Share

Bab. 240

Auteur: Yu.Az.
last update Dernière mise à jour: 2026-02-20 23:55:41

Penjara bawah tanah Kekaisaran Solaria kembali sunyi setelah langkah Permaisuri Lola dan Kanaya benar-benar menghilang.

Hanya suara tetesan air dari langit-langit batu yang terdengar samar, berpadu dengan napas berat Guru Maya yang tersengal di atas jerami kotor.

Darah merembes dari luka tusukan di perutnya, membasahi pakaian lusuh yang telah lama kehilangan warna aslinya.

Di hadapannya berdiri Madi. Tatapannya terlihat dingin Tidak ada rasa iba, tidak ada kemarahan yang meledak justru ketenan
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé
Commentaires (4)
goodnovel comment avatar
Yik
thorrrrr tanggung jawab ngk udah buat aku nyengir kek orang gila bisa bisanya Tampa aba aba langsung nyosor elen tobat ngk lu atau ngk nikah deh kalian berdua biar sah gitu ... kiu kiuw kiuw
goodnovel comment avatar
Camelia Hadi
yah, sehari 1 bab ..
goodnovel comment avatar
Uziza Zaza
kok cm satu bab Thor?
VOIR TOUS LES COMMENTAIRES

Latest chapter

  • Terlahir Kembali: Balas Dendam Putri Yang Terbuang   Bab. 276

    Hari yang dinanti akhirnya tiba.Sejak pagi buta, Akademi Pedang Langit sudah berubah menjadi lautan manusia. Spanduk besar berkibar di gerbang utama, lambang berbagai akademi dari seluruh penjuru kekaisaran terpampang megah.Para murid berdiri berbaris menyambut tamu kehormatan. Kereta-kereta dari berbagai akademi mulai berdatangan satu per satu.Sorak-sorai penonton terdengar dari tribun besar yang dibangun mengelilingi arena utama. Tak lama, rombongan dari akademi bulan sabit memasuki gerbang.Di barisan paling depan, Putra Mahkota Erland menunggang kuda putihnya dengan gagah. Di belakangnya, para murid Akademi Bulan Sabit berjalan dengan seragam berwarna biru perak yang elegan.Begitu memasuki halaman utama, Erland turun dari kudanya dengan gerakan ringan. Matanya langsung menyapu kerumunan.Reno yang berdiri di sampingnya memperhatikan. “Yang Mulia mencari seseorang?” tanyanya pelan.Erland tersenyum tipis tanpa menjawab langsung. “Menurutmu,” katanya santai, “apa Nona Elena suda

  • Terlahir Kembali: Balas Dendam Putri Yang Terbuang   Bab. 275

    Pagi itu, halaman Akademi Pedang Langit sudah dipenuhi para murid yang datang lebih awal. Angin pagi bertiup ringan, menggerakkan jubah-jubah seragam yang berwarna biru dan putih.Kereta Kanaya berhenti di depan gerbang utama. Begitu ia turun, beberapa murid langsung memberi salam hormat, tentu mereka hormati karena Kanaya adalah calon tunangan putra mahkota Daniel.Kanaya baru saja melangkah beberapa langkah ketika seseorang berdiri di depannya.“Selamat pagi, Kanaya.”Suara itu lembut, penuh kehangatan yang sudah lama tidak ia dengar.Kanaya tertegun.Di hadapannya berdiri Putra Mahkota Daniel, mengenakan hanfu kebesaran berwarna biru, dengan lambang Solaria di dadanya. Wajahnya tersenyum bukan senyum formal, melainkan senyum yang terasa tulus.Kanaya yang sempat terkejut langsung menunduk malu-malu. “Yang Mulia .…” suaranya terdengar lembut.Dalam hati, jantungnya berdebar penuh kemenangan.Ramuan itu berhasil. Tadi malam, ia menyelinap masuk ke kediaman Daniel, bahkan berhasil men

  • Terlahir Kembali: Balas Dendam Putri Yang Terbuang   Bab. 274

    Malam telah larut ketika bayangan gelap menyelinap di antara pilar-pilar Paviliun Tamu. Angin berhembud pelan, membuat tirai tipis di jendela bergetar lembut.Di dalam ruangan utama, Permaisuri Lola yang sedang duduk membaca perlahan mengangkat kepalanya. Ia merasakan aura asing yang masuk tanpa pemberitahuan.“Siapa di sana?” suaranya terdengar tenang, dan tegas.Bayangan itu berhenti. Beberapa detik kemudian, sosok berjubah hitam melangkah keluar dari kegelapan.Permaisuri Lola mengerutkan keningnya ketika wajah itu terlihat jelas.“Kanaya?”Sosok itu membuka tudungnya. Benar saja, itu adalah Kanaya.“Apa yang kau lakukan di sini, Nak?” tanya Permaisuri Lola, nada suaranya berubah lembut.Kanaya tidak menjawab. Ia justru berlari kecil mendekat dan memeluk ibunya erat.“Ibu .…”Permaisuri Lola sedikit terkejut, lalu membalas pelukan itu. “Ada apa? Kenapa kau datang malam-malam seperti ini?”Kanaya mengangkat wajahnya. Matanya terlihat berkaca-kaca.“Putra Mahkota Daniel semakin menja

  • Terlahir Kembali: Balas Dendam Putri Yang Terbuang   Bab 273

    Begitu mereka kembali ke toko melalui pintu rahasia, suasana yang tadi hangat berubah tegang. Lampu-lampu masih menyala, tetapi udara terasa lebih dingin.Elena langsung menutup pintu tersembunyi itu dan berbalik menghadap Rando. “Di mana orang itu?”Nada suaranya tenang, namun sorot matanya tajam.Rando berdiri tegak. “Saat saya tiba di sekitar toko, saya melihat bayangan seseorang di atap bangunan seberang. Tapi ketika saya mengejar, dia sudah pergi.”“Ciri-cirinya?” tanya Caspian singkat.“Berpakaian gelap. Gerakannya ringan. Sepertinya terlatih.”Elena menyilangkan tangan. “Apakah dia mencoba masuk?”“Tidak,” jawab Rando. “Sepertinya dia hanya mengamati.”Caspian mengangguk pelan. “Kalau begitu, kemungkinan besar dia hanya mengumpulkan informasi. Tidak ada tanda-tanda hendak menyerang.”Lily berdecak kesal. “Apa yang mereka inginkan sebenarnya? Jangan-jangan ingin berbuat jahat.”Elena menggeleng tipis. “Sepertinya dia tidak akan berani melakukan itu.”Ia berjalan ke meja dan menu

  • Terlahir Kembali: Balas Dendam Putri Yang Terbuang   Bab. 272

    Elena tidak tahu harus menanggapi bagaimana. Ia jarang kehilangan kata-kata.Caspian menyelesaikan simpul perban, lalu tetap berlutut beberapa detik lebih lama dari yang diperlukan.“Elena,” panggilnya pelan.“Apa?”“Jika suatu hari mereka benar-benar serius mendekatimu .…”Elena mengangkat alis. “Dan?”“Aku tidak akan mundur.”Nada suaranya tidak keras. Tidak emosional. Namun ada tekad kuat di dalamnya.Elena menatapnya lama. “Aku tidak butuh seseorang untuk bertarung demi diriku,” katanya akhirnya.Caspian tersenyum tipis. “Aku tahu.”“Lalu?”“Aku bertarung bukan karena kau lemah.” Ia berdiri perlahan, kini sejajar dengan Elena. “Tapi karena aku ingin.”Hening kembali menyelimuti ruangan. Dari luar terdengar suara Lily yang bercakap dengan Cani di lantai bawah.Elena memalingkan wajah lebih dulu. “Lukanya sudah selesai. Terima kasih.”Caspian menatapnya beberapa saat, lalu mengangguk kecil. “Jangan membuatku khawatir lagi.”Elena hampir tersenyum, namun menahannya. “Itu bukan sesuat

  • Terlahir Kembali: Balas Dendam Putri Yang Terbuang   Bab. 271

    Ketiga pria itu berdiri beberapa saat di tengah jalan, suasana di antara mereka masih dipenuhi bara yang belum padam.Daniel mendengus pelan. “Jika bukan karena kalian berdua yang terus menyela, dia tidak akan pergi begitu saja.”Erland membalas dengan nada tak kalah tajam. “Jika Anda tidak datang tiba-tiba dan bersikap seolah hanya Anda yang berhak, situasinya tak akan memburuk.”Caspian tersenyum tipis, namun sorot matanya dingin. “Kalian berdua terlalu banyak bicara. Elena tidak suka dipaksa.”Daniel menatapnya kesal. “Kau juga sama saja.”“Bedanya,” jawab Caspian tenang, “aku tahu kapan harus berhenti.”Hening sesaat.Akhirnya, tanpa sepakat apa pun, ketiganya berbalik ke arah berbeda. Persaingan tak terucap twrasa di sana.**Reno berjalan beberapa langkah di belakang Putra Mahkota Erland. Suasana di antara mereka lebih tenang, meski jelas ada sesuatu yang mengusik pikiran sang putra mahkota.“Yang Mulia,” panggil Reno hati-hati.Erland melirik sekilas. “Apa?”Reno ragu sejenak,

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status