Share

Chapter 11

Author: Dara Mahveen
last update publish date: 2024-09-10 14:43:07
Morgan agak kecewa saat mengetahui jika wanita yang dirindukannya ternyata hari ini tidak datang ke kantor. Padahal dia sudah berangkat lebih awal daripada biasanya agar bisa bertemu dengannya. Kantor yang terasa lebih hangat dengan kehadiran wanita itu jadi terasa sepi dan asing. Ah, mood-ku jadi berantakan, batinnya seraya menatap ke arah meja Purple yang tak berpenghuni.

Demi mengembalikan mood-nya yang buruk, dia berdiri di dekat jendela. Menatap mentari yang malu-malu menampakkan diri dari
Dara Mahveen

Akhirnya ada scene kissing juga. Ini kan yang kalian tunggu? Hehehe....

| Like
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Terjerat Pesona Sang Mantan   Chapter 30

    Jam di dinding menunjukkan pukul 10.00 pagi. Waktu yang disepakati antara user dan pelamar kerja melakukan interview hari ini. Ruangan mendadak terasa sedingin es saat mengetahui jika orang yang disarankan pacarnya ternyata adalah laki-laki yang paling ingin dihindari selama ini.Tidak ada alasan khusus membencinya, lebih tepatnya dia hanya tidak menyukai apa pun mengenai pria itu. Bahkan dia sangat membenci suaranya yang masih terngiang jelas beberapa waktu lalu saat dia pergi ke luar negeri. Dan dari tatapan matanya itu dia juga bisa menangkap bahwa tidak hanya dirinya yang merasakan hal sama. Pria itu juga sebenarnya tak menginginkan pertemuan ini.Alfa yang merasakan hawa dingin menyiksa itu jadi merasa kikuk. Basa-basi dia menawarkan minuman, namun ditolak dengan halus oleh pria yang bernama Rudra. Dia tak tahu apa yang membuat mood bosnya mendadak buruk, padahal jika dilihat dari biografinya bisa dibilang tidak bermasalah dengan pencapaian kerja yang bagus. Apakah kali ini keputu

  • Terjerat Pesona Sang Mantan   Chapter 29

    Chapter 29“Selamat pagi,” sapa seorang pria jangkung yang terlihat lebih menawan dengan setelan jas abu-abunya pada seluruh karyawan yang sudah berkumpul di ruang meeting.Serentak para karyawan menjawab sapaan sang atasan yang hari ini tampak lebih sumringah dan berwajah cerah. Sedikit mengubah suasana ruang meeting yang semula tegang menjadi lebih santai.“Tolong berikan laporan per divisi masing-masing,” perintah Morgan setelah duduk di bangku utama yang menjadi pusat perhatian peserta meeting.Satu per satu perwakilan divisi mulai berbicara. Mulai dari outstanding piutang, pembelian yang belum terbayar, penjualan yang terus menurun. Hampir tidak ada laporan yang baik.“Apa ada ide dari tim marketing untuk kondisi yang buruk ini?”Glek! Suara menelan ludah dari kepala tim marketing yang baru saja dipanggil terdengar memenuhi ruangan yang mulai hening.“Kami sudah melakukan promosi gencar-gencaran di outlet namun tidak berdampak signifikan. Saat ini kami sedang fokus membangun str

  • Terjerat Pesona Sang Mantan   Chapter 28

    “Udah tidur?” Sebuah pesan singkat muncul di notifikasi W******p wanita yang baru saja merebahkan diri dan berniat tidur.“Belum.”“Coba lihat ke jendela.” Setengah berlari Purple menghampiri jendela, lalu membuka gorden berwarna gold.Mata yang semula terasa kantuk berubah berbinar-binar diikuti senyuman mengembang di bibirnya melihat sang pacar melambaikan tangan sambil tersenyum tipis kea rah jendela kamarnya.Tak menunggu lama dia menuruni anak tangga dengan tergesa-gesa. Hatinya terasa membuncah setelah sekian hari menahan kerinduan terhadap pria yang selalu berusaha meluangkan waktu mengiriminya pesan ditengah kesibukan yang padat.Dari kejauhan Morgan dapat melihat wanita yang sudah mengenakan piyama pink berlari-lari kecil menghampirinya dengan tak sabar. Tak peduli sekeliling, dia langsung memeluk erat dirinya.“I miss you…,” bisiknya lirih di samping telinga Morgan yang terasa dingin akibat angin malam sehabis hujan.“I miss you too…,” balasnya sambil mengeratkan tangan di pi

  • Terjerat Pesona Sang Mantan   Chapter 27

    Selangor, Malaysia – 09.00 pagi“Sial!” umpat Morgan setelah mematikan sambungan telepon dari sang kekasih. Walau tadi dia berusaha tenang dan menyembunyikan rasa cemburunya tetap saja dia merasa was-was jika sudah menyangkut sahabat kecil dari kekasihnya itu.Alfa yang berdiri di sampingnya tak berani menanyakan apa yang tengah membuat bosnya mendadak kesal saat meeting akan dimulai beberapa menit lagi.“Al, kita usahakan meeting ini selesai secepat mungkin. Ga usah terlalu banyak basa-basi. Jika pihak mereka banyak permintaan kita cari investor lain.“Baik, Pak.”Ting.Bersamaan dengan itu pintu lift terbuka, keduanya menuju ruangan ujung sebelah kanan, tempat berlangsungnya meeting yang akan menguras banyak waktu.Samarinda, IndonesiaSaat Purple akan membuka pintu mobil hitam yang mengantarkannya sampai depan rumah, Rudra bertanya, “Akankah hubungan kita berubah?”“Kalau udah tahu hubungan kita gak akan sama seperti dulu lagi, bukankah sebaiknya gue ngak perlu tahu gimana perasaan

  • Terjerat Pesona Sang Mantan   Chapter 26

    Chapter 26Tin … tinSuara klakson dari sebuah mobil hitam yang terasa sangat familiar menarik perhatian Purple yang tengah berdiri di pinggir jalan menunggu taksi dengan tangan menenteng sebuah koper. Dia akhirnya memilih pulang sendiri karena Alfa hari ini sakit dan pacarnya mendadak harus ke Malaysia untuk negoisasi harga dengan customer barunya.“Masuk,” perintah laki-laki dari dalam mobil setelah kaca bagian penumpang terbuka. Sebelum memutuskan untuk mengikuti perintah laki-laki itu, Purple mengangkat kopernya. Sebagai kode minta tolong agar supir ganteng itu mau menaruh kopernya di bagasi. Begitu sang supir keluar dari mobil dan mengambil alih koper dari tangan Purple, sang pemilik justru dengan santainya masuk ke dalam mobil.“Lo habis dari mana?” tanya Purple seraya memakai sabuk pengamannya.“Abis service monitorku rusak.”“Oh ….” Setelah mengucapkan sepatah kata itu Purple menyandarkan kepalanya dan perlahan menutup mata.“Lo habis dari mana? Berhari-hari ngak bisa dihubungi

  • Terjerat Pesona Sang Mantan   Chapter 25

    Chapter 25Lebih baik dari perkiraan, ternyata tak sampai seminggu luka Morgan sudah mengering. Lima hari berlalu begitu saja tanpa terasa. Seperti sebelumnya, Purple tetap tekun dengan pekerjaannya. Sama sekali tak goyah dengan rengekan Morgan tiap kali wanita itu ingin berangkat kerja. Dan entah disengaja atau memang benar sibuk, Purple selalu pulang malam. Itulah yang ada di pikiran Morgan tiap kali pacarnya pulang jam 19.00 WITA.Aktivitasnya yang begitu padat membuat rumah Morgan hanya jadi tempat persinggahan untuk tidur. Tiap selesai memberikan obat dan mengganti perban, mereka mengobrol ringan. Kadang Purple tertidur saat obrolan mereka belum berakhir. Dan seperti biasa Morgan hanya dapat menahan hasratnya selama beberapa hari itu dengan amat tersiksa. Apalagi saat wanita itu tertidur di bahunya dengan hanya mengenakan tank top dibalut outer tipis. Outer berbahan satin yang kadang terbuka tanpa sengaja seakan terus mengejek dirinya ya

  • Terjerat Pesona Sang Mantan   Chapter 4

    Udara dingin menembus kemeja biru yang dikenakan Purple. Dia berusaha menghangatkan diri dengan mendekapkan kedua tangannya ke dada. Karena tadi pagi pergi dengan terburu-buru, dia lupa tidak membawa sweater. Ditambah dia mengenakan rok mini yang membuat bulu kuduknya merinding saat angin berembus.

  • Terjerat Pesona Sang Mantan   Chapter 1

    Sebuah mobil sedan putih pabrikan Jepang mendarat perlahan di sebuah gedung perkantoran berlantai 5. Tak lama berselang, turun seorang pria berwajah oriental dilengkapi kacamata bulat. Pria itu bergegas menuju bangku penumpang untuk membukakan pintu.Sepatu mengkilat yang pertama kali ditampakkan, m

  • Terjerat Pesona Sang Mantan   Chapter 3

    “Kakak …. Aku pulang dulu, ya.” Pamit Jihan-salah satu karyawati yang ceria dan humoris saat melintas di samping meja Purple. Wanita itu membalasnya dengan senyuman manis. “Iya, bye….”“Kerjaan Kakak masih banyak?” tanya Dilan-karyawan junior di tim marketing. Purple mengangguk lemas. Melihat wanit

  • Terjerat Pesona Sang Mantan   Chapter 2

    “Selamat pagi…,” sapa Purple pada beberapa karyawan kantor yang melintas.“Dia udah sarapan?” Alfa yang sejak tadi berdiri di depan bosnya dan melihat kelakuan kekanakan itu segera tanggap jika yang ditanyakan adalah wanita yang sejak tadi jadi pusat perhatian atasannya itu.“Tampaknya beliau berang

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status