Share

Bab 6

Author: Hibatillah S.
last update Petsa ng paglalathala: 2024-03-18 20:52:52

"BEELLL!!!" Gara berteriak panik.

Grep!

Gara sigap menangkap tubuh Bella. Keduanya jatuh terduduk di tangga dengan posisi Bella berada di pangkuan Gara.

"Ehhh???" Jantung Bella berdegup kencang. Hampir saja ia meluncur dari tangga. Entah bagaimana jadinya kalau Gara tidak menyelamatkannya.

"Kek bocah sih lari-larian. Kalo jatuh gimana? Aku lagi loh nanti yang disalahin Ibuk."

"Tapi aku nggak jadi jatuh kan?" Bella berkilah.

"Iya, karena aku tangkap. Kalo nggak gimana?"

"Nah, itulah makanya kita
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 142

    Persidangan dua kasus besar kembali dibuka. Kasus-kasus yang dulunya sempat tenggelam dan dianggap telah terselesaikan kini kembali diungkap di hadapan hakim. Bukti-bukti dikumpulkan. Tersangka baru dari dua kasus ini di hadirkan. Termasuk Rosna yang awalnya menghindar akhirnya rumah sakit jiwa tempat persembunyiannya selama ini di grebek oleh polisi. Kini wanita itu tertunduk tak berdaya di hadapan hakim. Ia mencoba berkelit saat mendengar pembacaan tuduhan. Tapi bukti pemeriksaan dari dokter kejiwaan membuktikan ia tidaklah menderita gangguan jiwa. Dia sehat. Sebab itu pengakuannya pada Leo bisa menjadi bukti yang kuat. Dulu ia mengatakan semua itu pada Leo untuk sekedar bermain-main karena yakin bisa menangani bocah itu. Tapi Rosna sungguh tidak tahu siapa yang dia hadapi. Akhirnya, kini ia terjebak dengan permainannya sendiri. Selain itu Edo juga bermandikan air mata karena tindakan yang diambil Sabia. Tapi mau bagaiman

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 141

    Gara dan Bella datang ke rumah sakit telat saat Sabia sedang menggendong bayinya. "Gercep banget meluncurknya Ra?" Tanya Edo begitu melihat sahabatnya itu datang. "Sengaja, biar kamu nggak nanya kapan dateng mulu," jawab Gara dengan nada gurauan. Ia menyerahkan sebuah bingkisan besar pada Edo, dan laki-laki itu menerimanya dengan bahagia. "Wahh, Kak Edo, Kak Sabia, selamat ya atas kelahiran bayinya," ucap Bella tulus. "Terimakasih ya Bella," jawab Sabia diikuti senyuman. Bella mendekat untuk melihat bayi mungil itu. Tapi tidak dengan Gara. Hanya melihat Bella tersenyum saat menjawil pipi bayi itu saja tiba-tiba dada Gara menjadi sesak. Andai bayinya tak keguguran mungkin tak lama lagi dia juga bisa merasakan kebahagiaan yang sama dengan Edo dan Sabia saat ini. Sebab itu Gara tak sanggup setiap kali melihat Bella tersenyum pada bayi. Itu sama saja mengingatkan Gara betapa bodohnya dia kala itu.

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 140

    Kumandang adzan Edo terdengar beberapa kali tersensat. Suaranya yang parau itu timbul tenggelam dalam tangisan. Saat kumandang adzan dan iqamahnya selesai wajah Edo benar-benar telah banjir air mata. Ia tak menyangka jika sekarang telah menjadi seorang Papa. Seorang bayi mungil telah hadir di hadapannya begitu nyata. Ya, ini bukan lagi mimpi atau sekedar khayalan. Edo takut-takut menyentuh tangan mungil bayinya yang masih mengepal. Lalu ia mencium pipi anaknya dengan penuh kelembutan dan kasih sayang. Bayi itu tampak mengeliat bibirnya bergerak-gerak lucu. Ia pasti mengira ciuman Edo dipipinya adalah asi pertama yang ingin ia hisap. "Selamat datang di dunia jagoan kecil Papa," ucap Edo pelan. "Ya, ampun Papa malah nangis. Harusnya Papa seneng karena sudah bisa bertemu kamu. Maafin Papa ya sayang." Edo tersenyum bahagia saat melihat jari telunjuknya digenggam oleh anaknya. Edo kemudian teringat pada satu-satun

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 138

    Faktanya kepulangan Leo ke markas Hell Devil memang membuat kebahagiaan tersendiri meskipun ada sedikit yang disayangkan. Yaitu Leo tak bisa dimintai keterangan terkait peristiwa yang menyebabkan dirinya celaka. "Coba diingat-ingat lagi Leo. Bukankah kala itu kau pergi untuk menyelidiki tentang ibunya Sabia untuk kasus pembunuhan mamanya Bella?" Tanya Pak Freddy. "Apa yang terjadi padamu? Kenapa jejak penyeranganmu ditemukan di pinggiran kota? Apa yang kau temukan disana?" Leo tertunduk di depan Pak Freddy. Ia memegangi kepalanya dengan kedua tangan. Berusaha benar mengingat terakhir kali yang terjadi dengan dirinya. "Pak Freddy, sepertinya Leo memang tidak bisa mengingat apapun. Jangan dipaksakan. Nanti dia bisa sakit," kata Gara. "Sepertinya tidak ada orang lain yang bisa diharapkan untuk menuntaskan kasus ini. Kalau begitu aku sendiri yang harus turun tangan untuk menuntaskann

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 139

    "Aku sudah launching Om, ditunggu kadonya." Gara tersenyum setelah membaca pesan singkat itu. "Kenapa Ra?" Tanya Bella. Gara masih tersenyum lebar saat menyerahkan gawainya pada Bella. "Apaan sih yang bikin kamu senyam-senyum nggak jelas begini?" Bella penasaran. Ia pun mengambil gawai Gara dan melihat foto yang dikirimkan oleh sahabat Gara itu. "Ini..." Bella mengamati baik-baik foto itu. "Ini anak Kak Edo?" Tanya Bella tak percaya. "Kecuali kalau Edo nyulik anak orang bisa jadi foto itu bukan anaknya. Ya iyalah itu anaknya Edo, sayang," jawab Gara. "Ih, Gara neyebelin banget sih orang aku nanya baik-baik juga. Aku tuh kaget aja kok Sabia udah lahiran aja. Dia yang lahirannya cepet apa kita yang terlalu sibuk sih?" "Kita yang terlalu sibuk deh kayaknya. Gimana, mau nengokin sekarang atau besok aja?" Tanya Gara. "Kalau besok keburu pul

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 137

    "Leo?" Refleks Gara menyebut nama itu. Leo menatap Gara dengan lekat. "Aduh, kayak nggak asing sama wajahnya. Tapi siapa ya?" Tanya Leo mencoba membenamkan wajah Gara ke dalam ingatannya. "Gara," ucap Gara. "Sagara Rihanda." "Oh, ya benar. Aku baru ingat!" Seru Leo. Ingatannya memang agak buruk setelah kejadian itu. Terutama untuk kejadian-kejadian yang baru saja terjadi. Justru jika kejadian itu telah lama berlalu Leo sangat ingat betul. Seperti bagaimana ayahnya meninggal dan bagaimana ia bergabung dengan kelompok mafia Hell Devil. Gara meletakkan air mineral yang dibawanya ke meja kasir. "Kau jangan pergi. Aku ingin bicara denganmu." "Oke, aku tunggu di luar," jawab Leo. Kebetulan di luar minimarket memang ada meja dan kursi yang sengaja di sediakan untuk pengunjung. Gara menyelesaikan pembelian air mineralnya kemudian buru-buru keluar untuk menyusul Leo.

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 50

    Flashback"Pak, cepet dikit dong. Bella telat loh," kata Bella sambil melirik jam tangannya dengan cemas."Iya Nona. Ini Bapak juga sudah ngebut kok. Bentar lagi kita sampai kok."Bella mulai melihat gedung sekolahnya dan keadaannya sudah sepi. Pagar sudah di turup. Siswa yang telat tidak diijinkan mas

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 49

    "Kita nggak malam mingguan?" Tanya Bella yang sedang duduk di atas ranjangnya sambil memeluk si Putih."Kamu mau kemana?" Tanya Gara."Nggak tau. Kemana aja sih yang penting sama kamu."Gara melihat istrinya hanya mengenakan croptop memamerkan perutnya yang rata dan hotpants yang begitu pendek."Ganti p

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 44

    Gara, Edo, Bella dan keluarga Revan menjadi orang yang paling akhir meninggalkan pemakaman. Rasanya mereka masih tidak percaya jika jasad yang baru saja dikebumikan itu adalah Revan.Ribuan tetes air mata mengiringi kepergiannya. Tak perduli bahkan jika mata telah menjadi sembab karenanya. Seolah tan

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 43

    Gara dan Bella baru datang ke rumah sakit saat Edo tertunduk lesu bersama Mamanya Revan."Tante," panggil Gara. Bocah itu kemudian menyalami Mamanya Revan bergantian dengan Bella.Gara memperhatikan kondisi Revan yang masih terpejam erat."Gimana dengan Revan, Do?"Edo menggeleng sambil meremas rambutny

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status