Compartilhar

Bab 42

last update Data de publicação: 2024-04-03 13:13:15

Bella latihan tari hingga sore. Karena sebentar lagi dia dan anak-anak seni tari lainnya akan perform untuk memeriahkan acara hari ulang tahun sekolah.

Sepulang dari sekolah Bella langsung mandi dan tidur. Bahkan ia tidur masih menggunakan handuk kimono tanpa berganti baju lebih dahulu. Sepertinya Bella terlalu letih.

Gara sengaja tidak membangunkannya. Ia menyusul Bella tidur saat hari telah malam. Karena sepi juga jika Bella sudah tidur. Gara merapikan selimut Bella dan memeluknya sebelum ia
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 136

    Grep! Gara memeluk Bella dari belakang saat perempuan itu sibuk bersolek di depan cermin. "Aku harus ke sekolah Ra," ucap Bella saat laki-laki yang menjadi suaminya itu meletakkan dagunya di atas pundak Bella. "Aku tau," jawab Gara. "Kalau tau menyingkir dong." Gara tetap tak bergeming. Ia tetap memeluk Bella dengan posesif. "Oh ya aku sudah meminta supir di rumah Papa untuk mengantarkan pakaian untukmu. Mungkin tidak lama lagi datang." Bella memberitahu. "Aku suka begini padahal. Apalagi kalau nempel sama kamu." "Kita sudah nempel semalaman. Sekarang aku mau sekolah jadi lepaskan dulu pelukanmu." Bella sudah menyelesaikan riasan tipisnya. Ia sibuk merapikan alat-alat make up-nya, memasukkan ke dalam laci meja rias. "Aku masih kangen sama kamu," ucap Gara manja. Bella melihat

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 135

    "Tak kusangka selama ini kamu ada di sini," kata Gara sambil meletakkan beberapa barang belanjaan berisi sayur-mayur. "Kenapa, kamu sudah memberikan rumah ini untukku kan?" Tanya Bella. Perempuan itu kemudian membungkar belanjaan yang tadi Gara bawa. "Yah, rumah ini memang milikmu. Sudah jadi hakmu. Tidak ada salahnya kalau kamu menempatinya," kata Gara. "Kamu mau masak apa?" Tanya Gara setelah beberapa saat. Bella masih tak menoleh karena sibuk memisahkan beberapa sayur untuk di simpan ke dalam kulkas. "Kamu mau dimasakin apa? Kamu udah lama kan nggak makan masakanku." Gara mengangguk. "Apapun yang kamu masak aku tetep makan. Kamu masak apa yang menurutmu paling pandai kamu buat." "Aku paling pandai masak mie instan pake telur," gurau Bella sambil terkekeh. "Iya, buat itu aja nggak apa-apa. Cari yang praktis. Kalau kelamaan masak nanti aku bisa kela

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 134

    "Bel, ketemuan di mall ya. Kita nonton bioskop. Pokoknya kamu harus dateng. Aku sama Vano udah nunggu. Kalo kamu nggak dateng bakal ngambek." Begitu ucap Vanilla sore itu melalui sambungan telepon.Bella yang sebenarnya ingin bersantai sedikit malam ini jadi tak memiliki memiliki pilihan lain selain datang ke mall tempat Vanilla dan Vano menunggu.Bella mengenakan kaos oversize dipadukan dengan celana pendek selutut. Rambutnya diikat biasa ke belakang. Sapuan make up tipis selalu mampu memberikan tampilan fresh di wajahnya.Dengan mengendarai mobilnya ia pergi menuju sebuah mall. Ketika hampir sampai Bella menelepon Vanilla."Kalian dimana?" Tanya Bella."Masuk dari lobby utara aja yang tempat parkirnya luas. Kita masih di parkiran," jawab Vanilla."Oke, aku muter dulu," jawab Bella singkat.Bella pun mengambil jalan memutar untuk bisa masuk dari lobby utara. Hanya berselang lima menit saja Vano dan Vanilla sudah melihat

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 133

    Gara kembali ke rumah kedua orangtuanya karena ia berpikir Bella tidak ada di kediaman keluarga Hyuugo."Apa yang kamu lakukan Ra?" Tanya Ibunya Gara bingung mendapati anaknya itu duduk di atas sofa dengan kaki ditekuk."Buk, Ibuk tau kan dimana Bella? Kasih tau Gara dong Buk. Gara mau nemuin dia. Mau berbaikan sama dia," rengek Gara. Ia sudah mirip bocah kecil yang merengek pada Ibunya untuk dibelikan coklat kesukaannya."Ibuk nggak tau Gara," jawab Ibunya Gara menyusul anaknya duduk di sofa."Bohong," cerca Gara. Ia tak percaya pada Ibunya. "Ibuk pasti tau dimana Bella dan sedang berkongsi untuk tidak memberitahu Gara. Buk, ayolah Gara ini anak Ibuk loh.""Cari tahu sendirilah. Perempuan itu kadang ingin melihat perjuanganmu Ra, bukan sekedar rengekanmu."Gara malah merebah kepalanya ke lengan sofa. Matanya memandang ke atas plafon yang didekorasi begitu cantik."Buk, percaya sama Gara. Semua yang terjadi diantara aku

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 132

    Setelah satu minggu lebih terus menerus tak sadarkan diri hari ini pukul tujuh pagi tepat, saat hujan mengguyur bumi Leo membuka matanya. Laki-laki pemilik wajah baby face itu terbengong untuk beberapa saat lamanya. Ia telah sadar dari tidur panjang yang mengkhawatirkan nyawanya lunas. "A-aku..." Suara Leo begitu lemah. Tapi meskipun lemah suara mampu di dengar oleh Lina. Melihat Leo yang sudah sadarkan diri wanita itu tersenyum. Wajahnya begitu sumringah seolah tak bisa membendung perasaan bahagianya. Lina segera memanggil Dokter Sean untuk mengecek kondisi Leo. "Sudah kubilang sama Dokter bahwa anak ini akan siuman kembali. Dia terlihat kuat dengan cidera seperti itu mana mungkin ia akan berakhir tanpa pernah membuka matanya lagi," celoteh Lina panjang begitu Dokter Sean masuk ke ruangan Leo. Dokter itu hanya menanggapi dengan senyuman sekilas saja. Ia segera mengecek tanda-tanda vital Leo, mulai dari suhu tubuh, detak jantung, tekanan

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 131

    Gara baru saja keluar dari lift. Ia berjalan gontai menuju pintu apartemennya. Berbeda dengan hari-hari sebelumnya, kedatangannya ke apartemen ini tidak lagi membuatnya bersemangat. Pikiran Gara penuh dengan masalah-masalah yang rasanya hampir membuat kepalanya meledak."Huuuffftttt..." Berkali-kali Gara menghembuskan nafas panjang.Ceklek!Gara memutar kenop pintu. Ia masuk ke apartemen dan langsung menuju ke arah balkon. Laki-laki itu membuka jendela sedikit agar udara bisa masuk. Namun Gara tak sengaja mendengar obrolan serius Leticia dengan seseorang melalui telepon. Gadis itu sedang berada di balkon apartemennya yang memang bersebelahan dengan balkon apartemen Gara."Sudah kulakukan dengan baik Sonya. Yah, sepertinya aku mendapatkan keberuntungan. Karena hanya dengan salah paham sedikit saja mereka jadi bertengkar hebat hahahaha..."Gara menajamkan pendengarannya."Sonya? Maksudnya Sonya Rudolf?" Tanya Gara bermonolog di dal

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 40

    Bella kembali ke toilet di gedung B dengan wajah murung. Ia masih memegang seragam Gara di tangannya."Bel, kenapa?" Selidik Vanilla yang melihat kedatangan Bella seperti separuh kesadaran dirinya tertinggal."Nggak apa-apa kok La. Aku ganti baju dulu ya.""Nih rokmu Bel." Vanilla menyodorkan rok di ta

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 38

    "Benar, Tuan Putri. Seperti tradisi kita selama ini dalam menerima anggota baru maka ia baru dikatakan layak bergabung saat berhasil bertahan dari serangan kami," sambung yang lainnya."Tidak perlu. Dia bukan anggota baru. Dia suamiku. Perkenalkan. Namanya adalah Sagara Rihanda."Demi mendengar ucapan

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 36

    Ceklek!Bella membuka pintu rumahnya. Tiba-tiba Gara yang mengekor langsung memeluk Bella dari belakang."Ngapain sih Ra?" Tanya Bella heran melihat kelakuan suaminya.Gara meletakkan kepalanya di atas bahu Bella."Aku nggak mau kalah dari Edo," jawab Gara kayak bocah.Bella menoleh sambil mengusap lembu

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 35

    Di atas jembatan ada mobil hitam yang sedang memantau perkelahian pelajar dari 2 sekolah tersebut. Tak berapa lama setelah geng SMA negeri bubar mobil tersebut juga tampak melaku meninggalkan area jembatan menuju suatu tempat.Gerak gerik dari mobil tersebut amat mencurigakan.Gara menoleh."Kok kamu d

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status