Share

Bab 105 Kabur

Penulis: Tusya Ryma
last update Tanggal publikasi: 2026-01-27 15:11:41
Melihat video antara Darius dengan seorang wanita, perasaan Fanny menjadi tidak enak. Rasanya sangat sakit, bahkan lebih sakit dari sebelumnya.

"Kalau dia bersama wanita lain, berarti Marissa???"

Mungkinkah dia tidak bersama Marissa.

Fanny masih menebak-nebak, tiba-tiba pria di sampingnya terbangun. Ia pun segera mengambil ponsel yang masih ada di lantai, lalu mengambilnya.

"Ada apa? Kenapa belum tidur?" tanya Dariys dengan suara pelan. Tangan panjangnya terulur, lalu mengelus kepala Fan
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 256 Kurang Bersemangat

    "Kita ini sudah lama berhubungan! Tapi aku belum pernah sekalipun mencium bibirmu! Sebagai pacar, aku mau lah ... sekali-kali dicium olehmu sebagai tanda cinta! Apalagi ini malam minggu, pasangan lain juga melakukannya!" "Apa boleh aku melakukan hal itu sekarang?" tanya Zain dengan ragu. Ia sudah menahannya setiap kali berkencan dengan Marissa, karena wanita itu tidak pernah mengerti. "Ahhh, itu ...." Marissa pun menjadi canggung saat membahas hal itu. Mau menolak, tapi pria itu adalah kekasihnya. Mau membuktikan cinta mereka, tapi hati kecil Marissa masih belum yakin. Ia masih ragu dengan perasaannya pada Zain. "Kenapa? Apa kau tidak mau?" Zain pun menarik pandangannya ke depan, tidak lagi melihat Marissa. Ekspresinya berubah menjadi tidak enak. "Kalau kau tidak mau, ya, tidak apa-apa! Aku tidak akan memaksa!" Melihat Zain salah paham, Marissa tidak enak. Ia segera meraih tangan Zain, lalu menggenggamnya. "Bu-bukan! Bukan seperti itu! Aku hanya ...." "Hanya apa? Apa karena k

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 255 Malam Minggu

    Setelah berbincang sebentar, Fanny dan Marissa pun keluar bersama, bahkan mereka berdiri di pinggir jalan sambil menunggu taksi yang dipesan. Dari arah kanan, bukannya taksi yang datang, ini malah mobil seseorang. Mobil itu berhenti tepat di depan Marissa dan Fanny, lalu seorang pria keluar dari mobil tersebut. Ketika diperhatikan, orang itu adalah Wilyam. "Eh, Kakak Ipar! Kalian mau pergi ke mana?" tanya Wilyam sambil berjalan mendekat. Ia melihat Fanny dan Marissa silih berganti dengan heran. Wilyam tidak menyangka, ia akan bertemu dengan Marissa lagi di sini. Terakhir kali mereka bertemu pada saat Marissa datang ke rumahnya bersama Danendra. "Wilyam? Kau yang mau pergi ke mana? Kenapa ada di sini?" tanya Fanny sambil menatap pria itu dengan heran. Tapi saat ini Wilyam sedang memperhatikan mantan kakak iparnya itu. "Ah ... tidak! Aku sengaja datang ke sini karena ingin menjemputmu!" ucap Wilyam yang segera mengalihkan pandangan matanya ke Fanny. "Aku datang untuk menje

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 254 Buronan

    Marissa mendongak, menatap Danendra tanpa rasa takut sedikit pun. "Jangan bicara omong kosong!" "Aku tidak akan melakukan sesuatu hal seperti yang kau katakan tadi! Aku akan menginap di sini jika kau memberitahu Izela bahwa aku ini adalah ibu kandungnya!" Marissa berbicara dengan tegas. Ia tidak akan semudah itu menerima syarat dari Danendra untuk bisa bersama dengan putrinya selama 48 jam di tempat tinggal Danendra. Bahkan sampai menginap. Kalaupun harus tidur di sana, Marissa akan melakukannya setelah Danendra memberitahu Drizela bahwa dirinya adalah ibu kandung yang akan kembali sambil membawa permen yang sangat banyak itu. "Baik! Jika itu yang kau inginkan!" Danendra pun setuju dengan syarat dari Marissa. "Sekarang juga aku akan memberitahu Izela kalau kau ini adalah ibu kandung yang telah menelantarkannya selama bertahun-tahun!" "Hah???" Danendra menyetujui syarat yang diajukan oleh Marissa, tapi ucapannya terdengar sangat tidak enak. "Bukan aku yang menelantarkan Izela, t

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 253 Ukuran Paling Kecil

    Sore hari, Marissa terbangun karena suara pintu kamar yang tiba-tiba terbuka. Ia yang saat ini tertidur di kamar tamu bersama Drizela pun segera membuka mata dan melihat seseorang berdiri di depan pintu. "Eh, Danen!" Marissa melihat Danendra berdiri di ambang pintu sambil berkacak pinggang. Marissa pun segera bangun. "Kemarilah! Aku ingin menanyakan sesuatu hal padamu!" ucap Danendra dengan nada yang tidak terlalu keras. Ia takut putrinya yang sedang tidur di samping Marissa ikut terbangun. "Ada apa?" Marissa sudah duduk di tempat tidur. Tapi kesadarannya masih belum pulih 100%. Bahkan Marissa tidak menyadari, dirinya sudah lebih dari dua jam berada di apartemen Danendra dan meninggalkan Zain dan putranya yang masih ada di mal. Padahal tadi Marissa berjanji akan kembali ke mal setelah dua jam pergi. "Aku tunggu kau di ruang keluarga!" ucap Danendra tanpa menjawab pertanyaan Marissa. Danendra pun beranjak setelah mengatakannya. Karena Danendra sudah membangunkan Maris

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 252 Mama Sudah Meninggal

    Setelah selesai berbelanja, Marissa segera kembali ke dalam mobil. Di dalam mobil yang hening karena dua sejoli yang tadi sangat romantis, sekarang tidak berbincang lagi. Bukannya mengobrol dengan orang yang ada di sampingnya, Danendra malah menanyakan pesanannya pada Marissa. "Apa pesananku sudah kau beli?" "Eh ...." Marissa pun tersadar dari lamunannya. Ia menatap Danendra melalui kaca spion yang ada di depan, dan pria membalas tatapannya. "Oh, ya ... tentu! Aku sudah membeli semua yang kau butuhkan! Tenang saja! Nanti setelah mengantarku, kau bisa langsung menggunakannya!" "Bagus!" Danendra terdengar sangat puas. Tapi ia tidak mengatakan apapun lagi selain itu. Ia pun menghiraukan wanita di sampingnya yang kebingungan. Tiba di depan gedung apartemen, Danendra segera menghentikan mobilnya. Setelah mobil benar-bener berhenti, Marissa bergegas turun. Tidak lupa ia membawa semua belanjaan yang tadi dibelinya dari supermarket, kecuali pesanan Danendra. Marissa menyimpannya di jok

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 251 Dua Jam?

    Di arena bermain yang sangat luas dan besar, juga terdapat banyak permainan, Marissa, dan Michael sudah masuk dan segera di kursi yang ada di sana. Mereka duduk sambil menunggu Zain yang pergi ke tempat parkir untuk menyimpan semua barang belanjan ibunya. "Sayang ... jangan sedih, ya! Nanti kalau Mama ada uang lebih, Mama akan membelikanmu mobil-mobilan yang bagus seperti yang tadi!" ucapnya dengan pelan. Ia pun memeluk anak itu dan mengecup kepalanya dengan penuh rasa menyesal. "Bukannya pelit, tapi Mama tidak mau merepotkan Nenek dan Papa Zain! Michael mengerti kan, maksud Mama?" tanya Marissa yang masih memeluk anak itu sambil duduk. Di dalam tas selempangnya, Marissa merasakan adanya getaran dari ponsel yang dia senyapkan. Ia pun menghiraukan hal itu dan tidak ada niatan untuk dilihat. "Ya, Ma! Aku mengerti!" balas Michael dengan pelan. Anak itu pun tidak marah lagi, juga tidak cemberut seperti yang dilakukannya tadi saat ibunya melarangnya membeli mobil-mobilan. Sekarang di

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 119 Persidangan Selesai

    Satu minggu telah berlalu. Hari ini adalah hari di mana putusan persidangan atas gugatan hak asuh anak akan dikeluarkan. Danendra hadir bersama kuasa hukum dan kedua orang tuanya. Selain itu, ada juga Sony yang ikut hadir bersama dengan Sely. Di ruangan yang sangat luas, semua orang sudah masuk da

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-29
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 121 Di Mana Sekarang?

    Di dalam mobilnya, Danendra sudah memakai sabuk pengaman. Ia menelepon memakai headsetnya di telinga. Bukannya Marissa yang menjawab, ini malah suara operator wanita yang berbicara dengan suara tegas namun sopan. "Sial! Kenapa Marissa malah mematikan ponselnya?" Danendra menjadi kesal. Ia senga

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-29
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 117 Tentu Saja!

    Pukul setengah enam sore, Ray dan Fanny sudah duduk di rumah Marissa. Di atas meja sudah ada beberapa makanan dan minuman yang tadi dibeli oleh Ray ketika dirinya berjalan menuju rumah itu. Sambil makan dan minum, Marissa dan Fanny hanya terdiam dan saling pandang. Keduanya tidak ada yang memulai

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-29
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 122 Yaitu Aku!

    Ucapan Mario yang membahas tentang panggilan Danendra itu membuat Darius menjadi marah. Ia menghampiri Marissa, lalu menarik paksa tangan kecil Mario dan menyeretnya ke depan. "Apa katamu tadi??? Papa Danen? Siapa Papa Danen?" Darius berteriak. Ia melempar tubuh anak itu ke samping hingga Mario

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-29
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status