Share

Bab. 341

Author: Yu.Az.
last update publish date: 2026-04-04 23:59:46

Suasana aula menjadi semakin tegang setelah tuduhan demi tuduhan dilontarkan. Semua mata tertuju pada Elena yang berdiri tegak di tengah ruangan, namun wajahnya tetap tenang tanpa sedikit pun tanda panik.

“Sebaliknya, Yang Mulia,” ucap Elena dengan suara jernih namun tegas.

“Saya justru ingin mengajukan tuntutan.”

Bisik-bisik langsung terdengar di antara para hadirin. Bahkan para tetua pun saling pandang, tidak menyangka gadis itu berani membalik keadaan.

“Tuntutan?” ulang tuan Darren dengan al
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Sherry Lovely
mantap thor 6 bab sekaligus setelah update 1 bab sj selama bbrp hari
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Terlahir Kembali: Balas Dendam Putri Yang Terbuang   Bab 420

    “Ayo kita mulai pengobatannya.” Elena menarik napas pelan setelah mengambil keputusan akhirnya. Tatapannya tenang, tetapi penuh keyakinan. “Dan tolong, jangan menggangguku sampai semuanya selesai.” Baru saja Elena berbalik hendak kembali ke ruang tempat Lian berada, tangannya tiba-tiba ditarik dari belakang. Langkahnya terhenti seketika. “Elena.” Suara Caspian terdengar rendah dan berat. Namun sebelum Elena sempat bertanya apa yang terjadi, tubuhnya sudah ditarik masuk ke dalam pelukan pria itu. Deg! Mata Elena sedikit membesar karena terkejut. Tubuhnya membeku sesaat ketika merasakan kedua lengan Caspian merengkuhnya erat. Aroma khas cendana dan mint yang selalu melekat pada pria itu langsung memenuhi indera penciumannya. Aroma yang entah sejak kapan terasa begitu akrab dan menenangkan bagi dirinya. Untuk beberapa detik, tidak ada satu pun dari mereka yang berbicara. Hanya keheningan yang menyelimuti lorong itu. Lalu suara Caspian akhirnya terdengar pelan di atas kepalanya. “

  • Terlahir Kembali: Balas Dendam Putri Yang Terbuang   Bab. 419

    “Nona.”Mina menangis sambil terus menundukkan kepala di depan Elena. Tubuh wanita itu gemetar hebat karena rasa takut dan bersalah yang bercampur menjadi satu.“Nona tidak perlu melakukan apa pun untuk Lian. Saya sudah sangat bersyukur selama ini Nona membantu kami, bahkan mengangkat derajat kami sampai bisa hidup layak seperti sekarang.”Elena memandang Mina cukup lama tanpa berkata apa-apa. Tatapannya lalu perlahan beralih pada Lian yang tertidur lemah di sofa dengan napas yang masih terdengar berat.Ruangan itu mendadak sunyi beberapa detik sebelum Elena akhirnya membuka suara pelan. “Aku akan menyembuhkan Lian.”Deg!Mina langsung membelalak kaget. Air matanya jatuh semakin deras saat wajahnya berubah pucat ketakutan.Bahkan Caspian yang sejak tadi diam ikut menoleh cepat ke arah Elena dengan ekspresi terkejut.Di saat bersamaan, pintu ruangan terbuka dan Cani masuk sambil membawa beberapa barang medis yang tadi diminta Elena. Namun langkah gadis itu langsung terhenti begitu mend

  • Terlahir Kembali: Balas Dendam Putri Yang Terbuang   Bab. 418

    Kereta kuda yang membawa Elena dan Caspian akhirnya berhenti tepat di depan kediaman Elena.Matahari pagi mulai naik perlahan, menyinari halaman rumah yang terlihat tenang seperti biasa. Namun ketenangan itu langsung buyar ketika pintu depan terbuka dengan tergesa-gesa.“Nona Elena!”Seorang wanita berlari keluar dengan wajah pucat penuh kepanikan. Mina, pelayan sekaligus penjahit yang selama dua tahun membantu mengurus toko Elena, terlihat menggendong seorang anak laki-laki kecil di pelukannya.Langkah Elena langsung terhenti. Wajahnya berubah serius begitu melihat kondisi anak itu yang tampak sangat lemah. Kulitnya pucat, bibirnya sedikit membiru, dan napasnya terdengar berat meski tubuh kecil itu sudah bersandar lemas di bahu Mina.“Mina, ada apa?” Elena buru-buru mendekat. “Kenapa dengan Lian?”Mata Mina langsung memerah menahan tangis. Tangannya gemetar saat memeluk putranya semakin erat. “Penyakitnya kambuh, Nona ....” suaranya bergetar panik. “Lian tiba-tiba sesak lagi sejak pa

  • Terlahir Kembali: Balas Dendam Putri Yang Terbuang   Bab. 417

    Setelah meninggalkan area kedai, suasana di sekitar mereka perlahan kembali tenang. Jalanan pagi itu dipenuhi lalu lalang kereta kuda dan para pedagang yang mulai membuka toko. Namun berbeda dengan Elena yang masih memikirkan pertemuannya dengan Daniel, Caspian justru terlihat terus tersenyum kecil sejak tadi.Elena akhirnya melirik pria di sampingnya dengan heran. “Ada apa?” tanyanya pelan. “Kenapa kau terus tersenyum seperti itu?”Caspian menoleh menatap Elena. Senyum di bibirnya justru semakin jelas, membuat wajah dinginnya terlihat jauh lebih hidup dari biasanya. “Tidak ada,” ujarnya santai. “Aku hanya sedang senang.”“Senang?” Elena mengernyit bingung.Caspian tiba-tiba berhenti melangkah. Sebelum Elena sempat bertanya lagi, pria itu langsung menarik pinggang Elena mendekat ke arahnya hingga jarak mereka nyaris tidak menyisakan ruang.“Elena ....” suara Caspian terdengar rendah di dekat telinganya. “Aku ini kekasihmu, jadi ....”Deg!Jantung Elena langsung berdegup kacau. Napas h

  • Terlahir Kembali: Balas Dendam Putri Yang Terbuang   Bab. 416

    “Elena!” suara Putra Mahkota Daniel terdengar jauh lebih keras dari sebelumnya. Tatapannya penuh ketidakpercayaan saat memandang gadis di belakang Caspian itu. “Katakan sesuatu. Dia pasti bohong, bukan? Dia hanya mengada-ada.” Daniel menatap Elena seolah berharap mendapatkan jawaban berbeda. Ada kegelisahan yang begitu jelas di wajahnya, sesuatu yang jarang sekali terlihat dari seorang putra mahkota. “Kalian pasti hanya berpura-pura ... benar begitu?” Elena terdiam sesaat. Angin pagi berembus pelan memainkan helaian rambutnya, sementara mata beningnya menatap Daniel tanpa sedikit pun kelembutan seperti dulu. Lalu perlahan, bibirnya terbuka. “Sayangnya ....” Elena tersenyum tipis. “Dia memang kekasihku.” Kalimat itu menghantam Daniel tanpa ampun. Wajah pria itu langsung berubah pucat sebelum perlahan memerah menahan emosi yang bercampur dengan rasa sakit. Tatapannya bergetar saat memandang Elena dan Caspian bergantian. “Tidak!” Daniel menggeleng pelan seolah menolak mempercayainya.

  • Terlahir Kembali: Balas Dendam Putri Yang Terbuang   Bab. 415

    Langkah Elena terhenti sesaat. Gadis itu memejamkan mata sebentar seolah menahan rasa kesal sebelum akhirnya berbalik perlahan. “Apakah Yang Mulia memiliki urusan penting?”Daniel menatap Elena cukup lama. Wajah tampannya terlihat jauh lebih letih dibanding biasanya. “Kau bahkan tidak mau menatapku sekarang?”“Saya rasa tidak ada yang perlu dilihat.” Suara Elena terdengar datar, tetapi dingin. “Jika Yang Mulia hanya ingin membicarakan masa lalu, maka maaf, saya tidak punya waktu.”Rahang Daniel mengeras. Ia melangkah lebih dekat, namun Caspian langsung berdiri di samping Elena dengan tatapan tajam. Meski tidak berkata apa-apa, sikapnya jelas menunjukkan bahwa ia tidak akan membiarkan Daniel bertindak sembarangan.“Aku tidak sedang mencari masalah denganmu, Caspian,” ucap Daniel dingin tanpa mengalihkan pandangan. “Aku hanya ingin bicara dengan Elena.”“Dan saya tidak ingin berbicara.” Elena memotong cepat. “Bukankah semuanya sudah jelas sejak lama?”Tatapan Daniel berubah rumit. Ada p

  • Terlahir Kembali: Balas Dendam Putri Yang Terbuang   Bab. 299

    Malam perlahan menyelimuti kediaman Adipati Dirgantara. Langit di atas istana keluarga itu gelap, hanya diterangi cahaya bulan dan lentera yang dipasang di sepanjang halaman. Namun suasana di dalam kediaman sama sekali tidak tenang.Di dalam ruang utama yang luas, beberapa tabib berdiri dengan waja

    last updateLast Updated : 2026-04-05
  • Terlahir Kembali: Balas Dendam Putri Yang Terbuang   Bab. 171

    Keesokan harinya, suasana Toko Mina tampak seperti biasa. Para pelayan sibuk melayani pelanggan, kain-kain hanfu digantung rapi, dan aroma teh hangat memenuhi udara. Elena berdiri di dekat meja kasir, sedang memeriksa catatan penjualan bersama Cani.Belum sempat ia menyelesaikan pekerjaannya, pintu

    last updateLast Updated : 2026-03-27
  • Terlahir Kembali: Balas Dendam Putri Yang Terbuang   Bab. 103 Pria Buronan

    Pagi itu, udara begitu menusuk. Di halaman depan kediaman Adipati Dirgantara, Elena dan Cani tampak bergegas menuruni tangga batu keluar dari Paviliun Selatan, jubah mereka berkibar ditiup angin dingin. Seorang kusir tua sudah menunggu di samping kereta kuda sederhana. Cani menggosok-gosok lenganny

    last updateLast Updated : 2026-03-23
  • Terlahir Kembali: Balas Dendam Putri Yang Terbuang   Bab. 82

    Pagi itu, kabut tipis masih terlihat di depan pintu masuk Hutan Tengkorak. Matahari baru muncul, namun hawa hutan tetap dingin dan menekan, seolah menyembunyikan sesuatu di balik pepohonan yang menjulang.Tetua Senopati berdiri di depan gerbang hutan, jubahnya tertiup angin. Sorot matanya tajam, na

    last updateLast Updated : 2026-03-21
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status