Share

Bab 88 — Serakah

Author: Onigiri
last update publish date: 2026-01-02 13:42:54

"Hai. Selamat malam," sapa Atheril dengan ramah memecah kesibukan percakapan kecil mereka.

Mereka yang berdiri di sekitar Erina serempak menoleh. Wajah-wajah itu langsung membalas sapaan, tentu mengenal siapa Atheril.

"Lama nggak ketemu, Nona Erina," lanjut Atheril.

Erina menunduk sopan dengan senyuman tipis. "Iya, terakhir kita ketemu di—"

Namun perkataan Erina terhenti mendadak, seolah baru tersadar. Pandangannya, tertuju pada sosok yang berdiri di belakang Atheril. Matanya membelalak syok.

A
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Terjerat Cinta Ayah Mertua   Bab 166 — Pembalasan

    Luna, di luar ruangan mendengar teriakan dan tangisan lirih itu. Perasaannya semakin campur aduk antara penasaran dan dugaan liar di kepalanya.Sampai akhirnya nomor asing muncul membuat ponsel di tangan Luna bergetar. Ia melangkah pergi dari lantai dua dan membaca pesan dari nomor asing itu.'Apa?' Luna membelalak, syok bukan main seolah percaya apa yang ia baca. Entah siapa orang yang menghubunginya.Beberapa hari berlalu. Akhirnya tiba hari perilisan film yang sudah lama dinanti. Gedung bioskop utama dipenuhi para aktor, aktris, investor, dan jurnalis. Lampu-lampu sorot menerangi karpet merah, para selebriti berpose dengan gaun mewah dan jas mahal.Erina tampil anggun dengan gaun merah menyala, bersanding dengan Evan yang mengenakan jas hitam. Mereka tersenyum lebar, melambai pada para penggemar yang memadati pinggir jalan.Di dalam ruang pemutaran, Glen duduk di barisan depan bersama para investor penting. Wajahnya masih lesu, tapi ia berusaha tampil profesional. Matanya sesekali

  • Terjerat Cinta Ayah Mertua   Bab 165 — Kehilangan

    "Mau apa kamu ke sini, Luna?" tanya Glen tanpa basa-basi.Luna mendengus pelan, sambil melipat kedua lengannya. "Setidaknya persilakan tamu masuk dulu, dong."Dengan santai Luna berjalan masuk, melewati Glen yang masih terdiam di sana.Luna menatap sekitar hotel yang cukup berantakan. Dokumen-dokumen berserakan di lantai. Dan meja makan yang penuh botol alkohol serta makanan cepat saji yang tak dirapikan.Luna semakin penasaran. Tak biasanya Glen menjadi orang yang teledor seperti ini. Apalagi, dia sangat suka kebersihan."Gle—"Tapi belum sempat bertanya, Glen menyusul dan langsung menyela."Cepat, mau ngapain? Aku sibuk."Luna menyipit tajam, namun akhirnya menghela napas panjang, tak membahas lebih panjang apa yang ia lihat. Luna kemudian merogoh tasnya dan mengeluarkan sebuah amplop putih."Ini, aku bawain undangan premiere. Filmnya mau tayang. Nanti kamu dateng."Glen menatap amplop itu sebentar, lalu menjawab datar. "Ya."Entah pria itu berniat akan datang atau tidak."Meyra di

  • Terjerat Cinta Ayah Mertua   Bab 164 — Sendirian

    Meyra menggeleng cepat. Air matanya semakin deras. "Nggak, Mas. Aku nggak pernah. Aku cuma sama kamu."Glen menatapnya lama. Tapi tanpa berkata apa-apa lagi, ia berbalik."Mas, kamu masih nggak percaya sama aku?" suara Meyra putus asa. "Mas Glen!"Glen tak menjawab. Ia terus melangkah, berjalan keluar kamar tanpa menoleh sedikit pun.Meyra tertunduk dalam. Air matanya tumpah tanpa bisa dibendung. Tangisnya pecah."Hiks..."Begitu Glen pergi, suasana kamar berubah menjadi semakin mencekam. Evan yang sejak tadi diam di belakang Erina akhirnya melangkah maju. Wajahnya merah padam, matanya menyala-nyala menahan amarah yang sudah memuncak."Kamu pikir kamu hebat, ya?" desisnya dengan suara penuh kebencian. "Nggak nyangka selama ini kamu juga main kotor di belakang aku. Kamu lebih menjijikan dari yang aku kira, Meyra."Meyra masih terisak, kepalanya kembali mendongak. "Mas Evan, aku—"Belum sempat Meyra menyelesaikan kalimatnya, Evan mendorong bahunya dengan keras. Tubuh Meyra yang lemah tak

  • Terjerat Cinta Ayah Mertua   Bab 163 — Kebenaran

    Erina duduk di sofa apartemennya dengan wajah tegang. Pikirannya terus mengulang kejadian beberapa hari lalu, saat Meyra tiba-tiba muntah di depan matanya.Gerak-gerik Meyraa, wajah pucatnya, mual-mualnya. Semua mengarah pada satu kemungkinan.'Nggak mungkin...' batinnya gelisah. 'Bukannya Om Glen mandul? Atau jangan-jangan...'Tak ingin menggantungkan rasa penasarannya, Erina meraih ponsel dan menekan nomor Evan. Tak lama, suara Evan terdengar dari seberang."Ada apa, Sayang?""Evan, aku perlu ketemu Om Glen," ucap Erina langsung tanpa basa-basi."Hah? Buat apa?"Erina menahan napas. "Pokoknya kamu temenin aja. Oke?"Setelah mengatakan itu, Erina memutuskan panggilan. Sebenarnya ia masih ragu, namun mempertaruhkan semua yang ia miliki untuk melakukan hal ini.'Kalaupun benar itu anak Mas Evan, aku yakin Mas Evan bakal lebih milih aku,' pikirnya penuh tekad dan keyakinan. Seketika tatapan Erina berubah tajam, bibirnya menyeringai."Kita lihat apa Om Glen masih ngelindungin kamu atau ng

  • Terjerat Cinta Ayah Mertua   Bab 162 — Hamil?

    "Itu kecelakaan," balas Meyra, suaranya mulai lelah. "Kita sama-sama nggak sadar. Aku juga nggak tahu bagaimana itu bisa terjadi.""Masih saja ngeles!" Erina mengangkat tangannya, dan sebelum Lisa sempat bereaksi, tamparan keras mendarat di pipi Meyra.Plak!"Meyra!" Lisa membelalak kaget.Meyra terhuyung, hampir jatuh. Lisa segera menahan dan berdiri di depan Meyra, melindunginya."Berani-beraninya kamu tampar dia!" bentak Lisa, dengan kasar mendorong Erina sampai terjatuh. "Keluar! Sekarang juga, sebelum aku panggil satpam!"Erina tertegun melihat reaksi Lisa, tapi belum puas. "Meyra, kamu—"Belum selesai bicara, Meyra tiba-tiba memegangi mulutnya, wajahnya pucat pasi. Ia berlari menuju kamar mandi."Mey!" Lisa panik, segera mengikuti.Erina hanya bisa terpaku, tidak mengerti apa yang terjadi.Di dalam kamar mandi, Meyra muntah hebat di depan wastafel."Uwek! Uwek!"Lisa mengusap punggungnya, membasuh wajahnya dengan air, mencoba menenangkan."Kamu kenapa, Mey? Sakit?" tanya Lisa ce

  • Terjerat Cinta Ayah Mertua   Bab 161 — Mendesak Cerai

    "Ya orang sakit emang gitu," sahut Lisa santai sambil merebahkan diri di samping Meyra. "Mau nyemil apa, dong? Biar aku ada kerja nih jagain kamu."Meyra terkekeh pelan. Sikap Lisa yang rebahan santai sangat berbanding terbalik dengan apa yang ia katakan."Udahlah. Temenin ya temenin aja. Papa mertuaku nggak nyuruh kamu ngebabu.""Tapi aku emang dikasih tip, sih. Makanya semanget banget aku pagi-pagi ke sini, haha!" ujar Lisa jujur sambil tertawa puas.Meyra menggeleng. Ia baru tahu kebenarannya.Usai tertawa, Lisa tersadar akan sesuatu saat membicarakan Glen. "Eh, tapi kamu selalu berdua sama mertua di rumah ini? Suami kamu ke mana?"Meyra menghela napas. "Entahlah. Mungkin sama selingkuhannya. Dia terang-terangan banget ngenalin Erina ke Papa."Mendengar hal itu, Lisa membelalak. "Hah?! Yang bener?"Meyra mengangguk pelan. Dia lupa menceritakan hal ini pada Lisa. Jika sebelumnya ia akan sakit hati, tapi kali ini Meyra benar-benar tak peduli. Dia langsung mengutarakan perasaannya saa

  • Terjerat Cinta Ayah Mertua   Bab 47 — Sewot

    "Nama, ya..." Gumam Luna.Bola matanya berputar ke atas, mencoba mengingat-ingat sesuatu yang sudah lama terkubur.Meyra dan Lisa mendekat. Wajah mereka penuh rasa penasaran yang tak terbendung."Nggak tau, lupa. Udah lama soalnya," lanjut Luna menjawab.Seketika, dua pasang mata di depannya langsu

    last updateLast Updated : 2026-03-22
  • Terjerat Cinta Ayah Mertua   Bab 50 — Good Girl

    Lidia terdiam seketika. Rahangnya yang sudah berkerut menegang. Tangannya terkepal menahan emosi.Matanya melotot masih berusaha menunjukkan ketidakpercayaan dan penolakan."Kamu bener-bener udah dihasut perempuan kampung itu. Sampai berani fitnah cucu saya," geramnya.Tak ingin membuang waktu, Lid

    last updateLast Updated : 2026-03-22
  • Terjerat Cinta Ayah Mertua   Bab 49 — Orang Kampungan

    Wanita tua di depannya balik menatap Meyra dari ujung kepala hingga ujung kaki. Sorot matanya penuhi penilaian yang dingin dan merendahkan.Kemudian, dengan gerakan bibir yang mencibir, dia mendesis pelan."Cih! Orang kampungan sok-sokan pakai gaun mahal. Mau bagaimana pun juga nggak bakal cocok," g

    last updateLast Updated : 2026-03-22
  • Terjerat Cinta Ayah Mertua   Bab 51 — Debaran

    Perjalanan pulang kembali diwarnai keheningan. Saat mereka hampir tiba di rumah, sebuah mini market terlihat beberapa meter sebelum belokan."Berhenti dulu di mini market, Pah. Aku mau beli sesuatu," ucap Meyra. Berusaha bersikap seperti biasa.Tanpa banyak bicara, Glen langsung menepikan mobil. Me

    last updateLast Updated : 2026-03-22
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status