Home / Romansa / Terjerat Hasrat Bos Baru / Bab 9 Menyibukan Diri

Share

Bab 9 Menyibukan Diri

Author: Tusya Ryma
last update Last Updated: 2025-12-02 17:49:34

"Bukan!" tepis Danendra dengan cepat.

"Begini, Paman!" Ia pun duduk di kursi kebesarannya sambil menatap Jonson.

"Karena Foodis cabang Kota H akan dibuka bulan depan, Papa ingin Paman mengelola restoran tersebut! Kalau Paman bersedia, Asisten Anas akan segera menyiapkan tempat tinggal untuk Paman!" jelasnya dengan serius.

Semua yang dikatakan oleh Danendra adalah perintah dari ayahnya. Josep ingin adiknya punya pekerjaan yang baik. Karena di kantor ini selain pernah menjadi wakil presdir, Jonson tidak bersedia ditempatkan di bagian manapun. Yang dia inginkan hanya menjadi wakil presdir atau posisi yang bagus saja.

Walau setiap hari Jonson selalu datang ke kantor ini, tapi itu bukan untuk bekerja, melainkan untuk berdiam diri sambil makan dan minum secara gratis. Itu membuat sang pemilik perusahaan ini—Josep—merasa jengkel.

"Bagaimana, Paman?" tanya Danendra lagi ketika tidak mendengar jawaban dari pamannya. "Apa Paman tidak bersedia?"

"Aish! Tunggu sebentar!" Tiba-tiba Jo
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 44 Mengidentifikasi Jasad

    Malam hari di Kota A, Danendra dan empat orang pria berpakaian hitam sedang duduk di salah satu meja restoran yang ada di kota itu. Salah satu dari mereka membuka laptop di atas meja sambil membacakan informasi yang ada di layar. "Jadi, pemilik rumah sewaan itu sekarang sudah meninggal?" tanya Danendra pada pria yang bernama Fandy itu setelah dia menjelaskan semuanya. "Apa kau tidak bisa memastikan, siapa orang yang menyimpan bayi itu di depan pintu rumah sewaannya? Dan, apa kau bisa memastikan, semua informasi ini benar?" tanya Danendra lagi masih belum puas. Ia menatap Fandy sambil menunggu jawaban darinya. Takutnya semua informasi itu hanya dugaannya saja. "Ya, Tuan! Tidak ada informasi tentang siapa orang yang menyimpan bayi itu di depan pintu rumah sewaan Nona Marissa! Tapi, dokter yang dulu merawat bayi itu memastikan, bahwa Nona Marissa membawa seorang bayi dengan beberapa luka di tubuhnya," jawab Fandy, masih dengan membaca informasi yang ada di layar laptop itu. Fand

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 43 Mencari Putrimu

    Keesokan harinya, Marissa, Mario dan Merina sudah siap pergi keluar untuk mencari kontrakan ruko. Ketika Marissa dan putranya berjalan keluar rumah, banyak para tetangga yang penasaran dengan kehidupan Marissa di kota bersama dengan anak haramnya. Mereka basa-basi menyapa Marissa dan ibunya, tapi di belakang mereka membicarakan. "Ternyata, bayi itu sekarang sudah besar, ya!" "Marissa sangat pintar merawat anak itu! Lihatlah, anaknya sangat sehat dan tampan! Juga sangat menggemaskan! Aku iri pada Merina. Punya anak satu-satunya yang terbiasa dimanja, tapi ketika punya anak sendiri dia sangat bertanggung jawab!" "Bbenar, bahkan Marissa sendiri pun semakin lama semakin cantik saja! Tidak terlihat kesusahan!" "Iya, menggemaskan sih menggemaskan, hebat, sih, hebat! Apa kau ingin seperti Merina juga? Punya anak satu-satunya, tapi tidak bisa menjaga diri. Niat pergi kuliah di kota, ehh malah melahirkan anak tanpa suami! Apa kau ingin anakmu seperti itu?" "Ih, amit-amit, deh! Aku tid

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 42 Tahu Membalas Budi

    Mereka melihat pria tinggi dan tampan dengan setelan jas yang sangat bagus itu datang dan menghampiri ibu-ibu seperti mereka dan menanyakan keberadaan penyewa sebelumnya. "Maaf, saya mencari karyawan saya—Marissa! Apa dia masih tinggal di sini?" tanya Danendra sambil melihat ke dalam rumah yang nampak kosong. Sepertinya, penyewa rumah itu sudah pindah. Tiba-tiba Danendra merasakan hal yang buruk. "Oh, Marissa!" Tiba-tiba salah satu dari mereka menyadari bahwa Danendra adalah bosnya Marissa. Bukan seorang penagih hutang seperti yang tadi mereka bayangkan. "Maaf, Tuan! Marissa baru saja pergi! Dia sudah tidak meneruskan sewaan rumah ini lagi!" "Ya, benar! Marissa pergi bersama anak dan ibunya!" "Sepertinya mereka akan kembali ke kampung!" "Iya, itu benar!" Orang-orang itu malah saling menjawab. Mencoba untuk menebak ke mana perginya Marissa dan anaknya. "Pergi ke kampung? Di mana alamat kampung halamannya?" tanya Danendra dengan terkejut. Ia menatap orang-orang itu s

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 41 Menghilang

    Danendra sudah tidak bisa menahan diri lagi. Dengan cara kasar, wanita itu menjadi murung. Dengan cara halus, ia tetap memilih bungkam. Danendra benar-benar kebingungan—harus bagaimana agar Marissa mau menjawab? “Pak Danen!” Tiba-tiba Marissa menggeser tubuhnya ke samping, menghindari gerakan pria itu. “Kalung itu…” suaranya lirih, nyaris tak terdengar, “…saya dapat dari orang lain!” Akhirnya, Marissa memilih berbohong. "Orang lain??? Siapa?" tanya Danendra dengan kening yang mengerut. Ia menatap wanita di depannya dengan beribu pertanyaan. "Entahlah!" Marissa mengangkat kedua bahu seolah tidak tahu. Ia berkata dengan pelan, "Waktu itu, tiba-tiba ada orang yang memasangkan kalung itu di leher Mario! Setelah itu dia pergi!" Selesai mengatakannya, Marissa menutup rapat mulutnya. Kepalanya terasa pusing, tubuhnya lelah. Ia hanya ingin kembali ke kamar dan tidur dan melupakan semuanya. “Seseorang?” Danendra belum puas. Ia masih ingin menggali informasi lebih dalam. Nam

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 40 Rahasia Terbongkar

    Marissa melanjutkan, “Walau Anda orang pertama yang menyentuh saya, dan saya merawat seorang bayi yang tidak saya lahirkan, memangnya apa peduli Anda? Anda tidak berhak menuduh saya sebagai seorang pencuri!” Marissa sangat marah ketika mendengar tuduhan itu. Tidak ibunya, tidak bosnya, semuanya menuduh Marissa sebagai pencuri. Apa merawat bayi tak berdosa yang ditemukannya di depan pintu rumah sewaan itu salah? Apa berpura-pura menjadi seorang janda demi melindungi harga diri anak itu juga salah? 'Kenapa semua orang selalu menyalahkanku karena hal itu? Toh tidak ada yang aku rugikan juga, kan?' “Anda dan semua orang tidak pernah tahu, kesulitan apa yang saya hadapi selama lima tahun merawat anak itu!” Marissa masih terbawa emosi. Efek dari minuman itu membuatnya semakin berani mengutarakan apa yang dirinya pikirkan dan rasakan. Sekarang, rahasianya sudah terlanjur terbongkar. Marissa tidak bisa menyembunyikan hal itu lagi dari pria yang saat ini ada di atasnya. “Hah! Pak D

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 39 Kalung Itu ....

    Marissa menarik tangan kekar Danendra dan mengambil paksa kalung milik putranya dari tangan pria itu. "Asihhh! Marissa! Apa yang kau lakukan? Aawwhh!" Marissa tidak tahu, gerakannya yang seperti itu melukai perut bagian bawah Danendra. Yang Marissa pedulikan hanya kalung milik putranya saja. "Aahh! Menyingkirlah dari tubuhku!" "Hihi! Dapat!" Marissa benar-benar mendapatkan kalung itu dengan kerja kerasnya sendiri. Ia memanjat tebing yang tinggi dan besar dengan banyak bahaya di depannya. Marissa melalui rintangan itu dengan kekuatannya sendiri. Ia amat sangat bangga dengan hal itu. "Ini kalung anak saya! Kenapa Anda mengambilnya?" Dengan polos dan tanpa rasa bersalah sedikit pun, Marissa turun dari tubuh Danendra dan kembali duduk di sofa. Ia mengelus kalung berharga itu, lalu melihat pria di sampingnya yang masih meringis. "Pak Danendra! Apa yang ingin Anda tanyakan? Ayo, katakan sekarang! Saya sudah berjanji akan menjawabnya," tanya Marissa masih dengan polos. Mood-nya sang

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status