Share

Bab. 203

Penulis: Yu.Az.
last update Tanggal publikasi: 2026-01-28 00:17:28

Lorong menuju Paviliun Kanaya masih dipenuhi lalu-lalang pelayan ketika Adipati Dirgantara melangkah cepat, wajahnya tegang setelah mendengar kabar putrinya jatuh sakit. Baru beberapa langkah ia berjalan, tiba-tiba sebuah tangan mencengkeram pergelangan tangannya dari samping.

“Apa—”

Refleks Adipati Dirgantara terangkat, siap menghantam. Namun sebelum tinjunya bergerak, suara rendah itu terdengar.

“Ini aku.”

Tubuh Adipati Dirgantara membeku. Ia menoleh, mendapati Permaisuri Lola berdiri sangat
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (4)
goodnovel comment avatar
fadil anggara
dtunggu dari pagi sampe ganti tgl jm 1 malem blom ada up lgi thor otho????
goodnovel comment avatar
Itasufi
baru kali ini baca cerita tdk bertele tele sat set jozzz pokoknya dah ...gk bikin penonton gregetan...
goodnovel comment avatar
tiajah31
rame thor , semangat up thor
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Terlahir Kembali: Balas Dendam Putri Yang Terbuang   Bab 449

    Tak lama kemudian, pintu besar aula perlahan terbuka. Alunan musik pernikahan yang sejak tadi mengiringi para tamu berubah menjadi lebih lembut, membuat seluruh perhatian tertuju pada sosok yang muncul dari balik pintu. Elena akhirnya melangkah keluar dengan mengenakan pakaian pengantin berwarna merah yang dihiasi sulaman indah. Tudung pengantin menutupi sebagian wajahnya, sementara beberapa ornamen rambut berkilauan setiap kali ia melangkah. Suasana aula mendadak hening. Bahkan para tamu yang sejak tadi berbicara ikut menahan napas. Semua mata mengikuti langkah Elena yang perlahan mendekati altar tempat Caspian telah menunggunya. Kaisar Ethan memandang putrinya dengan mata berkaca-kaca. Di sampingnya, Tuan Bastian tersenyum bangga, sementara para anggota keluarga kerajaan lainnya memberikan tatapan penuh kebahagiaan. Ketika Elena akhirnya tiba di hadapan Caspian, pria itu melangkah maju. Tangannya terulur, lalu menggenggam tangan Elena dengan lembut. "Elena." "Ya?" Caspian ter

  • Terlahir Kembali: Balas Dendam Putri Yang Terbuang   Bab 448

    Setelah pesta mulai semakin larut, Elena dan Caspian memilih meninggalkan aula yang masih dipenuhi para tamu. Keduanya berjalan melewati taman istana yang diterangi cahaya bulan hingga akhirnya tiba di sebuah danau yang tenang, jauh dari keramaian.Permukaan danau memantulkan cahaya bulan yang berkilauan. Angin malam berembus perlahan, membuat suasana di antara mereka terasa jauh lebih tenang dibandingkan pesta sebelumnya.Caspian berhenti di tepi danau.Elena yang berjalan beberapa langkah di depannya ikut berhenti. "Kau kenapa?" tanyanya.Caspian menghela napas panjang. "Elena, ada sesuatu yang ingin kukatakan."Elena menoleh. "Serius sekali."Caspian tersenyum tipis. "Memang serius."Ia terdiam beberapa saat, seolah sedang menyusun kalimat yang tepat. "Pertama-tama, apa kau tidak pernah penasaran dengan identitasku?"Elena mengangkat alis. "Tentu saja aku penasaran."Caspian tampak sedikit terkejut. "Benarkah?"Elena tertawa kecil. "Memangnya selama ini aku terlihat tidak penasaran

  • Terlahir Kembali: Balas Dendam Putri Yang Terbuang   Bab. 447

    Kabut tipis menyelimuti sebuah pulau terpencil yang berada jauh dari wilayah Kekaisaran Kaelum. Di tengah pulau berdiri sebuah benteng tua dengan dinding batu hitam, sementara di bawahnya terdapat beberapa sel besi yang dijaga ketat dan terpisah satu sama lain.Di dalam salah satu sel, Permaisuri Lola mencengkeram jeruji besi dengan wajah penuh amarah. "Lepaskan aku!" teriaknya. "Sialan kau, Elena!"Tidak jauh dari sana, Elena berdiri dengan wajah dingin. Tatapannya berpindah dari Lola ke dua sel lainnya, tempat Adipati Dirgantara dan Kanaya juga ditahan secara terpisah."Kenapa kau melakukan ini?" teriak Dirgantara dari selnya. "Bukankah pengadilan sudah menjatuhkan hukuman kepada kami?"Elena tidak langsung menjawab. Ia hanya menatap mereka dengan sorot mata yang sulit dibaca.Lola kembali mengguncang jeruji selnya. "Seharusnya kau membunuh kami saja! Akkkhh!" teriakan Lola saat tak sengaja ia menyentuh penjara Besi yang dipenuhi dengan eleme listrik dan air.Ya, mereka tidak dihuk

  • Terlahir Kembali: Balas Dendam Putri Yang Terbuang   Bab. 446

    Pagi itu, alun-alun Kekaisaran Kaelum dipenuhi ribuan rakyat yang berdatangan dari berbagai penjuru ibu kota. Berita tentang kejahatan Permaisuri Lola dan Adipati Dirgantara telah tersebar luas, membuat rakyat ingin melihat sendiri dua orang yang selama ini mereka percaya ternyata menyimpan begitu banyak kejahatan.Suara kerumunan terdengar semakin keras ketika rombongan pengawal memasuki jalan utama. Di tengah barisan prajurit, Permaisuri Lola dan Adipati Dirgantara berjalan dengan tangan dan kaki yang dibelenggu rantai besi.Bukan hanya keduanya saja. Tapi Marco serta antek-antek yang ikut terlibat akan dihukum penggal hari ini juga.Pakaian mereka sederhana dan tidak lagi menunjukkan kedudukan yang pernah mereka miliki. Wajah keduanya terlihat muram ketika ratusan pasang mata menatap mereka dengan kebencian."Itu mereka!""Permaisuri Lola!""Dan Adipati Dirgantara!"Teriakan rakyat langsung menggema.Seseorang dari kerumunan melemparkan sebuah tomat busuk ke arah mereka."Ini untuk

  • Terlahir Kembali: Balas Dendam Putri Yang Terbuang   Bab 445

    Brak!Ledakan aura spiritual yang sangat dahsyat tiba-tiba mengguncang seluruh aula. Gelombang energi menyebar dari tubuh Elena dalam sekejap, membuat para pejabat, pengawal, bahkan kedua kaisar yang berada di dalam aula terdiam dan membeku di tempat.Permaisuri Lola dan Adipati Dirgantara menjadi dua orang yang paling dekat dengan sumber ledakan tersebut. Tubuh mereka terpental kuat hingga membentur dinding bagian atas aula sebelum akhirnya jatuh kembali ke lantai."Akh!"Keduanya mengerang kesakitan. Para pengawal yang berada di sekitar mereka segera mundur karena tekanan spiritual yang semakin kuat membuat mereka kesulitan untuk bergerak.Namun Elena seolah tidak menyadari apa pun.Matanya memerah, sementara seluruh tubuhnya diselimuti cahaya spiritual yang begitu terang. Rambut dan hanfunya berkibar hebat diterpa gelombang energi yang terus memancar dari tubuhnya."Nona Elena!"Tabib Sandra segera memanggilnya. "Berhenti! Kau harus mengendalikan auramu!"Namun Elena tidak menjawab

  • Terlahir Kembali: Balas Dendam Putri Yang Terbuang   Bab. 444

    Semua mata tertuju ke arah pintu aula setelah Elena dan Tabib Sandra melangkah masuk. Keheningan menyelimuti ruangan yang luas itu, seolah tak seorang pun berani bernapas terlalu keras.Para pejabat senior saling bertukar pandang. Wajah Tabib Sandra masih mereka kenali meski usia telah mengubah penampilannya. Namun, gadis muda yang berjalan di sampingnya justru menjadi tanda tanya besar bagi sebagian besar pejabat Kekaisaran Kaelum."Siapa gadis itu?""Aku belum pernah melihatnya.""Mungkinkah dia saksi lain?"Bisik-bisik mulai terdengar dari berbagai sudut aula. Namun rasa penasaran mereka segera tersisihkan ketika Tabib Sandra melangkah ke tengah ruangan.Wanita itu membungkuk hormat kepada Kaisar Ethan."Yang Mulia."Kaisar Ethan menatapnya dengan sorot mata serius."Aku mengenalmu.""Tabib Sandra.""Ya, Yang Mulia."Sandra mengangkat kepalanya perlahan."Hamba datang untuk memenuhi janji yang selama ini belum sempat hamba tepati."Ia kemudian menoleh ke arah Permaisuri Lola dan Ad

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status