Share

Bab 51

Author: Liazta
last update publish date: 2026-05-30 22:25:53

Langkahnya melambat.

Jemarinya tanpa sadar menggenggam ujung bajunya sendiri.

Liora memang terlihat sangat kuat. Namun dibalik itu semua, ada trauma yang besar yang mungkin tidak bisa dilihat oleh orang lain. Dan rasa minder Karena setelah menjadi seorang kriminal.

Dion langsung menyadarinya.

Seketika rahang pria itu mengeras.

Aura hangatnya menghilang begitu saja.

Ia berhenti berjalan lalu mengangkat pandangan dingin ke seluruh area lobby.

Tatapan tajam itu langsung membuat beberapa karyawan
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Bunda Hafizh
nah gini dounk KK yg baik n tulus, jadi suka deh SM kak Dion hehe
goodnovel comment avatar
Alfiah Ummi Hani
bagus dion..tks ya kk yg baik
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Terpaksa Menikah Dengan Sang Penguasa Kejam   Bab 326

    "Jadi, kamu tidak mau datang ke Prancis lagi?""Bukan begitu!" Liora buru-buru menggeleng. "Aku mau datang lagi, tetapi jangan saat musim dingin. Ternyata musim salju tidak seindah di film-film."Dia menggosok kedua lengannya, seolah-olah kembali merasakan dinginnya udara di luar."Di film, orang-orang bisa berjalan di tengah salju sambil tersenyum cantik. Ada yang bermain salju, membuat manusia salju, bahkan berciuman dengan romantis. Sementara aku? Baru keluar sebentar saja sudah ingin cepat-cepat masuk ke dalam ruangan!"Xavier tertawa lepas."Jadi, kamu tidak merasa romantis saat berada di tengah salju?""Romantis dari mana? Aku sibuk menahan dingin!" Liora memprotes. "Kalau hidungku sampai membeku, apa kamu masih bisa mengatakan aku cantik?"Xavier mendekat, lalu mencubit pelan pipinya."Kamu tetap cantik."Liora langsung tersenyum."Benarkah?""Tentu saja. Hidungmu membeku pun kamu tetap istriku."Senyum Liora seketika menghilang."Xavier!"Pria itu tertawa sambil merangkul ping

  • Terpaksa Menikah Dengan Sang Penguasa Kejam   Bab 325

    Pria itu membalas pelukannya tanpa berkata apa-apa lagi.Beberapa menit kemudian, suasana kembali ceria. Liora memeriksa daftar barang bawaan, memastikan tidak ada oleh-oleh yang tertinggal."Baiklah! Kita pulang besok!"Xavier mengangkat alis. "Besok? Kenapa tidak lusa saja? Kita bisa menikmati satu hari lagi di sini.""Karena semuanya sudah dikemas!" Liora menunjuk koper besar di depan mereka. "Oleh-oleh juga sudah siap. Kalau kita tinggal lebih lama, aku harus membongkar koper lagi. Merepotkan sekali."Xavier tertawa kecil. "Jadi, alasanmu pulang adalah karena tidak mau membongkar koper?""Bukan hanya itu!"Liora menghitung dengan jari."Aku rindu Bibi Nina. Aku juga rindu Kak Leon, Kak Deon, dan Papi. Sudah lama sekali aku tidak bertemu mereka."Dia berhenti sejenak, lalu menambahkan dengan mata berbinar, "Aku juga sudah membelikan oleh-oleh untuk semuanya. Aku ingin segera memberikannya!"Xavier tersenyum melihat antusiasme istrinya."Baiklah. Kita pulang besok.""Benarkah?""Ya.

  • Terpaksa Menikah Dengan Sang Penguasa Kejam   Bab 324

    Xavier menangkap perubahan ekspresi itu. Dia segera mencium pipi istrinya sebelum Liora sempat menghindar."Xavier!" Liora spontan menutup pipinya. "Siapa yang mengizinkanmu menciumku?""Kamu istriku.""Itu bukan jawaban!""Kalau begitu, aku akan bertanya lebih dahulu lain kali." Xavier mengangguk serius. "Sayang, bolehkah aku mencium pipimu?"Liora menatapnya curiga. "Tidak boleh.""Baik."Xavier langsung mundur dan kembali merapikan pakaian.Liora terdiam.Lho?Biasanya pria itu akan mencari cara untuk membujuknya. Kenapa sekarang malah menurut?Dia melirik Xavier diam-diam. Pria itu tampak begitu tenang, bahkan sibuk memeriksa barang-barang yang belum dimasukkan ke dalam koper.Liora akhirnya tidak tahan."Kamu benar-benar tidak akan menciumku lagi?"Xavier menoleh. "Bukankah kamu melarangku?""Aku..."Liora menggigit bibirnya, tidak tahu harus menjawab apa.Xavier menahan tawa. "Jadi, sebenarnya kamu mau dicium atau tidak?""Tidak mau!""Baiklah."Pria itu kembali membelakanginya.

  • Terpaksa Menikah Dengan Sang Penguasa Kejam   Bab 323

    "Kalau bukan karena Martin, aku sudah lama menikah dengan Verdy. Kita sudah lama berkumpul bersama. Mami tidak perlu sembunyi-sembunyi bertemu dengan papi Verdy." Leli bahkan tidak merasa malu mengingat bagaimana dia berulang kali bertemu Verdy secara diam-diam. Setiap kali ada reuni dengan teman-teman sekolah, dia selalu mencari kesempatan untuk menghabiskan waktu bersama pria itu.Mereka menginap di hotel, bepergian, dan menikmati liburan bersama.Pada saat yang sama, Martin sibuk mengurus perusahaan, bekerja keras demi masa depan keluarganya, dan mempercayai istrinya tanpa sedikit pun curiga.Bagi Leli, kesibukan suaminya justru menjadi kesempatan untuk berselingkuh.Bagi Cynthia, ketulusan Martin adalah keuntungan yang bisa terus dia nikmati.Dan ketika semuanya terbongkar, tak satu pun dari mereka benar-benar memikirkan luka yang telah ditinggalkan pada pria itu."Mami, kapan kita menghubungi Papi Verdy?" tanya Cynthia tidak sabar. "Jangan sampai dia terlambat menolong kita."Le

  • Terpaksa Menikah Dengan Sang Penguasa Kejam   Bab 322

    Leli kembali ke kamar tahanannya dengan langkah gontai. Wajahnya pucat, sementara kedua tangannya terus bergetar.Bagaimana Martin bisa mengetahui semuanya?Bukankah ia sudah sangat hati-hati?@Namun, sekarang semuanya terbongkar.Begitu pintu kamar tahanan terbuka, Cynthia langsung menghampiri ibunya. Dia mencengkeram lengan Leli dengan kedua tangan, seolah-olah wanita itu membawa kabar yang bisa mengubah nasib mereka."Bagaimana, Mami? Apa Papi akan mengeluarkan kita dari sini?"Leli hanya menunduk.Cynthia mengernyit kesal melihat ibunya tidak segera menjawab."Kenapa diam saja? Apa pengacara Papi sudah datang? Dia pasti akan membantu kita, kan?"Leli tetap membisu. Bibirnya bergetar, tetapi tak satu pun kata keluar."Mami!" Cynthia mengguncang lengannya. "Bicaralah! Aku sudah muak berada di tempat ini. Apa Papi berhasil memanipulasi bukti-bukti itu supaya hukumanku diringankan?"Leli memejamkan mata. Pertanyaan putrinya justru membuat dadanya semakin sesak.Bahkan dalam keadaan se

  • Terpaksa Menikah Dengan Sang Penguasa Kejam   Bab 321

    “Cepat pergi, Mami,” ujar Cynthia sambil mendorong pelan bahu ibunya. “Jangan biarkan Papi menunggu.”Leli merapikan rambutnya secara refleks. Meskipun hanya mengenakan pakaian tahanan, ia masih berusaha terlihat anggun.Dengan langkah cepat, ia mengikuti sipir menuju ruang kunjungan.Namun, begitu pintu ruang kunjungan terbuka, langkah Leli mendadak terhenti.Bukan Martin yang berdiri di sana.Seorang pria berjas hitam duduk tenang di balik meja.Leli mengenal pria itu.“Pengacara Kevin?”Senyumnya langsung kembali.“Oh, ternyata Anda.”Leli berjalan mendekat dengan wajah lega.“Syukurlah Anda datang. Saya sudah menunggu bantuan dari keluarga. Bagaimana keadaan Martin? Apakah dia sudah menemukan cara untuk mengeluarkan kami?”Pengacara Kevin menatapnya beberapa detik.Tidak ada senyum.Tidak ada sapaan hangat.Tatapannya justru membuat senyum Leli perlahan menghilang.“Nyonya Leli,” katanya tenang, “saya datang atas permintaan Tuan Martin.”“Martin?”Leli kembali tersenyum.“Benar. K

  • Terpaksa Menikah Dengan Sang Penguasa Kejam   Bab 5

    Ruangan itu masih dipenuhi sisa tangis Cynthia.Namun Liora sudah tidak lagi memperhatikan.Tatapannya beralih ke Martin.Tatapan itu dingin dan tenang.Seolah semua emosi tadi… tidak pernah menyentuhnya."Apa, kata Lely?" “Aku setuju.”Kalimat itu keluar begitu saja.Membuat semua orang terdiam.

  • Terpaksa Menikah Dengan Sang Penguasa Kejam   Bab 4

    "Tunangan?" "Iya sayang," jawab Lely lembut.“Ada sebuah keluarga." Martin diam sejenak. Berusaha menyusun kata -demi kata. "Ada keluarga yang sangat berpengaruh di kota ini.”Liora tidak menyela.Hanya menatapnya.“Hubungan dengan mereka akan membawa banyak keuntungan bagi keluarga kita.”Kalima

  • Terpaksa Menikah Dengan Sang Penguasa Kejam   Bab 7

    Udara sore itu terasa berat ketika Liora melangkah keluar dari kafe.Ia tidak langsung pulang.Sejak keluar dari bank, ia tampak waspada membawa tasnya. Tas ini berisi buku-buku, uang dan batu bata. Jelas terasa cukup berat.Langkahnya tenang menyusuri trotoar di depan kafe. Tangannya menggenggam e

  • Terpaksa Menikah Dengan Sang Penguasa Kejam   Bab 6

    “Kalau begitu… aku ikut mobil polisi saja,” kata Liora sambil tersenyum ringan. “Aku tidak ingin merepotkanmu.”Pria bendahara itu sempat terlihat ragu, tapi akhirnya mengangguk. “Baik, Nona. Lebih aman memang begitu.”Beberapa petugas langsung membantu memindahkan koper-koper berisi uang itu ke da

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status