共有

127.

作者: Bintangjatuh
last update 公開日: 2026-01-01 08:00:06

Pintu kamar utama terbuka pelan.

Rasya melangkah masuk dengan langkah gontai. Tubuhnya terasa remuk redam setelah seharian bergelut dengan logistik dan mafia.

Niatnya hanya satu: membersihkan diri, tidur sejenak, lalu bangun pagi-pagi sekali untuk menjemput Aurora di paviliun rumah mertuanya.

Ia menatap ranjang King Size yang gelap itu dengan tatapan nanar. Ia sudah siap mental untuk tidur sendirian lagi malam ini.

Namun, langkah Rasya terhenti mendadak.

この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Terjerat Takdir Cinta Sang Pangeran Aetherion   200.

    Angin malam berembus lembut, membawa serta aroma khas kota Paris yang berpadu dengan udara segar dari Sungai Seine. Di atas perairan yang tenang itu, sebuah yacht pribadi mewah berwarna putih gading meluncur membelah arus, meninggalkan riak air yang memantulkan gemerlap lampu kota.Rasya benar-benar menepati janjinya. Di sisa waktu mereka sebelum kembali ke realita Jakarta, pria itu memastikan dunia hanya berputar untuk Aurora. Ia menyewa seluruh kapal pesiar tersebut secara eksklusif, meninggalkan Raka dan para bodyguard di dek bawah agar tak ada satu pun yang menginterupsi waktu mereka.Di dek atas yang terbuka, sebuah meja bundar telah ditata begitu elegan. Taplak meja berbahan linen putih bersih, hiasan mawar merah marun yang mekar sempurna, dan pendar cahaya keemasan dari lilin-lilin tinggi menciptakan suasana romantis yang pekat.Aurora berdiri di dekat pagar pembatas kapal, menatap takjub pada mahakarya arsitektur kota Paris yang melintas di depan m

  • Terjerat Takdir Cinta Sang Pangeran Aetherion   199.

    Pagi itu, suasana di kamar utama terasa seperti ruang rawat VVIP. Setelah dua minggu bed rest total yang terasa seperti seumur hidup, hari penentuan itu akhirnya tiba.Dokter Emily bersama asisten dokter dan satu perawat, datang untuk melakukan evaluasi akhir. Ini adalah kunjungan ketiga sang dokter ke kediaman sementara mereka untuk mengganti perban dan memantau perkembangan janin. Di atas ranjang, Aurora berbaring dengan gaun tidur sutra yang tersingkap di bagian perut. Di sisi kirinya, Rasya berdiri tegak bak komandan militer, sementara di sofa tak jauh dari ranjang, Bunda Martha dan Mama Miranda duduk mengawasi jalannya pemeriksaan."Bagaimana, Dok?" tanya Rasya, terlihat tak sabaran."Luar biasa, Monsieur," ucap Dokter Emily sambil tersenyum puas menatap layar monitor USG portabelnya. "Detak jantung petarung kecil sangat kuat dan stabil. Lukanya juga mengering dengan sempurna tanpa ada tanda infeksi sejak kunjungan terakhir saya. Ibu dan janin benar-benar dalam kondisi prima."

  • Terjerat Takdir Cinta Sang Pangeran Aetherion   198.

    Tawa rendah mengalun dari bibir Rasya melihat istrinya yang tampak kebingungan bagai detektif yang kehilangan jejak. Rasya menarik lengan Aurora dengan lembut, memaksa istrinya kembali berbaring di pelukannya. "Itu adalah fakta yang dipelintir, Baby," jawab Rasya santai, jemarinya mengusap lembut lengan Aurora. "Yang tewas dalam kecelakaan itu memang ayahnya Dio, tapi perempuan yang tewas bersamanya bukanlah ibu kandung Dio. Itu adalah ibu tirinya yang tak lain adalah mantan istri Ferdi yang berselingkuh itu. Mereka kecelakaan hanya satu bulan setelah menikah." Aurora mengerjap, menatap rahang tegas suaminya dari bawah. " Lalu... ibu kandung Dio ada di mana sekarang?" "Di sebuah shelter perawatan mental," ungkap Rasya tenang, seolah sedang menceritakan kisah dongeng yang tragis. "Pengkhianatan berlapis dari suami dan kakak iparnya sendiri membuat adik Ferdi itu kehilangan kewarasannya. Dan tebak siapa yang selama bertahun-tahun ini diam-d

  • Terjerat Takdir Cinta Sang Pangeran Aetherion   197.

    Begitu pintu kamar tertutup rapat dan bunyi klik dari kuncinya terdengar, pertahanan Aurora runtuh sepenuhnya. Alih-alih melangkah menuju ranjang untuk beristirahat seperti yang diperintahkan para ibu, Aurora justru langsung memutar tubuhnya menghadap Rasya. Tanpa permisi, kedua tangan mungilnya terulur, menangkup rahang tegas suaminya. "Mas, coba aku lihat," gumam Aurora cepat, matanya bergerak waspada meneliti setiap inci wajah Rasya. Rasya hanya diam tak berkutik. Ia membiarkan istrinya memutar wajahnya ke kiri dan ke kanan. Tidak berhenti di situ, tangan Aurora turun ke kerah jas navy Rasya. Dengan gerakan agak terburu-buru, ia menyingkap jas mahal itu hingga terongok begitu saja di lantai. Ia meraba dada, bahu, hingga turun ke sepanjang lengan suaminya. Matanya memindai dengan saksama kemeja putih Rasya, mencari apakah ada bercak darah, lebam, robekan, atau tanda-tanda kekerasan fisik apa pun yang mungk

  • Terjerat Takdir Cinta Sang Pangeran Aetherion   196.

    Siang yang tegang kini telah berganti menjadi sore yang terasa luar biasa panjang. Di ruang tamu hôtel particulier, suasana terasa pekat oleh kecemasan. Sejak kepergian Rasya, Bunda Martha telah menyita ponsel Aurora dan dengan tegas melarang siapa pun menyalakan televisi. Wanita paruh baya itu tidak ingin Aurora terpapar berita miring yang bisa membebani pikiran dan memengaruhi kondisi kandungannya. Martha sendiri duduk di sofa single, ibu jarinya tak henti-hentinya menekan tombol tasbih digital kecil yang melingkar di telunjuknya, diiringi bibir yang terus bergerak merapal doa lirih. Sementara itu, Miranda berdiri di dekat jendela kaca riben, mengawasi gerbang depan yang sudah bersih dari wartawan serta paparazzi. Aurora yang duduk memeluk bantal sofa akhirnya tak tahan lagi. Ia menatap bundanya dengan raut wajah memohon. "Bunda..." panggil Aurora pelan, suaranya bergetar menahan cemas. "Sudah hampir empat

  • Terjerat Takdir Cinta Sang Pangeran Aetherion   195.

    Ferdi mengangkat wajahnya yang basah oleh air mata kehancuran, menatap Rasya dengan tatapan nanar. "A-apa lagi yang kamu inginkan?"​Rasya sedikit mencondongkan tubuhnya ke depan, menatap Ferdi lurus-lurus.​"Kalian ingin tahu dari mana aku mendapatkan video jernih itu, bukan?" tanya Rasya, nadanya merendah menjadi bisikan yang mematikan."Aku mendapatkannya dari keponakan kandungmu, Ferdi. Dari Dio."​Darah Ferdi seolah berhenti mengalir. Jantungnya berdegup kencang, menabrak rongga dadanya dengan keras. "Dio...?"​"Ya. Dio," lanjut Rasya, memastikan setiap kata terucap dengan jelas. "Kisah keluargamu benar-benar menggelikan, Ferdi. Kau rela membesarkan Leonil, anak haram dari pria yang telah menghancurkan kewarasan adik kandungmu sendiri, sementara keponakanmu menyimpan dendam kesumat dari balik bayang-bayang."Suara Rasya berhenti mengalun, digantikan oleh keheningan yang jauh lebih mencekik.Ferdi bersi

  • Terjerat Takdir Cinta Sang Pangeran Aetherion   178.

    Langit malam Jakarta memayungi konvoi dua SUV antipeluru berwarna hitam pekat yang bergerak tanpa suara. Kendaraan itu menepi tepat di depan sebuah hunian mewah bergaya Eropa klasik di salah satu kawasan perumahan elit ibu kota.Namun, kontras dengan jejeran rumah tetangganya yang benderang dan asr

  • Terjerat Takdir Cinta Sang Pangeran Aetherion   177.

    Rasya mengerjap. Pria itu mengulum bibir sejenak, lalu menoel puncak hidung Aurora untuk menutupi rasa salah tingkahnya. "Aku tidak menyelidiki, Baby. Aku hanya mencari tahu," ralat Rasya dengan gengsinya yang khas. "Lagi pula, dulu yang aku fokuskan itu hanya kamu, segala yang terjadi sama kamu s

  • Terjerat Takdir Cinta Sang Pangeran Aetherion   176.

    Bagaimana bisa tidur? Baru juga empat jam lalu ia bangun. Mata Aurora tetap terbuka menatap lurus ke arah jendela kamar. Napasnya memang sudah berembus teratur, namun pikirannya masih berkecamuk. Ia menumpukan sebelah pipi pada kedua tangan yang terlipat nyaman di bantal.Sementara itu, lengan koko

  • Terjerat Takdir Cinta Sang Pangeran Aetherion   175.

    "Satu-satunya keluarga Adyasan yang aku tahu..." Aurora sengaja menggantung kalimatnya, menatap suaminya ragu. "Tapi janji, kamu jangan marah kalau aku sebut orang ini.""Iya, Aurora," jawab Rasya, nada suaranya terdengar sedikit tak sabar.Aurora menghela napas pelan. "Omnya ma

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status