Share

Bab 104 Kau Salah

Author: Tusya Ryma
last update Petsa ng paglalathala: 2026-01-26 21:11:12
Namun, Danendra tidak bisa melihatnya karena tulisan di ponsel itu tidak terlihat.

"Apa itu? Aku tidak bisa melihatnya!" Danendra berniat mengambil ponsel itu. Tapi Marissa malah memukul dadanya dengan keras.

Buk!

"Brengsek! Kau benar-benar iblis yang memberi buah khuldi pada Adam dan Hawa! Kau pria menyebabkan yang pernah aku temui! Kau pria brengsek yang sangat pandai berakting! Berpura-pura menyukaiku, padahal kau hanya memanfaatkan aku saja!" teriaknya dengan sangat keras. Air mata Mari
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 410 Michael Dibawa Kabur

    Marissa memegang tangan Drizela dengan erat. Ia menenangkan anak itu agar tidak takut lagi. Dari depannya, pria itu melihat ke arah Marissa dan Drizela cukup lama. Setelah itu, lift berhenti. DING! Pintu lift terbuka. Pria yang terlihat aneh itu segera keluar dari sana, lalu pergi entah ke mana. "Ma! Aku takut ...." Drizela memeluk Marissa dengan erat. Ia tidak ingin lagi berkeliling setelah melihat pria aneh tadi. "Sebaiknya kita kembali ke atas, yuk, Ma! Aku tidak mau liat badut!" lirih Drizela dengan perasaan takut. Padahal saat ini mereka belum sampai di bawah. "Eh, kenapa tidak mau? Katanya tadi mau melihat badut?" tanya Marissa sambil menunduk. Ia melihat Drizela yang masih ketakutan sambil memeluknya. Sebelumnya, Drizela tidak pernah pergi ke manapun tanpa neneknya, juga tanpa keempat pelayan yang selalu menjaganya. Dan sekarang, ketika anak itu pergi ke tempat umum bersama ibunya, seseorang malah bersikap aneh di depannya. Jelas saja itu membuat Drizela ketakutan. "T

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bqb 409 Mencemaskanmu

    "Ahhh, tidak usah! Biar nanti saja! Sini!" Fanny merebut ponselnya kembali. Ia tidak berniat menerima panggilan dari Darius. "Kenapa? Apa kau marah padanya?" tanya Marissa, tidak mengerti. Tanpa Fanny sadari, Marissa sudah menggeser tombol hijau pada layar sehingga orang yang ada di seberang telepon bisa mendengar percakapan mereka. "Bukan! Bukan itu, Sa! Aku hanya kesal saja, pelayanku selalu memberi tahu apa yang aku lakukan pada Darius! Termasuk sekarang ini," balas Fanny yang terlihat sangat kesal. Sedari tadi, saat Fanny masih ada di dalam mobil, Darius terus mengirimnya pesan singkat. Pria itu menanyakan keberadaan Fanny yang kata pelayannya pergi keluar bersama Marissa dan anak-anak. Fanny sudah membalasnya, tapi Darius terus saja mengganggu. "Owh! Hemmm, itu bagus, Fan! Tandanya Darius sangat peduli padamu!" "Bukan peduli padaku, lebih tepatnya Darius peduli pada bayi yang ada di dalam perutku ini, Sa!" timpal Fanny yang mengerti dengan tindakan Darius. Pria it

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 408 Main di Luar

    Marissa dan Fanny masih berbincang, tiba-tiba bel pintu di sana berbunyi. "Biar aku saja!" ucap Fanny sambil bangkit berdiri. Setelah itu, ia pergi ke depan untuk membuka pintu. Setelah pintu dibuka, seorang pelayan dari apartemen Danendra datang bersama dua anak kembar yang sangat cantik dan tampan. Michael dan Drizela berdiri di samping kiri dan kanannya sambil menatap Fanny yang membuka pintu. "Maaf! Apa Nyonya ada di sini?" tanya pelayan pada Fanny. Pelayan itu mengantar Michael dan Drizela untuk mencari ibunya. "Eh ... kalian? Sini, masuk ... masuk!" Fanny segera mengajak Drizela dan Michael untuk masuk. Melihat sikap Fanny yang seperti itu, pelayan sudah tahu kalau Marissa memang ada di sana. "Kalau begitu, saya permisi!" pamit pelayan. Setelah itu, dia kembali ke apartemen Danendra yang ada di samping. "Tante, di mana Mama? Kok Mama tidak suka tinggal di rumah, sih?" tanya polos Michael sambil mendongak. Ia menatap Fanny dengan heran. Beberapa menit yang lalu, Drizel

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 407 Gio Sudah Meninggal

    "Di mana Ghio sekarang? Aku ingin bertemu dengannya!" ucap Tuan Lim setelah meluapkan kebahagiaannya bersama cucu yang baru ditemuinya. "Ah ... ayahku?" Tiba-tiba Marissa bersedih. "Ya, ayahmu! Ke mana dia? Sudah tiga puluh tahun kami tidak bertemu, mungkin agak sedikit canggung kalau sekarang kami bertemu lagi! Haha!" Tuan Lim tertawa. Ia sangat bahagia membayangkan pertemuannya dengan Ghio nanti setelah sekian puluh tahun tidak bertemu. "Ayahku ...." Mulut Marissa terasa kelu. Ia tidak tega menghancurkan kebahagiaan Tuan Lim sekarang. Akhirnya Marissa berbohong, "Ayah ada di Kota B. Nanti, aku akan menyuruh Ayah datang kemari untuk bertemu denganmu!" Saat ini Marissa hanya bisa mengulur waktu. Pelan-pelan, ia akan memberitahu Tuan Lim kalau Ghio sudah meninggal. "Emh, baiklah! Semoga saja Ghio tidak membenciku!" Tuan Lim masih saja tersenyum. Wajahnya berseri-seri membayangkan putranya yang ada di Kota B. "Oh, iya! Masalah ini, tolong rahasiakan dari Ken. Kalau dia bertany

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 406 Marissa Cucunya Tuan Lim

    Di lantai, ada abu bekas pembakaran. Bahkan, abu itu sedikit tercecer karena Marissa sudah menginjaknya. Plak! Tiba-tiba sebuah tamparan melayang tepat di rahang keras Ken. Tuan Lim menamparnya hingga dia hampir tersungkur ke samping. "Kau ini kenapa? Mencuri dan merusak barang bukti milik orang! Apa kau tidak suka, Marissa melakukan tes DNA denganku? Hah?" Tuan Lim berteriak. Danendra dan Darius jadi tidak enak menyaksikan seorang bos menampar bawahannya tanpa segan di depan mata mereka. "Maaf, Tuan! Saya melakukan ini demi melindungi Anda!" balas Ken yang segera memperbaiki postur tubuhnya. Ia mengangkat kepala, mendongak menatap Tuan Lim yang baru saja menamparnya. "Melindungi apa? Melindungi dari kebenaran?" tanya Tuan Lim, sedikit menurunkan nada suaranya. Ia benar-benar tidak suka dengan tindakan arogan Ken yang mencuri hasil tes orang lain, lalu membakarnya. Juga memakai gedung miliknya untuk melakukan kejahatan. "Saya melindungi Anda dari orang yang mengaku sebagai c

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 405 Tamatlah Riwayatnya

    "Ti-tidak apa-apa, Ken! Aku baik-baik saja!" balas Tuan Lim sambil menyingkirkan tangan Ken dari tubuhnya. Dari depannya, Darius yang sedari tadi terdiam sambil menahan sesuatu, akhirnya berbicara terus terang mengenai kejadian kemarin. Ia membeberkan perlakuan buruk Ken terhadap Marissa. "Ini nih, asisten pribadi Anda! Dia mencuri hasil tes DNA dari rumah sakit dan membakarnya langsung di hadapan Marissa!" "Hey, jaga bicaramu! Siapa yang mencuri dan membakar hasil tes DNA? Kalau ada, mana buktinya? Kalau tidak ada bukti, jangan berbicara omong kosong!" sergah Ken pada Darius. Ken tidak tahu saja, sekarang Darius membawa bukti di dalam saku jasnya berupa potongan kertas putih bertuliskan sebuah tes DNA seseorang. Walau kebanyakan bagian dari kertas itu sudah terbakar, tetapi dari judulnya saja sudah bisa dipastikan kalau itu memang hasil tes DNA. "Ini!" tunjuk Darius pada potongan kertas itu. Ia mengangkatnya tinggi dan menunjukannya pada Ken dan Tuan Lim. "Kertas ini sengaja ka

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 148 Mencari Bantuan

    Di rumah tua yang sangat sepi, samar terdengar suara hewan-hewan dari sekitaran rumah tersebut. Bukan hanya suara hewan-hewan kecil saja, hewan besar seperti long-longan anjing pun begitu jelas terdengar. Marissa yang dikurung di tempat yang sepi itu merasa merinding dan sedikit takut. Marissa ma

    last updateHuling Na-update : 2026-04-01
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 149 Anak Orang Kaya

    Hari sudah sangat larut, suasana di tempat itu pun semakin malam semakin menyeramkan. Marissa tidak menyadari ponsel yang ada di dalam tasnya masih menyala, dan seseorang dari seberang telepon masih bisa mendengar dan mengetahui apa yang terjadi di tempatnya.

    last updateHuling Na-update : 2026-04-01
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 139 Pergi ke Luar Negeri

    Di ruangan yang tidak terlalu besar, seorang pria duduk di sofa ruang tamu sambil menatap sekeliling ruangan yang nampak sederhana sambil menunggu wanita yang dicarinya turun. Rumah keluarga Sony itu memang tidak terlalu besar dan mewah seperti rumah orang kaya pada umumnya. Dari luar pun sudah t

    last updateHuling Na-update : 2026-03-31
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 134 Buku Nikah

    Pintu yang ada di samping rumah Marissa adalah pintu rumah Zain. Dia sudah lebih dulu menyewa di sana tanpa adanya kompor dan alat rumah tangga. Entah sengaja atau tidak, pria itu memang enggan untuk membeli semua itu. Ia lebih suka menyusahkan orang lain dan meminta air panas pada Marissa setap ha

    last updateHuling Na-update : 2026-03-31
Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status