"Ada apa ini, Bu?"Aku menghentikan langkah begitu memasuki ruang keluarga.Beberapa pria dan wanita bersetelan jas hitam duduk mengelilingi meja yang biasa digunakan Ayah menerima tamu bisnis. Sebagian mengetik di laptop, sebagian lagi memeriksa dokumen.Vivian Laurent menoleh kepadaku sambil mengaduk teh di cangkirnya.Sepuluh tahun lalu, Ayah membawanya ke rumah ini sebagai istri kedua. Sejak saat itu, ia dan putrinya, Sophia, tinggal bersama kami."Ah, kau sudah datang rupanya," katanya santai."Ada apa ini?""Pembacaan wasiat."Aku mengernyit."Wasiat? Ayah bahkan belum genap tujuh hari meninggal.""Lalu?""Apa tidak terlalu cepat membahas warisan?"Vivian mengangkat bahu."Yang telah meninggal sudah tenang. Kita yang masih hidup harus memikirkan masa depan."Dadaku langsung terasa sesak.Aku sendiri bahkan belum sanggup menerima kenyataan bahwa Ayah telah pergi."Menurut Ibu ini pantas?"Vivian tersenyum tipis."Jangan berlebihan, Evelyn."Belum sempat aku membalas, suara langka
Terakhir Diperbarui : 2026-06-17 Baca selengkapnya