共有

Bab 7

作者: Hibatillah S.
last update 公開日: 2024-03-19 08:36:39

Bella dengan asyiknya membalur seluruh tubuhnya dengan busa sabun. Ia kemudian menikmati siraman air hangat dari shower. Air hangat memang dapat memberikan kenyamanan dan merilekskan otot-otot kakinya yang pegal karena berjam-jam keliling mall.

Tiba-tiba...

Ceklek!

Kenop pintu kamar mandi diputar. Daun pintunya terbuka. Gara masuk begitu saja tanpa tahu jika Bella sedang mandi.

Refleks Bella menoleh.

"KKKYYYYYYAAAAAAAAAAA!!!" Bella berteriak sekencang-kencangnya sambil menutupi tubuhnya. Sedang
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 108

    "Ra, bangun Ra!" Edo menggoyangkan bahu Gara setelah beberapa saat lamanya bocah itu diam saja tak bergerak. Sepertinya Gara sempat pingsan setelah senggolan keras tadi. Beruntungnya ia terlindungi oleh airbag. Kalau tidak mungkin kepalanya bisa saja pecah mengahantam kemudi."Apa kita udah ada di alam baka Do?" Tanya Gara sambil mengusap kepalanya yang pening."Wkwk... Ngelawak kamu Ra?" Edo malah tertawa."Kita masih di dunia, tapi kalau bentar lagi nggak tau deh."Edo berkata demikian karena ia menyadari ada satu mobil lagi yang datang dari arah berlawanan. Dari mobil yang baru saja datang itu keluar orang-orang bertubuh besar dengan menyandang shotgun di tangannya.Gara melirik dari kaca spion. Lalu memeriksa peluru pistolnya yang tinggal dua butir saja."Sial! Ini tidak cukup," kata Gara."Hei, mau kemana?" Tanya Edo menarik lengan baju Gara saat bocah itu akan keluar dari mobil."Menghadapi musuh tentu saja," jawab Gara."Kita bisa mati konyol dengan lawan yang tidak berimbang R

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 107

    Aksi kejar mengejar antara mobil Gara dengan mobil hitam di belakangnya tanpak sengit. Pasalnya saat Gara membawa mobilnya melesat cepat diantara kendaraan-kendaraan lain mobil pengejar itu juga pandai mengikuti aksi Gara."Siapa sih Ra mereka?" Tanya Edo. Ia sudah berpengalaman erat-erat takut kalau-kalau Gara oleng dikit terus menghantam pembatas jalan atau menabrak kendaraan lain."Sepertinya para anak buah papa mertuamu," jawab Gara sebisa mungkin tetap fokus pada jalanan yang padat ini."Aku bahkan belum diakui sebagai menantunya tau, anaknya aku bawa kawin lari," kata Edo.Gara melirik mobil di belakangnya yang semakin dekat jaraknya."Dasar menantu durhaka," ejek Gara.Edo tidak menjawab lagi. Ia takut obrolannya justru membuat konsentrasi Gara pecah.Ttinnnn!!! Tiiiiinnnnnnn!!!Gara menekan klakson tidak sabaran menyuruh mobil-mobil lain menyingkir."Sial! Sial! Minggir!" Gerutu Gara.Di depan Gara justru ada mobil sivel dengan sebuah kertas menempel di bagian kaca belakang. T

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 105

    "Bella!" Bu Anjar menghampiri Bella ke kelas."Ya, Bu," jawab Bella dengan ramah."Ikut Ibu sebentar yok.""Kemana Bu?" Tanya Bella."Ikut aja. Cuma sebentar kok." Bu Anjar tersenyum."Oh, baik Bu." Bella menurut saja.Rupanya Bu Anjar mengajak Bella naik mobil ke sebuah kafe yang tidak jauh dari sekolah. Sesampainya di sana Bu Anjar juga memesankan Bella makanan dan minuman. Guru itu ingin berbicara dengan suasana yang lebih rileks agar nantinya Bella tidak begitu terkejut dengan hal yang ingin Bu Anjar sampaikan."Bu, mau bicara apa sih sama Bella kok kita sampai harus keluar sekolah segala?""Bicara sedikit penting," jawab Bu Anjar dengan wajah jenaka yang membuat Bella tersenyum."Bella, kalau Ibu bicara agak pribadi boleh nggak?" Tanya Bu Anjar ketika pramusaji selesai menghidangkan pesanan mereka."Nggak apa-apa kok Bu. Bella tidak keberatan."Bu Anjar tersenyum lagi. Guru itu menghela nafasnya sebelum memulai bicara."Bella merasa tidak ada yang berubah dari tubuh Bella?" Tanya

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 104

    "Gimana?" Tanya Edo begitu Gara masuk kelas. Tau nggak sekarang Edo pindah duduk dengan Sabia. Padahal sebelumnya Edo duduk dengan Gara."Beres," jawab Gara. "Aku diijinkan ikut ujian. Tapi Bella diskorsing sih sampai dua mingu ke depan.""Huuffttt... Nggak apa-apa deh Ra. Yang penting nggak dikeluarkan dari sekolah. Ya kali mau drop out di detik-detik terakhir sebelum ujian. Rugi dong," cerocos Edo."Kamu tuh ati-ati. Nggak usah gandeng renteng. Nanti jadi perkara pula," kata Gara mengingatkan Edo."Kamu cemburu kalo kita gandeng renteng?" Selidik Edo dengan nada bercanda."Cih, siapa juga yang cemburu?" Tanya Gara tak terima dibilang cemburu dengan mantan."Ya kalo nggak cemburu kenapa juga kamu ngomong gitu Ra?" Tanya Edo balik."Siapa tahu kan kamu ketimpa masalah kayak aku.""Kita main cantik kok Ra. Nggak bakal ketauan." Edo cengengesan."Main cantik tapi kebobolan," celetuk Gara."Haiisshh, nggak usah ngomong gitu. Kalau kedengaran Sabia, dia bisa ngambek seharian sama aku.""C

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 103

    "Udah?" Tanya Gara begitu Bella kembali ke ruang Kepsek."Udah," jawab Bella singkat."Terus, Bu Anjar mana?""Masih di belakang."Setelah percakapan itu suasana di dalam ruang Pak Kepsek menjadi hening. Mereka menunggu Bu Anjar membawa bukti yang mungkin bisa meringankan beban sanksi Bella dan Gara.Akhirnya Bu Anjar muncul juga setelah ditunggu-tunggu."Nunggu lama ya? Maafkan saya ya Bapak Ibu sekalian," ucap Bu Anjar sopan tak lupa diiringi senyuman ramah."Bagaimana dengan hasilnya Bu Anjar?" Tanya Pak Kepsek.Bu Anjar dengan gerakan sopan menyodorkan alat tes kehamilan itu ke atas meja Pak Kepek."Hasilnya Bella memang tidak hamil Pak," jawab Bu Anjar yang wajahnya jelas kentara jika ia menyembunyikan sesuatu. Rupanya Bu Anjar memilih untuk menukar hasil tes kehamilan Bella demi menyelamatkan bocah itu."Sekarang keputusan masalah ini ada pada Bapak Kepala Sekolah," ujar Bu Anjar."Baiklah, Gara dan Bella. Bapak masih belum bisa memutuskan sanksi ini. Bapak mesti memanggil wali

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 102

    SMA swasta pagi ini benar-benar gempar dengan berita pengakuan Gara di acara dance kompetition bahwa laki-laki yang memiliki banyak penggemar itu telah menikah dengan Bella.Kini Gara dan Bella duduk ruang kepala sekolah berhadapan dengan kepala sekolah beserta empat wakilnya."Jadi, tolong jelaskan bagaimana kronologi pernikahan rahasia ini Gara?" Tanya Pak Kepsek."Bukan apa-apa. Kejadian kamu ini bisa dianggap pelopor bagi siswa-siswi lain untuk mengikuti tindakanmu. Yang terjadi di masa depan justru akan ada banyak siswa SMA yang melakukan pernikahan di bawah umur," ujar Bapak Kepsek."Jika pernikahan saya dan Bella dianggap sebagai sebuah tindakan yang salah dan tidak patut dicontoh maka kami meminta maaf kepada seluruh pihak yang bersangkutan di SMA swasta. Kami menikah bukan karena sebuah kesengajaan yang direncanakan," terang Gara merendah.Ia memang siap menghadapi situasi ini kala mengumumkan pernikahannya dengan Bella."Jadi? Karena apa?" Tanya Pak Kepsek."Karena kasus pem

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 97

    "Aku mau ngelatih dance anak-anak kelas 11 untuk terakhir kalinya sebelum semua jabatan kita di sekolah di copot besok," pamit Edo pada Sabia.Besok memang sudah dijadwalkan untuk serah terima jabatan seluruh OSIS lama kepada OSIS baru.Sabia mengangguk. Edo sudah mau keluar dari kelas ketika Sabia me

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 95

    Tok! Tok! Tok!"Bi, kamu lagi apa? Aku masuk ya," kata Edo.Sabia gemetar ketakutan. Ia meletakkan cutter itu di atas meja.Ceklek!Edo muncul di depan pintu tepat saat Sabia baru selesai meletakkan cutter. Edo jelas melihat hal itu. Apalagi sekarang posisi cutternya berpindah dari dalam gelas wadah pen

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 92

    Hari-hari berlalu begitu saja. Tanpa terasa sudah hampir tujuh bulan kepergian Revan. Sejak saat itu persidangan kasus Revan terus saja di lakukan. Namun hari ini ada berita yang tak mengenakkan yang datang dari Edo."Ra, dimana?" Tanya Edo melalui sambungan telepon."Di rumah.""Aku sudah dari rumahmu

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 91

    "Ck, yang lalu biarlah berlalu Do. Nggak usah diungkit-ungkit lagi," jawab Gara."Hai, Sabia. Apa kabar?" Tanya Bella dengan wajah sumringah. Yang ditanya justru berwajah masam. Gadis itu sama sekali tidak mau menjawab pertanyaan dari Bella."Tegak!" Sabia menarik tangan Bella dengan kasar."Lepas!" Be

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status