แชร์

Bab 53 Danendra Mulai Curiga

ผู้เขียน: Tusya Ryma
last update วันที่เผยแพร่: 2026-01-06 22:49:28

"Minggir! Apa kau ingin mati tertabrak?" teriak seseorang dari jendela mobil yang sudah dibuka. Dia mengendarai mobilnya sendiri tanpa ditemani oleh sopir.

Marissa yang mendengar teriakan itu segera tersadar dan berpindah ke arah samping. Ia tidak menghalangi jalan mobil itu lagi.

Mobil pun berjalan masuk ke halaman rumah melewati Marissa yang masih berdiri di sana.

Sekilas, Marissa melihat siapa orang yang mengendarai mobil tersebut. Dia adalah Danendra. Dan pria itu terus saja melihat k
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 357 Ketahuan

    Tiba di gedung Ini House Residen, Marissa segera masuk ke dalam. Ia pun naik ke lantai atas dan langsung ke tempat Zain. Di depan pintu, Marissa terdiam dengan ragu. Tangannya terasa kaku untuk menyentuh angka-angka yang biasanya ia tekan. Kali ini, Marissa menekan bel, lalu menunggu seseorang membuka pintu dari dalam. TIT! Tiba-tiba pintu itu terbuka. Marissa melihat pria itu ada di depannya, lalu menyuruhnya untuk masuk. Dengan ragu, Marissa masuk ke dalam. Di ruangan yang nampak terang karena semua lampu dinyalakan, Marissa mengikuti Zain ke ruang keluarga. Mereka duduk sambil menonton acara di TV. "Zain!" panggil Marissa dengan pelan. Ia pun bertanya dengan sedikit basa-basi. "Ba-bagaimana dengan kakimu sekarang? Apa sudah lebih baikan?" Marissa bingung harus membahas apa dengan Zain. Mau membahas masalah tadi malam pun, Marissa tidak berani kalau bukan Zain yang membahasnya lebih dulu. "Baik! Kakiku sudah jauh lebih baik! Apalagi setelah diterapi, rasanya sangat enteng

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 356 Penyakit Apa?

    "Danen! Apa kau yakin ingin menikah dengan wanita itu lagi?" tanya Josep yang sekarang sudah lebih tua dari sebelumnya. "Iya, Ayah, aku yakin! Selain karena Marissa adalah wanita yang aku cintai, juga karena dia adalah ibu dari kedua anakku! Kami ingin kembali bersama sebagai sepasang suami istri, dan sebagai orang tua bagi Izela dan Michael!" jawab Danendra dengan serius. Di depannya, awalnya Ambar ingin menentang hubungan mereka. Tapi setelah dipikir-pikir lagi, ia sudah berjanji pada Danendra akan menerima Marissa setelah dilakukannya tes DNA. "Lakukan saja kalau itu yang kau inginkan! Tapi, jangan menyesal kalau nanti penyakit wanita itu kambuh lagi!" "Penyakit apa?" tanya Danendra sambil mengerutkan kening. Ia tidak mengerti dengan apa yang ibunya katakan. "Apalagi kalau bukan penyakitnya yang suka berselingkuh dengan pria lain!" jelas Ambar dengan sinis. "Tidak, Ma! Marissa tidak punya penyakit aneh seperti itu! Waktu itu, Mama hanya salah paham saja! Ke depannya, ke

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 355 Bulan Depan Menikah

    Pukul 10 pagi, Marissa masih ada di tempat Danendra. Ia sudah membersihkan diri dan mengganti pakaiannya dengan pakaian yang waktu itu tertinggal di sana. Di meja makan, tersaji beberapa hidangan makanan yang sudah dibuatkan oleh pelayan. Marissa dan Danendra pun segera makan. "Setelah ini, aku akan mengajakmu ke rumah! Sekalian aku mau membicarakan masalah pernikahan kita dengan kedua orang tuaku!" ucap Danendra sambil mengunyah makanannya. Di sampingnya, Marissa terdiam. Ia memegang sendok tanpa mengambil makanan dan memasukkannya ke dalam mulut. Entah mengapa, Marissa masih ingat dengan kata-kata yang kemarin Ambar ucapkan padanya. Ambar akan menuntut Marissa dan juga para dokter yang menangani persalinan Drizela dan Michael. Mendengar hal itu saja, bulu-bulu halus di tubuhnya terasa berdiri. "Hey! Kenapa melamun? Apa kau tidak suka kita menikah?" tanya Danendra sambil menepuk bahu Marissa. Wanita di sampingnya terlihat bengong dan melamun. "Ah, ti-tidak! Bukan itu!" Mariss

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 354 Danendra Sengaja

    Marissa pun berbaring di kursi. Di atasnya sudah ada Danendra yang menekannya. Sepertinya Danendra sengaja melakukan hal itu agar terdengar oleh orang yang ada di seberang telepon. Tanpa mengatakan apa pun, Danendra langsung mencium Marissa. Ia menarik kedua tangan Marissa ke atas kepala agar wanita itu tidak memberontak. Satu tangan lagi meraba pahanya yang hanya mengenakan rok di atas lutut. Tindakannya itu membuat Marissa tak berdaya. Ingin mengeluarkan suara kenikmatan, tapi di sana masih ada ponsel yang menyala. Marissa takut Zain mendengar aktivitas mereka saat ini. Danendra masih menekannya. Ia mencium bibir Marissa dengan rakus hingga suara basah dari kedua mulut yang menyatu sangat jelas terdengar. Danendra benar-benar melakukannya dengan sengaja. "Asihhh! Danen!" Marissa menggeliat. Tangan pria itu semakin menyelusup masuk ke dalam roknya. "Buka kakimu, Sayang! Aku akan menyentuhnya dengan tanganku!" ucap Danendra dengan penuh godaan. "Enghhh ...." Marissa tidak ing

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 353 Tidak Bersalah

    Di depannya Danendra tidak tahan. Ia berkata pada Marissa yang tidak melihatnya sama sekali. "Sayang! Kita ini bukan anak ABG lagi, yang kalau marah harus diam-diaman! Aku tidak suka kau mengabaikan chat dan teleponku! Aku pun tidak suka kau pergi ke tempat pria lain dan mencari kesenangan di sana! Kalau kau memang membenciku, ya, tinggal bilang saja! Aku tidak akan marah!" "Tidak akan marah?" Marissa mengulangi ucapannya. "Yang seharusnya marah itu adalah aku! Kau menuduhku menjual diri, dan kau pun menghilangkan kunci mobil Zain!" "Apa dengan sikapmu itu, aku tidak boleh marah?" tanya Marissa yang kali ini sudah menatap Danendra dengan tajam. Kekesalannya masih belum hilang walau waktu sudah berlalu lebih dari 24 jam. Dan, pria di depannya ini, masih saja merasa tidak bersalah. "Kalau memang tidak melakukan semua itu, kenapa harus marah?" tanya Danendra tanpa emosi. Ia sudah meredam emosinya dan sudah merenungkan semua yang dilakukannya tadi malam. "Makanya, kalau ada

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 352 Seperti Mengusir

    "Ahaha! Ti-tidak! Aku tidak melakukan hal itu lagi!" balas Marissa sambil tertawa. Ia cukup malu saat diingatkan lagi tentang tingkah konyolnya yang akan mengakhiri hidup hanya karena masalah sepele. "Lalu itu ... kakimu!" tunjuk Ken. Marissa segera melihat lututnya yang putih, tapi ada luka merah yang belum kering. Ia pun kembali menyangkal. "Tidak apa-apa! Ini karena terjatuh sedikit! Bukan karena menabrakan diri ke mobil orang!" canda Marissa. "Oh!" Ken tidak bertanya lagi. Setelah itu, Ken malah menyuruh Marissa untuk mengikutinya ke ruangan pribadi. "Mari, ikut dengan saya, Nona!" "Ah, baik!" Marissa pun mengikuti Ken dari belakang. Mereka masuk ke ruangan yang nampak luas dan terang, juga kedap suara. Musik DJ yang begitu keras pun, tidak terdengar ke dalam ruangan itu. "Duduklah!" "Te-terima kasih!" balas Marissa. Ia pun duduk di sofa yang ada di ruang kerja Ken. Setelah itu, Ken membuka lemari kayu, lalu mengambil kotak putih dari sana. Ia menghampiri

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 150 Aku baik-baik saja

    Setelah Marissa naik ke atas motor tinggi dan besar itu, bukannya membelokan motornya dan pergi dari sana, Zain malah berjalan lurus menuju rumah tua itu. Ia menghiraukan teriakan Marissa dari belakang. Dia terus saja berjalan. "Zain! Apa yang kau lakukan? Kenapa membawaku ke rumah tua itu lagi?

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-04-01
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 147 Dibawa Pergi

    Malam hari, Marissa baru turun dari bus setelah menempuh perjalanan selama sepuluh menit dari tempat kerja menuju rumahnya. Tubuhnya terasa capek dan lelah, untuk berjalan pun rasanya sangat sulit. Marissa ingin segera sampai di rumah dan tidur. Hari ini, pekerjaan Marissa di kedai mie cukup meng

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-04-01
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 148 Mencari Bantuan

    Di rumah tua yang sangat sepi, samar terdengar suara hewan-hewan dari sekitaran rumah tersebut. Bukan hanya suara hewan-hewan kecil saja, hewan besar seperti long-longan anjing pun begitu jelas terdengar. Marissa yang dikurung di tempat yang sepi itu merasa merinding dan sedikit takut. Marissa ma

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-04-01
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 149 Anak Orang Kaya

    Hari sudah sangat larut, suasana di tempat itu pun semakin malam semakin menyeramkan. Marissa tidak menyadari ponsel yang ada di dalam tasnya masih menyala, dan seseorang dari seberang telepon masih bisa mendengar dan mengetahui apa yang terjadi di tempatnya.

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-04-01
บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status