Share

Bab 166. Tepar

last update Tanggal publikasi: 2026-08-22 23:16:27

Tubuh Aurora meliyuk-liyuk di atas paha Leo yang duduk di closet. Tubuh keduanya sudah dipenuhi peluh.

Aurora mendongak nikmat ketika Leo meraup payudaranya dengan rakus. Tangan Aurora menjambak rambut Leo dengan sedikit kuat

“Ouhh…” Aurora terus mendesah. Miliknya semakin terasa geli dan tak lama tubuhnya bergetar dengan hebat.

Napasnya terdengar berat, ia bersandar di dada bidang Leo.

Leo yang belum keluar sama sekali menggerakkan miliknya dengan perlahan.

“Ahhh…”

Aurora menggigit bibir bawah
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 167. Sakit?

    Mendengar keributan di bawah baik Leo dan Aurora kembali membuka mata, apalagi suara Alvaro yang sudah menginterupsi keduanya untuk segera bangun.“Ada apa di bawah ribut-ribut ya, Mas?” tanya Aurora dengan tubuh yang lumayan lemas.“Gak tahu, Sayang. Mas cek dulu, kamu urus Alvaro ya,” ucap Leo dengan tegas.Aurora mengangguk setuju, mungkin saja tamu suaminya yang datang. Jadi, ia memilih untuk berada di kamar bersama Alvaro dan akan keluar jika ia dan Alvaro sudah mandi.“Paling tamu Mas Leo. Lebih baik aku mandikan Alvaro dulu deh baru keluar,” gumam Aurora dengan pelan.Suara ocehan Alvaro terdengar semakin jelas ketika Aurora menghampiri sang anak. Dan mengajak ngobrol Alvaro dengan gembira.“Kita mandi dulu ya, Sayang. Biar wangi,” ucap Aurora menggendong Alvaro.****Sedangkan Leo menuruni anak tangga dengan langkah cepat, ia merasa tidak ada yang beres di rumahnya.“Ada apa ini?” tanya Leo dengan tegas dan dingin.Seketika semua orang yang ada di sana terdiam, salah satu kepe

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 166. Tepar

    Tubuh Aurora meliyuk-liyuk di atas paha Leo yang duduk di closet. Tubuh keduanya sudah dipenuhi peluh.Aurora mendongak nikmat ketika Leo meraup payudaranya dengan rakus. Tangan Aurora menjambak rambut Leo dengan sedikit kuat“Ouhh…” Aurora terus mendesah. Miliknya semakin terasa geli dan tak lama tubuhnya bergetar dengan hebat.Napasnya terdengar berat, ia bersandar di dada bidang Leo.Leo yang belum keluar sama sekali menggerakkan miliknya dengan perlahan.“Ahhh…”Aurora menggigit bibir bawahnya, ia memeluk Leo dengan sangat erat. Takut terjatuh, sebab tubuhnya sudah sangat lemas.“Pelan-pelan, Mas!” pinta Aurora dengan lirih.Tetapi Leo sama sekali tak mengindahkan keinginan sang istri. Pria itu semakin bergerak cepat hingga suara desahan Aurora tidak terkontrol.“Arghhh…”Pria itu memasukkan miliknya semakin dalam ketika ia mendapatkan pelepasan untuk pertama kalinya.Keduanya tersenyum saat mata mereka bertemu pandang. Leo mengecup dahi Aurora dengan lembut. “Terima kasih untuk

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 165. Aku Yang Menang

    Emma terus mendesah kenikmatan ketika Darma memasukinya dengan gerakan begitu cepat.Darma menyeringai, ia sudah sangat yakin jika Emma sudah tertarik dengan dirinya. Apalagi Emma sudah berani meminta duluan tanpa harus ia paksa, wanita itu sudah menyerahkan dirinya terlebih dahulu.“Ouh… Lebih cepat, Darma!” pinta Emma dengan suara lirihnya bahkan matanya sampai terpejam menahan kenikmatan yang ia rasakan saat ini.Peluh sudah membanjiri tubuh keduanya, Emma bahkan belum merasa puas. Ia ingin Darma terus menyentuhmu sampai ke titik paling nikmat yang ia rasakan.“Katakan jika kamu menyukaiku baru aku akan melakukannya, Sayang,” perintah Darma dengan suara seraknya.Darma memelankan gerakannya, ia menunggu Emma akan mengatakannya.Sedangkan Emma menggigit bibir bawahnya, ia sudah tidak dapat berpikir dengan jernih lagi. Sungguh ia sangat menyukai sentuhan Darma. Sentuhan pria itu sangat berbeda dari pria yang sudah pernah tidur dengan dirinya, Emma sendiri tidak tahu mengapa tetapi it

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 164. Rencana Di Balik Rencana

    “Kenapa kamu terlihat sangat senang, hah?” tanya Emma dengan sewot ketika melihat Darma tampak tersenyum bahagia.Ekspresi wajah Darma langsung berubah masam, pria itu menatap Emma dengan menghela napasnya pelan.“Kamu kenapa? Datang-datang sewot ke saya. Ada masalah?” Darma balik bertanya dengan nada heran dan alis yang terangkat satu menatap Emma dari bawah ke atas.Emma mendengus, ia menghentakkan kakinya dengan kesal dan duduk di samping Darma. “Saya gagal lagi untuk bertemu dengan Leo. Sialan! Pasti asistennya itu sengaja menyuruh Leo bersembunyi agar tidak bertemu dengan saya,” jawab Emma dengan hidung kembang kempis menahan amarah yang menumpuk di dalam dadanya.Darma memutar bola matanya dengan malas, ternyata itu yang membuat Emma tampak kesal.“Sudahlah. Saya yakin sebentar lagi kamu pasti bertemu dengan Leo begitu pun dengan saya bisa mendapatkan maaf dari Aurora. Dengan begitu rencana kita akan berjalan dengan baik,” ujar Darma menenangkan.“Tapi jangan harap kamu bisa kem

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 163. Tak tahu Malu

    Leo terkejut mendengar ucapan Aurora. Tak disangka jika istrinya bisa seberani ini, padahal ia tahu kemarin-kemarin Aurora masih terlihat sangat ketakutan. Tapi sekarang berubah drastis.Apa yang membuat sang istri bisa berubah secepat ini?“Sayang apa yang kamu katakan? Mas tidak ingin bertemu dengan Emma dan kamu malah mengajak Mas bertemu dengan wanita itu?!” ucap Leo menggelengkan kepalanya heran—tidak percaya jika yang ada di hadapannya ini adalah Aurora, istrinya.Aurora menghela napasnya, ia tersenyum tipis. “Ayolah Mas kita ke rumah sakit sekarang saja. Aku ingin memastikan apa benar tante Emma kembali ke rumah sakit hanya untuk bertemu dengan kamu,” bujuk Aurora dengan manja bahkan matanya terus berkedip-kedip memohon kepada suaminya.Leo menggelengkan kepalanya tak habis pikir dengan sang istri. “Gak, Sayang. Jadwal Mas sore ke rumah sakit. Dan Mas gak mau ketemu dengan Emma, lebih baik menghindar daripada harus bertatap muka dengannya dan menimbulkan rasa cemburu di hati ka

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 162. Keberanian

    Darma sudah mengetahui rumah Aurora setelah ia mencari tahu beberapa hari. Di balik pohon besar ia menatap rumah mewah itu dengan sangat takjub, matanya berbinar, mulutnya terbuka, terus memuji rumah Aurora dengan suaminya.“Waw… Ternyata Aurora sudah sekaya ini. Aku tidak menyangka anak yang selama ini aku remehkan mendapatkan pria kaya raya dan hidup Aurora langsung berubah 360 derajat. Pantas saja Emma ingin kembali dengan mantan suaminya,” gumam Darma geleng-geleng kepala melihat rumah mewah yang ada di hadapannya sekarang.Darma tersenyum miring, ia mengusap telapak tangannya sendiri tampak kegirangan seakan ada sesuatu yang sangat menguntungkan dirinya.“Jika seperti ini aku tidak rela jika Aurora cerai dari suaminya. Aku bisa memanfaatkan anak itu dan suaminya untuk mendapatkan uang,” gumam Darma menjentikkan jarinya pertanda jika ia merasa idenya sangat cemerlang.Sebelum para penjaga di rumah Leo tahu keberadaannya, Darma buru-buru untuk pergi. Ini belum saatnya ia bertemu de

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status