Share

WAJAH YANG SAMA

Penulis: Pendosa
last update Tanggal publikasi: 2026-09-17 10:10:41

“Ma-maaf...” ucap Yura terbata-bata.

Ia segera turun dari ranjang. Gerakannya tergesa, seolah takut keberadaannya di sana justru semakin menyulut amarah Adrian.

Yura menunduk. Jemarinya saling menggenggam erat, berusaha menyembunyikan kegugupan yang semakin menjadi-jadi. Tatapan Adrian begitu tajam hingga membuatnya tidak berani mengangkat wajah.

“Buang seprai dan bantal itu. Ganti dengan yang baru.”

Adrian membuka laci di samping ranjang, mengambil sebotol disinfektan kain, lalu melemparkannya ke arah Yura. Botol itu jatuh tepat di dekat kaki wanita tersebut.

“Semprot seluruh ranjangku dengan itu. Aku tidak mau kuman dari tubuhmu mengotori tempat tidurku.”

Yura terdiam. Kalimat itu terasa jauh lebih menyakitkan daripada lemparan botol tadi. Namun, ia tidak membantah.

“Baik.”

Yura membungkuk, mengambil botol tersebut dengan tangan gemetar, lalu meletakkannya di atas meja kecil.

Ia mulai mengganti seprai dan sarung bantal. Setiap gerakannya dilakukan dalam diam, meskipun dadanya terasa sesak.

Sebegitu menjijikkannya aku di matanya?

Hanya karena hidupnya pernah berada di titik paling rendah, Adrian menganggap dirinya seperti sesuatu yang penuh kuman.

Namun Yura memilih menelan semua rasa sakit itu. Ia tahu Adrian jauh lebih terluka.

Pria itu harus menjalani hidup di atas kursi roda karena kecelakaan yang mengubah seluruh kehidupannya. Sementara Yura merasa dirinya adalah salah satu alasan di balik kehancuran tersebut.

Maka, meskipun setiap perkataan Adrian melukai hatinya, Yura berusaha memakluminya.

Beberapa menit kemudian, ranjang itu kembali rapi dan bersih. Yura mundur beberapa langkah.

“Sudah.”

Adrian tidak menjawab.

Pria itu mengarahkan kursi rodanya mendekati ranjang. Tangannya mencengkeram sisi kasur, lalu ia mencoba mengangkat tubuhnya.

Sekali, gagal. Ia mencoba lagi. Tubuhnya hanya berhasil terangkat sedikit sebelum kembali jatuh ke kursi roda. Wajah Adrian memerah menahan frustrasi.

“Ah! Dasar kaki sialan!” Ia memukul pahanya sendiri dengan kepalan tangan.

Yura yang melihatnya tidak tega. “Biar aku bantu.”

Tanpa menunggu jawaban, Yura melangkah mendekat dan meraih tangan Adrian. Namun, baru saja tangannya menyentuh pria itu—

“JANGAN SENTUH AKU!” Adrian mendorong tubuh Yura sekuat tenaga.

Tubuh Yura kehilangan keseimbangan.

Bruk!

Ia jatuh tersungkur di lantai.

“Jangan sentuh aku dengan tangan kotormu!”

Adrian bernapas berat. Kemarahan, rasa frustrasi, dan keputusasaan bercampur menjadi satu di wajahnya.

“Aku jadi seperti ini karena kamu!” bentaknya. “Kalau waktu itu kau memang ingin mati, kenapa harus menyusahkan orang lain?!”

Yura membeku. Air matanya yang sejak tadi ditahan akhirnya menggenang di pelupuk mata.

“Maaf...” Hanya itu yang mampu keluar dari bibirnya.

Adrian tertawa hambar. “Maaf?” Tatapannya penuh kepahitan. “Untuk apa kau terus mengucapkan kata itu? Apa dengan meminta maaf kakiku bisa berjalan lagi?”

Yura menunduk semakin dalam. “Tidak...”

“Lalu apa gunanya?” Suara Adrian bergetar menahan emosi. “Sihir apa yang kau berikan kepada papaku sampai dia memaksaku menikahi wanita yang telah membuatku menjadi pria tidak berguna seperti sekarang?”

Air mata Yura akhirnya jatuh.

Ia ingin menjelaskan bahwa tidak pernah ada niat untuk menghancurkan hidup Adrian. Ia ingin mengatakan bahwa dirinya pun tidak pernah meminta semua ini terjadi. Namun, tidak satu pun kata mampu melewati tenggorokannya.

Adrian mengusap wajahnya kasar. Ketika melihat Yura menangis, sorot matanya sempat berubah. Ada sesal yang sekilas muncul, tetapi segera ia sembunyikan.

“Pergi.”

Yura mengangkat wajah.

“Aku muak melihat wajahmu.” Adrian menunjuk pintu. “Keluar dari kamarku!”

Yura menggigit bibirnya agar tangisnya tidak semakin terdengar. Ia berdiri dengan lutut yang masih terasa sakit, kemudian berjalan menuju pintu.

Tidak ada satu pun orang yang menginginkannya, tidak setelah semua yang terjadi.

Begitu keluar dari kamar Adrian, Yura berjalan tanpa tujuan. Pandangannya kabur oleh air mata. Ia terus melangkah melewati lorong hingga tidak menyadari seseorang datang dari arah berlawanan.

Bruk!

Tubuhnya menabrak seseorang. Ia kehilangan keseimbangan dan hampir jatuh, tetapi sepasang tangan dengan sigap menangkap tubuhnya.

“Pelan-pelan.” Suara pria itu terdengar tenang.

Yura membeku. Ia perlahan mengangkat wajah, darahnya seolah berhenti mengalir. Wajah pria di hadapannya... Sama persis dengan Adrian. Namun, ada satu perbedaan besar. Pria itu berdiri tegak dengan kedua kakinya.

“Andreas...” gumam Yura spontan.

Pria itu mengernyit kecil.

Yura segera tersadar. Ia buru-buru melepaskan diri dari pelukan Andreas dan mundur beberapa langkah. Ini pertama kalinya mereka bertemu.

Andreas menatapnya dengan tenang. Berbeda dengan Adrian yang selalu memiliki sorot mata penuh kemarahan, tatapan Andreas justru teduh. Aroma parfum maskulin yang melekat di tubuhnya juga membuat Yura semakin gugup.

“Kau pasti Yura.”

Yura hanya mengangguk.

Andreas memperhatikan wajah wanita itu. Mata Yura merah dan basah, sementara pipinya masih dipenuhi bekas air mata. Senyumnya menghilang.

“Siapa yang membuatmu menangis?”

Yura terdiam. Pertanyaan sederhana itu justru membuat dadanya kembali sesak. Ia menundukkan kepala, berusaha menahan tangis yang kembali mendesak keluar.

Andreas semakin yakin bahwa sesuatu telah terjadi.

“Yura,” panggilnya lembut. “Apa Adrian yang membuatmu menangis?”

Yura menggigit bibirnya. Ia tidak menjawab. Namun, diamnya sudah cukup menjadi jawaban bagi Andreas. Tatapan pria itu perlahan berubah serius.

Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, Andreas merasa ada sesuatu yang jauh lebih rumit daripada sekadar pernikahan paksa di antara saudara kembarnya dan wanita ini.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Terpaksa Menikahi Tuan Muda   TARIK ULUR

    Damian sedang berbicara dengan Sebastian mengenai perusahaan ketika ponselnya bergetar di atas meja. Ia melihat layar, ada nomor tidak dikenal menghubunginya. Damian mengangkat tangan, memberi isyarat agar Sebastian diam."Hallo.""Mr. Damian, saya Adrian pemilik perusahaan xxx.""Ada perlu apa anda menghubungi saya?""Saya menghubungi anda bukan untuk menuduh anda mencuri data perusahaan saya.”"Apa maksud anda?" Damian langsung tersinggung dengan perkataan Adrian.“Orang yang bekerja untuk anda terlibat dalam pencurian data perusahaan saya.”“Kalau begitu, berikan aku buktinya.” Damian terkejut hingga wajahnya memerah karena ini bukan tuduhan kecil.“Saya tidak akan meminta anda bertanggung jawab atas tindakan setiap bawahan anda, tapi saya akan meminta anda bertanggung jawab atas apa yang terjadi setelah saya menunjukkan bukti.”“Kalau memang orang saya terlibat, laporkan kepada polisi.”“Saya bisa melakukan itu.”“Lalu kenapa masih menghubungi saya?”“Karena saya ingin memberi And

  • Terpaksa Menikahi Tuan Muda   KEPERGIAN ADRIAN

    Yura berdiri mematung, matanya tidak lepas dari pria yang berdiri beberapa langkah di hadapannya.“Bukan.” Yura menggeleng.“Yura, aku Adrian.” Adrian menatap Yura dengan intens.“Kamu bukan Pak Adrian. Pak Adrian sedang di luar negeri untuk terapi. Dia tidak bisa berjalan. Jadi jangan bilang kamu Adrian hanya untuk menutupi kesalahanmu.” Yura menatap kedua kaki pria itu berdiri tegak di lantai. Yura berpikir Andreas sedang menipunya agar bisa lari dari kesalahannya.“Aku memang Adrian.”“Tidak!” Suara Yura meninggi. “Jangan bohong lagi kepadaku!”Adrian menghela napas panjang. “Aku tidak bohong. Kamu ingat saat pertama kali aku berdiri di hadapanmu, kamu bilang aroma parfumku sama dengan aroma parfum Adrian, itu karena aku memang Adrian.”Adrian kemudian menceritakan semuanya. Tentang kondisinya yang perlahan membaik, tentang terapi yang dijalaninya, tentang pemeriksaan lanjutan, tentang bagaimana ia sebenarnya sudah mampu berdiri dan berjalan dalam jarak tertentu, tapi memilih menye

  • Terpaksa Menikahi Tuan Muda   PENGAKUAN ADRIAN

    "Aku sudah terlalu lama berada dalam pernikahan yang sebenarnya tidak pernah terasa seperti pernikahan.”Pernyataan Yura membuat hati Adrian semakin kacau, dadanya terasa sesak seolah ada batu besar yang menghimpitnya. Ia sudah menduga cepat atau lambat, Yura tetap akan meminta cerai darinya, tapi Adrian tidak menyangka mendengar langsung dari bibir Yura rasanya akan sesakit ini. Yura ingin bercerai darinya. Ironisnya, selama ini Adrian sendiri yang membuat Yura sampai pada keputusan itu. Dan sekarang, ketika Yura akhirnya memutuskan untuk melepaskan pernikahan mereka, Adrian justru merasa dunia sedang runtuh di bawah kakinya.“Tidak,” ucap Adrian pelan.“Apa?” Yura mengerutkan kening.“Jangan bercerai.” Satu kata itu keluar begitu saja, karena Adrian masih belum siap untuk bercerai.“Pak Andreas?” Yura menatapnya bingung. Adrian bangkit dari sofa. “Apa kamu tidak bisa memberinya kesempatan.”Yura terdiam beberapa detik, lalu menghela napas. "Aku sudah memikirkan ini sejak lama, dan

  • Terpaksa Menikahi Tuan Muda   CERAI

    Adrian membeku. Yura menyentuh bibirnya sendiri, seolah ingin memastikan bahwa hal itu benar-benar terjadi.“Pak Andreas, kenapa?” ..” Suara Yura bergetar. “Adrian tidak langsung menjawab, mereka berdua saling menatap, tidak ada satu pun dari mereka yang bergerak.Adrian bisa melihat jelas keterkejutan di mata Yura. Bukan hanya karena ciuman itu, tetapi karena wanita itu tidak mengerti mengapa seorang pria yang selama ini ia anggap sebagai saudara iparnya tiba-tiba melakukan hal seperti itu.“Aku...” Adrian menelan ludah. “Maaf.”“Kenapa kamu menciumku?” Yura mundur satu langkah.Adrian bingung, posisinya saat ini membuatnya menjadi serba salah. Ingin sekali Adrian mengungkapkan perasaannya.Karena aku merindukanmu, Yura. Selama tiga minggu aku tidak bisa berhenti memikirkanmu, aku marah melihatmu bersama Raka.Semua jawaban itu berdesakan di kepalanya, tetapi tidak satu pun bisa ia ucapkan.“Aku kehilangan kendali,” jawab Adrian pada akhirnya.“Kehilangan kendali?” Yura menatap Adri

  • Terpaksa Menikahi Tuan Muda   CIUMAN

    Adrian baru saja kembali ke Indonesia setelah tiga minggu berada di luar negeri. Begitu mobil memasuki jalan utama, ia menatap ke luar jendela.“Antarkan aku ke toko buku.”“Ke toko buku, Pak?” Sopirnya melirik melalui kaca spion.“Ya.”Adrian ingin melihat tempat Yura bekerja sebelum pulang. Ia sendiri tidak tahu mengapa keinginan itu terasa begitu penting. Setelah tiga minggu tidak bertemu, rasanya melihat Yura dari jauh saja sudah cukup.Tatapannya beralih pada beberapa paper bag yang terletak di sampingnya. Isinya oleh-oleh yang ia pilih selama berada di luar negeri. Entah kenapa, setiap kali melihat sesuatu yang menurutnya akan disukai Yura, ia selalu membelinya.Tiga minggu tidak bertemu perempuan itu membuat Adrian menyadari sesuatu yang selama ini berusaha ia abaikan. Ia selalu memikirkan Yura.Namun, sebelum mobil sampai di toko buku, Adrian melihat sebuah motor melaju tidak jauh di depan mereka. Yura duduk di jok belakang, pria yang mengendarai motor itu adalah Raka. Adrian

  • Terpaksa Menikahi Tuan Muda   MASALAH PERUSAHAAN

    Ruang presentasi dipenuhi jajaran direksi, investor, dan beberapa perwakilan perusahaan yang akan menentukan pemenang tender.Adrian duduk di barisan depan bersama timnya. Di atas meja terdapat proposal produk yang sudah mereka persiapkan selama berbulan-bulan.Presentasi dari tim Adrian berjalan lancar. Satu demi satu keunggulan produk dijelaskan. Setelah hampir tiga puluh menit, Adrian berdiri di depan layar."Produk yang kami tawarkan memiliki tiga keunggulan utama. Pertama, efisiensi penggunaan energi. Kedua, sistem keamanan yang terintegrasi dan yang ketiga..."Tim dari Adrian menjelaskan bagian terakhir dengan penuh percaya diri. Konsep tersebut merupakan ide baru yang ia kembangkan bersama timnya, bahkan belum pernah dipublikasikan.Setelah presentasi selesai, Adrian menatap layar sambil menunggu perusahaan pesaing melakukan presentasi. Beberapa menit kemudian, perusahaan pesaing mulai memaparkan produknya. Pesaing itu sedang menjelaskan sebuah fitur yang sama persis dengan ide

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status