Share

Bab 2

Penulis: Rabbit Cuttie
last update Terakhir Diperbarui: 2025-10-30 19:09:16

Damar melangkahkan kakinya dengan sangat yakin. Auranya yang sangat kuat mampu membuat siapa saja menjadi segan kepadanya.

Bahkan, para wanita di kelas ini sampai dibuat tak berkedip ketika memperhatikan Damar. Ketampanan Damar benar-benar mampu menyihir para wanita.

Namun, beda cerita dengan Serina. Dari tempatnya yang berada di tingkat kursi paling belakang, Serina hanya bisa terdiam dan melongo melihat sosok dosen yang baru saja memasuki ruang kelasnya itu.

Jantung Serina berdegup sangat kencang. Serina bahkan mengerjap berkali-kali untuk memastikan jika penglihatannya tidak salah.

“Pria itu...“

Serina menutup mulutnya sendiri. Ia sama sekali tak menyangka jika pria yang terlibat insiden tadi pagi dengannya adalah dosen barunya.

Dan detik itu juga, tatapan Serina bertabrakan dengan mata hazel milik Damar yang ternyata juga tengah menatap dirinya.

“Tidak mungkin.” batinnya.

Dengan penuh ketenangan, Damar berdiri di depan dan menghadap semua mahasiswanya.

Dari tempatnya sekarang, jelas Damar melihat betapa pucat nya wajah Serina. Ada seringai tipis yang terbit di bibir Damar. Sosok Serina yang sudah mempermalukannya kini duduk di kelasnya.

“Kamu!” Damar menunjuk ke arah Serina hingga membuat semua orang mengalihkan perhatiannya kepada Serina.

“Apa kamu terlambat di kelas saya?”

Keterkejutan Serina membuatnya diam bak patung di tempat duduknya. Hingga akhirnya, Ajeng lah yang harus menyadarkan sahabatnya itu.

“Serina, ditanya Pak Damar." Ajeng bisikkan kalimat itu tepat di telinga Serina.

Dan barulah, kewarasan Serina kembali. Serina tak menyangka jika dirinya menjadi pusat perhatian semua orang saat ini.

“I-iya, Pak.” jawabnya sedikit gugup.

“Kenapa kamu terlambat? Saya tidak melihat kamu sebelum saya pergi meninggalkan kelas tadi.”

Serina meremas tasnya. Tatapan Damar yang sangat tajam membuat jantung Serina ingin melompat dari tempatnya.

“Tadi, bus yang saya tumpangi mengalami kebocoran ban. Jadi, saya harus menunggu busnya di perbaiki dulu.”

Tak ada yang bisa Serina lakukan sekarang, kecuali berdusta. Dan kita lihat saja, apakah Damar akan membuka semuanya disini atau malah mengikuti permainan Serina.

“Jangan bohong. Saya paling tidak suka ada yang berbohong di kelas saya.”

“Saya tidak bohong, Pak.”

Damar menyeringai. Ternyata, Serina lebih memilih mengamankan dirinya, alih-alih membongkar semuanya disini.

“Baiklah, untuk kali ini saya akan memaafkan kamu. Tapi, jika sekali lagi kamu terlambat, maka saya tidak akan mengijinkan kamu untuk ikut kelas saya. Mengerti?”

Serina mengangguk dengan lemah, “Mengerti, Pak.”

Ketegangan di kelas ini pun akhirnya berakhir. Sekarang, Damar sudah kembali duduk di kursinya.

“Sebelum pelajaran di mulai, saya akan memilih penanggungjawab untuk mata kuliah saya.”

“Biasanya untuk PJ mata kuliah itu kami tentukan sendiri, Pak,” ucap Jesselyn yang merupakan ketua kelas dari kelas ini.

“Saya tidak mau mengikuti aturan kalian. Disini, saya dosennya. Jadi, saya berhak memilih siapa PJ mata kuliah saya. Dan saya tidak suka dibantah.”

Disaat semua berharap di pilih oleh Damar, tapi pandangan Damar hanya tertuju pada satu orang yaitu Serina.

“Siapa nama kamu?” tanya Damar dengan menunjuk Serina.

“S-serina, Pak.”

“Kamu yang akan menjadi PJ mata kuliah saya mulai sekarang.”

“Tapi, Serina sudah menjadi PJ mata kuliah lain, Pak. Jadi, Serina-“

“Jika ada yang tidak setuju, silahkan keluar dari kelas ini. Dengan begitu, saya anggap kalian tidak mengikuti mata kuliah saya di semester ini. Dan itu artinya kalian harus mengulang tahun depan.” sela Damar dengan tegas.

Semua tak lagi berani membantah. Daripada berakhir mengulang semester depan, lebih baik mereka setujui saja keputusan sang dosen.

Apalagi, Damar bukanlah orang yang suka diatur oleh siapapun. Dan barang siapa yang berani menentangnya, maka Damar akan memberikan hukumannya.

“Setelah kelas selesai, kamu temui saya di ruangan.”

“Iya, Pak.” jawab Serina dengan tak bersemangat.

Ini seperti mimpi buruk bagi Serina. Serina yakin sekali, jika Damar memiliki niat terselebung. Bisa saja, pria itu ingin balas dendam kepadanya.

Perkuliahan yang berjalan cukup menegangkan itu akhirnya berakhir setelah 90 menit. Damar benar-benar meninggalkan kesan sebagai dosen killer di hari pertamanya mengajar.

Pembawaan Damar yang tegas dengan metode kuliah yang dua arah nyatanya tak disukai oleh semua mahasiswa. Mereka sudah terbiasa menerima materi begitu saja. Tapi kali ini, mereka di paksa untuk lebih aktif dari Damar.

“Melelahkan sekali. Ke kantin yuk.” ajak Ajeng.

“Duluan saja. Aku harus menemui Pak Damar dulu.”

“Baiklah. Nanti kalau sudah, langsung susul aku kesana.”

Serina mengangguk lalu merapikan catatannya. Dan tanpa membuang waktu lagi, Serina bergegas pergi menuju ke ruangan Damar. Tak lupa, Serina ketuk pintu ruangan sang dosen sebelum berani untuk memasukinya.

“Masuk!”

Suara sahutan dari dalam membuat Serina dengan berat hati membuka pintu ruangan itu.

“Permisi, Pak.” ucap Serina.

Hal pertama yang Serina lihat adalah sosok Damar yang duduk santai seraya menikmati kopinya.

“Duduklah.”

Serina patuh dan kemudian duduk di kursi, “Apa yang ingin Bapak bicarakan dengan saya?”

Damar menatap Serina sekilas dan kemudian mengarahkan pandangannya ke layar laptop.

“Serina Veronika, usia 20 tahun. Mahasiswi fakultas farmasi semester lima. Salah satu mahasiswi berprestasi yang mendapatkan beasiswa hingga lulus. Cukup mengesankan.”

Serina mengernyit mendengarkan ucapan Damar, “Maksud Bapak, apa?”

“Portofolio mu sangat bagus sekali. Kamu juga sering menjadi perwakilan fakultas untuk ajang bergengsi. Tapi, siapa sangka jika mahasiswi berprestasi ini sudah menuduh dosennya sendiri sebagai pria mesum di bus.”

Deg

Serina terhenyak dengan sikap Damar. Sepertinya, pria di hadapannya ini sudah mengulik informasi tentang dirinya.

“Saya tidak asal menuduh. Firasat saya mengatakan..."

“Kamu tidak bisa menggunakan firasat sebagai dasar untuk menuduh seseorang yang tidak bersalah. Saya bisa melaporkanmu atas kasus pencemaran nama baik dan kekerasan di tempat umum.”

“Kenapa Bapak berbalik mengancam saya? Disini, saya yang dirugikan. Saya bukan wanita murahan, yang bisa Bapak lecehkan di tempat umum.”

Damar tersenyum sangat tipis. Nampaknya, Serina masih bersikeras menuduhnya sebagai pelaku itu.

“Saya orang yang berpendidikan dan juga memiliki sopan santun. Pantang bagi saya melakukan tindakan cabul seperti itu kepada seorang wanita. Jika kamu mau menuduh saya, maka tunjukkan buktinya lebih dulu. Jika kamu bisa buktikan, maka saya akan minta maaf secara langsung padamu.”

Sorot mata Serina berubah tajam. Hatinya terasa sakit sekali ketika Damar mencoba menyudutkannya.

“Banyak yang melihat.”

“Siapa? Hanya satu orang saja yaitu pria tua itu. Apakah kamu tidak berpikir jika pria itu kemungkinan pelakunya? Biasanya, pelaku yang sebenarnya akan mencari kambing hitam untuk disalahkan, Serina.”

Mata Serina berkaca-kaca. Apakah ucapan Damar benar? Tapi, bisa saja pria ini mencoba memanipulasinya sekarang.

“Kamu sudah menghancurkan reputasi saya sebagai seorang dosen karena tuduhan kamu yang tidak berdasar. Kamu merugikan saya hingga semua orang menganggap saya sebagai pria mesum. Kamu juga sudah merobek kemeja saya di jalanan. Mungkin, itu akan menjadi cukup bukti untuk melaporkan kamu ke polisi."

Wajah Serina mendadak takut. “S-saya...”

“Saya masih berbaik hati dengan tidak melaporkanmu ke polisi. Tapi, jika sekali saja kamu berani menuduh saya seperti itu, maka siapkan dirimu untuk masuk ke penjara. Sebab saya tidak suka dengan orang yang berusaha merusak reputasi saya. Ingat itu baik-baik, Serina.”

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Tetangga Mesumku, Ternyata Dosenku!   Bab 109

    Air mata Serina menetes begitu saja setelah mendengar ucapan Damar. Sungguh, ini adalah kalimat menyakitkan yang pernah Serina dengar dari mulut Damar. Asal Damar tahu, Serina sudah melibatkan perasaannya dalam hubungan ini. Serina tak bisa membendung perasaannya untuk tidak jatuh cinta kepada Damar. Sikap perhatian Damar dan tentunya kebaikan-kebaikan Damar sudah menyentuh hati Serina dan akhirnya membuat Serina jatuh cinta. Apakah itu salah? Sedangkan, Damar adalah suaminya sendiri. Tapi, Serina ingin menarik dirinya dari perasaan semu yang tak akan pernah terbalas. Harusnya, Serina sadar jika sejak awal pernikahan ini terjadi bukan atas dasar cinta.“Bodoh kamu, Serina! Bodoh banget sih!”Serina mengumpati dirinya sendiri. Damar tak akan mungkin mencintai gadis kampungan seperti dirinya. Karena di hati Damar hanya ada satu nama yaitu Hanna. Dan selamanya, tak akan ada wanita yang bisa menggantikan tempat Hanna di hati Damar. “Damar! Keluar kamu!”Baru juga, Serina akan memejamk

  • Tetangga Mesumku, Ternyata Dosenku!   Bab 108

    Setelah mendapatkan keputusan dari dokter, akhirnya Serina langsung diperbolehkan untuk pulang mengingat kondisinya yang menunjukkan grafik postif. Sore harinya, Damar langsung membawa Serina pulang ke rumah agar sang istri bisa kembali istirahat.Meski, keduanya masih sama-sama canggung, tapi hubungan keduanya sedikit lebih cair. Damar mulai menunjukkan perhatiannya kembali kepada Serina setelah dalam dua hari ini, Damar mengacuhkan Serina. Sedangkan, Serina pun sudah mulai berani mengajak Damar untuk mengobrol. Meski hanya pembahasan yang tak terlalu penting, tapi setidaknya Damar mau menanggapi. Dan setelah melakukan perjalanan yang cukup lama, akhirnya mereka sampai di kediaman Damar. Namun, ada yang mengejutkan bagi mereka yaitu keberadaan Ajeng dan Vero yang sudah menunggu di teras rumah Damar. Deg!Serina tentunya terkejut. Ajeng bilang memang akan datang dan Serina mengijinkan. Tapi, Serina tak tahu jika Ajeng akan mengajak Vero. Sedangkan, wajah Damar sudah berubah kecut k

  • Tetangga Mesumku, Ternyata Dosenku!   Bab 107

    “Serina!” Damar berteriak spontan dan langsung menghampiri Serina yang sudah tak sadarkan diri di lantai kamar mandi. Damar menopangkan kepala Serina di pangkuannya dan mencoba menyadarkan Serina. Wajah Serina sangat pucat sekali dan telapak tangannya terasa sangat dingin. “Serina, bangun! Serina!” Damar menepuk pelan kedua pipi Serina, tapi sang istri tak kunjung sadar. Hingga akhirnya, Damar tak punya pilihan lagi. Damar menggendong tubuh Serina dan membawanya keluar dari kamar mandi. “Ronald!” panggil Damar ketika seorang mahasiswanya melintas. “I-iya, Pak?” “Datanglah ke ruang dosen. Kabarkan pada mereka, untuk menggantikanku jaga di ruang ujian. Aku harus membawa Serina ke rumah sakit karena dia pingsan.” Ronald pun mengangguk dengan tatapan mengarah pada Serina yang berada di gendongan Dmaar. “Dan satu lagi. Minta Ajeng untuk membereskan barang-barang Serina di ruang ujian. Minta Ajeng menyimpannya. Mengerti?” “I-iya, Pak.” Setelah itu, Damar langsung berlari untu

  • Tetangga Mesumku, Ternyata Dosenku!   Bab 106

    Bahkan sampai keesokan harinya pun, Damar tak kunjung pulang. Semalam, Serina hampir saja ketiduran di meja makan karena menunggu kepulangan Damar. Namun, orang yang ditunggu Serina sama sekali tak ada kabar bahkan tak muncul sampai keesokan harinya. Serina sudah mencoba untuk menghubungi Felix, namun pria itu hanya mengatakan jika Damar tak mengatakan apapun padanya. Felix tahu nya Damar pulang ke rumah setelah bekerja.Hal itu semakin membuat Serina sedih tentunya. Serina pikir, kesalahannya tak sefatal itu hingga membuat Damar harus merajuk seperti sekarang. Toh, Serina juga mau minta maaf jika memang Damar memberinya kesempatan. Tapi, nampaknya pria itu benar-benar menghindari dirinya sekarang. Alhasil, Serina berangkat ke kampus dengan perasaan galau. Ia terus mengirimkan pesan kepada Damar. Entah sudah pesan ke berapa puluh kalinya. Tapi, satupun Damar tak pernah membaca pesan Serina. Telponnya pun, dianggurkan begitu saja.Semangat Serina benar-benar luntur. Entah bagaimana

  • Tetangga Mesumku, Ternyata Dosenku!   Bab 105

    Setelah seharian menghabiskan waktunya di kampus, akhirnya Serina memilih untuk pulang. Harinya tak terlalu berat karena Serina tak punya banyak kegiatan di kampus. Sebenarnya, setelah menyusul ujian, Serina tak ada kegiatan apapun. Namun, karena di rumah tak ada siapapun, jadi Serina memilih menghabiskan waktunya di kampus bersama dengan teman-temannya. Mood Serina benar-benar membaik karena ia sangat bersenang-senang bersama dengan Ajeng. Sahabatnya itu memang paling bisa membuatnya terhibur. Dan sekarang, sudah saatnya bagi Serina untuk kembali ke rumah dan menjalankan perannya sebagai seorang istri. “Selamat sore, Nyonya..” sapa Mbok Sri yang baru saja akan pulang.“Sore, Mbok.” Serina menatap Sri yang sudah berkemas untuk pulang. “Mbok mau pulang?”“Iya, Nyonya. Tadi, saya sudah ijin sama Tuan Damar kalau harus pulang awal. Dan Tuan Damar mengijinkan.”“Kenapa, Mbok?”“Anak saya yang merantau di luar pulau pulang, Nyonya. Jadi, saya harus menyambutnya,"Serina tersenyum lebar

  • Tetangga Mesumku, Ternyata Dosenku!   Bab 104

    Serina akhirnya duduk bersama dengan Vero di taman kampus. Disana cukup sepi dan tentunya ini sangat cocok untuk mengobrol bersama. Apalagi, banyak hal yang harus Vero tanyakan kepada Serina. Serina masih enggan untuk membuka suara. Jujur saja, ia masih teringat ucapan dari Ajeng yang mengatakan jika Vero menyukai dirinya. Namun, Serina tentunya tak mau percaya begitu saja sebelum mendengarnya langsung dari mulut Vero. “Aku tidak menyangka sekali, jika kamu ternyata sudah menikah dengan Pak Damar.”Vero akhirnya bersuara untuk memecah keheningan yang terjadi di antara mereka. Vero tentunya sangat kecewa sekali mendengar berita yang masih menjadi perbincangan hangat di kalangan mahasiswa kampus.“Maaf, Kak. Aku tidak bermaksud untuk menyembunyikan hal ini.”“Sejak kapan?” tanya Vero kemudian.Serina tak langsung menjawab. “Apa saat kita akan pergi ke pameran kamu sudah menikah dengan Pak Damar?”Serina anggukkan kepalanya dengan terpaksa sebagai bentuk jawaban atas pertanyaan Vero

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status