Share

Bab 107

last update Dernière mise à jour: 2026-01-03 08:06:58

“Serina!” Damar berteriak spontan dan langsung menghampiri Serina yang sudah tak sadarkan diri di lantai kamar mandi.

Damar menopangkan kepala Serina di pangkuannya dan mencoba menyadarkan Serina. Wajah Serina sangat pucat sekali dan telapak tangannya terasa sangat dingin.

“Serina, bangun! Serina!” Damar menepuk pelan kedua pipi Serina, tapi sang istri tak kunjung sadar.

Hingga akhirnya, Damar tak punya pilihan lagi. Damar menggendong tubuh Serina dan membawanya keluar dari kamar mandi.

“Ronald!” panggil Damar ketika seorang mahasiswanya melintas.

“I-iya, Pak?”

“Datanglah ke ruang dosen. Kabarkan pada mereka, untuk menggantikanku jaga di ruang ujian. Aku harus membawa Serina ke rumah sakit karena dia pingsan.”

Ronald pun mengangguk dengan tatapan mengarah pada Serina yang berada di gendongan Dmaar.

“Dan satu lagi. Minta Ajeng untuk membereskan barang-barang Serina di ruang ujian. Minta Ajeng menyimpannya. Mengerti?”

“I-iya, Pak.”

Setelah itu, Damar langsung berlari untu
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Latest chapter

  • Tetangga Mesumku, Ternyata Dosenku!   Bab 117

    Serina tak lagi membuang waktunya. Ia keluar dari apartemen Damar untuk pergi ke rumah sakit. Kabar buruk baru saja ia dapatkan dari sang ibu jika Surya dilarikan ke rumah sakit. Entah apa yang terjadi dengan Surya sebenarnya. Serina tak menanyakannya lebih lanjut. Yang terpenting sekarang, Serina harus cepat sampai di rumah sakit untuk melihat kondisi Surya secara langsung. Beberapa kali, Serina sudah mencoba untuk menghubungi Damar namun panggilannya tak diangkat oleh pria itu. Entah karena sibuk atau karena Damar marah pada Serina. Alhasil, Serina hanya meminta ijin dan mengabari Damar lewat pesan saja. Ia harap, Damar mengerti kondisinya sekarang. Sesampainya di rumah sakit, Serina langsung berlari menuju ke IGD. Dari kejauhan, Serina melihat sang ibu yang menunggu di depan ruang IGD. “Ibu!” panggil Serina seraya berlari kecil. Farah yang semula menangis pun langsung mendongak ketika melihat kedatangan putrinya. “Serina!” Farah memeluk putrinya sangat erat. Farah sa

  • Tetangga Mesumku, Ternyata Dosenku!   Bab 116

    Pagi harinya, Serina bangun dengan kondisi tubuh yang jauh lebih segar. Rasa pusingnya mendadak hilang dan tubuhnya kini semakin terasa berbeda dari kemarin. Namun, pagi Serina langsung disambut dengan aroma masakan yang sangat enak. Kelopak mata Serina terbuka. Ia menatap ke kesekelilingnya dan ternyata ia tidur di kamar lantai dua semalaman. Sungguh, Serina tak ingat karena ia tertidur di dalam mobil. Namun, fokus Serina terabaikan kembali dengan bunyi gesekan alat masak yang berasal dari pantry. Serina buru-buru turun dari kasur dan menuruni anak tangga. Sungguh, ia akan merasa sangat bersalah sekali jika Damar lebih dulu bangun dan memasak sarapan untuk mereka. Sedangkan, Serina saja baru bangun. Itu akan mencoreng nama baik Serina sebagai seorang istri tentunya. Dan benar saja, ketika Serina sampai di lantai dasar, nampak Damar yang sibuk di pantry dengan menggunakan apron masak. Pria itu terlihat sangat lihai sekali menggunakan peralatan dapur. Serina perlahan mendekat . “Ma

  • Tetangga Mesumku, Ternyata Dosenku!   Bab 115

    Selesai makan, mereka masih belum beranjak dari sana. Serina dan Damar masih ingin menikmati suasana malam yang terasa tenang. Namun, hawa dingin mulai menyeruak menusuk kulit halus Serina. Serina yang hanya mengenakan dress lengan pendek pun mengelus lengannya yang terbuka untuk menghalau rasa dingin itu. Dan tentunya, hal itu tak terlepas dari pandangan damar. Tanpa mengucapkan apapun, Damar melepaskan jaket yang ia kenakan dan memakaikannya kepada Serina. “Eh...” Serina yang asik menatap jalanan itu pun seketika tersentak dengan tindakan Damar. “Pakai saja. Kamu pasti kedinginan.” ujar Damar. “Tapi, kamu juga pasti akan kedinginan nanti, Mas. Aku tidak masalah kok kalau...” Damar menajamkan matanya hingga membuat mulut Serina berhenti berbicara. Bahkan tanpa bersuara sedikitpun, Serina merasa terintimidasi dengan tatapan Damar itu. “Kamu suka makan di jalanan seperti ini?” tanya Damar. “Enggak juga sih. Dulu, aku malah jarang keluar. Aku lebih suka di rumah.” Damar m

  • Tetangga Mesumku, Ternyata Dosenku!   Bab 114

    Ini bukan kali pertama Serina menginjakkan kaki di apartemen ini. Ini kedua kalinya bagi Serina. Yang pertama dulu, sewaktu Damar menjemputnya ketika Serina pergi bersama dengn Vero. Dan setelah itu, Damar mengajak Serina datang kemari. Namun, ada memori yang tak terlupakan bagi Serina yaitu mereka menghabiskan waktu cukup lama di lantai dua. Dan tentu saja itu membuat Serina merasa malu sekali. “Kenapa dengan wajahmu? Kamu tidak suka tinggal disini?” tanya Damar. Serina akhirnya bergerak untuk duduk di samping Damar. “Kenapa kita tinggal disini? Aku hanya butuh jawaban itu.” Damar menyilangkan satu kakinya dan mulai menyalakan TV. Damar menyetel chanel TV yang tengah menayangkan berita penangkapan Abraham dan juga Aidan. “Kamu lihat itu.” Serina menatap ke layar dan betapa terkejutnya ia melihat Abraham dan Aidan yang di bawa oleh polisi. “J-jadi, mereka sudah di tangkap?” “Iya. Mereka sudah di tangkap.” “Secepat itu?” Serina bertanya dengan penuh kebingungan. “Mereka

  • Tetangga Mesumku, Ternyata Dosenku!   Bab 113

    “Apa?” Semua orang sangat terkejut mendengar ucapan dari Ivanna. Tentu saja ini adalah rencana yang berbahaya dan sangat beresiko. “Mama jangan aneh-aneh. Ini sangat berbahaya apalagi ini menyangkut Serina dan calon bayinya. Damar bisa murka jika tahu hal ini.” sambat Celia. Ivanna tersenyum. “Ini satu-satunya cara, Celia. Dengan Damar kehilangan calon anaknya, maka dia tidak berhak mendapatkan warisan itu. Kita bisa menggugatnya karena syarat untuk mendapatkan HE corp yang diberikan oleh mendiang suamiku sudah hilang. Jadi, Damar mau tak mau harus mengembalikan HE Corp kepada kita.” Maya tersenyum begitu juga dengan Abraham. Mereka seolah menemukan solusi jitu untuk melawan Damar. “Aku setuju. Ini solusi dari masalah kita. Jika kita bisa menghilangkan calon anak itu, maka kita akan menang.” sahut Abraham. “Tapi, bagaimana caranya? Damar pasti akan melindungi Serina.” tanya Aidan. “Damar tidak akan 24 jam berada di sisi Serina. Kita sudah pernah melakukan ini sebelumnya untuk

  • Tetangga Mesumku, Ternyata Dosenku!   Bab 112

    Damar melangkah gontai keluar dari kamar Serina. Damar kemudian masuk ke dalam kamarnya dan duduk di tepi ranjang. Damar terduduk lesu di sana dan memandangi foto milik mendiang istrinya. Jujur saja, Damar sangat terkejut mendengar Serina mengigau seperti itu. Meski, itu berasal dari alam bawah sadarnya, namun Damar yakin sekali jika itu berasal dari dalam hati Serina. Bahkan, Damar pun sercara tidak langsung menyadari perasaan Serina kepadanya. Sepertinya gadis itu memang benar menyukainya. “Tidak akan ada yang bisa menggantikan tempatmu di hatiku, Hanna. Kamu adalah wanita yang aku cintai.” batin Damar. Damar akan tutup pintu hatinya rapat-rapat. Ia bersikap baik eslama ini karena Serina tengah mengandung calon anaknya. Hanya sebatas itu saja dan tidak lebih. Damar kemudian menyakinkan hatinya untuk keluar dari kamar kembali. Damar tak akan menghindar lagi karena hal ini bisa memberikan tekanan kepada Serina dan ia tak mau jika hal ini berdampak buruk kepada kesehatan mental

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status