Share

Bab 104 Kau Salah

Author: Tusya Ryma
last update Last Updated: 2026-01-26 21:11:12
Namun, Danendra tidak bisa melihatnya karena tulisan di ponsel itu tidak terlihat.

"Apa itu? Aku tidak bisa melihatnya!" Danendra berniat mengambil ponsel itu. Tapi Marissa malah memukul dadanya dengan keras.

Buk!

"Brengsek! Kau benar-benar iblis yang memberi buah khuldi pada Adam dan Hawa! Kau pria menyebabkan yang pernah aku temui! Kau pria brengsek yang sangat pandai berakting! Berpura-pura menyukaiku, padahal kau hanya memanfaatkan aku saja!" teriaknya dengan sangat keras. Air mata Marissa terus keluar tanpa bisa dia tahan lagi.

Hanya karena rasa cintanya pada anak itu Marissa sampai kehilangan banyak hal. Bukan hanya kehilangan masa mudahnya, cintanya, tapi juga sekarang perasan dan harga dirinya.

"Aku ... kau bersamaku karena anak itu membutuhkanku??? Haha! Kau salah Danendra!" Marissa tertawa iblis, menatap pria di depannya dengan air mata yang terus keluar.

"Mario tidak membutuhkan aku! Dia selalu bersikap acuh dan tidak peduli lagi! Sekarang, memeluk aku pun ... dia
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 107 Bonus dari Bos

    Waktu sangat cepat berlalu. Pagi ini, Marissa keluar dari rumah sewaannya dengan memakai seragam hitam dan tas kecil di punggung, juga sepatu kets berwarna putih tulang. Ia berjalan menyusuri jalan gang yang lumayan sempit menuju halte bus. Saat ini, Marissa bekerja di sebuah kedai mie yang ada di sudut kota A atas bantuan Ray. Pria itu selalu setia menemani Marissa, dari dia terpuruk, sedih, sampai sekarang ini. Ray juga yang membantu Marissa bersembunyi dari orang-orang yang tidak ingin dia temui, termasuk Danendra dan juga Fanny. Sekarang, setelah tiga bulan berlalu, suasana hatinya sudah kembali baik. Tidak lagi galau dan sedih seperti sebelumnya. Marissa sudah bisa menerima dan melupakan semua pengalaman buruknya atas kehilangan banyak hal, termasuk kehilangan anak, cinta, dan kebahagiaannya. Sekarang, Marissa menjalani kehidupan yang baru, yang baik dan juga tenang. Jauh dari permasalahan-permasalahan yang ada sebelumnya. Di halte bus, Marissa duduk bersama beberapa oran

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 106 Ini Bukan yang Kuinginkan

    Selama ini, Mario selalu menahan diri untuk tidak terlalu dekat dengan ibunya karena neneknya selalu melarang. Sebagai anak kecil yang masih polos, tentu saja Mario sangat takut dengan ancaman itu. Ia selalu menjaga jarak dengan Marissa agar ibu angkatnya tidak disakiti. Dan sekarang, setelah apa yang dia lakukan—menuruti semua perintah kakek dan neneknya—ibunya tetap pergi. Kalau tidak ada yang terjadi, ibunya tidak mungkin pergi meninggalkan Mario begitu saja. "Sebenarnya, apa yang salah dengan kami? Kenapa kalian memisahkan aku dan Mama?" Tiba-tiba Mario bertanya lagi. Pria dewasa di depannya masih juga tidak menjawab. "Aku pikir, Mama sengaja mencarikan ayah baru untukku agar kita bisa seperti keluarga! Aku punya ayah, dan Mama punya pasangan! Tapi, setelah punya ayah baru seperti yang kuinginkan sebelumnya, aku malah harus berpisah dengan Mama!" "Ini bukan yang aku inginkan!" Tangisannya semakin pecah. Mario menangis tersedu sambil terus mengusap air mata di wajahnya.

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 105 Kabur

    Melihat video antara Darius dengan seorang wanita, perasaan Fanny menjadi tidak enak. Rasanya sangat sakit, bahkan lebih sakit dari sebelumnya. "Kalau dia bersama wanita lain, berarti Marissa???" Mungkinkah dia tidak bersama Marissa. Fanny masih menebak-nebak, tiba-tiba pria di sampingnya terbangun. Ia pun segera mengambil ponsel yang masih ada di lantai, lalu mengambilnya. "Ada apa? Kenapa belum tidur?" tanya Dariys dengan suara pelan. Tangan panjangnya terulur, lalu mengelus kepala Fanny dengan pelan. Tindakannya itu membuat hati siapapun akan meleleh. Termasuk Fanny. "Ah! Tidak!" Fanny menyembunyikan ponsel itu di belakang pakaiannya. "Aku belum ngantuk! Kau tidurlah, besok kita akan pulang!" "Emh!" Darius pun mengerti. Ia kembali menarik tangannya, lalu mulai memejamkan matanya lagi. Melihatnya tidur, pelan-pelan Fanny menghapus fotonya sendiri. Gerakannya sangat pelan, setelah penyimpan ponselnya ke tempat semula, ia ke sofa dan berbaring. *** Siang hari di ha

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 104 Kau Salah

    Namun, Danendra tidak bisa melihatnya karena tulisan di ponsel itu tidak terlihat. "Apa itu? Aku tidak bisa melihatnya!" Danendra berniat mengambil ponsel itu. Tapi Marissa malah memukul dadanya dengan keras. Buk! "Brengsek! Kau benar-benar iblis yang memberi buah khuldi pada Adam dan Hawa! Kau pria menyebabkan yang pernah aku temui! Kau pria brengsek yang sangat pandai berakting! Berpura-pura menyukaiku, padahal kau hanya memanfaatkan aku saja!" teriaknya dengan sangat keras. Air mata Marissa terus keluar tanpa bisa dia tahan lagi. Hanya karena rasa cintanya pada anak itu Marissa sampai kehilangan banyak hal. Bukan hanya kehilangan masa mudahnya, cintanya, tapi juga sekarang perasan dan harga dirinya. "Aku ... kau bersamaku karena anak itu membutuhkanku??? Haha! Kau salah Danendra!" Marissa tertawa iblis, menatap pria di depannya dengan air mata yang terus keluar. "Mario tidak membutuhkan aku! Dia selalu bersikap acuh dan tidak peduli lagi! Sekarang, memeluk aku pun ... dia

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 103 Musibah Dicari Sendiri

    Percumbuan mereka terjadi lumayan lama. Danendra tidak melepaskan pautan bibirnya sampai mereka berpindah ke sofa.Entah sudah berapa lama waktu berlalu, akhirnya Marissa mengakhiri percintaan mereka. Ia mendorong dada kekar Danendra agar sedikit menjauh.Dengan napas yang terengah, Danendra benar-benar melepaskan diri. Ia menjatuhkan dirinya di samping Marissa dengan menahan hasratnya.Di atas sofa yang tidak terlalu lebar itu mereka berbaring saling berdesakan.Marissa pun sangat gugup dengan tindakan Danendra yang tiba-tiba itu. Hampir saja dirinya hilang kendali lagi.Disela kewarasannya, Marissa mengalihkan perhatian dengan bertanya tentang ponselnya."Hemh???" Danendra mendengar permintaan Marissa. Ia segera bergeser ke samping, lalu memeluk wanita itu dengan satu tangan."Ponselmu ada di kamarku! Mau diambil sekarang?" tanya Danendra dengan pelan. Ia tersenyum sambil menatap Marissa.Kata "Kamar" yang diucapkan oleh Danendra itu membuat Marissa curiga."Kamarmu?""Enh!" Danendr

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 102 Video yang Salah

    Beberapa menit kemudian Darius pun datang. Ia mengenakan pakaian serba hitam dengan topi yang menutupi setengah wajahnya. Ia sengaja menunduk agar orang yang bertemu dengannya tidak bisa melihat wajah aslinya dengan jelas.Awalnya, Darius memang tidak tahu dengan perubahan yang terjadi pada video itu. Namun setelah diunggah, ada banyak pesan yang masuk ke akunnya. Kebanyakan berisi cacian dan makian. Dibilang Darius pria yang merebut tunangan orang, dan masih banyak lagi. Selain itu, pihak Josep juga menelepon Darius dan memarahinya habis-habisan. Sontak saja Darius bingung dengan hal itu. Saat dilihat lagi ternyata ada yang salah dengan video itu. Seseorang telah mengeditnya hingga wajah Marissa berubah menjadi wajah orang lain.Dan yang lebih membuat Darius terkejut adalah, wajah wanita itu sangat mirip dengan wajah wanita yang selalu dicintainya—Lisa.Darius pun semakin yakin kalau ini adalah ulah Danendra.Danendra ingin mempermalukannya dan membuka bukti kisah lama Darius dengan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status