Compartir

Bab 87 — Erina

Autor: Onigiri
last update Última actualización: 2026-01-02 12:58:40

“Oh, Suami kamu masih di Lovata, ya? Si Glen mana sekarang?” sahut Luna santai, tampak sama sekali tidak curiga dengan kegugupan kecil Meyra.

Diam-diam, Meyra langsung menghela napas lega di dalam hati.

“Papa mungkin nunggu di parkiran. Kan, nggak bisa masuk ke dalam acara kalau laki-laki.”

Luna mengangguk paham. “Iya, sih. Ya udah, masuk yuk.”

Luna kemudian mengajak Meyra berjalan menuju pintu aula besar di ujung koridor.

Saat melangkah masuk, Meyra sedikit terpana dengan suasana di dalamnya. Ruangan itu sangat luas dan mewah, dipenuhi oleh para wanita dengan gaun-gaun elegan. Untuk sejenak, Meyra menghentikan langkahnya.

‘Apa aku pantas ada di tengah-tengah mereka?’ pikirnya ragu, perasaan rendah diri muncul di tengah kalangan sosialita itu.

Di sampingnya, Luna menyadari keraguan Meyra. Dia mendekat dan membisikkan sesuatu padanya.

“Jangan gugup. Mereka semua orang baik-baik, kok. Kamu nggak bakal digigit,” katanya mencoba menenangkan dengan sedikit candaan.

Seketika, Meyra tertawa
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Terjerat Cinta Ayah Mertua   Bab 92 — Aku Bisa Bantu, Mas

    "Tapi apa?" desak Glen, kesabarannya mulai menipis. Tatapannya berubah tajam, terhalang kabut nafsu.Meya menelan ludah. Jantungnya berdebar kencang, namun ia tahu tak bisa lagi menghindar dan harus tetap mengatakannya."Aku nggak bisa, Mas. Barusan aku datang bulan."Glen seketika terdiam. Matanya mengerjap kaget, memproses kata-kata itu, sebelum akhirnya menghela napas panjang. Satu tangan menepuk jidatnya.‘Astaga. Bisa-bisanya aku maksa perempuan yang lagi datang bulan,’ batinnya merutuki diri sendiri akan perbuatan bodohnya.Glen perlahan bangkit dan duduk di tepi ranjang, punggungnya membelakangi Meya. Bahunya naik turun dalam tarikan napas yang berusaha dikendalikan.Tak bisa dipungkiri, raut Glen tampak kecewa. Bukan pada Meya, tetapi pada situasi yang tak bisa memuaskan hasratnya yang telah berkobar."Maaf, Meya. Kalau gitu kamu tidur aja di sini, ya. Aku mau nenangin diri dulu," ucap Glen, suaranya serak. Ia turun dari tempat tidur.Namun saat hendak melangkah menjauh, Meya

  • Terjerat Cinta Ayah Mertua   Bab 91 — Hanya Kita Berdua Di Sini

    Glen tertawa mendengar penuturan Meyra tentang apa yang telah ia lakukan."Bagus," pujinya, matanya berbinar bangga. "Gitu, dong. Itu baru namanya keluarga Anderson."Tangan Glen terangkat, lalu mengusap pipi Meyra dengan gemas.Meyra hanya bisa merapatkan bibirnya, menahan senyuman. Pipinya memerah, tersipu oleh pujian dan gesture Glen yang tiba-tiba mesra itu.Tak lama kemudian, mobil sport berwarna biru berhenti di depan rumah keluarga Anderson. Meyra turun dan masuk lebih dulu, tubuhnya masih terasa lembap dan tidak nyaman. Gaun mewahnya yang basah kini hanya menjadi beban kain yang berat dan dingin.Usai berendam lama di air hangat, Meyra segera mengenakannya. Saat ia sedang merapikan tempat tidur, ponselnya tiba-tiba berdering. Layar menyala menunjukkan nomor asing yang tak ia simpan.Jantung Meyra sedikit berdebar kencang, rasa skeptis dan waswas muncul. Teringat pada nomor anonim yang pernah ia terima sebelumnya. Namun, Meyra tetap merasa penasaran dan akhirnya menerima panggi

  • Terjerat Cinta Ayah Mertua   Bab 90 — Terpojok

    Di tengah kebimbangan dan kepanikan, Erina berusaha mati-matian untuk tetap tenang. Ia menggeleng cepat."I-ini cuma salah paham. Saya nggak sengaja celakain nona Atheril," katanya dengan suara yang sedikit tergagap, buru-buru menjelaskan.Altmer yang masih ada di sana mendekat pada Erina dengan tatapan tajam."Artinya, betul kamu yang buat putri saya tenggelam, kan? Mau itu sengaja atau nggak."Sontak, Erina menutup mulutnya dengan tangan. Saking gugupnya, ia tak sadar telah mengakui perbuatannya secara tidak langsung. Ia terpojok."Bukan gitu maksud saya, nyonya—" Erina mencoba berbelit, mencari celah.Namun, wanita paruh baya di depannya tak memberi kesempatan lagi untuk berbicara. "Ikut. Kita bicara di tempat lain."Suara dingin yang penuh penekanan itu membuat Erina kehilangan nyali untuk membantah. Erina akhirnya dengan sangat terpaksa, berjalan mengikuti Altmer.Ketika berbalik, sekilas dari sudut matanya, Erina menangkap ekspresi Meyra yang berdiri di antara kerumunan orang. M

  • Terjerat Cinta Ayah Mertua   Bab 89 — Trik Murahan

    Usai acara lelang, suasana di vila mewah itu belum sepenuhnya reda. Sebagian tamu masih bertahan, menikmati kelanjutan pesta di tepi kolam renang. Mereka berkelompok, berbincang santai sambil meneguk anggur, memanfaatkan malam untuk memperluas relasi.Di tengah keramaian itu, Meyra berdiri dekat meja prasmanan. Perutnya sedikit keroncongan setelah semua drama lelang tadi"Meyra, aku mau telpon dulu, ya," pamit Atheril di sampingnya."Iya, silahkan," jawab Meyra dengan anggukan pelan, lalu kembali fokus pada piring kuenya, memberikan Atheril ruang untuk privasi.Di saat Meyra berbalik, mencari tempat duduk yang nyaman, ia tak sadar ada seseorang yang berjalan agak cepat melewatinya. Tubuh mereka bertabrakan dengan sentuhan yang tidak terlalu keras, namun cukup untuk membuat keseimbangan goyah."Akh!" Meyra sedikit meringis. Bukan karena sakit, tetapi karena cipratan dingin dan basah yang tiba-tiba membasahi sisi tubuhnya.Minuman anggur merah gelap di gelas tinggi itu tumpa , menciptak

  • Terjerat Cinta Ayah Mertua   Bab 88 — Serakah

    "Hai. Selamat malam," sapa Atheril dengan ramah memecah kesibukan percakapan kecil mereka.Mereka yang berdiri di sekitar Erina serempak menoleh. Wajah-wajah itu langsung membalas sapaan, tentu mengenal siapa Atheril."Lama nggak ketemu, Nona Erina," lanjut Atheril.Erina menunduk sopan dengan senyuman tipis. "Iya, terakhir kita ketemu di—"Namun perkataan Erina terhenti mendadak, seolah baru tersadar. Pandangannya, tertuju pada sosok yang berdiri di belakang Atheril. Matanya membelalak syok.Atheril menyeringai kecil. Lalu ia menarik Meyra ke sampingnya dengan bangga. "Oh, iya. Saya mau kenalin teman saya yang baru gabung."Meyra masih terlihat gugup. Bahunya sedikit kaku. Namun, Atheril di sampingnya mendekat, dan berbisik pelan ke telinganya."Istri sah jangan mau kalah."Setelah mendengar hal itu, Meyra akhirnya paham tujuan Atheril mengampiri Erina lebih dulu. Ia menarik napas dalam-dalam, mengumpulkan seluruh keberaniannya. Senyum manis yang sempurna terukir di wajahnya."Selama

  • Terjerat Cinta Ayah Mertua   Bab 87 — Erina

    “Oh, Suami kamu masih di Lovata, ya? Si Glen mana sekarang?” sahut Luna santai, tampak sama sekali tidak curiga dengan kegugupan kecil Meyra.Diam-diam, Meyra langsung menghela napas lega di dalam hati.“Papa mungkin nunggu di parkiran. Kan, nggak bisa masuk ke dalam acara kalau laki-laki.”Luna mengangguk paham. “Iya, sih. Ya udah, masuk yuk.”Luna kemudian mengajak Meyra berjalan menuju pintu aula besar di ujung koridor.Saat melangkah masuk, Meyra sedikit terpana dengan suasana di dalamnya. Ruangan itu sangat luas dan mewah, dipenuhi oleh para wanita dengan gaun-gaun elegan. Untuk sejenak, Meyra menghentikan langkahnya.‘Apa aku pantas ada di tengah-tengah mereka?’ pikirnya ragu, perasaan rendah diri muncul di tengah kalangan sosialita itu.Di sampingnya, Luna menyadari keraguan Meyra. Dia mendekat dan membisikkan sesuatu padanya.“Jangan gugup. Mereka semua orang baik-baik, kok. Kamu nggak bakal digigit,” katanya mencoba menenangkan dengan sedikit candaan.Seketika, Meyra tertawa

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status