Share

24. Mencoba Mandiri (3)

.

.

.

Sesampainya di rumah, aku masih merasakan kehampaan itu. Suasana rumah nampak begitu sepi ketika aku memasukinya. Meja-meja mulai tertutup debu dan juga barang-barang milikku mulai berantakan. Sungguh sangat berbeda dari bulan lalu dimana Maharani masih ada di dalam rumah kami.

Setelah meletakkan tas kerjaku di atas meja, aku langsung terduduk lemas. Aku heran mengapa aku jadi tidak semangat bekerja seperti ini. Biasanya, aku selalu terpacu untuk mencari uang. Tetapi sekarang, rasanya tidak ada bensin yang membakar semangatku.

Mengendurkan dasi biru bergaris hitam milikku, aku lalu merenung dan menyandarkan tubuhku ke atas sofa berwarna putih di rumah kami.

Astaga, ada apa denganku? Batinku sebelum aku mendengar suara ketukan dari luar.

Tok! Tok! Tok!

“Iya, tunggu sebentar,” jawabku.

Bergegas, aku keluar untuk membuka pintu rumah. Dan ternyata, disana ada Ibu Halimah yang telah berdiri dengan daster kebang

Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status