Share

Bab 2

Author: Maleva
Pukul tujuh malam, Charlie tepat waktu mengajakku ke Restoran Cloud.

Posisinya memang sangat bagus, di luar jendela kaca besar terbentang pemandangan malam kota yang gemerlap. Charlie menarikkan kursi untukku dengan sopan, lalu tersenyum dan berkata, "Nissa, makan dulu ya, nanti ada kejutan besar untukmu."

Aku memotong sepotong kecil steik dan memasukkannya ke mulut. Belum sempat menelannya, ponselnya sudah berdering. Nada dering khusus yang cepat dan menusuk telinga.

Wajah Charlie sedikit berubah, dia langsung mengangkat telepon.

Dari seberang terdengar suara Tiana yang terisak, "Kak Charlie, Kakek tiba-tiba kritis dan masuk ruang ICU, hiks hiks ...."

"Aku sendirian, aku takut sekali, kamu bisa datang temani aku nggak?" Tangan Charlie yang memegang ponsel menegang, tanpa sadar dia melirik ke arahku.

Aku meletakkan pisau dan garpu, lalu menatapnya dengan tenang. Tatapannya berkilat ragu, akhirnya dia tetap berkata ke telepon, "Jangan takut, aku segera datang."

Setelah menutup telepon, dia berdiri dengan wajah penuh rasa bersalah dan cemas. "Nissa, Tiana ...."

"Pergilah."

Sebelum dia selesai bicara, aku sudah memotong ucapannya, "Ini soal nyawa, jangan biarkan gadis itu menunggu terlalu lama."

Charlie tertegun sejenak. Dia sebenarnya sudah siap kalau aku akan marah dan mempertanyakannya, bahkan alisnya sempat mengerut, seolah siap menasihatiku. Namun, dia tidak menyangka aku bisa setenang ini, bahkan menyuruhnya cepat pergi.

Charlie terdiam beberapa detik, menekan rasa tidak nyaman dan keanehan di dalam hatinya.

"Sudah kuduga, Nissa-ku memang paling baik hati."

Dia membungkuk, lalu mencium pipiku dengan keras. "Kamu makan dulu, tunggu kejutan malam ini, itu khusus aku siapkan untukmu. Setelah makan, aku suruh asisten untuk antar kamu pulang."

Setelah berkata demikian, Charlie meraih jasnya dan pergi tanpa menoleh lagi.

Aku menarik tisu basah, lalu mengusap bagian pipi yang tadi dia cium dengan tanpa ekspresi.

Menjijikkan.

Aku tidak menyia-nyiakan posisi dengan pemandangan terbaik ini dan semeja penuh makanan lezat. Aku makan perlahan sampai habis seluruh hidangan, bahkan juga memesan satu dessert.

Tepat pukul delapan. Di langit malam di luar jendela, tiba-tiba kembang api bermekaran satu per satu. Itu adalah kejutan yang disiapkan Charlie untukku.

Kembang api meledak, menerangi setengah langit.

Namun saat percikannya menyebar dan membentuk tulisan, yang muncul malah: "Tiana, aku akan memanjakanmu seumur hidup."

Beberapa huruf itu berkilauan emas di langit malam dengan megah.

Asisten yang berdiri di samping sampai berkeringat dingin. Dia diam-diam melirik ekspresiku, takut aku akan membalik meja dan mengamuk kapan saja. Namun, aku hanya menyatukan kedua tangan menopang dagu, menatap kembang api di luar dengan diam.

Indah sekali.

Aku ingat, demi merayakan ulang tahunku dulu, Charlie pernah belajar membuat kembang api sendiri. Semua itu hanya demi melihat kilauan yang berbinar di mataku. Tangannya sampai menghitam karena bubuk mesiu.

Sayangnya, orang yang mencintaiku itu sudah lama mati ditelan waktu.

Kenangan terus membanjiri pikiranku. Namun aku sadar, selain sedikit rasa sayang pada masa lalu, kini hatiku tidak ada lagi perasaan apa pun. Tidak ada lagi sakit hati atau amarah, bahkan tidak terpengaruh sedikit pun.

Yang ada hanya rasa syukur. Bersyukur aku bisa hidup sekali lagi dan melihat wajah asli pria ini.

Saat itu, ponselku bergetar.

Pesan dari Charlie.

[ Nissa, Tiana terlalu sedih karena urusan kakeknya. Dia masih polos dan rapuh, aku hanya mengganti tulisan kembang api untuk menghiburnya sementara. ]

[ Jangan salah paham, apalagi cari masalah sama dia. Ini semua ideku sendiri. ]

Aku tertawa sinis dan malas membalasnya. Aku mengeluarkan ponselku dan bergumam, "Kesempatan kedua."

Jariku mengetuk layar.

"Sedang memindahkan dana likuid ...."

"Sedang mengosongkan dana investasi pribadi ...."

Saat ini, Charlie yang sedang memeluk gadis polos dan rapuhnya di rumah sakit itu, tidak tahu apa yang terjadi. Demi membuat gadisnya bahagia, Charlie baru saja membayar biaya sebesar 160 miliar lagi.

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App

Pinakabagong kabanata

  • Terlahir Kembali: Tak Lagi Memercayai Janji Pria   Bab 9

    Aku menutup telepon, lalu mengambil sebuah map dokumen yang sudah lama kusiapkan dari laci dan menyerahkannya kepada asisten."Kirim semua data ini ke tim investigasi ekonomi, juga ke otoritas pengawas pasar modal. Selain itu, jalankan rencana B. Alihkan seluruh arus kas dari anak perusahaan yang sebelumnya sudah kita akuisisi dan hantam balik dengan keras!""Dia mau main permainan modal? Aku akan tunjukkan padanya apa itu modal yang sebenarnya!"Tiga hari berikutnya adalah perang tanpa asap. Dana luar negeri yang dibanggakan Charlie langsung dibekukan setelah aku melaporkannya. Uang yang dia pertaruhkan habis-habisan di pasar saham langsung terjebak oleh arus kas besar yang kugunakan, membuatnya kehilangan segalanya.Bukan hanya itu, karena diduga melakukan manipulasi pasar saham dan pencucian uang, polisi resmi membuka penyelidikan terhadapnya.Seminggu kemudian, Charlie ditangkap. Namun, dia tidak masuk penjara, melainkan dimasukkan ke rumah sakit jiwa.Karena saat ditangkap, kondis

  • Terlahir Kembali: Tak Lagi Memercayai Janji Pria   Bab 8

    Para tamu di bawah panggung akhirnya tersadar dari keterkejutan.Aula yang semula sunyi langsung gempar, bisik-bisik berubah menjadi ejekan dan obrolan keras."Ya ampun, ternyata Charlie itu cuma numpang hidup dari istri? Sudah tanda tangan perjanjian seperti itu masih berani selingkuh, benar-benar cari mati.""Nissa ini juga kejam banget, langsung menghantam dari akar.""Mampus! Sudah bawa selingkuhan, masih berani sombong di depan istri sah. Sekarang rasakan, keluar tanpa apa-apa, malah bawa utang segunung.""Wah, ini bakal seru. Utang 4 triliun itu dia mau bayar pakai apa?"Aku tersenyum memandang Charlie, tatapanku penuh rasa iba. "Suamiku, aku cuma mengambil kembali apa yang memang milikku. Hanya saja, kali ini kamu kalah telak."Pertahanan mental Charlie benar-benar runtuh. "Kamu pasti sudah gila! Perempuan sepertimu kejam sekali, sampai tega menjebak suami sendiri! Kamu sakit jiwa! Aku akan suruh orang memasukkanmu ke rumah sakit jiwa!"Mendengar kata "rumah sakit jiwa", tatapan

  • Terlahir Kembali: Tak Lagi Memercayai Janji Pria   Bab 7

    "Apa yang kamu bilang?" Tangan Charlie yang memegang ponsel tiba-tiba bergetar hebat, hampir saja ponselnya terjatuh. "Kamu sudah gila? Aku Charlie, bosmu! Kamu berani mengkhianatiku?!""Pak Charlie, mohon jaga sikap Anda. Sekarang aku bawahan Bu Nissa." Setelah mengatakan itu, telepon langsung diputus. Nada sibuk bergema di aula yang sunyi, seperti tamparan keras yang berulang-ulang.Charlie membeku di tempat. Dia yang panik pun menelepon bank dan direktur keuangan."Halo, ini aku, Charlie! Cek rekeningku! Kenapa tertulis dibekukan?!""Halo, bagian keuangan, 'kan? Di mana dana likuid perusahaan?! Apa maksudnya sudah dipindahkan?! Dipindahkan ke siapa?!"Jawaban dari seberang telepon hanya suara mekanis yang dingin atau kalimat yang membuatnya putus asa seperti "rekening bermasalah", "dana telah dikosongkan".Ponsel pun terlepas dari tangannya dan jatuh keras ke lantai, sampai layarnya pecah. Seperti hidupnya saat ini.Charlie menatap dengan mata terbelalak. Mulutnya terbuka seperti or

  • Terlahir Kembali: Tak Lagi Memercayai Janji Pria   Bab 6

    Melihat aku tidak termakan trik itu, Tiana memutar bola matanya, lalu tiba-tiba berteriak keras, "Semuanya, coba kalian nilai sendiri! Kak Nissa biasanya pura-pura lapang dada, bilang mendukung akting kami, tapi hasilnya apa?""Beberapa hari lalu dia sengaja datang ke toko gaun pengantin dan merobek gaun ini! Ini khusus dipesan Kak Charlie untukku!"Dia menunjuk ke bekas jahitan yang jelas terlihat di bagian bawah gaun, menangis tersedu-sedu."Di depan terlihat begitu baik, tapi di belakang ternyata sekejam ini! Sekarang malah pakai tagihan palsu buat bikin onar! Benar-benar bermuka dua, benar-benar gila!"Para tamu di bawah panggung langsung mulai berbisik-bisik."Merobek gaun pengantin? Keterlaluan banget ya?""Jadi, selama ini sikap lapang dadanya cuma pura-pura?""Sepertinya Nissa ini memang agak ekstrem ...."Melihat tatapan penuh curiga di sekeliling, aku malah tertawa dingin."Gila? Bermuka dua?" Aku mengangkat mikrofon. Suaraku dingin dan tegas, langsung menutupi semua bisikan.

  • Terlahir Kembali: Tak Lagi Memercayai Janji Pria   Bab 5

    Seluruh aula mendadak sunyi seperti kuburan. Charlie menatap layar selama lima detik penuh, lalu tiba-tiba tersenyum. Senyumannya agak kaku dengan sedikit keangkuhan, bercampur kasih sayang dan ketidakberdayaan."Nissa, jangan bercanda." Dia mengulurkan tangan, ingin menarik tanganku. Nada bicaranya sedikit menyalahkan, tetapi juga seperti membujuk anak kecil."Aku tahu kamu masih cemburu. Kamu mau pakai cara ini buat menarik perhatianku, sekalian kasih tahu semua orang kalau kita yang sebenarnya pasangan suami istri. Cara seperti ini terlalu jelas. Yang patuh ya, matikan layarnya. Hari ini hari penting Tiana, jangan bikin dia takut."Dia bahkan menoleh ke para tamu di bawah panggung dan menjelaskan, "Maaf semuanya, istriku cuma bercanda. Dia memang seperti ini, agak nakal. Jangan dianggap serius."Melihat dirinya yang menipu diri sendiri seperti itu, aku hanya merasa lucu."Bercanda?" Aku mundur selangkah, menghindari tangannya. Kemudian, aku kembali mengangkat mikrofon. Suaraku jelas

  • Terlahir Kembali: Tak Lagi Memercayai Janji Pria   Bab 4

    Pernikahan itu diadakan di Peninsula Hotel paling mewah di seluruh kota. Meskipun dikatakan hanya sandiwara demi memenuhi keinginan terakhir seorang lansia, kemegahannya bahkan melampaui pernikahanku dengan Charlie dulu.Orang-orang berpengaruh di kalangan itu hampir semuanya hadir. Entah karena penasaran atau ingin menonton drama, yang jelas tidak ada satu kursi pun yang kosong.Aku mengenakan gaun hitam sambil duduk di meja utama.Penampilanku ini bukan seperti datang ke pesta pernikahan, tapi lebih seperti menghadiri pemakaman. Tatapan orang-orang di sekitarku penuh makna, disertai suara bisikan."Eh, lihat Nissa, dia benar-benar datang.""Istri sah begini benar-benar menyedihkan ya? Suaminya mau menikah sama orang lain, dia masih bisa duduk diam?""Katanya demi kakek wanita itu, cuma akting.""Akting? Kamu percaya? Lihat cincin berlian itu, lihat kemegahannya, nggak kalah dari yang dulu.""Ssst, pelan sedikit suaramu ...."Aku memutar gelas anggur di tanganku dengan santai, sama se

  • Terlahir Kembali: Tak Lagi Memercayai Janji Pria   Bab 3

    Seminggu lagi berlalu, Charlie hampir tidak pernah pulang ke rumah. Setiap kali dia pulang, aku sudah tertidur. Saat sesekali bertemu, aku tetap bersikap lembut dan penurut. Aku menanyakan kabarnya dan sama sekali tidak menyinggung soal Tiana.Belakangan ini, Tiana terus memposting di Instagram sela

  • Terlahir Kembali: Tak Lagi Memercayai Janji Pria   Bab 1

    "Aku percaya kamu," ucapku dengan tenang sambil menatap Charlie.Mendengar ucapan itu, Charlie meneliti ekspresiku dengan saksama. Melihat aku benar-benar tidak menunjukkan tanda-tanda marah, alisnya yang semula berkerut akhirnya mengendur. Dia tersenyum sambil merangkulku."Nissa, bagus kalau kamu

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status