LOGINSetelah selesai memakai pakaian lengkap, Anjar keluar dari kamarnya bersamaan dengan Nova yang keluar dari kamar yang menjadi tempat wanita itu menginap malam ini. Nova juga sama sepertinya yang baru selesai mandi. Bedanya, Nova mengenakan pakaian yang sama karena tak ada baju ganti untuk wanita di rumah ini.“Aku kira Kak Salma punya beberapa pakaian yang dia tinggalin di rumah ini. Tapi ternyata nggak ada,” ucap Nova. “Aku jadi pakai baju ini lagi deh.”“Salma nggak pernah menginap di sini.”“Ah iya, bahaya juga, sih. Secara orang-orang tahunya Kak Salma itu aku. Skandal perselingkuhannya mungkin bakal meledak lebih awal kalau sampai kamu dan Kak Salma terang-terangan.”“Ngomong-ngomong, mereka belum datang? Aku pikir udah. Tadi sampai buru-buru mandinya,” tanya Anjar kemudian, sengaja tak membahas lebih jauh soal hubungannya dengan Salma.“Aku juga buru-buru, takutnya mereka datang tapi kita masih di kamar mandi. Nantinya bikin curiga kalau kita buka pintunya agak lama, dikiranya l
Tadi malam....“Kamu nggak punya minuman segar?” tanya Nova pada Anjar yang masih berbicara empat mata dengannya. “Semakin malam, rasanya aku semakin butuh minuman dingin dan segar.”“Punya, kok. Aku sama Salma sering ke sini. Bisa dibilang rumah ini adalah tempat rahasia kami untuk bertemu dan kencan, jadi jelas ada minuman segar selain yang di meja ini,” jelas Anjar. “Aku ambil dulu.”Jujur, menurut Anjar ini agak bahaya. Wajah Nova yang semirip itu dengan Salma, membuatnya tak henti-hentinya memikirkan Salma. Padahal saat bersama Salma, sedikit pun ia tak pernah memikirkan Nova. Sungguh, Anjar tak menyangka cinta lamanya benar-benar masih se-dalam itu terhadap Salma. Ia harap cinta mereka sungguh bisa bersemi kembali.Serius, sikap Nova dan Salma memang jauh berbeda. Hanya saja, saat tidak ada pembicaraan apa pun, bukan hal aneh kalau Anjar terkecoh karena wajah mereka benar-benar mirip. Terlebih bisa-bisanya gaya rambut dan panjang rambut mereka nyaris sama.Selama beberapa saat,
“Maksudnya gimana? Memangnya apa yang terjadi semalam?” tanya Nova, agak bingung dengan pertanyaan Anjar.Anjar hanya tersenyum sambil menggeleng. “Enggak, kok. Lupain.”“Hah? Kok gitu? Jangan menyembunyikan sesuatu, please. Sebenarnya apa yang terjadi?”“Kita bahas nanti aja. Bukannya kamu harus mandi? Kamu nggak mungkin terlihat baru bangun tidur atau menunjukkan kalau kamu menginap di sini, kan? Soalnya aku juga mau mandi.”“Sial! Enggak jelas banget.”“Secara fisik, kamu dan Salma memang mirip banget. Saking miripnya, sampai-sampai dua orang yang berbeda dikira sama dan menjadi skandal. Tapi kalau berhadapan langsung, jelas kalian beda. Cara bicaranya pun beda banget,” ucap Anjar. “Kalau Salma, nggak gampang mengumpat sekalipun sedang marah. Kalau kamu, se-mudah itu.”“Kalau semudah itu cara membedakan kami, kenapa semua orang tertipu?”“Itu karena semua orang mengira efek amnesia yang membuatmu jadi seperti itu, sehingga nggak ada yang merasa aneh sikap Nova Aurelia nggak kayak b
Beberapa saat sebelumnya....Nova bangun dari tidurnya di kamar yang sangat asing. Pada hari pertamanya kembali ke Jakarta, Nova pikir akan tidur di kamarnya yang sangat ia rindukan selagi menjalani masa pemulihan di Malaysia. Namun, bisa-bisanya ia terbangun di kamar yang asing seperti ini.Nova berusaha mengingat-ingat apa yang terjadi tadi malam, kemudian ingatannya langsung tertuju pada Anjar. Benar, ini adalah rumah Anjar, lawan main sekaligus calon iparnya jika pria itu benar-benar menikah dengan Salma.Semalam Nova memang membicarakan banyak hal dengan Anjar. Tahu-tahu sudah tengah malam. Anjar sempat menawarkan untuk mengantar Nova pulang, tapi Nova keburu mengantuk sehingga memutuskan bermalam di rumah ini. Terlebih Anjar pun mengizinkan.Nova yang baru bangun tidur, tidak langsung keluar kamar. Sejenak ia kamar mandi untuk mencuci muka sekaligus merapikan penampilannya. Setelah menyelesaikan urusannya di kamar mandi, barulah Nova bersiap meminta Anjar mengantarnya pulang. Se
“Sebenarnya ini bukan pertama kalinya aku diterpa gosip miring seperti ini. Terakhir, bulan lalu video ciumanku dengan salah satu mantanku ... viral dan digoreng habis-habisan. Padahal itu jebakan Tiana yang memaksaku ciuman agar seolah-olah aku melakukannya dengan sukarela, padahal sumpah demi apa pun aku syok banget.”“Tapi kenapa kita bahas itu? Bulan lalu aku bahkan nggak klarifikasi apa pun. Bagiku itu nggak penting karena yang terpenting adalah ... pacarku yang sebenarnya nggak salah paham. Ya, satu-satunya orang yang perlu aku berikan klarifikasi atas kejadian di basemen itu tentu hanya pacarku.”Anjar mengembuskan napas perlahan, lalu kembali berbicara, “Tunggu, pacar? Semua orang tahunya aku belum punya pacar lagi alias masih jomlo pasca putus dari Tiana. Padahal, itu nggak benar. Aslinya aku punya pacar, tapi memang sengaja belum aku umumkan karena pacarku menolak go public. Statusku yang seorang aktor menjadi pertimbangan karena dia nggak mau privasinya terganggu. Dia juga
“Ada apa, Mas?” tanya Salma pada Rivan yang saat ini sudah selesai berbicara dengan seseorang melalui telepon.“Barusan itu siapa?” tanya Salma lagi.“Mama,” jawab Rivan sambil fokus menatap layar ponselnya untuk membuka media sosial.“Mama Li?”“Memangnya siapa lagi?” Rivan balik bertanya. Kali ini ia menyodorkan ponselnya pada Salma, mempersilakan sang istri untuk melihat berita menghebohkan pada Minggu pagi seperti ini.‘NOVA AURELIA DAN ANJAR ADRIAN SELINGKUH ATAU GIMMICK BUAT FILM BARU?’Itu adalah caption yang ditulis akun gosip, sedangkan foto-foto yang diunggah itu foto kebersamaan Salma dan Anjar kemarin saat Anjar menjemputnya di taman, termasuk saat mereka hendak masuk ke rumah Anjar.“Beritanya muncul setengah jam lalu, tapi udah se-ramai itu.”“Pasti Septi menghubungiku melalui hape Nova.” Salma beranjak dari tempat tidur. Selimut yang awalnya untuk menutupi tubuh telanjang mereka berdua, kini ditarik oleh Salma agar tetap menutupi tubuhnya sekalipun dalam posisi berdiri.
“Sinting!” gumam Salma dengan nada kesalnya. Ia memang jarang mengikuti berita artis, sekalinya melakukan pencarian dengan keyword Nova Aurelia—saudara kembarnya yang telah sukses menjadi selebritas papan atas, kok bisa kebanyakan beritanya berisi hal-hal negatif semua?Padahal Nova sebentar lagi m
Meskipun Salma sudah mengatakan pada Rivan kalau dirinya tak ingin berdansa, pada akhirnya ia tetap melakukannya bersama pria itu. Salma tak kuasa menolak saat Rivan langsung membawanya ke lantai dansa untuk bergabung dengan pasangan-pasangan lain.Jujur saja, tatapan Rivan itu seolah penuh cinta, p
Di ball room sebuah hotel mewah, musik pengiring pernikahan masih bergema setelah Nova ‘palsu’ alias Salma dan Rivan dinyatakan resmi sebagai suami-istri. Tepuk tangan tamu undangan memenuhi ruangan, sedangkan pengantin baru itu berdiri berhadapan.Pernikahan palsu ini membuat Salma sangat gugup. B
Sepuluh tahun yang lalu, orangtua Salma dan Nova memutuskan bercerai. Saat itu si kembar masih berusia 17 tahun dan sama-sama duduk di bangku kelas 2 SMA. Meskipun keduanya sempat menolak, pada akhirnya Salma setuju untuk ikut dengan sang ibu meninggalkan Jakarta dan pindah ke Senjaratu. Sedangkan







