مشاركة

Bab 6

مؤلف: Sisca
"Hannah, aku sangat merindukanmu."

Axel datang dengan persiapan matang. Dia memakai mantel gelap favorit Hannah. Angin di awal musim gugur meniupi wajahnya. Matanya memperlihatkan kasih sayang yang sangat mendalam untuk Hannah.

Sama seperti dulu.

Melihat teman masa kecil seperti itu, jantung Hannah berdegup kencang seperti genderang.

Akan tetapi, Hannah paham betul, di balik penampilan pria itu yang lembut dan sopan tersembunyii ambisi yang begitu dingin.

Hannah secara refleks mundur selangkah, menjaga jarak dengan pria itu. "Kenapa kamu di sini?"

"Aku tahu, setelah Paman dan Bibi meninggal, impian terbesarmu adalah beli tanah ini. Aku sudah pelan-pelan kuasai Grup Gunawan dalam beberapa tahun ini, dan akhirnya ada waktu."

Axel melangkah maju sembari menatap lekat pada Hannah. "Aku nggak pernah lupa dengan impianmu."

"Cih." Hannah menyeringai sinis. Dulu dia mungkin akan terharu sampai menangis.

Sayangnya, sebaik apa pun akting Axel, Axel tidak bisa menipu dirinya yang sudah kecewa.

"Aku nggak butuh kemunafikanmu. Keluarga Gunawan baik padaku, aku nggak mau bertengkar habis-habisan denganmu. Lain kali jangan ucapkan lagi kata-kata ambigu yang bikin salah paham."

Saat Hannah berbalik badan, Axel menggenggam pergelangan tangannya dan menarik dengan kuat.

Hannah terhantam ke dada pria itu.

Ini dada yang paling diandalkannya dulu. Hanya saja, cinta manis sudah jadi racun mematikan.

"Axel, lepaskan!"

"Hannah, berteman baik dengan Janet dan dapat tanah ini, kamu benaran senang?"

Jantung Hannah tersentak.

Apa maksud Axel?

Jangan-jangan Axel mengira dia berteman dengan Janet hanya untuk mengambil keuntungan dan memanfaatkan sumber daya Keluarga Siregar?

Di hati Axel, dirinya adalah wanita egois yang serakah dan matre?

Suara Hannah gemetar. "Axel, kamu bikin aku jijik."

Mendengar itu, mata Axel berkedip dengan pergolakan.

Sambil memegang erat pinggang Hannah, Axel berkata dengan tegas, "Jangan naif. Janet baru 17 tahun, gimana bisa beli tanah ini? Aku sudah selidiki, yang beli tanah ini duluan dari aku adalah Keluarga Jonathan, teman lama Keluarga Siregar! Sekarang tanah ini di tangan Janet. Artinya apa?"

Hannah menggigit bibir.

Mungkinkah Axel sudah tahu dia menikah dengan Jacob?

Tidak mungkin. Mereka merahasiakan pernikahan, dan prosesnya sangat sederhana.

Hannah bertanya dengan gelisah, "Kamu tahu apa?"

"Hannah, pengusaha berbuat sesuatu pasti ada tujuannya. Janet mau dapat apa darimu, kamu harus jelas!"

"Aku nggak punya uang dan pengaruh. Janet mau apa dari aku?"

Axel berujar dengan suara dalam, "Ayahnya Janet, Jacob Siregar, sudah lajang 17 tahun. Dulu pulang dari Negara Avronus dalam keadaan kacau, bahkan bawa satu anak cewek. Kamu pernah pikirkan kenapa?"

"Kamu pikir, Jacob mau manfaatkan aku?"

"Ya, kamu muda, cantik, yatim piatu, nggak punya fondasi di Kota Belutara. Jacob itu pengusaha, belum tentu akan nikahi putri keluarga kaya yang sederajat. Kamulah yang paling mudah dikendalikan!"

Jika dia jadi Nyonya Keluarga Siregar, dia pasti tidak akan berbuat buruk pada anak haram yang asal usulnya tidak jelas.

Apalagi berani menyombongkan latar belakang keluarga seperti putri keluarga kaya lain dan berbuat onar dengan Jacob.

Dia akan patuh, bersikap lembut, dan sangat taat.

Itu baru wanita yang diinginkan Jacob.

Tangan Hannah gemetar pelan. Seperti itukah?

Dia tidak mengenal Jacob. Jacob setuju nikah, juga karena desakan keras keluarganya.

Mungkin karena dia patuh dan mudah dikendalikan.

Meski begitu, Hannah juga tidak bisa terima!

Jika tidak, mengapa orang penting seperti Jacob mau menikah dengannya?

"Hannah, orang nggak bisa masuk supermarket pas lapar, bisa salah beli barang."

Axel memandangi Hannah dalam-dalam. Setiap katanya menusuk saraf Hannah dengan keras.

Hannah pun menarik napas dalam.

Dia mengangkat tangan dan melayangkan tamparan keras!

Axel yang tidak siaga pun tertampar.

Dia menatap Hannah dengan tak percaya.

Tak terpikir olehnya bahwa Hannah yang lembut dan patuh padanya bisa tiba-tiba menamparnya!

Hannah berkata dengan suara parau, "Axel, nggak semua orang seektrem dan jahat seperti yang kamu bilang. Janet nggak minta apa pun dariku. Meski minta, aku sendiri juga rela!"

Sebelum dia dan Jacob mendaftarkan pernikahan, Janet selalu berpikir dari sudut pandangnya.

Bahkan perjanjian pernikahan juga ditinjau Janet satu per satu.

Setiap pasal menguntungkan Hannah dan tidak ada ruginya. Itu juga menjadi alasan mengapa Hannah berani menikah dengna bos besar seperti Jacob.

Akan tetapi, di mulut Axel, itu malah jadi "kontrak jual diri"-nya.

Konyol sekali.

"Kamu nggak percaya aku, malah percaya Janet? Kamu kenal dia berapa lama, lebih dari setahun?"

"Hannah! Aku memang salah padamu, tapi aku bisa jelaskan! Aku ada kesulitan, kenapa kamu nggak percaya aku?"

"Di dunia ini, cuma aku, Axel Gunawan, yang paling baik padamu! Tanah yang aku habiskan puluhan miliar juga nggak bisa beli, Janet langsung kasih kamu begitu saja. Kamu berani terima rejeki nomplok begini?"

Axel sadar kata-katanya terlalu menyakitkan, segera melunakkan nada bicara. "Hannah, semua ini demi kebaikanmu. Situasi Keluarga Siregar terlalu rumit, jangan dekat-dekat dengan Janet lagi, ya? Ikut aku pulang."

Axel menggenggam tangan Hannah.

Berniat membawanya pulang.

Tebersit sedikit kebingungan di mata Hannah.

"Kesulitan? Kesulitanmu adalah setujui pengungkapan perasaanku, menikmati usahaku, lalu tunangan dengan cewek sederajat. Kesulitanmu adalah di luar anggap aku adik, tapi di dalam ... anggap aku mainan."

Hannah mendongakkan pandangannya yang penuh kedinginan. "Axel, kaca yang kamu pecahkan sendiri, nggak bisa direkat lagi."

Suaranya sangat lembut, sangat halus.

Akan tetapi, juga sangat dingin, sampai membuat Axel merasa seperti berada di dalam ruang es.

...

"Ayah? Kok Ayah berdiri di sini?"

Janet juga naik ke puncak, ingin menelepon sahabatnya naik untuk menikmati pemandangan bersama.

Tak disangka, ayahnya malah sedang melamun.

Janet menatap kotak perhiasan di tangan Jacob. Dengan penasaran, dia mengambil kotak itu dan membukanya.

Mata Janet membelalak. "Astaga ... bukannya ini Air Mata Poseidon yang Paman Yohan selalu pengin beli di lelang Negara Frania?"

Janet sangat bersemangat. "Ayah, kamu pria paling dermawan yang pernah kutemui!"

Jacob tidak mendengar apa yang dikatakan Janet. Pandangannya terus tertuju pada sosok ramping di bawah.

Safir biru yang dingin memantulkan cahaya dalam, mencerminkan wajah Jacob yang dingin dan sangat tertahan.

Hannah memang belum melupakan Axel.

Pria yang mengisi seluruh masa mudanya, semua cinta dan penderitaannya.

Melihat raut wajah Jacob yang dingin, dan merasakan aura amarah yang ditekan, Janet agak ketakutan.

Dia pun menengok ke bawah dengan penasaran.

"Astaga! Kakak Beruntung? Si bajingan ini gimana bisa nyusul ke sini?"
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق

أحدث فصل

  • Terjebak Perangkap Cinta, Aku Mabuk   Bab 50

    Axel memicingkan mata."Proposal proyek kerja sama dengan Grup S&D itu?"Hannah agak terkejut.Axel berkata dengan lancar, "Aku terus cari kesempatan kerja sama dengan Grup S&D. Pak Eric memberikan kesempatan bagus. Dalam kerja sama mereka dengan Grup S&D, ada tempat untuk Grup Gunawan."Mata Hannah membelalak.Tak disangka, langkah Axel begitu cepat.Benar juga, proyek yang Axel incar, tidak ada yang lolos dari tangannya.Apalagi sekarang Axel adalah menantu Keluarga Liedarto. Tentu saja Pak Eric mau menghargainya."Karena kamu sudah tahu, aku harap kamu bisa berikan kesempatan pada kolegaku."Axel memandangi Hannah dengan tatapan rumit.Hannah bahkan bisa merendahkan diri untuk memohonnya demi seorang kolega."Kamu baru kerja, nggak ada masalah, 'kan?""Pak Axel terlalu khawatir. Kolegaku sangat baik padaku." Jika Axel tidak campur tangan.Axel bisa melihat Hannah masih berwaspada terhadapnya. Dia berujar tak berdaya, "Aku bisa setujui perpanjang waktu proyek ini, dan maafkan kesalah

  • Terjebak Perangkap Cinta, Aku Mabuk   Bab 49

    Renata berujar dengan nada misterius, "Brandon nggak sengaja salah masukkan data. Dia sudah tangani proyek ini tiga bulan, kenapa tiba-tiba mau berikan prestasi yang sudah di tangannya padaku? Karena dia nggak mampu tanggung tekanan dari keluarga dan pekerjaan sekaligus, cuma bisa pilih satu!"Brandon memilih keluarga, melepaskan proyek kali ini.Akan tetapi, Brandon tidak menyangka akan muncul kesalahan besar dalam data awal proyek.Renata juga memercayai kemampuan kerja Brandon sehingga tidak memeriksa kembali konten sebelumnya setelah mengambil alih.Renata melanjutkan, "Aku sudah ambil alih, berarti ini salahku! Prestasi jadi milikku, tanggung jawab juga milikku!""Renata ... kamu sangat setia kawan." "Ini bukan setia kawan, tapi pembagian tanggung jawab. Kamu pikir Pak Wayne nggak tahu siapa penanggung jawabnya? Dia tahu, tapi nggak buka kedok.""Kalau buka kedok gimana?""Brandon akan dipecat."Begitu kehilangan pekerjaan ini nanti, keluarganya juga akan ikut runtuh.Hannah tida

  • Terjebak Perangkap Cinta, Aku Mabuk   Bab 48

    "Pak Jacob, kejadian malam ini ...."Jacob menggenggam gelas di tangan Hannah. "Keberatan nggak?""Hah?"Hannah tidak terlalu memahami maksud pria ini.Dia sedang menjelaskan pada Jacob.Hannah menggelengkan kepala. Jacob langsung menghabiskan sisa setengah gelas airnya.Hannah menganga kaget.Janet pernah mengatakan bahwa ayahnya punya fobia kebersihan yang sangat ekstrem. Jika ada yang tidak sengaja memakai gelasnya, tidak hanya orang itu akan masuk daftar hitamnya, tipe gelas itu juga hilang dari pasaran setelahnya.Meski saat itu Hannah merasa cerita Janet terlalu lebay, itu menunjukkan Jacob memang punya fobia kebersihan. Selama tinggal bersama Jacob di Perumahan Lestari, dia juga pernah menyaksikan sendiri standar kebersihan Jacob yang ekstrem.Tapi mengapa Jacob malah minum dari gelasnya? Itu bekasnya."Kejadian malam ini bukan salahmu. Janet nggak salah. Saat orang Keluarga Siregar di luar, yang paling penting adalah lindungi keluarga sendiri. Janet melakukannya dengan baik."J

  • Terjebak Perangkap Cinta, Aku Mabuk   Bab 47

    Janet menghela napas lega. Ada kedua paman ini, seharusnya Ayah tidak akan menghukumnya lagi, 'kan?"Paman Yohan, Paman Felix, ini sahabat baikku, ehm ... juga istri muda ayahku."Istri muda.Wajah Hannah memerah.Jacob berjalan cepat menghampiri Hannah, menundukkan pandangan ke noda anggur di dadanya. "Ganti baju dulu."Hannah termangu. "Hah?"Jacob memegang pergelangan tangan Hannah yang ramping, lalu berpesan pada Yohan, "Jaga baik-baik putriku."Janet berseru, "Paman Yohan, aku nggak salah dengar? Ayahku nggak hukum aku, malah minta Paman jaga aku?"Yohan menjawab, "Ayahmu sibuk dengan ibu tirimu, nggak ada waktu buat hukum kamu."Felix sangat bersemangat. "Mereka mau sibuk apa?"Janet sontak memelototi Felix. "Paman jangan urusi ayahku. Aku dipukul di tempat Paman, Paman harusnya beri aku kompensasi, 'kan?""Si Putri, kamu yang pukul orang itu secara sepihak. Dipukul apanya? Mau tipu uang, ya?""Aku nggak mau tahu! Paman harus tanggung jawab!""Oke, oke, Paman tanggung jawab! Tapi

  • Terjebak Perangkap Cinta, Aku Mabuk   Bab 46

    Pria itu dihajar habis-habisan oleh Janet sampai hidungnya keluar darah."Minta maaf! Beraninya goda sahabatku, kamu cari mati, ya!"Pasangan pria itu berteriak, "Siapa kamu? Tahu nggak siapa pacarku ini? Ayahnya walikota Belutara ...."Brak!Sebuah gelas bir pecah di dekat wanita itu.Wanita itu ketakutan sampai wajahnya pucat."Ayahku Jacob Siregar!" Janet mengangkat dagu dengan angkuh. Dia lalu membentak dengan galak, "Aku bisa bertindak seenaknya di Kota Belutara, kamu bisa?"Hannah pun maju dengan waswas dan menarik tangan Janet. "Janet, kalau ayahmu tahu kamu kelahi di luar, kartu ATM-mu akan dibekukan lagi.""Takut apa? Sudah sering dibekukan juga. Lagi pula, dia mengganggumu, itu sama saja dengan nggak hormati ayahku. Aku lindungi kamu, ayahku malah senang."Paling-paling, Hannah sudah bekerja dan punya gaji, urusan makan minumnya pasti tidak jadi masalah.Apalagi Ayah sangat dermawan pada istri. Dia dan Hannah adalah sahabat, Hannah tidak akan tega melihatnya tidak punya uang.

  • Terjebak Perangkap Cinta, Aku Mabuk   Bab 45

    Felix tidak berani menjalin hubungan yang mendalam.Jika gadis itu mengejar-ngejar, menangis, merajuk, dan mengancam bunuh diri, dia tak sanggup menahannya."Kak Jacob, kapan perkenalkan istrimu ke kami? Kita sahabat karib. Kamu boleh sembunyikan dari keluargamu, tapi kalau sembunyikan dari kami, itu namanya nggak setia kawan! Kami sudah dapat info langsung dari Janet. Jangan pelit!""Kok kamu yang pusing?" Yohan meninju bahu Felix. "Nggak usah ikut campur urusan Kak Jacob!"Felix menyerangnya, "Kamu salah minum obat?"Yohan berdeham, lalu berkata dengan serius, "Kak Jacob, aku ada saran kecil yang belum matang."Jacob memandangi Yohan tanpa ekspresi.Yohan pun mengumpulkan keberanian untuk melanjutkan, "Cewek nggak boleh disembunyikan. Kamu harus membiarkannya bergabung dengan lingkaran pertemananmu, biar dia lebih ngerti kamu. Kalau nggak, gimana bisa cinta tumbuh seiring waktu?"Felix berkedip! Wah, si playboy ini mau bagi pengalaman pada Kak Jacob?Felix pun menyambung, "Soal penga

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status