Share

Bab 6. Jalan-jalan

last update Last Updated: 2025-10-18 00:54:07

"Kamu udah berani sama aku, heh."

"Kenapa aku takut sama kamu. Sekarang aku istri pertama dan kamu istri kedua," sahut Sandra menantang Dewi. 

"Kamu jadi istri pertama saja bangga. Kamu harus ingat, perempuan yang dicintai Farel itu adalah aku bukan kamu. Farel nikah sama kamu gara-gara dia ingin membuat aku panas saja. Kamu jangan sombong deh," sindir Dewi.

Sandra meremas kedua tangannya. Memang benar apa yang dikatakan oleh Dewi. Tapi dia tidak boleh kalah dari Dewi seperti saat sekolah. Sekarang dia ada yang berkuasa di rumah ini.

"Ada apa sih, teriak-teriak tidak jelas. Kek di dalam hutan saja," kata bi Ijah mendekat ke arah mereka berdua.

"Kamu ke sini," panggil Dewi kasar.

"Eeiiit … kamu siapa berani bersikap kasar," sahut bi Ijah tidak terima.

"Kamu berani melawan aku, hah!" bentak Dewi.

"Memangnya kamu siapa di sini. Tuan rumah juga bukan," ujar bi Ijah tidak takut. 

"Aku ini istri Farel. Jadi otomatis aku juga pemilik rumah ini."

"Ini aku yang pikun atau kamu yang sudah pikun. Rumah ini kan milik Nyonya Sandra. Jadi selain Nyonya Sandra memerintahkan aku, aku tidak peduli. Kamu tidak berhak menyuruh-nyuruh aku," sahut bi Ijah cuek.

"Kamu lancang sekali. Awas saja kamu, aku akan menyuruh Farel untuk memecat kamu," ancam Dewi.

"Memangnya Farel bisa memecat Bi Ijah. Asal kamu tahu, selain nek Ningsih hanya aku yang berkuasa di rumah ini. Kamu harus ingat, rumah ini telah menjadi milik aku. Jadi kamu jangan bersikap kasar. Aku bisa kapan saja mengusir kamu," Ancam Sandra balik. 

"Awas aja kamu Sandra. Kalau Farel akan menjadi bos baru di perusahaan, semua akan menjadi milik Farel kembali. Saat itu aku yang akan mengusir kamu dari rumah ini," balas Dewi.

Dewi sangat yakin jika harta itu akan kembali kepada Farel suatu saat. Dia hanya menganggap jika nek Ningsih hanya mengancam Farel saja. Mana ada orang yang mau menyerahkan semua harta untuk orang lain.

Dewi yang sangat emosi segera pergi ke kamar. Dia menyiapkan barang-barangnya untuk pergi dari rumah itu. Mending dia belanja dan menghabiskan waktu bersama teman-temannya.

"Bi," panggil Sandra dengan bergetar setelah Dewi pergi. 

Sandra baru pertama kali dengan tegas melawan Dewi. Tubuhnya masih belum terbiasa. Dia langsung duduk dengan lemas. 

"Nyonya, Nyonya jangan takut. Pokoknya hanya Nyonya yang Bi Ijah akui sebagai Nyonya di rumah ini. Bi Ijah tidak akan pernah mau mengikuti perintah wanita ular itu," kata bi Ijah membantu Sandra berdiri.

Sandra segera duduk di sofa dengan bantuan bi Ijah. Bukan hal mudah baginya untuk bersikap tegas. Dia lebih sering dimarahi daripada memarahi.

"Bibi akan selalu mendukung Nyonya Sandra. Di mana pun Nyonya berada, jangan kalah ya," pintanya. 

"Terima kasih, Bi. Bibi tenang saja, Sandra akan tetap kuat. Sandra tidak boleh kalah sama Dewi."

"Gitu dong Nyonya. Nyonya yang semangat. Jika wanita itu berbuat kasar sama Nyonya, Nyonya laporin saja sama Bibi. Biar Bi Ijah yang hadapin," kata bi Ijah memukul dadanya. 

Sandra tersentuh dengan bi Ijah. Sekarang Sandra tidak lagi sendiri lagi. Dia ada yang membela. Tidak ada yang perlu ditakutkan sekarang. Dia harus berfokus untuk merebut hati suaminya, sebelum Farel benar-benar terjerat oleh Dewi.

***

Sandra menghabiskan waktu sorenya berjalan-jalan di mall. Dia ingin menikmati layaknya seorang miliarder. Sekarang dia bisa lihat-lihat dengan bebas tanpa takut merusak barang orang. Dulu dia paling anti ke mall. Dia dulu pernah tidak sengaja memecahkan barang pajangan orang. Mau tidak mau Sandra harus membayar barang yang telah dia rusak.

Sandra hanya berjalan sendiri. Dia belum ada teman sama sekali. Orang-orang yang dia kenal masih menganggap jika dia seorang gembel. Jadi buat apa dia mencari teman yang pilih-pilih berdasarkan status.

Sandra juga tidak mungkin mengajak bi Ijah. Bi Ijah masih ada banyak pekerjaan di rumah. Dia pergi hanya diantar oleh sopir pribadi nek Ningsih.

Sandra memutuskan membeli beberapa pakaian. Kali ini Sandra membeli baju yang layak untuk kaum sosialita. Dia tidak ada baju yang bagus sama sekali. Ini juga usulan atau perintah nek Ningsih sebelum pergi. 

Sandra harus membeli baju yang bagus supaya Farel tidak bosan melihatnya. Penampilan adalah nomor satu. Dia juga tidak lupa membeli beberapa alat make up. Dia akan mencoba dandan untuk suaminya. Sekarang di tangan dia sudah banyak kantong belanjaan. Dia memutuskan untuk pulang saja. Dia sudah capek berkeliling dari tadi.

"Sandra! Sandra!" 

Sandra melihat ke arah asal suara yang memanggilnya. Ternyata yang memanggilnya adalah Tika, salah satu sekolah teman sekolah dia. Tika juga sedang bersama Dewi dan dua teman lainnya, Anita dan Evi. Mereka berada di sebuah restoran tidak jauh darinya.

Dewi, Tika, Anita dan Evi, mereka berempat  satu kelompok saat sekolah. Kelompok yang paling sering membullynya.

"Kamu ngapain di situ, Sandra. Kamu ke sini dong," panggil Evi. 

"Masa kamu sombong sih, sama teman-teman kamu," sambung Tika. 

"Iya dong Sandra, kamu jangan sombong," sambung Anita. 

Mereka bertiga tertawa cekikikan. Mereka belum puas hanya membully Sandra saat sekolah. Sekarang mereka ingin membully Sandra lagi. Kapan lagi ada mainan bagus.

Di sisi lain, Dewi kaget melihat Sandra. Apalagi temannya memanggil Sandra. Bisa gawat jika Sandra membocorkan rahasianya.

Sandra menatap mereka berempat dengan ragu. Tapi keraguannya hilang saat melihat Dewi yang terlihat panik.

'Sebaiknya aku menghampiri mereka. Aku ingin tahu apa yang akan mereka lakukan lagi. Aku juga mau tahu Dewi berbohong lagi atau nggak kalau dia menikah dengan seorang pegawai kantoran biasa. Pasti dia mengaku menikah dengan orang kaya. Mana mungkin dia mengaku miskin. Sebaiknya, nanti aku mengaku miskin saja. Biar mereka terkejut saat tahu sendiri kalau aku sudah jadi seorang miliarder,' batin Sandra.

Bersambung ….

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Terpaksa Berbagi Suami   Bab 22. Posesif

    Beberapa tahun kemudian, kehidupan Tika selama itu banyak mengalami perubahan. Dia jatuh miskin karena ditipu oleh laki-laki brengsek. Dia masih saja sombong dan tidak belajar dari pengalaman. Sedangkan Evi dan Anita sudah menyadari kesalahannya. Mereka berusaha untuk memperbaiki kehidupan mereka. Mereka tidak lagi bersikap sombong kepada orang-orang. Mereka lebih menghargai orang lain, sehingga kehidupan mereka menjadi lebih baik. Hidup mereka juga jauh lebih baik daripada dulu. Kemudian, hubungan Sandra dan Farel semakin baik. Mereka hidup layaknya keluarga normal pada umumnya. Mereka juga sudah memiliki seorang putra yang berusia tiga tahun. Putra mereka sangat mirip dengan Farel dari ujung rambut sampai ujung kakinya. Sandra sempat membenci Farel selama seminggu setelah dia melahirkan. Dia merasa tidak adil. Dia yang sudah capek-capek mengandung dan melahirkan anak mereka, malah anak mereka copy paste dari sang suami. Sejalan dan beriring waktu Sandra malah sangat bersyukur a

  • Terpaksa Berbagi Suami   Bab 21. Semuanya Kembali Normal

    "Dewi, mulai detik ini kamu aku ceraikan. Kamu tunggu saja surat cerai kita dari pengadilan," ujar Farel. "Farel, Farel aku mohon, maafkan aku. Aku masih mencintai kamu. Aku selama ini dihasut oleh Deni," kata Dewi mengkambing hitam putihkan Deni. "Mulai sekarang kamu jangan dekat-dekat dengan aku lagi. Kamu pergi dari sini sebelum kesabaran aku habis," ujar Farel marah. "Dasar perempuan tidak tahu malu." "Sudah ketahuan masih saya berbohong." "Mana menyalahkan orang lain lagi." Dewi yang terlanjur malu pergi dari sana. Dia tidak sanggup lagi berada di sana. "Pak, jangan biarkan Deni dan Dewi keluar dari sini. Cegat mereka berdua," suruh nek Ningsih pada sekretaris Has. "Baik Nyonya. Saya akan menyuruh para petugas untuk menahan mereka sambil menunggu polisi datang ke sini," sahut sekretaris Has. "Polisi? Ada apa ini?" tanya Farel tidak tahu apapun. "Farel, kamu lihat video tadi kan. Mereka berdua ingin mencelakai kita semua," ujar Sandra. "Tapi video itu belum cukup seba

  • Terpaksa Berbagi Suami   Bab 20. Semuanya Terbongkar

    "Baiklah, saya akan memanggil cucu saya. Untuk cucu saya, silahkan naik ke atas panggung, Farel," suruh nek Ningsih. Nek Ningsih memanggil Farel naik ke atas panggung. "Oh iya, sekalian sama istri kedua Farel," sambung nek Ningsih. Para karyawan melihat ke arah yang ditunjuk oleh nek Ningsih. Mereka tidak menyangka jika Farel yang mereka kenal sebagai orang biasa adalah cucu dari pemilik perusahaan. Di antara mereka ada orang-orang yang pernah membully Farel, mereka jadi panik. Mereka tidak menyangka jika Farel adalah orang penting. Mereka takut dipecat. Farel dan Dewi naik ke atas panggung. Dewi dengan sengaja mengandung Farel mesra. Tapi tingkah Dewi membuat istri pejabat dan lain yang ada di sana jadi berbisik tentangnya. Mereka yakin jika yang dimaksud nek Ningsih tadi adalah dia. Dewi berada di atas panggung. Dia bermuka tebal dan menulikan telinga dari bisikan nyonya-nyonya tadi. Dia tidak peduli, yang penting sekarang dia adalah istri dari yang memegang kuasa. Urusan

  • Terpaksa Berbagi Suami   Bab 19. Hadiah untuk Dewi

    "Farel, kenapa Sandra yang menjadi bos baru. Seharusnya kan kamu," protes Dewi. "Apa kamu lupa, kalau nek Ningsih telah membuat surat penyerahan semuanya kepada Sandra. Jadi semuanya milik Sandra sekarang," terang Farel. "Jadi itu serius? Bukan bohongan?" tanya Dewi masih tidak percaya. "Nenek aku tidak pernah bermain-main dalam mengambil keputusan. Kenapa kamu jadi kaget seperti ini," ujar Farel yang bersikap biasa saja. Farel percaya dengan keputusan neneknya. Neneknya tidak pernah salah dalam mengambil keputusan. Para tamu undangan tidak kalah kaget. Mereka berbisik-bisik, bertanya-tanya kenapa nek Ningsih menyerahkan pemilik perusahaan kepada cucu menantunya, bukan cucu kandungnya. Setahu mereka, cucu kandung nek Ningsih kuliah di luar negeri dan sedang mengurus perusahaan yang ada di luar negeri. Mereka menduga-duga kalau Sandra menjadi pemimpin perusahaan lantaran cucu dari nek Ningsih masih di luar negeri. Hanya itu alasan yang masuk akal daripada alasan yang lain. Tika,

  • Terpaksa Berbagi Suami   Bab 18. Malam Pelantikan

    Sekretaris Has dengan cepat berlari dan menarik nek Ningsih beserta Sandra. Terlambat sedikit saja Sandra dan nek Ningsih sudah ditabrak dengan keras. Mobil itu gagal menabrak Sandra dan nek Ningsih. Kemudian mobil itu langsung lari dari sana. Meninggalkan jejak. "Kalian tidak apa-apa?" tanya sekretaris Has. "Nek, bagaimana keadaan Nenek tanya?" tanya Sandra khawatir. "Nenek tidak apa-apa. Nenek hanya kaget. Untung ada kamu yang menyelamatkan kami, Has," ujar nek Ningsih dengan syukur. "Itu pasti orang suruhan dari Deni dan Dewi. Mereka sudah mulai bergerak." "Sandra tidak menyangka jika mereka akan bergerak secepat ini." "Mungkin karena acara pelantikan sudah dekat," sahut nek Ningsih. "Itu bisa saja terjadi. Saya akan menyuruh bawahan saya untuk segera menyelidiki kasus ini. Jika memang benar-benar terbukti kalau Deni dan Dewi yang melakukan semua ini, maka ini akan menjadi bukti yang kuat untuk memenjarakan mereka berdua. Mereka sudah berencana melakukan pembunuhan berenca

  • Terpaksa Berbagi Suami   Bab 17. Mengumpulkan Bukti

    Nek Ningsih membuka galeri punya Sandra. Tidak banyak foto maupun video yang ada di sana. Hanya ada beberapa foto tentang makanan atau random. "Kenapa foto Sandra hanya segini. Kalau begini, apa Sandra tidak pernah mengupload foto di sosmed ya. Anak itu itu benar-benar masih polos. Tapi, ini video apa ya," ujar nek Ningsih penasaran. Nek Ningsih membuka video tentang Sandra yang merekam kejadian Deni dan Dewi. Nek Ningsih menonton dari awal sampai akhir. "Ternyata perempuan ini memang iblis. Dia sudah berniat mencelakai kami semua untuk merebut harta kami. Kamu pikir, kamu bisa mengambil semuanya. Ini video yang bagus, dengan ini aku punya bukti kejahatan Dewi. Farel juga bisa berpisah dengan Dewi. Farel tidak mungkin akan menyukai Dewi lagi setelah melihat bukti ini." Nek Ningsih segera mengirimkan video itu ke dalam handphonenya. Dia akan menggunakan video tersebut untuk mempermalukan Dewi dan juga memecat Deni. "Ini Nek, handphone punya Nenek. Apa Nenek menunggu lama?" tanya S

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status