共有

Bab 105 Kabur

作者: Tusya Ryma
last update 公開日: 2026-01-27 15:11:41
Melihat video antara Darius dengan seorang wanita, perasaan Fanny menjadi tidak enak. Rasanya sangat sakit, bahkan lebih sakit dari sebelumnya.

"Kalau dia bersama wanita lain, berarti Marissa???"

Mungkinkah dia tidak bersama Marissa.

Fanny masih menebak-nebak, tiba-tiba pria di sampingnya terbangun. Ia pun segera mengambil ponsel yang masih ada di lantai, lalu mengambilnya.

"Ada apa? Kenapa belum tidur?" tanya Dariys dengan suara pelan. Tangan panjangnya terulur, lalu mengelus kepala Fan
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 244 Papa Ada di Surga

    Di tempat parkir apartemen, Ambar masuk ke dalam mobil yang dikendarai oleh sopir. Ia duduk di kursi belakang bersama cucu kesayangannya—Drizela. "Danen! Apa kau tidak mau pulang sekarang?" tanya Ambar pada putranya yang berdiri di samping mobil. "Sebentar lagi, Ma! Masih ada beberapa hal yang harus aku kerjakan. Nanti setelah selesai baru pulang!" "Oh! Baiklah! Mama pulang dulu! Awas, jangan macam-macam! Mama tahu apa yang kau lakukan! Kalau sampai membawa wanita itu ke apartemenmu, Mama tidak akan segan membuatnya pergi dari kota ini!" ancam Ambar yang masih mengandalkan instingnya sebagai seorang ibu. Di pikirannya masih sama, ada seseorang di tempat tinggal putranya. Danendra yang ada di depannya hanya terdiam. Tidak mengiyakan, juga tidak membantah. "Baiklah! Kami pergi dulu!" Setelah itu, mobilnya pergi meninggalkan tempat itu. *** Di lorong apartemen yang nampak sepi, Danendra keluar dari lift, lalu berjalan menuju pintu unit apartemennya dengan langkah yang te

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 243 Tidak Ada Siapa-Siapa di Kamar

    "Apa kau menyimpan wanita di sini?" tanya Ambar dengan suara lantangnya. Ia pun masuk ke dalam, menatap kiri dan kanan memperhatikan setiap sudut tempat tinggal putranya dengan penuh selidik. Melihat ibunya seperti itu, Danendra pun segera membantah. "Tidak! Itu sepatu Luna! Kemarin Luna, Nugi, dan Jimy datang kemari, saat pulang Luna tidak memakai sepatunya karena kakinya lecet! Jadi dia meninggalkannya di sini!" "Benarkah? Lalu, dia pulang memakai apa?" Ambar sedikit ragu dengan jawaban putranya. Ia pun masih berkeliling dan mencari seseorang di apartemennya. Naluri seorang ibu tidak pernah salah. Ambar mencium keanehan pada diri putranya. "Mengaku saja! Mama tidak apa-apa kalau kau sudah punya pacar lagi! Mama hanya ingin tahu, wanita itu seperti apa dan dari keluarga mana," ucap Ambar yang saat ini sudah kembali ke ruang tamu. Ambar pun melihat cucu kesayangannya meringkuk di sofa tanpa selimut, ia segera menghampiri, lalu duduk di samping Drizela. "Sudah kukatakan,

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 242 Menganggu Kesenangan

    Ucapannya sangat tidak berperasaan. Danendra sudah menurunkan semua ego dan harga dirinya, tapi wanita itu malah langsung menolak. "Kau pikir saja sendiri! Setelah lima tahun berpisah, apa aku akan menjomblo seumur hidup? Haha ... yang benar saja! Aku masih muda, ada banyak pria yang mengantri untuk bisa menjadi pasanganku! Tapi, aku lebih memilih Zain, karena dialah yang selalu ada untuku!" ucap Marissa dengan sengaja. Ia ingin membuat pria di depannya sakit hati. Bukan karena cinta, bukan pula karena sayang, Marissa bersama dengan Zain karena pria itu sudah berkorban banyak hal untuknya. Sekarang ini, Marissa akan memilih pria yang banyak berkorban untuknya, bukan pria pengecut yang tidak pernah menghargai perasaannya. "Lagi-lagi pria itu!" Danendra tidak suka. "Apa baiknya dia dibanding denganku, hah?" "Ya, banyak, lah!" balas Marissa dengan lantang. Sikapnya terlihat lantang dan berani, padahal di dalam hati benar-benar sangat kacau. Ia begitu gugup dengan ekspresi Dan

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 241 Anak Zain

    Yang Marissa pikirkan, tujuan dirinya mengikuti Danendra ke tempat tinggalnya itu karena Drizela. Mereka akan membahas masalah Drizela karena anak itu adalah anaknya dan Danendra. 'Tapi, kenapa sekarang yang mau dibahas malah Michael?' gumamnya dalam hati. "Untuk apa membahas anak lain? Lebih baik kita membahas anak kita saja!" ucap Marissa pada Danendra. Di sampingnya, Drizela bersandar ke samping ayahnya, perlahan tertidur. "Sebelum membahas putriku, lebih baik sekarang kita bahas anak yang bernama Michael itu!" Entah mengapa, Danendra bersikeras ingin membahas Michael. Padahal sudah jelas anak itu adalah anaknya Zain. Tapi Danendra tetap penasaran dan merasa tertarik untuk membahasnya. "Apanya yang mau dibahas? Dia itu anak laki-laki, teman Izela, tinggal di apartemen itu! Lalu apa lagi?" Marissa bersikap tenang saat mengatakannya. Padahal di dalam hati sangat gugup. Takut Danendra curiga dan akhirnya rahasianya terbongkar. "Siapa ayah dan ibu anak itu? Apa dia benar anakn

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 240 Bukan Mamaku!

    "Ma-Marissa!" panggil Danendra dengan suara yang sangat pelan. Nyaris tidak terdengar oleh wanita di pangkuannya. Danendra tidak mendorong Marissa agar menjauh, tidak pula membantu wanita itu turun dari tubuhnya. Ia malah memegang pinggangnya dengan kedua tangan. Hingga entah berapa lama waktu berlalu, tiba-tiba suara anak kecil mengejutkan keduanya. "Papa! Tante! Kalian sedang apa? Kenapa Tante duduknya seperti itu?" Yang tadinya menangis, sekarang tidak lagi. Drizela menyeka air mata di wajahnya sambil terus melihat kedua orang tuanya yang sedang duduk berdua di kursi pengemudi. "Ah! Ma-maaf!" Marissa segera tersadar. Ia buru-buru turun dari pangkuan Danendra, lalu berpindah ke samping Drizela. Keintiman mereka itu membuat hawa di dalam mobil terasa lebih panas dari sebelumnya. Padahal AC masih menyala, tapi Marissa berkeringat dan wajahnya bersemu merah. "Sayang! Kau tidak menangis lagi, kan? Syukurlah!" tanya Marissa sambil menahan kegugupannya. Ia segera menarik Drizel

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 239 Tante dari Mana?

    "Sa-" Marissa ingin memanggil Drizela dengan panggilan 'Sayang'. Tapi dipikir lagi, kalau tiba-tiba Marissa mengaku sebagai ibu kandungnya tanpa ada pembahasan terlebih dahulu, anak itu pasti akan syok. Mungkin juga Drizela tidak bisa menerima Marissa sebagai ibunya, karena yang diketahui oleh anak itu hanya papanya saja. Di dalam mobil yang sangat nyaman dan dingin, Marissa duduk di depan—di samping Danendra—setelah pria itu mengajaknya pergi. Marissa pun tidak bisa menolak ajakan itu karena ada anak yang selalu dia rindukan ada bersama pria itu. Kalau Marissa sampai melewatkan kesempatan ini, entah kapan lagi dirinya bisa bersama dengan bayi kembarnya. Di dalam mobil, selain ada Marissa dan Danendra, ada juga Drizela yang duduk di belakang sambil menatap punggung Marissa. Anak itu tidak bisa tinggal diam kalau ada sesuatu hal yang mengganjal di dalam pikirannya. Dengan polosnya Drizela bertanya, "Tante ... Tante ini siapa? Kenapa ikut ke mobil Papa?" "Apa Tante mamanya Michae

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 136 Percaya Diri

    Sore hari, di kamar yang sangat dingin karena suhu AC diturunkan, dua orang pria dan wanita sedang bergulat dengan lincah di atas tempat tidur yang sangat besar. Danendra dan Marissa melakukan rutinitas yang selalu dilakukan oleh pasangan lain ketika baru menikah. "Aku akan sangat merindukanmu,

    last update最終更新日 : 2026-03-31
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 138 Pemecatan Danendra

    "Bagaimana bisa seperti ini? Pak Danen dipecat, dan besok Pak Wilyam akan menggantikannya menjadi wakil presdir yang baru." Fanny yang mendengarnya pun ikut terkejut. Bukannya tidak suka, tapi ia tidak menyangka, mengapa perubahan ini begitu mendadak? "Bukankah itu bagus?" tanya Ray yang saat i

    last update最終更新日 : 2026-03-31
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 135 Menikah Diam-Diam

    "Memangnya apa yang aku lakukan sekarang?" Danendra bertanya dengan tenang. Dia menyembunyikan perasaan gelisahnya mendengar ucapan Josep itu. "Kau ...." Ayahnya membentak. Lalu berkata dengan tegas, "Dua hari pergi ke Kota K untuk mencari si janda—Marissa—dan meninggalkan kewajibanmu di kantor! S

    last update最終更新日 : 2026-03-31
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 140 Istrinya Bahagia

    Beberapa bulan yang lalu, saat Marissa pergi dari rumah dan meninggalkan ibunya dengan keadaan —renovasi—ruko yang masih belum selesai, Marissa tidak tahu kalau Danendra selalu datang ke tempat ibunya dan membantu Merina menyelesaikan renovasi ruko. Danendra juga menjadikan rumah makan Merina itu m

    last update最終更新日 : 2026-03-31
続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status