya Wildan lirih, suaranya nyaris tenggelam oleh suara deru mesin taksi dan rintik hujan yang kembali turun.Meysa membuka matanya sedikit, menatap pantulan lampu jalanan pada jendela mobil. "Rasanya aneh, Wil. Tiba-tiba dipanggil 'Anggita'. Rasanya seperti aku sedang memakai kostum orang lain. Aku merasa ... aku bukan Meysa, tapi aku juga belum siap jadi Anggita.
Terakhir Diperbarui: 2026-02-20
Chapter: Puluhan tahun yang lalu
"Cukup," suara Meysa keluar pelan, namun getarannya sanggup membungkam perdebatan dua raksasa industri penerbitan di depannya. "Tolong, cukup."Ia menarik nafas panjang, mencoba meredakan gemuruh di dadanya. Matanya menatap Surya Atmadja dengan sorot yang sulit diartikan, campuran antara rindu yang tak disadari dan penolakan yang nyata."Pak Surya ... atau Paman ... saya butuh waktu untuk bernapas. Selama dua puluh empat tahun, saya percaya saya tidak punya siapa-siapa di dunia ini kecuali bayangan saya sendiri. … Saya tumbuh di panti asuhan yang atapnya bocor, saya bekerja jadi SPG sampai kaki saya mati rasa, dan saya dicaci maki saat naskah saya ditolak berkali-kali. Dan sekarang, dalam satu malam yang gila, Bapak bilang saya adalah pewaris tunggal keluarga Atmadja?"Meysa kemudian beralih pada Pak Adam, yang masih tampak syok. "Dan Pak Adam ... terima kasih atas kejujuran Bapak menunjukkan hasil DNA ini. Setidaknya sekarang saya tahu saya bukan anak buangan yang tidak diinginkan.
Terakhir Diperbarui: 2026-02-20
Terjerat Pesona Mama Temanku

Terjerat Pesona Mama Temanku

Adit terjebak dalam pesona Sarah—ibu sahabatnya sendiri—yang seharusnya tak boleh ia inginkan. Di balik pertemuan-pertemuan terlarang, batas moral kian memudar, sementara suami Sarah dan Hardian bisa menghancurkan segalanya jika rahasia ini terbongkar. Semakin ia berusaha menjauh, semakin ia tenggelam dalam daya tarik yang tak bisa dilawan. Tapi seberapa lama api ini bisa disembunyikan sebelum semuanya terbakar?
Baca
Chapter: Epilog
Langit Ibu Kota tampak cerah, seolah ikut merayakan hari paling bersejarah bagi Adit dan Sarah.Pesta pernikahan mereka diselenggarakan di ballroom termegah milik MIMPI MEDIA, dihiasi ribuan bunga mawar putih dan kristal yang berkilauan. Ini bukan hanya perayaan cinta, tetapi juga penanda resmi kembalinya pewaris sejati ke tahta perusahaannya.Adit, dalam balutan tuksedo hitam yang dibuat khusus, tampak gagah dan berwibawa. Namun, tatapannya saat melihat Sarah jauh lebih memancarkan cinta daripada kemewahan yang mengelilingi mereka. Sarah, dalam balutan gaun pengantin sederhana namun elegan, berjalan menuju altar dengan senyum yang akhirnya benar-benar bebas dari beban masa lalu.Indra, dengan mata berkaca-kaca, mendampingi mereka. Ia merasa seperti baru saja mendapatkan kembali seluruh hidupnya. Setelah Ijab Kabul yang syahdu dan penuh haru, Arga menatap mata Sarah, menggenggam tangannya erat."Selamat datang kembali, istriku," bisik Arga, senyumnya tulus."Aku tidak pernah pergi, Tu
Terakhir Diperbarui: 2025-11-18
Chapter: Ending
Kehidupan keluarga Indra, CEO MIMPI MEDIA, benar-benar berubah drastis setelah pengungkapan fakta kelam di balik trauma masa kecil Arga. Rumah yang dulunya dipenuhi kepalsuan kini terasa hangat dan penuh kejujuran. Namun, sebelum kebahagiaan sejati diraih, keadilan harus ditegakkan.Proses hukum berjalan dengan cepat dan transparan. Di ruang sidang, vonis dijatuhkan.Darius, yang terbukti ikut membantu Damar dan menutupi bisnis ilegal, menerima hukuman 30 tahun penjara. Hukuman itu menjadi akhir dari segala impiannya, dan ia hanya bisa menyesali perbuatannya, terutama setelah kehilangan Damar untuk selama-lamanya.Sementara itu, Natasha, otak di balik kekerasan fisik dan mental yang dialami Arga sejak kecil, menerima ganjaran setimpal. Hakim menjatuhkan vonis 70 tahun penjara, hukuman yang setara dengan seumur hidup. Natasha, dengan air mata penyesalan yang terlambat, tahu ia akan menghabiskan sisa hidupnya di dalam sel."Semoga ini menjadi pelajaran, bahwa harta tak pernah lebih pent
Terakhir Diperbarui: 2025-11-18
Chapter: Menuju ending
Suasana di dapur semakin tegang. Tepat saat Indra hendak menelepon AKBP Arif, melaporkan Natasha dan meminta kepolisian menjemput Natasha dan Bi Sumi ke kantor polisi, ponselnya berdering. Itu panggilan masuk dari nomor yang sama."Arif? Ada apa?" tanya Indra, mencoba menenangkan diri."Indra, aku punya berita buruk dan baik sekaligus," suara AKBP Arif terdengar tegang. "Damar dan Darius mencoba kabur dari lapas barusan. Mereka dikepung."Indra menegang. "Lalu?""Damar ... tewas. Tertembak dalam upaya melarikan diri. Darius menyerah. Dia syok berat." AKBP Arif melanjutkan, "Pelaku yang menembak adalah petugas yang kami curigai bekerja untuk Sambo. Kami yakin Damar dibungkam."Mendengar nama Damar, Adit mendekat. Ia menatap Indra dengan serius. Kematian Damar, sang penculik yang ternyata bukan penculik."Damar tewas," bisik Adit berbicara pada diri sendiri tanpa sadar.Darius, di sudut lapas yang kini ramai, hanya bisa menjerit dalam diam. Kekasihnya, satu-satunya orang yang ia cintai
Terakhir Diperbarui: 2025-11-17
Chapter: Tembakan
Adit dan Siska berdiri terpaku di ambang dapur. Pemandangan di depan mereka sungguh di luar nalar. Indra yang biasanya tenang kini berdiri dengan raut wajah keras, penuh amarah dan kebencian. Di kakinya, Natasha duduk di lantai marmer yang dingin, meraung-raung histeris, memeluk kaki Indra.Siska adalah yang pertama bergerak. Naluri melindungi ibunya langsung muncul."Mama!" seru Siska, ia bergegas mendekat, menarik tubuh Natasha agar menjauh dari kaki Indra. Ia memeluk ibunya erat-erat, menatap ayahnya dengan bingung dan marah."Papa! Ada apa ini?! Kenapa Papa bentak Mama sampai nangis begini?" tuntut Siska, air mata kembali menggenang di pelupuk matanya. "Kenapa Papa bilang talak?!"Natasha yang histeris semakin menjadi-jadi di pelukan Siska. "Siska ... Sayang... Mama dicerai! Papa kamu menceraikan Mama!"Siska menoleh ke Indra, wajahnya dipenuhi ketidakpercayaan. "Papa serius? Ada masalah apa? Apa karena Kak Arga bilang kalau Tante Sarah—""Ini tidak ada hubungannya dengan Arga at
Terakhir Diperbarui: 2025-11-16
Chapter: Akhir permainan intrik Natasha
Indra tidak bisa menahan diri lagi. Darahnya mendidih. Wajahnya yang semula pucat karena terkejut kini memerah padam karena amarah yang tak tertahankan. Ia melangkah keluar dari balik pilar, menuju dapur. Setiap langkahnya terasa berat dan dipenuhi kebencian."Natasha!" raung Indra, suaranya menggelegar, memecah keheningan malam dan mengalahkan decitan ban mobil yang baru saja Adit dan Siska dengar.Natasha dan Bi Sumi terkesiap, tubuh mereka menegang seketika. Mereka berdua menoleh dengan pandangan horor ke arah Indra yang kini berdiri di ambang batas ruangan, wajahnya tampak seperti patung dewa yang murka."P-Pak Indra!" Bi Sumi memekik, tangannya langsung menutupi mulutnya. Wajahnya pucat pasi, seperti baru saja melihat hantu. Ia tahu, seluruh rencana pemerasan dan rahasia kotornya kini sudah tamat.Natasha lebih terkejut lagi. Ia tidak menyangka Indra akan ada di sana. Matanya membelalak. Ia mencoba menyusun kata-kata pembelaan, tapi otaknya kosong.Indra mengabaikan Bi Sumi. Selu
Terakhir Diperbarui: 2025-11-15
Chapter: Indra tau
Kemarahan Adit yang meledak di mobil, diikuti dengan decitan ban yang nyaris merenggut nyawa, membuat Siska histeris. Adit sendiri, setelah ingatan masa lalunya menerobos masuk, hanya bisa terdiam, tubuhnya membeku, diselimuti keringat dingin. Ia akhirnya melepaskan pijakannya dari pedal gas.Sementara ketegangan memuncak di jalanan, di rumah mewah milik Indra, suasana justru tampak tenang dan sunyi.Indra, sang pemilik MIMPI MEDIA, duduk sendirian di ruang kerjanya. Pria paruh baya itu tampak lelah. Ia tidak bisa tidur. Malam itu, ia memang sengaja menunggu Adit pulang. Ia tahu Siska sudah menjemput putra sambungnya itu.Di meja kerjanya, tersusun beberapa berkas, salah satunya adalah laporan keuangan perusahaan. Tapi mata Indra tidak fokus pada angka-angka itu. Pikirannya melayang pada Adit, putranya."Anak itu … Semoga akrab dengan kita," gumam Indra, mengusap pelipisnya.Peristiwa hilangnya Adit kecil bertahun-tahun lalu masih menjadi luka yang tak pernah sembuh. Meskipun Adit ber
Terakhir Diperbarui: 2025-11-14
Dibasuh Empat Nyonya Cantik dan Menggoda

Dibasuh Empat Nyonya Cantik dan Menggoda

Di rumah megah Tuan Broto, aku hanyalah sopir… tapi empat istrinya menjadikanku pelarian rahasia yang tak boleh diketahui siapa pun. Setiap panggilan ke kamar mereka bukan sekadar tugas, melainkan “pengabdian” sunyi yang membuat batas antara kepatuhan dan hasrat perlahan runtuh...
Baca
Chapter: Nyonya Sekar
“Bas … aku ingin malam ini tidak sendiri,” bisik suara itu, parau dan bergetar.Baskara tersentak. Jantungnya yang baru saja mulai tenang kembali berpacu liar. Ia mengenali suara itu. Suara yang dulu sering memanggil namanya di pematang sawah saat mereka masih anak-anak. Suara yang selalu membuatnya bertahan di dalam rumah megah Tuan Broto ini.“Sekar …?”Baskara membalikkan badannya perlahan. Di bawah temaram lampu minyak yang tergantung di selasar paviliun, ia melihat wajah Sekar yang sembab. Gadis itu tidak lagi tampak seperti seorang istri taipan bus yang berkuasa. Ia hanya tampak seperti gadis kecil yang tersesat di sebuah istana yang kejam.Melihat air mata yang kembali menggenang di pelupuk mata Sekar, perasaan Baskara campur aduk. Ada rasa sedih, kasih sayang yang mendalam, dan insting lelaki untuk melindungi satu-satunya orang yang benar-benar peduli padanya secara tulus di rumah ini.Tanpa memedulikan risiko jika ada pelayan lain yang terbangun, Baskara merengkuh Sekar ke d
Terakhir Diperbarui: 2026-02-12
Chapter: Andai aku bukan sopir
"Jadi maksudnya Pak Jono menuduh saya juga? Jangan lupakan kalau saya juga Nyonya di rumah ini ya, Pak. Hati-hati kalau bicara dengan saya." Sekar berusaha berbicara dengan tenang dan juga berwibawa. Ia sadar dirinya juga punya wewenang di rumah ini, seperti tiga istri Tuan Broto lainnya. Lampu senter di tangan Pak Jono masih belum beranjak dari dada Baskara yang bidang. Ketegangan itu terasa begitu nyata, seperti seutas benang tipis yang siap putus kapan saja. "Maksud saya, Nyonya …." Pak Jono berdehem, matanya menyipit menatap kemeja Baskara yang terbuka separuh. "Kenapa pakaian Baskara sampai berantakan begini? Lalu Nyonya Sekar seperti habis menangis, dan wajahnya Baskara ... seperti orang ketakutan saat saya datang?" Sekar menarik napas panjang. Ia melirik Baskara sekilas dengan tatapan yang menusuk, lalu kembali menatap penjaga malam itu dengan ekspresi datar yang meyakinkan. "Dia tadi kaget, Pak Jono. Saat aku panggil, dia sedang memanggul karung beras untuk stok di dap
Terakhir Diperbarui: 2026-02-12
Chapter: Kepergok!
Langkah kaki Tuan Broto yang berat dan berirama tak-tuk-tak dari sepatu kulitnya semakin mendekat. Suaranya bergema di lorong sunyi, menciptakan simfoni kematian bagi siapa pun yang berkhianat. "Masuk ke lemari! Cepat!" bisik Menur panik, namun Baskara menggeleng tegas. Bersembunyi di lemari hanya akan menunda kematian. Jika Tuan Broto ingin bermalam di sini, ia akan terjebak sampai pagi. Baskara melirik ke arah jendela besar bergaya kolonial di sudut kamar. Tanpa membuang waktu, ia berlari ke sana. "Baskara, itu terlalu tinggi!" seru Menur tertahan. Baskara tidak peduli. Ia membuka gerendel jendela perlahan agar tidak menimbulkan suara. Di bawah sana, kegelapan halaman belakang membentang. Jaraknya sekitar tiga meter dari tanah, cukup tinggi untuk mematahkan kaki jika salah mendarat. Namun, di bawah jendela itu terdapat kanopi beton tipis yang menaungi jendela lantai bawah. Cklek. Gagang pintu depan kamar Menur mulai diputar dari luar. Baskara melompat keluar, mendarat denga
Terakhir Diperbarui: 2026-02-11
Chapter: Bagaimana ini?
Baskara memejamkan mata rapat-rapat saat melihat ujung selop mewah Nyonya Lastri hanya berjarak beberapa senti dari wajahnya yang tersembunyi di bawah ranjang. Keringat dingin mengucur deras di punggungnya. ‘Jika Nyonya Lastri menunduk sedikit saja, habislah riwayatku …!’ gumamnya di dalam hati."Kancing siapa ini, Menur?" tanya Lastri dengan nada curiga yang sangat kental. Ia memungut kancing kemeja Baskara yang tergeletak di lantai.Baskara merasa jantungnya seakan berhenti berdetak. Namun, di luar dugaan, Menur justru tertawa kecil. Suaranya terdengar sangat santai, hampir meremehkan."Oh, itu? Itu kancing baju Tuan Broto, Mbakyu," jawab Menur tenang sambil berjalan mendekati Lastri."Tuan? Bukankah Tuan sedang di Semarang? Tuan kan belum pulang.” Alis Lastri bertaut saat menjawabnya."Memang. Tapi sebelum berangkat tadi pagi, Tuan mampir ke kamarku. Katanya kancingnya lepas saat dia sedang terburu-buru. Aku yang memungutnya, tapi sepertinya terjatuh lagi dari meja," dusta Menur ta
Terakhir Diperbarui: 2026-02-11
Chapter: Jebakan di balik kelambu
Baskara menatap surat di tangannya dengan jantung yang berdegup dua kali lebih cepat. Tulisan tangan Nyonya Menur begitu rapi, namun isinya terasa seperti vonis mati.Datanglah sebelum tengah malam, atau kalau kamu tidak datang, aku akan berteriak kalau kamu mencoba melecehkanku.Ini adalah ancaman murni. Menur, yang selama ini dikenal paling pendiam dan jarang bicara, ternyata adalah yang paling berbahaya. Ia tidak merayu seperti Lastri atau menggoda seperti Sari.Ia langsung menodongkan pisau ke leher Baskara menggunakan sebuah pilihan mustahil.Baskara meletakkan gelas susu yang tinggal separuh. Kepalanya mulai terasa sedikit berat, mungkin karena stres, atau mungkin ada "sesuatu" di dalam susu itu. Ia melirik jam dinding di kamarnya yang kecil. Pukul 23.30."Gila ... rumah ini benar-benar gila," umpat Baskara rendah sambil mengacak rambutnya.Jika ia tidak datang, Menur tinggal berteriak. Di rumah sebesar ini, dengan penjaga malam yang setia pada Tuan Broto, nyawa Baskara bisa mel
Terakhir Diperbarui: 2026-02-11
Chapter: Jadi rebutan para Nyonya
Jantung Baskara serasa melompat ke tenggorokan. Ia segera menarik tangannya dari jangkauan Nyonya Lastri, sementara sang Nyonya Besar itu tampak jauh lebih tenang, meskipun sisa-sisa gairah masih tertinggal di matanya yang sayu. Lastri menurunkan kaca jendela mobil perlahan. Angin panas Djakarta masuk, membawa aroma keringat dan debu, tapi tidak sedingin tatapan Sari yang berdiri di luar. "Sari? Sedang apa kamu di sini? Bukankah katamu tadi ingin ke tukang jahit di Pasar Baru?" tanya Lastri datar, seolah tidak terjadi apa-apa. Sari, wanita berusia tiga puluh tahun dengan bibir yang selalu dipulas merah menyala, menyandarkan tubuhnya ke pintu mobil. Ia melongok ke dalam, menatap Baskara dari ujung kaki hingga ujung kepala dengan tatapan yang membuat Baskara merasa telanjang. "Jahitannya sudah selesai, Mbakyu. Tapi aku tidak sengaja melihat mobil Mas Broto berhenti di tempat sepi begini. Aku takut ada ban kempes ... atau mungkin, sopirnya yang perlu 'dipompa'?" Sari terkekeh, suara
Terakhir Diperbarui: 2026-02-11
Terjebak Hasrat Terlarang Tetanggaku

Terjebak Hasrat Terlarang Tetanggaku

Ketika kesepian seorang istri bersua dengan tatapan terlarang, berenang tanpa busana di bawah langit malam menjadi awal dari godaan yang mematikan, menjanjikan sentuhan terlarang yang tak lagi ditemukan di ranjang pernikahan. "Bagaimana kalau ketahuan?" ucapnya terengah. "Apakah suamimu peduli?"
Baca
Chapter: Fakta mengejutkan!
Bram meletakkan kunci mobil di atas meja, lalu menatap Rina dengan tatapan meminta maaf. "Rin, sebelumnya aku mau minta maaf. Aku sudah lancang masuk ke dalam rumahmu pasca kebakaran kemarin. Sebenarnya tujuanku baik, aku mau membantumu membereskan sisa-sisa barang sebelum penjarah datang."Rina menggeleng pelan, ia duduk di sofa yang sudah ditutupi kain pelindung. "Tidak apa-apa, Bram. Aku justru berterima kasih. Rumah ini memang sedang rentan sekarang."Bram menarik napas panjang, ia mulai bercerita. "Waktu itu, aku berniat mengambil palu dan paku di gudang belakang. Aku pikir aku bisa membuat pembatas sementara dari papan kayu untuk menutupi bagian dinding yang jebol supaya tidak ada orang luar yang masuk. Pas aku lagi ambil palu, aku merasa ada yang aneh dengan lantai kayu di gudang itu."Rina mengerutkan kening. Gudang belakang rumahnya memang jarang disentuh, biasanya hanya digunakan Ervan untuk menyimpan barang-barang lama."Lantai kayu di sana bunyinya kosong saat diinjak," la
Terakhir Diperbarui: 2026-02-25
Chapter: Kartu matinya Aqila
Sore itu, langit di atas rumah sakit mulai berubah warna menjadi jingga kemerahan. Koridor rumah sakit yang biasanya sibuk, kini terasa sedikit lebih lengang seiring berakhirnya jam besuk sore. Aqila berdiri di depan pintu kamar VIP Fahmi, tangannya masih menggandeng erat jemari kecil Kekey yang tampak sangat kelelahan.Wajah Aqila tampak tegang, namun ada kilatan aneh di matanya. Kilatan yang bukan berasal dari rasa sedih, melainkan ambisi yang belum tuntas. Ia melirik Pak Gunawan, pengacaranya, yang sejak tadi berdiri kaku di sampingnya."Kekey sayang, tunggu sebentar di sini ya sama Pak Gunawan. Mama ada barang yang ketinggalan di dalam," ujar Aqila dengan nada suara yang dibuat selembut mungkin, meski matanya terus melirik ke arah dalam melalui celah kaca pintu yang tertutup.Kekey hanya mengangguk lemah. Bocah itu terlalu kecil untuk memahami badai yang sedang melanda kedua orang tuanya. Ia hanya ingin pulang dan tidur di kamarnya yang nyaman.Pak Gunawan melirik jam tangan mew
Terakhir Diperbarui: 2026-02-25
Chapter: Apa itu?
Sebelum benar-benar melangkah keluar, Rina mendekati Kekey. Ia mengusap rambut bocah itu dengan penuh kasih sayang. Bagaimanapun juga, Kekey tidak bersalah. Kekey adalah korban dari ego dunia yang rumit."Tante pulang ya, Kekey sayang," ucap Rina sambil mencium kening Kekey dengan tulus.Kekey, yang dasarnya adalah anak yang manis dan baik hati, tiba-tiba memeluk leher Rina sebentar. "Makasih ya Tante sudah jaga Papa semalam. Tante Rina pulang hati-hati ya di jalan. Jangan lupa makan, nanti Tante sakit kayak Papa,” ujarnya dengan nada bicara ciri khas anak-anak.Mendengar perhatian kecil dari mulut mungil itu, pertahanan Rina nyaris runtuh lagi. Air matanya hampir tumpah, namun ia sekuat tenaga menahannya. Ia memberikan satu anggukan kecil pada Kekey sebelum akhirnya berbalik.Saat ia melintasi Aqila yang berdiri tegak di dekat pintu, langkah Rina melambat. Kedua wanita itu bertemu tatap. Tidak ada kata-kata yang terucap, namun ada perang dingin yang berkecamuk di antara mereka. Tat
Terakhir Diperbarui: 2026-02-25
Chapter: Haruskah aku mengalah?
Keheningan yang mencekam menyelimuti kamar VIP itu. Di satu sisi, Aqila berdiri dengan senyum kemenangan yang tersamar, didampingi pengacaranya yang tampak kaku. Di sisi lain, Rina terpaku menatap Kekey, bocah kecil yang kini membasahi seprai rumah sakit dengan air matanya.Rina bisa melawan caci maki Aqila. Ia bisa bertahan menghadapi ancaman hukum Pak Gunawan. Bahkan, ia sanggup mengabaikan pandangan sinis dunia demi cintanya pada Fahmi. Namun, saat berhadapan dengan sepasang mata polos milik Kekey, seluruh keberanian Rina luruh. Ia merasa seperti seorang penjahat yang tertangkap basah sedang mencuri kebahagiaan dari sebuah rumah yang rapuh."Papa ... pulang ya? Kekey takut kalau Papa di sini terus," isak Kekey lagi, jemari kecilnya mengelus lengan kekar Fahmi yang tak terpasang infus.Fahmi memejamkan mata sejenak, menahan rasa sesak yang jauh lebih menyakitkan dari pada luka bakar di punggungnya. Ia melirik Rina, mencoba mencari jawaban di mata wanita itu. Namun, ia hanya menemuk
Terakhir Diperbarui: 2026-02-25
Chapter: Taktik licik
"Aqila bukan hambatan lagi bagi hatiku, Rin. Secara hukum mungkin dia akan mempersulit, tapi secara batin, dia sudah mati bagiku sejak lama," potong Fahmi dengan nada suara yang bergetar namun tegas. Matanya mengunci tatapan Rina, mencoba menyalurkan sisa-sisa kekuatan yang ia miliki meskipun tubuhnya masih ringkih.Namun, ketenangan itu hanyalah fatamorgana yang pecah dalam hitungan detik. Dari luar koridor yang tadinya sunyi, tiba-tiba terdengar suara keributan kecil yang memecah keheningan rumah sakit. Suara langkah kaki yang tergesa-gesa beradu dengan lantai granit, diikuti oleh suara melengking seorang anak kecil yang memanggil-manggil dengan nada ketakutan.Deg!Jantung Rina seolah berhenti berdetak saat ia mengenali frekuensi suara itu. Ia menoleh ke arah pintu dengan wajah pucat pasi, sementara genggamannya pada tangan Fahmi mengendur karena syok. Fahmi pun tampak menegang, rahangnya mengeras dan urat-urat di lehernya menonjol saat ia mendengar suara yang sangat ia cintai s
Terakhir Diperbarui: 2026-02-24
Chapter: Pokoknya harus batal!
"Tapi Ibu Aqila, Pak Fahmi sudah mengajukan gugatan dengan alasan ketidakharmonisan, dan sekarang situasinya semakin rumit dengan adanya pihak ketiga yang terlihat jelas di publik," suara Pak Gunawan terdengar hati-hati dari seberang telepon. “Dan Pak Fahmi mengatakan kalau istrinya … yaitu Anda tidak mau menerima perceraian ini, maka beliau siap untuk membongkar perselingkuhan Anda.”Aqila tertawa sinis, sebuah tawa yang kering tanpa rasa humor. "Pihak ketiga? Maksudmu Rina? Pak, dia itu cuma debu. Jika Fahmi mengatakan akan membongkar aib saya, maka saya juga punya kartu as setimpal. Saya dan Fahmi juga punya anak. Percaraian kami akan membuat mental anak saya down. Maka dari itu, saya ingin tetap mempertahankan pernikahan kami.”Dan di mata hukum, saya masih istri sah yang tidak pernah melakukan kesalahan fatal secara administratif. Saya ingin Anda mengulur waktu, mempersulit setiap prosesnya, dan buat hakim merasa bahwa pernikahan ini masih layak dipertahankan demi tumbuh tumbuh
Terakhir Diperbarui: 2026-02-24
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status