LOGINHidup Fiola berubah sejak ia menggantikan saudaranya Reyna , yang memilih untuk pergi bersama kekasihnya di hari pernikahannya. Meski sejak kecil Fiola selalu berharap bisa berada di posisi Reyna yang selalu disayang dan dibanggakan oleh mama, menjadi pengantin menggantikan Reyna bukanlah sesuatu yang diinginkan Fiola. Apalagi harus menghadapi calon suaminya, Aslan lelaki dingin yang penuh dendam atas penolakan Reyna. Akankah Fiola sanggup menjalani kehidupan berumah tangga dengan Aslan menggantikan Reyna ? Akankah Fiola dapat bertahan atas sikap dingin Aslan ?
View MoreAslan (POV)Bagiku, pernikahan hanyalah transaksi bisnis yang dilapisi gaun putih dan janji palsu. Sejak Kayra—tunangan yang kumanjakan dengan seluruh hartaku—berselingkuh di belakangku dua tahun lalu, hatiku sudah mati. Aku tidak peduli dengan siapa aku dijodohkan. Bagiku, semua wanita kelas atas itu sama: manja, angkuh, dan hanya mencintai kilau berlian di jemari mereka.Saat Papa menyodorkan nama Reyna Adijaya, aku setuju tanpa melihat fotonya. Namun, pelarian Reyna di hari pernikahan adalah penghinaan yang melampaui batas. Ia bukan hanya menolakku, ia menginjak-injak harga diri keluarga Winata.Lalu, munculah Fiola.Aku melihat bagaimana keluarganya sendiri membuangnya ke arahku seperti domba sembelihan. Awalnya, ada secercah rasa iba melihat betapa malangnya dia dijadikan kambing hitam. Namun, rasa iba itu segera tertutup oleh kecurigaan yang gelap. Mana mungkin dia tidak tahu? Pikirku. Mereka saudara kandung. Fiola pasti bersekongkol dengan Reyna—membiarkan kakaknya lari dengan
Cahaya matahari pagi menyelinap masuk melalui celah gorden blackout yang tidak tertutup rapat, menghujam tepat ke mata Fiola. Ia mengerjap, merasakan seluruh badannya kaku dan pegal akibat meringkuk semalaman di atas sofa panjang yang sempit. Untuk sesaat, ia lupa di mana ia berada, sampai aroma kayu cendana yang kuat menyadarkannya. Ini kamar Aslan. Dan ia adalah istri pengganti. Fiola menoleh ke arah ranjang besar di tengah ruangan. Sprei abu-abu itu sudah rapi, namun kosong. Aslan sudah bangun. Suara gemericik air dari kamar mandi menandakan pria itu sedang bersiap. Fiola segera bangkit dengan terburu-buru, merapikan bantal dan selimut di sofa agar tidak terlihat mencolok jika ada pelayan yang masuk. Ia tidak ingin siapa pun tahu bahwa di malam pertamanya, ia diusir ke sofa. Pintu kamar mandi terbuka. Aslan keluar hanya dengan handuk yang melilit pinggangnya, memperlihatkan tubuh atletis dengan tetesan air yang masih mengalir di dadanya. Fiola tersentak dan segera memalingka
Mobil mewah itu berhenti dengan mulus di depan sebuah rumah bergaya modern minimalis yang didominasi warna hitam, abu-abu, dan kaca besar yang dingin. Rumah itu sangat luas, namun tidak ada tanda-tanda kehangatan di dalamnya. Lampu-lampu taman yang temaram justru menambah kesan angker bagi Fiola. Ini bukan rumah; ini adalah monumen kesuksesan Aslan yang dibangun di atas fondasi kesepian.Aslan turun dari mobil tanpa menunggu sopir membukakan pintu, dan ia tidak pula menunggu Fiola. Ia melangkah masuk dengan kaki-kaki panjangnya, meninggalkan Fiola yang masih kesulitan dengan ekor gaun pengantinnya yang panjang dan berat."Turunlah. Jangan membuatku menunggu lebih lama," suara Aslan terdengar dari kejauhan, dingin dan penuh otoritas.Fiola menghela napas panjang, mencoba menenangkan debaran jantungnya yang menggila. Dengan susah payah, ia mengangkat kain gaunnya dan turun dari mobil. Udara malam yang menusuk pori-pori kulitnya yang terbuka terasa begitu menyesakkan. Saat ia melangkah m
Pagi itu, Gereja Katedral terasa begitu asing bagi Fiola. Wangi bunga lili putih yang memenuhi setiap sudut lorong altar biasanya akan membangkitkan perasaan suci dan damai, namun baginya, aroma itu lebih mirip wangi bunga di pemakaman—pemakaman bagi masa depannya sendiri.Fiola menatap bayangannya di cermin besar ruang pengantin. Gaun putih off-shoulder karya desainer ternama itu melekat sempurna di tubuhnya setelah dipermak habis-habisan selama tiga hari terakhir. Gaun yang seharusnya menjadi milik Reyna. Mahkota kecil bertahtakan berlian tersemat di rambutnya yang disanggul anggun, namun beban di atas kepalanya terasa jauh lebih berat dari sekadar logam dan permata."Jangan ditekuk wajahnya, Fiola. Riasanmu bisa retak," tegur Mama yang masuk ke ruangan dengan gaun brokat emas yang mewah. Mama tampak begitu bahagia, seolah-olah ia baru saja memenangkan lotre, bukan baru saja menjual putrinya demi sebuah reputasi."Ma, apa Mama benar-benar tidak merasa bersalah?" suara Fiola berg
Keheningan yang mencekam menyelimuti ruang tamu setelah ucapan Aslan yang dingin itu terlontar. Aku merasa seolah oksigen di sekitarku mendadak habis. Menjadi pengganti? Menikah dengan lelaki yang baru saja dihina oleh kakakku sendiri? "Aslan, apa yang kamu katakan?" Hary, ayah Aslan, mendekat
Suasana di ruang tengah kediaman keluarga Adijaya terasa mencekam, kontras dengan dekorasi bunga-bunga segar yang baru saja dipasang di beberapa sudut rumah. Wangi melati yang seharusnya membawa ketenangan justru terasa mencekik bagi Fiola. Di tengah kepulan uap teh yang sudah mendingin, ketegangan






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.