Share

Bab 31

Author: Sasha S.Y
last update Petsa ng paglalathala: 2026-07-19 23:17:41

Aku berbalik dan menatap pria itu.

Pria itu bertubuh tinggi sekitar 180 sentimeter. Bahunya lebar, tetapi tubuhnya lebih ramping dan atletis. Rambutnya berwarna cokelat gelap dan sedikit berantakan.

Aku belum pernah bertemu pria ini.

Siapa dia?

Langkahnya mendekat ke arahku.

"Kau belum menjawab pertanyaanku."

"Apa aku harus menjawabmu? Aku bahkan tidak mengenalmu," balasku.

Sepasang mata hazel keemasan menatapku dengan hangat. Senyuman di wajahnya mengembang dan memperlihatkan lesung pipi
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Terjebak dalam Dunia Bellucci   Bab 34 Evelyn

    "Ini pesanan Anda, Donna."Fabio meletakkan whiskey di dekatku."Terima kasih, Fabio."Aku segera menyesapnya."Apa yang membuat Donna tidak nyaman?"Aku menggeleng."Sesuatu hal yang tidak bisa kuceritakan."Ia mengangguk.Lalu mengelap beberapa gelas."Apa ada hubungannya dengan Don Mattheo?"Aku menatapnya."Apa sejelas itu?"Ia mengangguk lagi."Bagaimanapun, Anda sudah resmi suami istri. Apa pun masalah yang dihadapi Anda harus menjadi penyemangat untuk Don Mattheo."Fabio jelas bisa semudah itu berbicara karena ia tidak tahu bahwa pernikahan ini hanya kontrak.Aku hanya memberinya senyuman singkat."Anda disini rupanya."Aku menoleh ke sumber suara.Anthonio berjalan mendekatiku.Ia meletakkan setumpuk berkas di hadapanku.&nb

  • Terjebak dalam Dunia Bellucci   Bab 33 Mattheo

    Pintu kamar mandi tertutup pelan. Aku tidak langsung membuka shower. Kedua telapak tanganku bertumpu di wastafel. Kupandangi bayanganku sendiri di cermin. Bekas luka di perutku kembali terasa berdenyut. Sial. Aku terlalu banyak bergerak hari ini. Namun, rasa sakit itu jauh lebih mudah kutahan dibandingkan satu hal lain. Evelyn Laurent. Aku memejamkan mata sejenak. Semenjak ia menyetir untukku ketika meninggalkan Tenuta Bellucci. Dan semakin parah ketika aku tahu ia rela pergi ke kota dan menjual jam tangan edisi terbatas hanya untuk membeli obat bagiku. Padahal... Ia bisa saja meninggalkanku mati di safe house. Ia memiliki kesempatan. Kesempatan terbaik untuk melarikan diri. Tetapi... Ia kembali. Membalut lukaku. Menurunkan demamku. Bahkan rela tidur di sofa semalaman. Aku mengembuskan napas panjang. Wanita bodoh. Atau... terlalu baik. Dan kedua sifat itu sangat berbahaya di duniaku ini. Tok. Tok. Tok. Tiga ketukan pendek terdengar dari balik pintu. Han

  • Terjebak dalam Dunia Bellucci   Bab 32 Evelyn

    Ia mengangkat tubuhku begitu saja melewati pagar balkon, lalu menurunkanku kembali setelah kami berada di dalam kamar.Pintu kaca ditutup rapat di belakang kami.Aku langsung memutar tubuh."Apa-apaan kau ini?"Mattheo bahkan tidak terlihat merasa bersalah."Apa kau memang punya kebiasaan menguping?""Aku tidak menguping.""Sungguh?""Aku hanya ingin tahu suara apa itu."Tatapan matanya datar."Alasannya berbeda, tapi hasilnya tetap sama."Aku mendengus kesal."Sudah kubilang aku tidak menguping."Mattheo melipat kedua tangan di depan dada."Lalu kenapa kau sampai memanjat pagar balkon?"Aku membuka mulut.Namun...Aku tidak punya jawaban yang masuk akal."Aku hanya penasaran.""Jadi memang menguping.""Bukan!"Ia menaikkan satu alis."Kau terlihat sangat tertarik."Aku memalingkan wajah."Jangan memelintir ucapanku."Beberapa detik kami saling menatap.Kemudian Mattheo berkata dengan nada yang sama datarnya."Apa kau belum pernah melihat pasangan berhubungan?"Aku membeku."...Apa?""

  • Terjebak dalam Dunia Bellucci   Bab 31

    Aku berbalik dan menatap pria itu. Pria itu bertubuh tinggi sekitar 180 sentimeter. Bahunya lebar, tetapi tubuhnya lebih ramping dan atletis. Rambutnya berwarna cokelat gelap dan sedikit berantakan.Aku belum pernah bertemu pria ini. Siapa dia?Langkahnya mendekat ke arahku. "Kau belum menjawab pertanyaanku." "Apa aku harus menjawabmu? Aku bahkan tidak mengenalmu," balasku. Sepasang mata hazel keemasan menatapku dengan hangat. Senyuman di wajahnya mengembang dan memperlihatkan lesung pipi tipisnya. "Aku suka jawabanmu." Tawanya pecah."Apa ada yang lucu?" "Iya. Nasib Mattheo memang tidak bisa ditebak." Aku menatapnya dengan bingung. Ia menatapku balik. Sebelum mengusap sisa air mata di sudut matanya karena banyak tertawa. "Maafkan aku, Nyonya Bellucci." "Perkenalkan, aku Christian." Ia mengulurkan tangannya padaku. Aku menerima ulurannya. Dan pria itu mencium punggung tanganku. "Senang bertemu dengan anda, Nyonya.""Iya, aku juga.""Apa yang kau lakukan di sini, C?" S

  • Terjebak dalam Dunia Bellucci   Bab 30

    "Bersediakah Tuan Mattheo Bellucci menerima Nona Evelyn Laurent sebagai istri sah Anda, melindunginya, menghormatinya, dan menjadikannya pendamping hidup sesuai hukum yang berlaku?""Bersedia."Tatapannya kini beralih kepadaku."Dan Nona Evelyn Laurent..."Suara itu membuat tenggorokanku mendadak kering."Apakah Anda bersedia menerima Tuan Mattheo Bellucci sebagai suami Anda?"Ruangan mendadak terasa sangat sunyi.Aku bahkan bisa mendengar detak jantungku sendiri."Aku...."Napasku serasa tercekat."...bersedia.""De

  • Terjebak dalam Dunia Bellucci   Bab 29

    "Arghhh!"Letusan senjata memecah kesunyian rumah.Aku refleks berteriak.Tubuhku langsung merunduk sambil menutup kedua telinga.Jantungku berdetak begitu keras hingga napasku terasa tercekat."Mereka menemukan kita..."Gumamku panik.Langkah kaki terdengar dari luar.Pelan.Semakin dekat.Bukan satu orang.Mungkin dua.

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status