مشاركة

Bab 5

مؤلف: Sisca
Karena sudah tidur bersama, harus ada kompensasi!

Perkataan Janet ini membuat Hannah tiba-tiba teringat gambaran vulgar dan menggairahkan semalam di kepalanya.

"Su... sudah zaman apa sekarang? Ini cuma kecelakaan."

"Hannah, mukamu merah! Kamu ini cewek terpolos yang pernah kutemui, hahaha"

Hannah terdiam. Mana mungkin wajahnya tidak memerah?

Perlu diingat, pria anggun berjas rapi itu sangat bergairah di ranjang.

Hannah bahkan tidak berani membayangkan, Jacob yang dingin begitu pandai merayu wanita, sampai-sampai ....

Makin dipikir makin malu.

Hannah bergegas membuang semua pikiran tak senonoh di kepalanya. Dia mengendalikan kemudi dan parkir di samping Rolls-Royce Cullinan.

Pria berjas rapi mendekat, dengan sopan membukakan pintu mobil untuk Hannah.

Begitu mendongakkan tatapan, Hannah merasa telinganya memanas.

Pria ini terlalu jangkung dan auranya kuat mendominasi.

Setelan jas abu-abu sederhana dengan kemeja putih di dalamnya memberi kesan suci dan berwibawa.

"Nyetirnya bagus, kapan dapat SIM?" tanya pria itu sambil melindungi kepala Hannah dengan tangannya. Napas panas yang terembus kebetulan berkabut di telinga Hannah.

Jantung Hannah berdebar kencang. Dia secara refleks berjalan ke samping, tetapi pria itu menggenggam pergelangan tangannya. "Kamu kenapa?"

Hannah menjawab, "Dapat SIM pas kuliah. Nggak apa-apa, cuma agak panas."

Jacob memandangi Hannah dalam-dalam.

Janet si penggangu tiba-tiba muncul dan menyela masuk di antara mereka. "Ayah, aku nggak akan omong soal cari masalah. Hari ini aku kasih hadiah pernikahan untuk sahabatku, punya Ayah jangan ketinggalan, ya."

Janet sudah "menegur" ayahnya dengan keras di luar perpustakaan kampus.

Harus bertanggung jawab setelah "memangsa" sahabatnya.

Hannah yang memahami maksud tersirat dalam perkataan sahabatnya langsung berdeham. "Janet! Jangan omong sembarangan!"

"Nggak usah malu-malu. Ayahku pria yang sangat berintegritas. Aku yakin dia akan tanggung jawab atas tindakannya. Benar nggak, Ayah?"

Jacob menjawab, "Ya."

Pandangan tajamnya tertuju pada bekas ciuman di leher Hannah.

Hannah merasa dirinya seperti akan terbakar oleh pandangan itu, sangat malu. "Ayo jalan!"

Janet ingin ikut, tetapi didorong lembut ke belakang oleh Jacob.

Janet termangu. "Apa?"

Jacob langsung mengikuti Hannah tanpa melirik Janet sekali pun.

Aroma cemara unik pria itu menyebar. Saking grogi, langkah Hannah makin cepat.

"Papa, Mama, tunggu aku!"

Panggilan "Mama" itu nyaris membuat Hannah pingsan di tempat.

Hannah menegur, "Jangan panggil begitu."

Jacob justru berujar, "Dia berbakti, itu bagus."

Janet makin menjadi-jadi. "Cih, mamaku cantik luar biasa, bangga kalau dibawa keluar."

Sambil bicara, mereka bertiga sampai di tepi danau.

Janet menunjuk danau di seberang. "Sudah sampai! Mama Cantik, ini hadiah pernikahan untukmu dariku!"

Hannah mendongakkan pandangan.

Danau Mapel yang terlihat persis seperti di masa kecilnya.

Akan tetapi, itu mengguncang kenangan paling hangatnya dulu.

Suara Jacob terdengar di telinganya. "Di seberang danau ada taman mawar."

Hannah tanpa sadar mengepalkan tangan. Dia bertanya dengan suara rendah, "Janet, kok kamu bisa kepikiran beli tempat ini?"

Janet sedang memotret foto dengan ponselnya. Tiba-tiba mendengar ini, dia langsung menoleh pada Jacob.

Jacob berkata dengan suara datar, "Janet pernah nguping percakapanku dengan mitra bisnis mau kembangkan tempat ini, jadi dia pinjam koneksiku untuk beli tanah ini dan sekalian bangun taman mawar."

Janet sendiri tidak mampu mengurus tanah ini.

Mendengar penjelasan Jacob, Hannah pun paham.

"Grup Siregar mau kembangkan tempat ini?" tanya Hannah.

"Ini sudah jadi aset Janet. Dia kasih ini ke kamu, berarti jadi punyamu. Mau dikembangkan atau nggak, terserah kamu."

Hannah menatap mata Jacob yang dalam, tidak bisa berkata apa-apa.

Janet buru-buru mendekat dan menerangkan, "Maaf ya, Hannah. Kamu pernah sebut Danau Mapel saat mabuk, jadi aku ambil insiatif sendiri! Soal taman mawar ...."

Janet melirik ayahnya sekilas.

"Ehm, aku tahu kamu suka mawar biru, mau kasih kamu bunga, tapi nggak mungkin kasih yang bisa mati, 'kan? Mending kasih taman mawar. Asal tamannya ada, mawar nggak akan layu!"

Mata Hannah sudah panas dan basah.

Dia memeluk Janet erat-erat.

Janet berkata dalam hati, 'Gampang sekali tersentuh.'

Janet diam-diam menoleh pada ayahnya. Ehm, bukankah rasa antusias ini seharusnya diberikan pada Ayah?

Jacob memandangi dua gadis yang berpelukan itu dengan tatapan dalam.

Danau ini adalah obsesi Hannah, juga merupakan kasih sayang orang tuanya yang belum sempat diwujudkan.

Wajar jika hati Hannah terguncang hebat.

"Aku lihat-lihat ke sana." Jacob pergi lebih dulu.

Begitu Jacob pergi, Hannah langsung menanyai Janet, "Janet, tanah ini kamu beli dengan harga berapa?"

Meski dibeli dengan bantuan koneksi Jacob, uangnya?

Janet punya banyak uang jajan, tetapi sering melakukan kesalahan sehingga kartu ATM-nya dibekukan. Uang yang bisa dipakai tidaklah banyak.

"Nggak banyak, cuma 1,4 miliar."

"Masa? Waktu aku kecil, orang tuaku negosiasi tanah ini saja sudah empat miliar. Setelah bertahun-tahun pasti naik!"

Apalagi taman mawar ini jelas kelihatan mahal!

Hannah memantau pasar tanah Kota Belutara sepanjang waktu. Tanah ini minimal seharga puluhan miliar, sedangkan biaya untuk membangun taman mawar, Hannah tidak bisa membayangkannya.

Janet bergegas mengangkat tangan dan bersumpah, "Serius! Aku sumpah! Penjualnya buru-buru mau lepas, kayaknya mau ke luar negeri untuk hindari utang, jadi aku dapat murah! Tentu saja, aku juga pakai nama ayahku. Kalau nggak, penjual pasti nggak akan setuju!"

Hannah menggigit bibir dengan hati yang bimbang. Begitu melihat sosok tegap di depan, dia mendapat jawaban.

"Kapan belinya?"

"Ya, nggak lama lalu. Waktu kamu putus dengan Kakak Beruntung."

Hannah ingat, saat dia putus dengan Axel, Janet mendesaknya mencari orang dan menikah.

Mungkinkah saat itu Janet sudah mulai membujuk Jacob untuk menikah dengannya?

Jika benar seperti itu, tanah ini ... dan taman mawar itu ....

"Hannah, lagi pikir apa? Kamu nggak suka hadiahku?"

Pikiran yang melintas di kepala Hannah buyar, tak tertangkap.

Hannah mengangguk. "Suka, tapi terlalu mahal."

"Kita ini sahabat! Hadiah kecil ini bukan apa-apa!" Janet diam-diam mengusap keringat dingin yang tak berwujud, lalu mengganti topik. "Ayo, jalan-jalan ke taman mawar. Pemandangannya bagus sekali!"

"Janet!"

"Apa?"

"Aku sangat suka hadiahmu, tapi aku nggak bisa terima."

"Tapi kamu sudah tanda tangan kontrak. Sekarang kamu pemilik tanah ini!"

"Kapan?"

Janet terkekeh. "Aku tahu kamu pasti tolak. Tadi saat revisi skripsi, aku bohongin kamu tanda tangan. Sebenarnya itu kontrak."

Hannah sampai tidak bisa berkata-kata. Dia menarik napas dalam. "Kalau begitu, aku kasih kamu uang. Aku beli."

Sebenarnya, Hannah tidak ingin menolak hadiah ini.

Tempat ini ingin diberikan orang tuanya padanya, tetapi tidak kesampaian.

Membawa kenangan bahagia terakhir bersama orang tuanya.

"Aku sementara nggak ada uang, kita bisa buat perjanjian, aku bayar sebagian tiap tahun setelah kerja. Aku tahu kamu nggak kurang uang, tapi kalau kamu nggak mau, lebih baik aku nggak terima!"

Anggap harganya 60 miliar, kalaupun dia beruntung, juga butuh sepuluh tahun baru lunas. Hannah hanya bisa bayar sebagian setiap tahun.

Janet sungguh tak berdaya. "Kamu mamaku, terserah kamu! Pokoknya, punyaku juga punyamu, punya ayahku juga punyamu, punyamu tetap punyamu!"

Hannah tidak bisa berkata-kata.

Di taman mawar terdapat bangunan kaca mewah nan indah, terdiri dari tujuh lantai.

Saat Hannah pergi ke toilet, Janet berkeliling di taman mawar. Dia juga baru pertama kali datang.

Jacob naik lift ke lantai puncak, menggenggam erat kejutan yang disiapkannya.

Tak disangka, dalam pandangannya muncul sosok yang tidak seharusnya ada. Pria itu ... dengan mesra dan natural ... menggenggam tangan istri barunya!
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق

أحدث فصل

  • Terjebak Perangkap Cinta, Aku Mabuk   Bab 50

    Axel memicingkan mata."Proposal proyek kerja sama dengan Grup S&D itu?"Hannah agak terkejut.Axel berkata dengan lancar, "Aku terus cari kesempatan kerja sama dengan Grup S&D. Pak Eric memberikan kesempatan bagus. Dalam kerja sama mereka dengan Grup S&D, ada tempat untuk Grup Gunawan."Mata Hannah membelalak.Tak disangka, langkah Axel begitu cepat.Benar juga, proyek yang Axel incar, tidak ada yang lolos dari tangannya.Apalagi sekarang Axel adalah menantu Keluarga Liedarto. Tentu saja Pak Eric mau menghargainya."Karena kamu sudah tahu, aku harap kamu bisa berikan kesempatan pada kolegaku."Axel memandangi Hannah dengan tatapan rumit.Hannah bahkan bisa merendahkan diri untuk memohonnya demi seorang kolega."Kamu baru kerja, nggak ada masalah, 'kan?""Pak Axel terlalu khawatir. Kolegaku sangat baik padaku." Jika Axel tidak campur tangan.Axel bisa melihat Hannah masih berwaspada terhadapnya. Dia berujar tak berdaya, "Aku bisa setujui perpanjang waktu proyek ini, dan maafkan kesalah

  • Terjebak Perangkap Cinta, Aku Mabuk   Bab 49

    Renata berujar dengan nada misterius, "Brandon nggak sengaja salah masukkan data. Dia sudah tangani proyek ini tiga bulan, kenapa tiba-tiba mau berikan prestasi yang sudah di tangannya padaku? Karena dia nggak mampu tanggung tekanan dari keluarga dan pekerjaan sekaligus, cuma bisa pilih satu!"Brandon memilih keluarga, melepaskan proyek kali ini.Akan tetapi, Brandon tidak menyangka akan muncul kesalahan besar dalam data awal proyek.Renata juga memercayai kemampuan kerja Brandon sehingga tidak memeriksa kembali konten sebelumnya setelah mengambil alih.Renata melanjutkan, "Aku sudah ambil alih, berarti ini salahku! Prestasi jadi milikku, tanggung jawab juga milikku!""Renata ... kamu sangat setia kawan." "Ini bukan setia kawan, tapi pembagian tanggung jawab. Kamu pikir Pak Wayne nggak tahu siapa penanggung jawabnya? Dia tahu, tapi nggak buka kedok.""Kalau buka kedok gimana?""Brandon akan dipecat."Begitu kehilangan pekerjaan ini nanti, keluarganya juga akan ikut runtuh.Hannah tida

  • Terjebak Perangkap Cinta, Aku Mabuk   Bab 48

    "Pak Jacob, kejadian malam ini ...."Jacob menggenggam gelas di tangan Hannah. "Keberatan nggak?""Hah?"Hannah tidak terlalu memahami maksud pria ini.Dia sedang menjelaskan pada Jacob.Hannah menggelengkan kepala. Jacob langsung menghabiskan sisa setengah gelas airnya.Hannah menganga kaget.Janet pernah mengatakan bahwa ayahnya punya fobia kebersihan yang sangat ekstrem. Jika ada yang tidak sengaja memakai gelasnya, tidak hanya orang itu akan masuk daftar hitamnya, tipe gelas itu juga hilang dari pasaran setelahnya.Meski saat itu Hannah merasa cerita Janet terlalu lebay, itu menunjukkan Jacob memang punya fobia kebersihan. Selama tinggal bersama Jacob di Perumahan Lestari, dia juga pernah menyaksikan sendiri standar kebersihan Jacob yang ekstrem.Tapi mengapa Jacob malah minum dari gelasnya? Itu bekasnya."Kejadian malam ini bukan salahmu. Janet nggak salah. Saat orang Keluarga Siregar di luar, yang paling penting adalah lindungi keluarga sendiri. Janet melakukannya dengan baik."J

  • Terjebak Perangkap Cinta, Aku Mabuk   Bab 47

    Janet menghela napas lega. Ada kedua paman ini, seharusnya Ayah tidak akan menghukumnya lagi, 'kan?"Paman Yohan, Paman Felix, ini sahabat baikku, ehm ... juga istri muda ayahku."Istri muda.Wajah Hannah memerah.Jacob berjalan cepat menghampiri Hannah, menundukkan pandangan ke noda anggur di dadanya. "Ganti baju dulu."Hannah termangu. "Hah?"Jacob memegang pergelangan tangan Hannah yang ramping, lalu berpesan pada Yohan, "Jaga baik-baik putriku."Janet berseru, "Paman Yohan, aku nggak salah dengar? Ayahku nggak hukum aku, malah minta Paman jaga aku?"Yohan menjawab, "Ayahmu sibuk dengan ibu tirimu, nggak ada waktu buat hukum kamu."Felix sangat bersemangat. "Mereka mau sibuk apa?"Janet sontak memelototi Felix. "Paman jangan urusi ayahku. Aku dipukul di tempat Paman, Paman harusnya beri aku kompensasi, 'kan?""Si Putri, kamu yang pukul orang itu secara sepihak. Dipukul apanya? Mau tipu uang, ya?""Aku nggak mau tahu! Paman harus tanggung jawab!""Oke, oke, Paman tanggung jawab! Tapi

  • Terjebak Perangkap Cinta, Aku Mabuk   Bab 46

    Pria itu dihajar habis-habisan oleh Janet sampai hidungnya keluar darah."Minta maaf! Beraninya goda sahabatku, kamu cari mati, ya!"Pasangan pria itu berteriak, "Siapa kamu? Tahu nggak siapa pacarku ini? Ayahnya walikota Belutara ...."Brak!Sebuah gelas bir pecah di dekat wanita itu.Wanita itu ketakutan sampai wajahnya pucat."Ayahku Jacob Siregar!" Janet mengangkat dagu dengan angkuh. Dia lalu membentak dengan galak, "Aku bisa bertindak seenaknya di Kota Belutara, kamu bisa?"Hannah pun maju dengan waswas dan menarik tangan Janet. "Janet, kalau ayahmu tahu kamu kelahi di luar, kartu ATM-mu akan dibekukan lagi.""Takut apa? Sudah sering dibekukan juga. Lagi pula, dia mengganggumu, itu sama saja dengan nggak hormati ayahku. Aku lindungi kamu, ayahku malah senang."Paling-paling, Hannah sudah bekerja dan punya gaji, urusan makan minumnya pasti tidak jadi masalah.Apalagi Ayah sangat dermawan pada istri. Dia dan Hannah adalah sahabat, Hannah tidak akan tega melihatnya tidak punya uang.

  • Terjebak Perangkap Cinta, Aku Mabuk   Bab 45

    Felix tidak berani menjalin hubungan yang mendalam.Jika gadis itu mengejar-ngejar, menangis, merajuk, dan mengancam bunuh diri, dia tak sanggup menahannya."Kak Jacob, kapan perkenalkan istrimu ke kami? Kita sahabat karib. Kamu boleh sembunyikan dari keluargamu, tapi kalau sembunyikan dari kami, itu namanya nggak setia kawan! Kami sudah dapat info langsung dari Janet. Jangan pelit!""Kok kamu yang pusing?" Yohan meninju bahu Felix. "Nggak usah ikut campur urusan Kak Jacob!"Felix menyerangnya, "Kamu salah minum obat?"Yohan berdeham, lalu berkata dengan serius, "Kak Jacob, aku ada saran kecil yang belum matang."Jacob memandangi Yohan tanpa ekspresi.Yohan pun mengumpulkan keberanian untuk melanjutkan, "Cewek nggak boleh disembunyikan. Kamu harus membiarkannya bergabung dengan lingkaran pertemananmu, biar dia lebih ngerti kamu. Kalau nggak, gimana bisa cinta tumbuh seiring waktu?"Felix berkedip! Wah, si playboy ini mau bagi pengalaman pada Kak Jacob?Felix pun menyambung, "Soal penga

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status