Share

Luka batin

Penulis: Riani
last update Terakhir Diperbarui: 2025-11-30 16:00:00
Entah mengapa, benak Evelyn tak henti-hentinya dihantui oleh Dafa firasat buruk menyelimuti perasaannya terhadap pria itu. Sudah sejak tadi Evelyn berusaha memejamkan mata, namun bayangan Dafa terus mengusik dan menghalangi tidurnya.

Evelyn terbangun, lalu menggeser tubuhnya untuk bersandar pada kepala ranjang. “Hufft… kenapa aku harus segila ini mikirin suami orang.”

Evelyn mendongak, melihat jam dinding yang menunjukkan pukul satu dini hari, lalu mengembuskan napas panjang. “Besok ada briefing jam 7 pagi kalau aku gak cepet-cepet tidur pasti tanduk daddy langsun naik.”

Tangan Evelyn meraih ponselnya yang tergeletak di atas nakas. Dengan jari-jari lentiknya, ia membuka sebuah aplikasi, lalu mengetik nama Dafa di kolom pencarian.

“Aku hubungi aja deh dari pada penasaran,” gumamnya.

Setelah profil Dafa terbuka, jari Evelyn yang lentik terdiam sejenak di atas kolom chat sebelum ia akhirnya mulai mengetikkan kata-kata.

[“Dafa, apa kamu baik-baik aja?”]

Pesan yang baru dikiri
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Ternyata Suami Orang   Rasa sesak Kayla

    Evelyn melotot geram. Tatapannya seolah ingin mengusir Bima yang tiba-tiba datang mengganggu, padahal ia sedang berada di tengah percakapan krusial dengan Dafa. Bima membalas tatapan tajam itu dengan senyum serba salah. Menyadari dirinya adalah pengganggu, ia segera berbalik dan melangkah pergi tanpa kata. Setelah gangguan itu pergi, mendung di wajah Evelyn berganti cerah. Tatapan tajamnya yang tadi menghujam Bima kini melunak, kembali menyiratkan kehangatan khusus hanya untuk Dafa. “Emm Dafa aku harap kamu mau terima tawaran aku karena kalau enggak kamu pasti nyesel,” ucap Evelyn. Dafa mengernyitkan dahi, “Kenapa nyesel?” “Karena kapan lagi kamu bisa kerja sama cewek secantik aku hehe,” Sambil memainkan ujung rambutnya dengan jemari, Evelyn mengerlingkan sebelah matanya ke arah Dafa. Aksi spontan itu begitu manis sekaligus menggoda, hingga sukses membuat Dafa terbengong di tempa

  • Ternyata Suami Orang   Penolakan Dafa

    “Dafa aku minta maaf sebelumnya tapi aku cuma pengen kamu,” Evelyn tak membiarkan jarak tercipta di antara mereka. Tatapannya begitu dalam, menghujam langsung ke netra Dafa dengan permohonan yang tulus. Tangannya masih mengunci jemari pria tampan itu. Evelyn terpaku saat Dafa langsung melepaskan genggamannya dengan gerakan kaku. Pria itu sedikit bergeser, menghindari sentuhannya seolah-olah tangan Evelyn adalah sesuatu yang asing, meninggalkan rasa dingin yang mendadak di jemari Evelyn. “Aku gak bisa dan aku harap kamu ngerti aku bukan orang yang bisa diandalkan,” tegas Dafa. “Dafa please aku gak mau yang lain aku cuma minta kamu dan daddy udah nunggu janji aku, aku gak mungkin bikin daddy kecewa Dafa, aku mohon sama kamu. Kamu mau ya pleaseee…” ucap Evelyn dengan nada memohon. Ia mengatupkan kedua tangannya di depan dada, sebuah gestur pengharapan yang tulus agar Dafa bersedia menerima tawarannya. “Kamu bisa cari kandidat

  • Ternyata Suami Orang   Genggaman tangan

    Dafa terdiam sejenak mendengar permintaan Evelyn yang aneh menurutnya. Keheningan tiba-tiba menyergap di antara mereka, menyisakan suara detak jantung Dafa yang mulai berpacu karena rasa ragu yang mendalam. “Kenapa? Maksudnya kenapa kamu tiba-tiba minta aku jadi sekertaris kamu?” Tanya Dafa. “Waduhh iya juga ya aku lupa kalau aku punya informasi Dafa, dia pasti heran aku minta dia jadi sekertaris aku kenapa aku bego banget sih,” gumam Evelyn dalam hatinya. Sekarang Evelyn merasa kikuk ia merutuki kegugupan yang kini membuatnya ingin menghilang dari sana. “Ehm begini Dafa, aku hanya ingin membantu kamu aja kok itu aja iya gitu maksud aku.” Namun, di balik kegugupan itu, sesuatu tampak sangat jelas di mata Dafa. Ia menyipitkan matanya, menatap Evelyn dengan tajam seolah sedang berusaha menembus topeng yang coba gadis itu pertahankan. “Kamu pikir aku percaya?” Melihat wajah Dafa yang mendadak serius, nyali Evelyn menciut. Kegugupannya naik dua kali lipat, membuatnya merasa

  • Ternyata Suami Orang   Keterkejutan Dafa

    Awalnya Dafa berniat menghabiskan waktu lebih lama di luar, tapi rencana itu batal saat Evelyn meneleponnya. Evelyn memintanya segera pulang karena ada hal penting yang harus dibicarakan. Dafa menepuk pelan motornya, “Ck! Baru aja mau cari duit udah disuruh balik lagi.” “Kenapa lo Daf?” Tanya Cecep yang duduk disamping Dafa. “Gak apa-apa Cep, gue balik lagi deh ada perlu.”“Wahh lo gak asik nih masa gue sendirian lagi,” keluh Cecep.“Nanti kalau urusan selesai gua balik lagi deh,” Dafa segera beranjak dan berdiri dari tempat duduknya. Tanpa membuang waktu, ia melangkah lebar menuju parkiran, menaiki motornya, dan menyalakan mesin yang menderu.Hanya dalam hitungan menit, Dafa sudah tiba di rumah. Di sana, matanya langsung tertuju pada sebuah mobil mewah yang terparkir tepat di depan pintu utama. Kehadiran kendaraan mahal itu seolah menjelaskan mengapa suara Evelyn di telepon tadi terdengar begitu mendesak.

  • Ternyata Suami Orang   Keputusan Evelyn

    “Kenapa kamu senyum-senyum?” Tanya daddy Jason. “Soal sekertaris daddy tenang aja biar aku cari sendiri,” ucap Evelyn sembari senyum-senyum sendiri yang tersungging di bibir Evelyn sukses membuat Daddy-nya merasa heran sekaligus curiga. “Daddy tidak yakin,” ucap daddy Jason. “Please dad kali ini percaya pada Eve, jika daddy tidak menuruti Eve maka Eve pun tidak akan menuruti daddy,” Evelyn segera memasang wajah serius. Ia memberikan jawaban yang begitu tegas pada Daddynya.Sambil memijat pangkal hidungnya, Daddy Jason membuang napas kasar. Meski hatinya menolak keras keputusan Eve, ia tahu kali ini ia harus menurunkan egonya dan memilih untuk mengalah.“Oke, tapi jika pilihanmu mengecewakan kau harus ikut apa mau daddy,” ucap daddy Jason.“Kali ini daddy harus percaya pada Eve, karena pilihan Eve gak akan mengecewakan daddy,” ujar Evelyn dengan pongahnya.Daddy Jason tidak menjawab. Ia hanya menyandarka

  • Ternyata Suami Orang   Perhatian bi Asih

    Sang surya mulai terbangun dari peraduannya, menyelinap di antara celah awan untuk menghangatkan dunia yang baru saja terjaga. Setelah selesai membersihkan diri, Dafa segera mengenakan pakaiannya. Meski rasa perih masih terasa di beberapa bagian tubuh, ia tetap memaksakan diri untuk berangkat bekerja. Tepat saat Dafa merapikan pakaiannya, notifikasi di ponselnya berbunyi. Ia mengecek layar dan mendapati nama Evelyn di sana. [Selamat pagi Dafa, bagaimana lukamu apa kamu butuh sesuatu?] Senyum tipis tersungging di wajah Dafa saat ia membaca pesan dari Evelyn. [Pagi Evelyn, Aku baik-baik aja kok.] Dafa memasukkan ponsel ke dalam sakunya, lalu melangkah keluar. Begitu membuka pintu, ia terkejut mendapati Bi Asih sudah be

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status