Share

{Bab 48} Dunia ini Game

last update Tanggal publikasi: 2026-02-02 13:00:12

Malam kembali menyelimuti istana Obsidian, kegelapannya turun perlahan namun pasti, seolah menelan seluruh bangunan batu hitam itu ke dalam keheningan yang menyesakkan. Angin malam berdesir di sela-sela menara, membawa hawa dingin yang menusuk hingga ke tulang.

Di kamar puncak menara istana Obsidian, cahaya lilin berpendar redup. Alianne berdiri tepat di depan pintu, tubuhnya tegak namun kaku, seolah masih ragu untuk melangkah lebih jauh ke dalam ruangan.

Aldren
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Terjerat Pernikahan Raja Villain Tirani    {Bab 195} Dia Duluan

    Sementara itu di kumpulan pria...Suasana di sisi ini tampak lebih tenang di permukaan, namun percakapan yang terjadi memiliki bobot yang berbeda. Tidak ada tawa berlebihan atau sikap mencolok, hanya tatapan-tatapan tajam dan kata-kata yang dipilih dengan hati-hati.Aldren berdiri dengan postur tegap, tetapi perhatiannya tidak sepenuhnya tertuju pada percakapan di sekitarnya. Matanya justru mengarah pada seorang pria di depannya yang tampak tidak fokus, seolah pikirannya berada di tempat lain.Aldren mempersempit pandangannya.Dengan rasa penasaran, Aldren mengikuti arah pandangan pria itu. Tatapannya menembus kerumunan tamu, melewati gaun-gaun mewah dan jas formal, hingga akhirnya berhenti pada satu titik.Di sana, Alianne dan Magnolia terlihat berdiri berdekatan.Keduanya tampak akrab, berbicara dengan santai seolah sudah saling mengenal cukup lama. Gestur mereka terbuka, tidak ada jarak, tidak ada kecanggungan.Aldren mengangkat alisnya tipis."Erylus, istrimu dan istriku cepat ber

  • Terjerat Pernikahan Raja Villain Tirani    {Bab 194} Ditinggalkan

    Leon berdiri tegap di altar, tangannya bergerak perlahan namun pasti saat mengambil cincin itu. Cahaya lilin memantul pada permukaan logamnya, menciptakan kilau kecil yang terasa hampir menyilaukan di tengah suasana yang hening.Mariana mengulurkan tangannya.Untuk sesaat, waktu seolah melambat.Leon memakaikan cincin pada Mariana, bagian yang sangat sakral dalam sebuah pernikahan. Tidak ada suara yang benar-benar hilang, namun semua terasa teredam, seolah seluruh dunia memberi ruang bagi momen itu untuk terjadi tanpa gangguan.Namun, ketenangan itu tidak sepenuhnya menjangkau setiap sudut ruangan.Sementara itu di bagian para tamu...Bisikan mulai muncul lagi, kali ini lebih tajam, lebih terbuka, dan tidak lagi berusaha disembunyikan."Lihatlah mereka! Mereka sama sekali tidak terlihat seperti bangsawan!""Benar-benar menjijikkan! Apa lagi wanita di sana adalah seorang ratu. Aku tidak sudi memanggilnya dengan panggilan Yang Mulia Ratu."Nada suara itu dipenuhi rasa muak yang terang-t

  • Terjerat Pernikahan Raja Villain Tirani    {Bab 193} Menjarah Makanan

    Hari pernikahan Leon akhirnya tiba.Salju turun tanpa henti, menyelimuti seluruh Kerajaan Valtarian dalam warna putih yang membekukan. Udara terasa lebih berat dari biasanya, seolah setiap napas yang diambil harus dipaksa keluar dari paru-paru. Di tengah suasana yang kaku dan dingin itu, para bangsawan mulai berdatangan. Gaun-gaun mewah berwarna cerah tampak kontras dengan lanskap musim dingin, berkilau di bawah cahaya kristal dan obor yang berjajar di sepanjang aula utama.Namun, kehadiran Alianne segera merusak harmoni visual yang ‘sempurna’ itu.Dia datang bersama Aldren.Berbeda jauh dengan para wanita bangsawan lainnya, Alianne tidak mengenakan gaun. Tidak ada rok panjang, tidak ada renda halus, tidak ada perhiasan mencolok. Sebagai gantinya, dia mengenakan setelan jas formal dengan potongan tegas, dipadukan dengan celana panjang yang memperlihatkan siluetnya yang berbeda dari norma.Beberapa kepala langsung menoleh. Bisikan-bisikan kecil mulai bermunculan, lirih namun cukup ta

  • Terjerat Pernikahan Raja Villain Tirani    {Bab 192} Misi Selanjutnya

    Fajar kembali menyingsing, membawa cahaya pucat yang perlahan mengusir sisa kegelapan malam. Langit masih berwarna abu-abu kebiruan, sementara udara pagi terasa dingin dan tajam di kulit. Di halaman depan istana Obsidian, suasana jauh dari kata tenang. Derap langkah para penjaga, gesekan baju zirah, dan bisikan-bisikan pelan membentuk ketegangan yang tidak terlihat namun terasa jelas.Di tengah halaman itu, Alianne berdiri tegak. Tatapannya tertuju pada beberapa wanita muda yang berbaris di hadapannya. Pakaian mereka sederhana, wajah mereka menunjukkan sisa kelelahan, tetapi juga harapan yang belum sepenuhnya padam."Jadi... Apa yang kau tahu mengenai pengobatan herbal?" tanya Alianne, menunjuk pada Bethany.Suaranya tidak keras, tetapi cukup untuk membuat semua orang fokus. Tidak ada nada mengancam, namun tekanan dalam pertanyaan itu tidak bisa diabaikan.Bethany menarik napas sejenak sebelum menjawab. Bahunya menegang, tetapi suaranya tetap berusaha stabil."Aku bisa mengobati berba

  • Terjerat Pernikahan Raja Villain Tirani    {Bab 190} Tempat Aman

    "Dan akhirnya kalian diajarkan memanah, disuruh masuk ke dalam benda aneh tak terlihat yang bisa memindahkan manusia dari satu tempat ke tempat lainnya, dan disuruh menggigit pil yang diselipkan ke gigi kalian jika kalian tertangkap."Kalimat itu meluncur begitu saja dari mulut Alianne, tanpa jeda, tanpa keraguan, seolah ia sedang menyebutkan sesuatu yang sudah sangat ia pahami. Nada suaranya datar, bahkan cenderung santai, tetapi isi ucapannya terasa seperti pisau yang menguliti lapisan demi lapisan rahasia.Ruangan itu mendadak terasa lebih sunyi.Truman dan Fidel menatap Alianne dengan mata yang membesar. Tidak ada kata yang langsung keluar. Hanya keterkejutan yang perlahan berubah menjadi kekaguman, bercampur dengan sedikit ketakutan yang sulit disembunyikan."Sampai tahu sedetail itu..." gumam Truman."Luar biasa..." komentar Fidel.Reaksi mereka jujur. Terlalu jujur.Alianne tidak langsung menanggapi pujian itu. Ia

  • Terjerat Pernikahan Raja Villain Tirani    {Bab 189} Saudari

    Pengawal itu berdecak kesal pelan. Jelas ia tidak sepenuhnya setuju, tetapi posisinya tidak memberinya ruang untuk membantah lebih jauh. Setelah menarik napas singkat, ia akhirnya berbalik dan berjalan mendekati para pengawal lain yang berjaga."Kalian semua, tolong jaga Yang Mulia Ratu. Ingatlah! Jika ada goresan sedikit saja di tubuhnya, kalian akan dipenggal Yang Mulia Raja. Mengerti?!"Nada suaranya mengeras, penuh tekanan. Ancaman itu tidak terdengar berlebihan, justru terasa sangat mungkin terjadi."Mengerti!" jawab semua pengawal dengan tegas secara bersamaan.Suara mereka menggema di lorong penjara, serempak dan tanpa ragu. Disiplin yang kaku itu justru menambah kesan mencekam, seolah keselamatan Alianne bukan hanya tanggung jawab, tetapi juga beban hidup dan mati.Keringat imajiner sebesar kepalan tangan seakan menetes di belakang kepala Alianne."Aldren sejahat itukah di mata kalian?"Nada suaranya terdengar ringan, bahkan sedikit bercanda. Namun ada sesuatu di baliknya, sem

  • Terjerat Pernikahan Raja Villain Tirani    {Bab 39} Pantas Menjadi Raja

    Kuda yang ditunggangi Alianne dan Hery terus berlari, meninggalkan tembok hitam istana Obsidian hingga lanskap di sekitar mereka perlahan berubah. Bangunan batu dan menara gelap tergantikan oleh kawasan pedesaan yang terbuka. Hamparan lahan pertanian terbentang sejauh mata memandang, disinari cah

  • Terjerat Pernikahan Raja Villain Tirani    {Bab 38} Sudut Pandang Hery dan Rakyat

    Semburat oranye perlahan merayap di ufuk timur, menyinari pagi yang menjadi penanda dimulainya kembali aktivitas manusia di dunia. Cahaya itu belum sepenuhnya hangat, masih dingin, pucat, seolah ragu untuk benar-benar memberi harapan pada hari yang baru.Di lapangan latihan istana Obsidi

  • Terjerat Pernikahan Raja Villain Tirani    {Bab 37} Kenapa Perempuan Harus Dipaksa

    "Sisanya..." Alianne memberi jeda pada kata-katanya. Suaranya merendah, seolah kata-kata selanjutnya terlalu berat untuk diucapkan begitu saja. "Aku tidak bisa mengatakannya padamu. Kau butuh waktu untuk mencerna semua kenyataan ini. Jadi—"Serin dengan tiba-tiba menggenggam tangan Alian

  • Terjerat Pernikahan Raja Villain Tirani    {Bab 36} Sudut Pandang

    Serin menatap Alianne dengan ekspresi yang kembali datar. Wajahnya tenang, terlalu tenang, ketenangan orang yang sudah terlalu sering memaksa dirinya berhenti merasakan. Alianne pun sama. Ekspresinya kembali serius, sorot matanya jernih namun dingin. Dua wanita yang sudah terbiasa menekan emosi m

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status