Share

Bab 84

Author: Yuki Norin
Tatapan Darwis tertuju pada surat gugatan cerai itu.

Keningnya seketika berkerut. Sekujur tubuhnya juga mulai terasa dingin.

Pandangan para tamu sekitar serempak melekat kemari. Suara bisikan samar-samar terdengar. Suasana terasa sangat canggung.

Raut wajah Yesika terlihat suram. Bahkan, Dariel memandang dengan tatapan menghina seolah sedang menikmati tontonan yang menarik. Sementara itu, Nirina yang berdiri di samping tampak terkejut sesaat. Namun, rasa terkejut itu hanya melintas sekilas di ma
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Terlambat: Setelah Cerai Baru Mengaku Cinta   Bab 100

    Nanti, mereka akan mengadakan konferensi pers untuk menjelaskan dan meluruskan semua masalah ini.Setelah pulang kerja, Nikita langsung pergi lagi ke rumah sakit.Kondisi neneknya masih cukup stabil.Hanya saja pada malam hari, terkadang napasnya menjadi sedikit lebih cepat. Nikita duduk di sisi ranjang sambil diam-diam memperhatikan garis pada monitor yang bergerak dengan stabil. Hatinya perlahan terasa berat.Luka di tangan Nikita kembali terbuka karena hantaman Dariel tadi. Dia sudah meminta bantuan di konter perawat untuk penanganan sederhana, tetapi setiap kali tangannya sedikit digunakan, rasa sakit samar langsung terasa.Pekerjaan Nikita berkaitan dengan eksperimen yang sangat presisi sehingga kestabilan tangannya memiliki tuntutan yang sangat tinggi. Jika lukanya terus berulang dan tidak pulih dengan baik, hal itu sangat mungkin akan memengaruhi pekerjaan berikutnya.Memikirkan hal itu, Nikita tidak berani mengabaikannya. Dia bangkit dan pergi ke bagian UGD untuk menangani luka

  • Terlambat: Setelah Cerai Baru Mengaku Cinta   Bab 99

    Pada saat yang sama, opini publik di internet justru makin memanas.Proyek peralatan eksperimen kerja sama antara Evergreen Biotech Biotech dan Grup Marmara yang sebelumnya dituduh melakukan penjiplakan sebenarnya sudah berhasil ditekan agar tidak meluas.Namun, entah siapa yang kembali mengarahkan arus opini. Dalam semalam, semua tuduhan kembali mengarah kepada Nikita.Ada yang membongkar riwayat hidupnya di masa lalu, ada yang mengambil data eksperimennya di luar konteks, bahkan ada yang menggali seluruh informasi pribadinya dan melakukan serangan massa besar-besaran terhadapnya.Kolom komentar hampir semuanya berdiri di pihak Nirina. Mereka membela dan memperjuangkan keadilan untuknya.[Nirina lulusan universitas ternama dengan dua gelar. Untuk apa dia repot-repot menjiplak karya orang yang baru kembali di tengah jalan seperti Nikita?][Pasti Nikita iri sama Nirina. Karena nggak mampu membuatnya, dia pun mencuri rencana orang lain. Sekarang, dia bahkan menyeret perusahaan sampai iku

  • Terlambat: Setelah Cerai Baru Mengaku Cinta   Bab 98

    Namun dibandingkan rasa sakit di tubuhnya, rasa nyeri di dalam hati Nikita jauh lebih parah. Rasa sakit yang tumpul itu menyebar begitu rapat hingga membuat seluruh tubuhnya terasa dingin.Nikita menatap pemuda di hadapannya dengan tatapan tidak percaya. Pemuda yang baru saja dia jaga sepanjang malam.Pemuda yang dulu Nikita rawat dengan sepenuh hati dan sekuat tenaga.Hanya saja, Dariel tetap menatapnya dengan penuh rasa muak. Dia menunjuk ke arah pintu dan membentaknya dengan suara keras, "Lebih baik kamu segera bercerai saja dengan Kak Darwis. Setelah keluar dari Keluarga Susanto, kamu bukan siapa-siapa lagi. Memangnya aku butuh kebaikan palsumu? Nggak usah repot-repot datang menjengukku!""Dariel." Suara Darwis terdengar dingin dan berat. "Diam. Siapa yang mengajarimu bersikap seperti ini?"Darwis pun menoleh kepada Nikita. "Salah kamu yang memanjakanku."Nikita sampai hampir tertawa karena marah. "Anggota keluarga kalian memang sudah begitu dari sananya. Memangnya masih perlu diaj

  • Terlambat: Setelah Cerai Baru Mengaku Cinta   Bab 97

    Di mata Darwis, Nikita tidak lebih dari seorang pengangguran yang tidak melakukan apa-apa. Semua hal baik yang ada di rumah itu tidak ada hubungannya dengannya.Kebetulan Nikita kembali lagi untuk mengambil tasnya. Kalimat itu terdengar jelas olehnya.Langkahnya langsung terhenti. Dadanya terasa seperti dihantam benda tumpul dengan keras. Rasa sesak dan sakit perlahan menyebar.Sungguh konyol.Setelah bertahun-tahun menahan diri, berusaha, dan mencemaskan segala hal, semua itu ternyata sama sekali tidak bernilai bagi Darwis."Niki." Begitu Nirina mendongak, dia langsung melihat Nikita. Wanita itu sontak memperlihatkan senyum lembut. "Kamu sudah kembali. Tadi, aku sedang membicarakanmu dengan Kak Darwis."Darwis juga menoleh untuk melihatnya. Ekspresinya tetap datar, tanpa menunjukkan sedikit pun rasa bersalah ataupun merasa bahwa dirinya telah melakukan sesuatu yang salah.Ekspresi Nikita sangat dingin. "Kalau memang semuanya diurus pembantu, lalu saat Dariel demam, untuk apa aku ditel

  • Terlambat: Setelah Cerai Baru Mengaku Cinta   Bab 96

    "Kemarin, kamu sembarangan makan apa di luar?"Tatapan Dariel beralih ke arah lain. Dia langsung merapatkan bibirnya dan tidak mengatakan apa-apa.Semalam, Nirina datang menjenguknya dan membawakan banyak camilan serta minuman dingin yang biasanya dilarang keluarganya untuk dikonsumsi. Dia pun langsung menyantap cukup banyak dalam sekali waktu.Dariel tidak berani mengatakan hal tersebut karena takut dimarahi.Melihat sikapnya yang menghindar seperti itu, Nikita langsung tahu apa yang terjadi. Dia pun malas bertanya lebih jauh.Nikita berdiri sambil berujar, "Karena kamu sudah bangun, berarti kondisimu baik-baik saja. Kakakmu sebentar lagi akan datang. Aku pergi dulu."Dirinya dan Keluarga Susanto sudah tidak memiliki hubungan apa pun. Apalagi, dia tidak punya kewajiban untuk terus menjaga Dariel.Usai Nikita berkata demikian, pintu ruang rawat terbuka.Darwis dan Nirina masuk satu demi satu.Nirina segera berjalan cepat ke sisi ranjang dengan raut wajah penuh kekhawatiran. "Dariel, gi

  • Terlambat: Setelah Cerai Baru Mengaku Cinta   Bab 95

    Belakangan ini, Nikita memfokuskan dirinya dalam penelitian obat-obatan.Dia memulai dari akar persoalan yang paling mendasar.Setiap harinya, Nikita memeluk laptopnya sambil berulang kali melakukan perhitungan. Jika tidak, dia akan berada di ruang rapat untuk berdiskusi dengan tim.Sepulang kerja, Nikita tetap menemani neneknya di ruang rawat. Hari-harinya terasa padat, tetapi juga terasa bermakna.Hingga pukul sembilan malam, dering ponsel yang tiba-tiba berbunyi memutus alur pikirannya.Dia menerima panggilan masuk dari ….Darwis.Sebenarnya Nikita sudah memblokir nomor ponsel pria itu, tetapi berhubung mereka masih belum bercerai, memang masih ada yang perlu dibicarakan lagi.Nikita tidak ingin mengangkatnya, tetapi Darwis sangat jarang berinisiatif untuk menghubunginya. Setiap kali menelepon pasti ada tujuannya.Nikita terdiam sesaat, baru mengangkatnya. Nada bicaranya terdengar datar. “Ada urusan?”“Dariel demam. Dia lagi di klinik sekolah. Kamu pergi jaga dia sebentar.” Langsung

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status