مشاركة

Bab 7

مؤلف: Sisca
Janet berkata dengan geram, "Dia ikutin kami dari kampus? Nggak berkelas sekali. Aku usir dia sekarang!"

Janet langsung turun tangga dengan tergesa-gesa.

Jacob tidak terus menonton. Dia berbalik, dengan lembut meletakkan kotak cincin di atas piring di meja makan.

[Makan malam di restoran lantai puncak, kasih cincin ke dia.]

...

Saat menerima pesan dari Jacob, Janet sangat bingung. Makan malam?

Ayah benar-benar datang dengan persiapan, tetapi mengapa malah pergi?

Jengkel dengan Kakak Beruntung?

Atau ada urusan di perusahaan?

Janet merasa kemungkinan kedua lebih besar. Ayahnya adalah mesin penghasil uang. Kebaikannya pada Hannah hanya berdasarkan pada hubungan suami-istri, dan kompensasi untuk dia, anak perempuannya.

Gimanapun sebelum mereka pergi mendaftarkan pernikahan, Janet sudah berpesan berulang kali.

Janet berlari ke dalam lautan bunga. Hannah berjongkok di tengah lautan bunga dengan kepala terbenam di antara lutut ....

Bahunya gemetaran.

Hannah sedang menangis!

Untuk sesaat, Janet tidak tahu harus mendekat atau tidak.

Janet diam-diam mengeluarkan ponsel untuk mengambil foto dan mengirimkannya pada Jacob. [Ayah, sahabatku sakit hati. Ke depannya Ayah harus baik padanya. o(╥﹏╥)o]

Mobil Rolls-Royce Cullinan terparkir di pinggir jalan.

Jacob memegang ponsel, menatap wanita yang sedang menangis di foto.

Hannah menangis...

Demi pria lain...

Dada Jacob terasa sesak, perih dan berat.

Jacob menarik napas dalam-dalam, lalu mengirim pesan suara pada Janet dengan nada suara dingin dan tenang seperti biasa.

"Dia sedang nggak mood, kamu jangan tanya apa-apa, temani dia baik-baik."

...

Hannah dan Janet pulang ke Perumahan Lestari usai makan malam di taman mawar.

"Ayahku belum pulang. Sudah kubilang, pasti ada urusan kantor. Kamu jangan pikir aneh-aneh."

Suasana hati Hannah murung karena tersengat oleh Axel hari ini. Dia menerima cincin Air Mata Poseidon dari Janet. Setelah gagal menolak, Hannah memasukkanya ke dalam tas dan dibawa pulang.

Hannah menyimpan cincin itu dengan hati-hati di brankas kamar.

Apabila bercerai dengan Jacob kelak, semua itu harus dikembalikan dengan utuh.

Setelah Hannah selesai mandi dan berjalan keluar, Janet mengirim pesan bahwa dia pergi ke rumah Yohan untuk menemui seorang adik perempuan.

Hannah pergi ke ruang tamu untuk mengambil segelas air hangat, berencana tidur lebih awal. Begitu mendengar suara buka pintu, dia mengira Janet lupa sesuatu dan kembali untuk mengambilnya. "Lupa apa lagi kali ini?"

"Kamu."

Terdengar suara pria yang rendah dan penuh daya tarik.

Akan tetapi, sedikit serak karena mabuk.

Hal yang pertama yang dilihat Hannah adalah punggung kaki Jacob yang telanjang, bukan wajahnya.

Begitu mabuk, Jacob langsung melepas sepatu dan kaus kaki.

Tidak hanya begitu, Jacob mulai melepas jas, lalu kemeja ....

"Pak Jacob, kamu mabuk!" Hannah ingat pria ini juga mabuk pada malam pertama pernikahan mereka, dia sedikit ragu sebelum pergi membantu Jacob.

Akan tetapi, kemabukan Jacob malam ini lebih liar dan kekanak-kanakan.

Jacob malah mulai melepas ikat pinggang.

"Aku panas sekali."

"Mau mandi."

"Tolong carikan baju untukku."

"Ambilkan segelas air."

Jacob memberi perintah satu per satu tanpa memberi Hannah kesempatan bereaksi.

Jacob lalu masuk ke kamar sekunder.

Langsung ke kamar mandi.

Hannah terbengong. Dia buru-buru berlari ke dalam dan berteriak, "Ini kamar sekunder, kamarku!"

Mengapa Jacob yang mabuk malah salah kamar?

"Jangan pakai sabun mandiku ...." Hannah membeli sabun itu secara daring, mereknya biasa saja. Bos besar seperti Jacob pasti tidak terbiasa memakainya.

"Handuk barusan kupakai, aku ambilkan yang baru!" Hannah tiba-tiba ingat ini. Dia segera lari ke kamar utama untuk mengambil handuk.

Saat Hannah kembali, Jacob sudah berdiri di pintu kamar mandi dengan terbungkus handuk merah muda miliknya.

Tetesan air pada otot dada kekar itu memamerkan kekuatan pria itu dengan liar.

Handuk merah muda di pinggangnya yang lebar dan kekar terlihat lucu dan imut.

Mata hitam Jacob menyipit, sangat linglung. "Ha, Hannah?"

Hannah terdiam. Apakah Jacob memanggilnya?

"Peluk." Jacob mengulurkan tangan sambil berjalan limbung ke arahnya.

Mata indah Hannah membelalak.

Sebelum sempat bereaksi, pria itu sudah memeluknya dengan kuat.

Tubuh Jacob memancarkan aroma sabun mandi milik Hannah, wangi lemon-gardenia yang segar.

Bercampur dengan aroma pria uniknya.

Hannah sampai pusing dikelilingi aroma seksi dan agresif itu.

"Pak Jacob, kamu mabuk. Balik ke kamar utama dulu, ya?" Hannah mencoba membangunkannya.

"Tidur."

Jacob langsung memeluk Hannah jatuh ke kasur.

Saat jatuh, handuk merah muda yang terlilit seadanya di pinggang Jacob jatuh begitu saja ke karpet pinggir kasur.

Hannah memakai piama katun motif stroberi.

Sedangkan Jacob ... tidak memakai apa-apa.

Hanya berlapis pakaian tipis, suhu tubuh mereka saling menyentuh, berbaur, dan melebur.

"Hannah, peluk aku."

Jacob mulai mengajukan permintaan yang kekanak-kanakan dengan linglung.

Hannah tidak percaya pria yang sangat kekanak-kanakan ini ternyata sama dengan bos Grup Siregar yang dingin, suci, elegan, dan angkuh di siang tadi.

Jangan-jangan Jacob memang seperti ini saat mabuk?

Sangat kekanak-kanakan.

Serta ... tidak rasional.

Tak mendapat respons dari Hannah, Jacob langsung mengangkat selimut untuk menutupi tubuh mereka berdua.

"Baring," perintah Jacob. "Jangan gerak."

Hannah terdiam.

Bujuk pria ini tidur dulu. Paling-paling malam ini dia tidur di sofa.

Setelah menunggu beberapa menit, Jacob sepertinya benar-benar tenang. Hannah dengan hati-hati menarik tangannya dari genggaman Jacob.

Belum sempat Hannah merasa lega karena lepas dari penderitaan, Jacob tiba-tiba duduk!

Selimut melorot dari bagian atas tubuhnya, menampakkan sisinya yang kekar dan seksi.

Entah mengapa tenggorokan Hannah terasa kering.

"Ehm, bagus kalau kamu sudah sadar. Aku bantu pakaikan baju."

Jacob memutar kepala secara mekanis dan menatap Hannah dua detik.

"Aku biasa tidur telanjang."

Nada suara Jacob datar.

Tidak ada rasa canggung dan malu sama sekali.

Hannah benar-benar bengong. Kebiasaan aneh bos kaya?

Hannah juga bingung pada malam pertama pernikahan. Pria ini terlihat mabuk, tetapi seperti terkena suatu stimulus, dia sangat bergairah sepanjang malam, linglung, dan rapuh.

Akan tetapi, saat ini Hannah sadar sepenuhnya!

Jacob kelihatannya hanya mabuk, tidak seburu-buru malam itu.

Hannah menelan ludah, lalu berkata dengan serius, "Kamu bebas tidur gimana. Kamu tidur dulu, aku tidur di luar."

Sangat mudah terjadi sesuatu ketika pria dan wanita tidur sekamar.

Dia harus menjauh dari sumber bahaya.

Jacob mengabaikan kewaspadaan dalam mata Hannah. Dia mendekat dan menggigit daun telinga Hannah yang bulat.

Setelah itu, Jacob berujar dengan suara serak dan menggoda, "Hannah, kita suami-istri."

"... Pak, Pak Jacob, kamu mabuk."

"Aku ada minum bir, tapi nggak mabuk." Jacob meraih lengan Hannah dan merengkuhnya ke dalam pelukan.

Mendominasi seperti Axel tadi.

Akan tetapi, Jacob lebih memiliki rasa posesif yang kuat dibanding Axel.

Jacob berucap, "Di perjanjian kita nggak ada bilang berapa kali kewajiban suami-istri."

"Hah?"

"Asal aku mau, asal kamu butuh, kita bisa!"

"Bukan, bukan itu maksudnya!"

Saat itu, Hannah sama sekali tidak menyangka Jacob rupanya tidak suci dan pantang nafsu.

Semua ini salah sahabatnya, Janet, yang bilang ayahnya sudah tidak berfungsi.

Sudah jomblo hampir 18 tahun.

Siapa pun akan mengira Jacob sudah tidak berkemampuan.

Hannah tidak menekankan tentang kewajiban suami-istri, bukan berarti dia ....

"Uhm." Pikiran di kepala Hannah langsung buyar karena dicium Jacob.
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق

أحدث فصل

  • Terjebak Perangkap Cinta, Aku Mabuk   Bab 50

    Axel memicingkan mata."Proposal proyek kerja sama dengan Grup S&D itu?"Hannah agak terkejut.Axel berkata dengan lancar, "Aku terus cari kesempatan kerja sama dengan Grup S&D. Pak Eric memberikan kesempatan bagus. Dalam kerja sama mereka dengan Grup S&D, ada tempat untuk Grup Gunawan."Mata Hannah membelalak.Tak disangka, langkah Axel begitu cepat.Benar juga, proyek yang Axel incar, tidak ada yang lolos dari tangannya.Apalagi sekarang Axel adalah menantu Keluarga Liedarto. Tentu saja Pak Eric mau menghargainya."Karena kamu sudah tahu, aku harap kamu bisa berikan kesempatan pada kolegaku."Axel memandangi Hannah dengan tatapan rumit.Hannah bahkan bisa merendahkan diri untuk memohonnya demi seorang kolega."Kamu baru kerja, nggak ada masalah, 'kan?""Pak Axel terlalu khawatir. Kolegaku sangat baik padaku." Jika Axel tidak campur tangan.Axel bisa melihat Hannah masih berwaspada terhadapnya. Dia berujar tak berdaya, "Aku bisa setujui perpanjang waktu proyek ini, dan maafkan kesalah

  • Terjebak Perangkap Cinta, Aku Mabuk   Bab 49

    Renata berujar dengan nada misterius, "Brandon nggak sengaja salah masukkan data. Dia sudah tangani proyek ini tiga bulan, kenapa tiba-tiba mau berikan prestasi yang sudah di tangannya padaku? Karena dia nggak mampu tanggung tekanan dari keluarga dan pekerjaan sekaligus, cuma bisa pilih satu!"Brandon memilih keluarga, melepaskan proyek kali ini.Akan tetapi, Brandon tidak menyangka akan muncul kesalahan besar dalam data awal proyek.Renata juga memercayai kemampuan kerja Brandon sehingga tidak memeriksa kembali konten sebelumnya setelah mengambil alih.Renata melanjutkan, "Aku sudah ambil alih, berarti ini salahku! Prestasi jadi milikku, tanggung jawab juga milikku!""Renata ... kamu sangat setia kawan." "Ini bukan setia kawan, tapi pembagian tanggung jawab. Kamu pikir Pak Wayne nggak tahu siapa penanggung jawabnya? Dia tahu, tapi nggak buka kedok.""Kalau buka kedok gimana?""Brandon akan dipecat."Begitu kehilangan pekerjaan ini nanti, keluarganya juga akan ikut runtuh.Hannah tida

  • Terjebak Perangkap Cinta, Aku Mabuk   Bab 48

    "Pak Jacob, kejadian malam ini ...."Jacob menggenggam gelas di tangan Hannah. "Keberatan nggak?""Hah?"Hannah tidak terlalu memahami maksud pria ini.Dia sedang menjelaskan pada Jacob.Hannah menggelengkan kepala. Jacob langsung menghabiskan sisa setengah gelas airnya.Hannah menganga kaget.Janet pernah mengatakan bahwa ayahnya punya fobia kebersihan yang sangat ekstrem. Jika ada yang tidak sengaja memakai gelasnya, tidak hanya orang itu akan masuk daftar hitamnya, tipe gelas itu juga hilang dari pasaran setelahnya.Meski saat itu Hannah merasa cerita Janet terlalu lebay, itu menunjukkan Jacob memang punya fobia kebersihan. Selama tinggal bersama Jacob di Perumahan Lestari, dia juga pernah menyaksikan sendiri standar kebersihan Jacob yang ekstrem.Tapi mengapa Jacob malah minum dari gelasnya? Itu bekasnya."Kejadian malam ini bukan salahmu. Janet nggak salah. Saat orang Keluarga Siregar di luar, yang paling penting adalah lindungi keluarga sendiri. Janet melakukannya dengan baik."J

  • Terjebak Perangkap Cinta, Aku Mabuk   Bab 47

    Janet menghela napas lega. Ada kedua paman ini, seharusnya Ayah tidak akan menghukumnya lagi, 'kan?"Paman Yohan, Paman Felix, ini sahabat baikku, ehm ... juga istri muda ayahku."Istri muda.Wajah Hannah memerah.Jacob berjalan cepat menghampiri Hannah, menundukkan pandangan ke noda anggur di dadanya. "Ganti baju dulu."Hannah termangu. "Hah?"Jacob memegang pergelangan tangan Hannah yang ramping, lalu berpesan pada Yohan, "Jaga baik-baik putriku."Janet berseru, "Paman Yohan, aku nggak salah dengar? Ayahku nggak hukum aku, malah minta Paman jaga aku?"Yohan menjawab, "Ayahmu sibuk dengan ibu tirimu, nggak ada waktu buat hukum kamu."Felix sangat bersemangat. "Mereka mau sibuk apa?"Janet sontak memelototi Felix. "Paman jangan urusi ayahku. Aku dipukul di tempat Paman, Paman harusnya beri aku kompensasi, 'kan?""Si Putri, kamu yang pukul orang itu secara sepihak. Dipukul apanya? Mau tipu uang, ya?""Aku nggak mau tahu! Paman harus tanggung jawab!""Oke, oke, Paman tanggung jawab! Tapi

  • Terjebak Perangkap Cinta, Aku Mabuk   Bab 46

    Pria itu dihajar habis-habisan oleh Janet sampai hidungnya keluar darah."Minta maaf! Beraninya goda sahabatku, kamu cari mati, ya!"Pasangan pria itu berteriak, "Siapa kamu? Tahu nggak siapa pacarku ini? Ayahnya walikota Belutara ...."Brak!Sebuah gelas bir pecah di dekat wanita itu.Wanita itu ketakutan sampai wajahnya pucat."Ayahku Jacob Siregar!" Janet mengangkat dagu dengan angkuh. Dia lalu membentak dengan galak, "Aku bisa bertindak seenaknya di Kota Belutara, kamu bisa?"Hannah pun maju dengan waswas dan menarik tangan Janet. "Janet, kalau ayahmu tahu kamu kelahi di luar, kartu ATM-mu akan dibekukan lagi.""Takut apa? Sudah sering dibekukan juga. Lagi pula, dia mengganggumu, itu sama saja dengan nggak hormati ayahku. Aku lindungi kamu, ayahku malah senang."Paling-paling, Hannah sudah bekerja dan punya gaji, urusan makan minumnya pasti tidak jadi masalah.Apalagi Ayah sangat dermawan pada istri. Dia dan Hannah adalah sahabat, Hannah tidak akan tega melihatnya tidak punya uang.

  • Terjebak Perangkap Cinta, Aku Mabuk   Bab 45

    Felix tidak berani menjalin hubungan yang mendalam.Jika gadis itu mengejar-ngejar, menangis, merajuk, dan mengancam bunuh diri, dia tak sanggup menahannya."Kak Jacob, kapan perkenalkan istrimu ke kami? Kita sahabat karib. Kamu boleh sembunyikan dari keluargamu, tapi kalau sembunyikan dari kami, itu namanya nggak setia kawan! Kami sudah dapat info langsung dari Janet. Jangan pelit!""Kok kamu yang pusing?" Yohan meninju bahu Felix. "Nggak usah ikut campur urusan Kak Jacob!"Felix menyerangnya, "Kamu salah minum obat?"Yohan berdeham, lalu berkata dengan serius, "Kak Jacob, aku ada saran kecil yang belum matang."Jacob memandangi Yohan tanpa ekspresi.Yohan pun mengumpulkan keberanian untuk melanjutkan, "Cewek nggak boleh disembunyikan. Kamu harus membiarkannya bergabung dengan lingkaran pertemananmu, biar dia lebih ngerti kamu. Kalau nggak, gimana bisa cinta tumbuh seiring waktu?"Felix berkedip! Wah, si playboy ini mau bagi pengalaman pada Kak Jacob?Felix pun menyambung, "Soal penga

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status