مشاركة

Bab 4

مؤلف: Sisca
"Ayahku punya dua sahabat baik. Mereka diam-diam ajak aku makan, tapi sebenarnya suruh aku bawa ibu tiriku yang cantik. Hannah, kamu mau pergi nggak?"

Janet mengetuk layar ponsel dan dengan santai menanyai sahabatnya yang sedang menyetir.

Hannah mengerutkan alis. "Acara makan begini harus ikut?"

Hannah telah menandatangani kontrak perjanjian sebelum menikah dengan Jacob. Jacob tidak akan memaksanya masuk ke lingkaran pergaulannya. Mereka akan merahasiakan pernikahan untuk sementara waktu, saling menyesuaikan.

Akan tetapi, ada satu persyaratan dalam klausa tambahan yang menyatakan jika itu berkaitan dengan "bisnis" Jacob, Hannah harus "hadir" sebagai Nyonya Keluarga Siregar di saat perlu.

Janet buru-buru menjelaskan, "Ayahku kelihatan angkuh dan sopan, tapi hatinya dingin sekali. Dari kecil hanya punya dua teman saja. Satunya anak pejabat militer, Yohan Jonathan, jabatan di militer sekarang lumayan tinggi. Satunya lagi anak pejabat pemerintah, Felix William. Semua kerabatnya kerja di pemerintahan."

"Mereka berdua nggak jahat, malah dermawan. Mereka yang menyaksikan aku tumbuh besar."

"Mereka tahu ayahku yang lajang bertahun-tahun akhirnya nikah, lalu kasih aku uang banyak, cuma pengin lihat ibu tiriku."

"Hannah, kita makan bareng dan bagi uangnya bareng. Oke nggak?"

Hannah menggelengkan kepala dengan tak berdaya. "Ternyata kamu disogok."

"Cih, rugi kalau nggak ambil. Lagi pula, mereka baik, sangat dekat dengan ayahku."

"Gimana kalau tunggu dulu? Aku belum akrab dengan Pak Jacob, nggak cocok ketemu teman-temannya sekarang."

Hannah juga belum yakin mau "berkembang baik" dengan Jacob atau tidak.

Menikah adalah keputusan gegabah.

Hannah akan bertanggung jawab, tetapi di hatinya masih ada orang lain.

Dia tidak bisa menipu Jacob, apalagi membuat Janet punya harapan lalu kecewa.

"Baiklah, aku bilang ke mereka."

Janet diam-diam transfer balik uang itu di grup. Hatinya perih, tetapi kata-kata yang dikirimnya sangat sombong.

[Kecantikan luar biasa ibu tiriku belum pantas kalian lihat. Lain kali kasih uang lebih banyak, baru kupertimbangkan.]

...

Di kantor Grup Siregar.

Felix mengambil sebatang cerutu dari kotaknya di meja, lalu mencium baunya. Begitu melihat balasan di ponsel, dia langsung mengumpat.

"Astaga, apa ini Janet yang kukenal? Bahkan bisa tahan godaan uang!"

Yohan berujar, "Mungkin benaran sahabat karib."

Jacob mengambil cangkir kopi sambil mengetukkan jarinya ke meja dengan lembut. "Yang kutanyakan tadi, nggak ada jawaban?"

Felix berwajah muram. "Aku nggak punya pengalaman soal cara menyenangkan istri! Tugasku cuma merayu. Main boleh, tapi jangan sampai ketempelan, itu prinsipku. "

Yohan bersandar di ujung sofa. Nada bicaranya bangga. "Aku punya pengalaman soal ini. Dulu waktu kejar Ghea, aku sudah habiskan semua tenaga. Dia yang cantik, dingin, dan suci saja bisa kutaklukkan, apalagi istri muda mahasiswi kamu itu. Biar aku ajarkan!"

"Waktu kamu kejar Ghea heboh sekali. Taktik menangis, merajuk, dan ancam bunuh diri pun sudah dicoba. Semua orang di Kota Belutara tahu kamu itu penjilatnya. Apa yang kamu banggakan?"

Yohan melemparkan tatapan sinis pada temannya dan membantah. "Ini namanya bumbu asmara! Bumbu asmara!"

Suara Jacob terdengar menyiratkan ancaman. "Kalau basa-basi lagi, keluar."

Felix mengangkat bahu!

Pokoknya, dia sudah menerima fakta bahwa si gunung es ini menikah, dan ingin menyenangkan istrinya. Felix tidak takut ribut saat menonton drama.

Lagi pula, siapa juga yang mau melihat sahabat karibnya jomblo sampai mati?

Sekalipun wanita itu masih sangat muda, kondisi dan perangkat sahabatnya ini sudah lebih dari cukup!

Yohan dapat melihat bahwa Jacob tidak bergurau. Dia juga bergembira untuk Jacob!

Setidaknya, Jacob tidak terpaksa menikah untuk memenuhi keinginan keluarganya. Baguslah!

Jadi, Yohan mulai berbagi pengalaman mengejar istri dengan sepenuh hati. "Pertama, kamu nggak boleh pelit. Belikan dia mobil, rumah, dan perhiasan!"

"Kedua, kamu harus romantis. Jangan lembur terus, harus luangkan waktu ajak dia makan malam romantis, lihat bintang dan bulan."

"Terakhir ... dan yang paling penting, kamu harus ...."

Yohan menelan ludah sebelum berkata dengan tegas, "Goda dengan pesonamu!"

Wajah Jacob membeku seketika.

Mata Felix membelalak. Sesaat kemudian, dia tidak tahan lagi. "Hahaha! Yohan, kamu kocak sekali!"

Yohan memandangi mereka dengan serius. "Kata ilmuwan mana ya? Aku sudah lupa. Bagian bawah wanita bisa tembus ke hati wanita. Ini ada dasar ilmiahnya! Kalian sudah berhubungan badan, 'kan? Lanjutkan! Dengan tampang dan tubuhmu, jangankan cewek muda, biarawati pun bisa sujud di bawah kakimu."

Felix mulai berceloteh.

Jacob hanya minum kopi tanpa bicara.

Perkataan Yohan ada benarnya juga.

Di hati Hannah ada pria lain.

Akan tetapi, tubuh Hannah tidak menolaknya. Bahkan ... sangat cocok.

Jacob saat ini menerima pesan dari Janet. [Ayah, kami sudah sampai! Ayah di mana?]

"Aku pulang kerja."

Jacob berdiri dan pergi lebih dulu.

Yohan memprotes, "Cepat banget! Ini baru jam berapa. Eh, kamu ke mana? Sebelumnya kamu suruh aku jual tanah itu ke Janet, apa maksudnya?"

Felix bingung. Dia merangkul bahu Yohan dan bertanya penasaran, "Kalian diam-diam investasi di belakangku? Berapa ratus miliar? Aku ikut."

"Pergi sana! Pergi sana!" Yohan tidak terlalu memahami Jacob. Apakah Jacob ... sudah mengincar kakak kelas Janet dari dulu?

Felix mencibir. "Aku pasti akan cari kesempatan ke Universitas Belutara untuk lihat kakak ipar kita!"

...

Sambil melihat pemandangan yang makin familier, pegangan Hannah pada kemudi tanpa sadar mengencang. "Janet, tempat ini ...."

"Danau Mapel. Pemandangannya bagus, cocok untuk dikembangkan, tapi entah kenapa, ada orang misterius yang beli tanah sekitar sini dan nggak mau jual ke perusahaan konstruksi, jadi selalu terjaga keasliannya."

Janet memasang ekspresi misterius. "Hannah, hadiah pernikahan yang kusiapkan untukmu persis di sini. Sudah dekat, tinggal belok kiri di depan."

Napas Hannah perlahan melambat.

Danau Mapel.

Tanah yang dinegosiasikan orang tuanya sebelum meninggal.

Mereka ingin membangun taman mawar untuk putri tunggal mereka.

Hannah juga pernah datang bersama orang tuanya untuk meninjau. Dia sangat suka danau itu.

Namun, setelah negosiasi gagal, tak lama setelah pulang, orang tuanya meninggal karena kecelakaan.

Kemudian, paman membawa surat wasiat ibu Hannah dan merebut harta keluarga. Hannah juga hampir dikirim ke panti asuhan.

Paman Jordan dan Bibi Wenda yang mengadopsinya.

Pikiran Hannah bergejolak, tetapi telinganya dipenuhi suara Janet yang sangat bersemangat. "Hannah, lihat, itu ayahku bukan?"

Hannah terkejut. Benar saja, tampak sebuah mobil yang familier di belokan.

Di hari mendaftarkan pernikahan, Jacob mengemudikan mobil Rolls-Royce Culliinan hitam ini.

"Ayahku cepat sekali," gumam Janet. "Pasti tahu aku siapkan hadiah untukmu, jadi buru-buru nyusul."

"Ayahku memang agak tua, tapi dia bisa diandalkan. Tampangnya juga ganteng, jauh lebih baik dari Axel yang plin-plan itu!"

Hannah agak tak berdaya terhadap sahabatnya yang selalu mempromosikan ayah kandungnya. "Janet, sebenarnya aku dan ayahmu cuma nikah kontrak. Kamu nggak perlu suruh dia ke sini. Lalu, hadiah ini ...."

"Ayahku bagian bawahnya sudah nggak berfungsi, jadi ini jaminan pranikahku untukmu! Tapi ayahku tiba-tiba berfungsi lagi, malah ... dia harus tanggung jawab!" Janet buru-buru menjelaskan, "Hadiah yang kuberikan pasti kamu suka. Soal ayahku ... kalau kamu nggak suka dia, ambil uangnya juga boleh. Pokoknya, nggak boleh hilang orang dan uang!"

Hannah jadi tidak bisa berkata-kata. Apakah Jacob benaran ayah kandung Janet?

"Karena sudah tidur bersama, harus ada kompensasi!"
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق

أحدث فصل

  • Terjebak Perangkap Cinta, Aku Mabuk   Bab 50

    Axel memicingkan mata."Proposal proyek kerja sama dengan Grup S&D itu?"Hannah agak terkejut.Axel berkata dengan lancar, "Aku terus cari kesempatan kerja sama dengan Grup S&D. Pak Eric memberikan kesempatan bagus. Dalam kerja sama mereka dengan Grup S&D, ada tempat untuk Grup Gunawan."Mata Hannah membelalak.Tak disangka, langkah Axel begitu cepat.Benar juga, proyek yang Axel incar, tidak ada yang lolos dari tangannya.Apalagi sekarang Axel adalah menantu Keluarga Liedarto. Tentu saja Pak Eric mau menghargainya."Karena kamu sudah tahu, aku harap kamu bisa berikan kesempatan pada kolegaku."Axel memandangi Hannah dengan tatapan rumit.Hannah bahkan bisa merendahkan diri untuk memohonnya demi seorang kolega."Kamu baru kerja, nggak ada masalah, 'kan?""Pak Axel terlalu khawatir. Kolegaku sangat baik padaku." Jika Axel tidak campur tangan.Axel bisa melihat Hannah masih berwaspada terhadapnya. Dia berujar tak berdaya, "Aku bisa setujui perpanjang waktu proyek ini, dan maafkan kesalah

  • Terjebak Perangkap Cinta, Aku Mabuk   Bab 49

    Renata berujar dengan nada misterius, "Brandon nggak sengaja salah masukkan data. Dia sudah tangani proyek ini tiga bulan, kenapa tiba-tiba mau berikan prestasi yang sudah di tangannya padaku? Karena dia nggak mampu tanggung tekanan dari keluarga dan pekerjaan sekaligus, cuma bisa pilih satu!"Brandon memilih keluarga, melepaskan proyek kali ini.Akan tetapi, Brandon tidak menyangka akan muncul kesalahan besar dalam data awal proyek.Renata juga memercayai kemampuan kerja Brandon sehingga tidak memeriksa kembali konten sebelumnya setelah mengambil alih.Renata melanjutkan, "Aku sudah ambil alih, berarti ini salahku! Prestasi jadi milikku, tanggung jawab juga milikku!""Renata ... kamu sangat setia kawan." "Ini bukan setia kawan, tapi pembagian tanggung jawab. Kamu pikir Pak Wayne nggak tahu siapa penanggung jawabnya? Dia tahu, tapi nggak buka kedok.""Kalau buka kedok gimana?""Brandon akan dipecat."Begitu kehilangan pekerjaan ini nanti, keluarganya juga akan ikut runtuh.Hannah tida

  • Terjebak Perangkap Cinta, Aku Mabuk   Bab 48

    "Pak Jacob, kejadian malam ini ...."Jacob menggenggam gelas di tangan Hannah. "Keberatan nggak?""Hah?"Hannah tidak terlalu memahami maksud pria ini.Dia sedang menjelaskan pada Jacob.Hannah menggelengkan kepala. Jacob langsung menghabiskan sisa setengah gelas airnya.Hannah menganga kaget.Janet pernah mengatakan bahwa ayahnya punya fobia kebersihan yang sangat ekstrem. Jika ada yang tidak sengaja memakai gelasnya, tidak hanya orang itu akan masuk daftar hitamnya, tipe gelas itu juga hilang dari pasaran setelahnya.Meski saat itu Hannah merasa cerita Janet terlalu lebay, itu menunjukkan Jacob memang punya fobia kebersihan. Selama tinggal bersama Jacob di Perumahan Lestari, dia juga pernah menyaksikan sendiri standar kebersihan Jacob yang ekstrem.Tapi mengapa Jacob malah minum dari gelasnya? Itu bekasnya."Kejadian malam ini bukan salahmu. Janet nggak salah. Saat orang Keluarga Siregar di luar, yang paling penting adalah lindungi keluarga sendiri. Janet melakukannya dengan baik."J

  • Terjebak Perangkap Cinta, Aku Mabuk   Bab 47

    Janet menghela napas lega. Ada kedua paman ini, seharusnya Ayah tidak akan menghukumnya lagi, 'kan?"Paman Yohan, Paman Felix, ini sahabat baikku, ehm ... juga istri muda ayahku."Istri muda.Wajah Hannah memerah.Jacob berjalan cepat menghampiri Hannah, menundukkan pandangan ke noda anggur di dadanya. "Ganti baju dulu."Hannah termangu. "Hah?"Jacob memegang pergelangan tangan Hannah yang ramping, lalu berpesan pada Yohan, "Jaga baik-baik putriku."Janet berseru, "Paman Yohan, aku nggak salah dengar? Ayahku nggak hukum aku, malah minta Paman jaga aku?"Yohan menjawab, "Ayahmu sibuk dengan ibu tirimu, nggak ada waktu buat hukum kamu."Felix sangat bersemangat. "Mereka mau sibuk apa?"Janet sontak memelototi Felix. "Paman jangan urusi ayahku. Aku dipukul di tempat Paman, Paman harusnya beri aku kompensasi, 'kan?""Si Putri, kamu yang pukul orang itu secara sepihak. Dipukul apanya? Mau tipu uang, ya?""Aku nggak mau tahu! Paman harus tanggung jawab!""Oke, oke, Paman tanggung jawab! Tapi

  • Terjebak Perangkap Cinta, Aku Mabuk   Bab 46

    Pria itu dihajar habis-habisan oleh Janet sampai hidungnya keluar darah."Minta maaf! Beraninya goda sahabatku, kamu cari mati, ya!"Pasangan pria itu berteriak, "Siapa kamu? Tahu nggak siapa pacarku ini? Ayahnya walikota Belutara ...."Brak!Sebuah gelas bir pecah di dekat wanita itu.Wanita itu ketakutan sampai wajahnya pucat."Ayahku Jacob Siregar!" Janet mengangkat dagu dengan angkuh. Dia lalu membentak dengan galak, "Aku bisa bertindak seenaknya di Kota Belutara, kamu bisa?"Hannah pun maju dengan waswas dan menarik tangan Janet. "Janet, kalau ayahmu tahu kamu kelahi di luar, kartu ATM-mu akan dibekukan lagi.""Takut apa? Sudah sering dibekukan juga. Lagi pula, dia mengganggumu, itu sama saja dengan nggak hormati ayahku. Aku lindungi kamu, ayahku malah senang."Paling-paling, Hannah sudah bekerja dan punya gaji, urusan makan minumnya pasti tidak jadi masalah.Apalagi Ayah sangat dermawan pada istri. Dia dan Hannah adalah sahabat, Hannah tidak akan tega melihatnya tidak punya uang.

  • Terjebak Perangkap Cinta, Aku Mabuk   Bab 45

    Felix tidak berani menjalin hubungan yang mendalam.Jika gadis itu mengejar-ngejar, menangis, merajuk, dan mengancam bunuh diri, dia tak sanggup menahannya."Kak Jacob, kapan perkenalkan istrimu ke kami? Kita sahabat karib. Kamu boleh sembunyikan dari keluargamu, tapi kalau sembunyikan dari kami, itu namanya nggak setia kawan! Kami sudah dapat info langsung dari Janet. Jangan pelit!""Kok kamu yang pusing?" Yohan meninju bahu Felix. "Nggak usah ikut campur urusan Kak Jacob!"Felix menyerangnya, "Kamu salah minum obat?"Yohan berdeham, lalu berkata dengan serius, "Kak Jacob, aku ada saran kecil yang belum matang."Jacob memandangi Yohan tanpa ekspresi.Yohan pun mengumpulkan keberanian untuk melanjutkan, "Cewek nggak boleh disembunyikan. Kamu harus membiarkannya bergabung dengan lingkaran pertemananmu, biar dia lebih ngerti kamu. Kalau nggak, gimana bisa cinta tumbuh seiring waktu?"Felix berkedip! Wah, si playboy ini mau bagi pengalaman pada Kak Jacob?Felix pun menyambung, "Soal penga

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status