Home / Zaman Kuno / The Alchemist's Touch / 20 - A Lie In His Name

Share

20 - A Lie In His Name

Author: Ivy Morfeus
last update publish date: 2026-03-19 21:17:43

“Ada yang mencoba meracuniku.”

Josselyn mengatakannya tanpa basa-basi.

Yorick berhenti melangkah. Menatap asistennya itu selama beberapa detik lalu tertawa kecil.

Mata Josselyn bergerak-gerak bingung dengan reaksi Yorick. Ia sadar, tawa pria itu bukan tawa hangat seperti biasanya. Tapi seperti tawa meremehkan.

“Meracunimu?” ulangnya ringan. “Apa yang membuatmu berpikir seperti itu?”

Josselyn mengernyit, mencoba menjelaskan apa yang dia rasakan hari ini.

“Tubuhku terasa aneh.”

“Aneh? Seperti apa
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • The Alchemist's Touch    97 – She Choose The Enemy

    “Howarth—lepaskan aku!”Suara Josselyn pecah. Tangannya mendorong dada pria itu, mencoba melepaskan diri.Tapi Howarth tidak berhenti.Ia justru mengangkat tubuh Josselyn sepenuhnya, menahannya erat, lalu berjalan menjauh dari gerbang istana tanpa menoleh lagi.“Diam,” gumamnya pelan, nyaris tak terdengar. “Kalau kau terus seperti ini, kau akan membunuh dirimu sendiri sebelum sempat membalas.”“Aku harus kembali—!” Josselyn berusaha memberontak lagi. “Anne—dia—”“Sudah mati.”Kalimat itu jatuh datar. Tidak dingin. Tidak kejam. Tapi mutlak.Langkah Howarth tidak melambat.Josselyn membeku di pelukannya. Rasa kehilangan itu merambat perlahan di dadanya. Tidak hanya sekadar shock. Tapi seperti ada sesuatu yang retak di dalam dirinya.Tangannya yang tadi mencoba melawan perlahan jatuh lemas.Howarth membawa Josselyn melewati jalur sempit di sisi istana, menjauh dari cahaya obor dan langkah prajurit. Hingga akhirnya mereka tiba di sebuah area yang jarang dilewati—hutan kecil di dekat danau

  • The Alchemist's Touch    96 – The Letter in Her Dead Hand

    Tatapan Raja tidak pernah benar-benar hangat.Malam itu, pandangan itu terasa lebih dingin dari biasanya.“Seorang Alkemis… berkeliaran di penjara bawah tanah selarut ini.”Suara Raja Aleric datar, hampir seperti tidak tertarik. Tapi ketika Josselyn melihat sorot matanya, ia bisa melihat kilatan kejam yang hampir sama dengan Killian.Ia segera menundukkan kepala sedikit.“Saya hanya… mencari udara segar, Yang Mulia.”Sepersekian detik berikutnya ia langsung menggigit bibir bagian bawahnya. Alasan itu konyol dan tak masuk akal. Tapi hanya kalimat itu yang muncul di kepalanya.‘Howarth!’Sekali lagi, ia memanggil di kepalanya.“Ah, jadi kau di sini.,” Nada ringan yang familiar itu tiba-tiba terdengar. Josselyn refleks mendongak. “Aku mencarimu ke mana-mana.”Howarth baru saja muncul dari arah koridor, berhenti beberapa langkah di belakang Raja.Josselyn menahan napas lega yang hampir lolos saat melihatnya.Pria cantik itu sempat memberi gestur dengan matanya, sebelum Raja benar-benar

  • The Alchemist's Touch    95 – The Girl in the Dungeon

    “Nona Josselyn, ini… surat untuk Anda.”Suara itu masih terngiang. Beserta sepucuk surat tanpa nama. Bukan surat wangi dan bersih—tapi tetap membuat jantung Josselyn berdebar karena alasan lain.Kertasnya lusuh, terlihat apa adanya. Juga tarikan garis pada huruf-hurufnya yang bergelombang. Seakan memberitahu keputusasaan yang dialami si penulis.Surat yang membawanya diam-diam masuk ke area ini lagi.Dinding penjara bawah tanah membangkitkan ingatan yang ingin ia lupakan—dingin, lembap dan… rasa besi.Rasa darah seperti saat itu.Josselyn berdiri diam di ambang lorong, jari-jarinya mengepal pelan di balik lengan jubahnya.Sebuah kilatan singkat melintas di benaknya—napas berat, jarak yang terlalu dekat, dan rasa hangat yang tiba-tiba memenuhi mulutnya.Lalu cairan merah itu mengalir, bersamaan dengan geraman marah si pemilik bibir yang ia gigit.Ia masih mengingat dengan jelas.Di tempat inilah… ia pernah menggigit bibir Killian hingga berdarah.Tidak hanya itu, untuk pertama kalinya,

  • The Alchemist's Touch    94 – The King’s Hidden Hand

    Josselyn tidak langsung menjawab.Kata-kata Howarth masih menggantung di udara, seperti benang tipis yang tak terlihat… tapi perlahan menarik pikirannya ke arah yang tak ingin ia tuju.Orang yang salah.Itu tidak masuk akal.Atau… mungkin terlalu masuk akal.Ia menelan ludah. Napasnya terasa lebih berat dari sebelumnya.“Apa maksud Anda?” ulangnya pelan, suaranya nyaris berbisik.Howarth terdiam. Matanya yang tajam justru mengamati Josselyn. Menunggu sekaligus menilai respons gadis itu.Seolah ingin memastikan… apakah gadis itu benar-benar siap mendengar.“Kau sempat merasa aneh, kan?” katanya ringan, seolah sedang membahas gosip yang menarik.Josselyn mengernyit.“Aneh?”Howarth mengangkat bahu santai.“Raja,” lanjutnya santai. “Putranya dituduh mencoba membunuh Ratu… dan dia hanya duduk diam. Tenang sekali. Nyaris mengagumkan.”Kalimat itu sederhana.Tapi cukup untuk membuat dada Josselyn menegang. Ia memang memikirkannya.Sejak sidang itu. Sejak tatapan Raja yang terlalu tenang.“T

  • The Alchemist's Touch    93 – The Wrong Target

    ‘Kami tidak melakukan apapun. Jangan gegabah!’Josselyn tidak mengucapkannya. Tapi pikirannya menjerit jelas. Matanya tertuju pada Howarth.Dan pria berambut perak panjang itu—tertawa pelan. Seolah mendengar jeritan di hatinya.“Hmm… untuk saat ini?” kata Howarth santai sambil menyilangkan tangan, membalas tatapan Josselyn. “Mempercayai siapa pun terdengar seperti ide yang buruk.”Darius mendengus pelan. Ia merasa ucapan itu untuknya. Langkahnya maju satu langkah, menempatkan dirinya sedikit di depan Josselyn. Protektif. Menghalangi.“Oh ya?” balasnya dingin. “Kalau begitu, bagaimana denganmu?”Howarth mengangkat alis. Tatapannya bergeser pada Darius.“Kau mulai terdengar menarik,” Howarth memiringkan kepala. “Lanjutkan.”Darius menatapnya tajam.“Apakah kau yakin bisa dipercaya?” lanjutnya. “Bukankah kau yang merencanakan Madame Angeline muncul di istana ini?”Josselyn membeku. Nama itu mengusiknya.“Apa…?” bisiknya pelan.Matanya langsung beralih ke Howarth. Dengan tatapan menuntut

  • The Alchemist's Touch    92 – The King Who Said Nothing

    Josselyn menghela napas.Ia di sini lagi. Ruang sidang kerajaan, dipenuhi bisik-bisik.Para bangsawan duduk berderet, mengenakan pakaian terbaik mereka, tapi tak satu pun dari mereka terlihat benar-benar tenang. Mata mereka saling bertukar pandang. Suara-suara rendah memenuhi ruangan.Di ujung ruangan, singgasana berdiri megah.Dan di sana—Raja duduk. Wajahnya tenang. Terlalu tenang mengingat putra satu-satunya, pewaris tahta, akan disidang karena rumor yang mengerikan sebentar lagi.Josselyn berdiri di sisi ruangan, bersama para tabib dan alkemis lainnya. Tangannya terlipat di depan tubuhnya, tapi jemarinya terasa dingin.Di seberangnya—Killian.Putra Mahkota berdiri tegak, meskipun jelas bahwa semua mata di ruangan itu kini tertuju padanya. Tatapannya lurus ke depan. Dingin. Tidak terbaca.Tapi Josselyn tahu, ada sesuatu yang pria itu sembunyikan.“Sidang dimulai.”Suara anggota dewan utama menggema di ruangan.“Putra Mahkota Killian,” lanjutnya, “Anda dituduh terlibat dalam percob

  • The Alchemist's Touch    62 – The Warmth That Doesn’t Feel Safe

    “Kenapa aku masih memikirkannya…”Josselyn menatap kosong ke arah jendela. Cahaya pagi sudah masuk sejak lama, tapi ia belum juga beranjak dari tempat tidurnya.Semalam seharusnya hanya menjadi malam biasa.Tapi tidak.Yorick yang keluar dari kamar Ratu.Tatapan Darius yang terlalu lama.Dan—sentuh

  • The Alchemist's Touch    61 – The Quiet Things That Break

    “Kenapa aku jadi tidak mengantuk ya?” Malam itu terasa terlalu panjang. Josselyn menatap langit-langit kamarnya tanpa benar-benar melihat. Cahaya lilin di samping tempat tidurnya bergetar pelan, nyaris padam. Ia sudah mencoba tidur. Gagal. Memejamkan mata hanya membuat ingatan siang itu kembali

  • The Alchemist's Touch    60 – The Desire He Can’t Bury

    Ruangan itu gelap. Hanya cahaya lilin yang bergetar pelan di sudut meja.Darius berdiri diam di dekat jendela, napasnya berat. Ia sudah mencoba tidur.Gagal.Ia sudah mencoba mengalihkan pikirannya.Lebih gagal lagi.Tangannya mengepal di sisi tubuhnya.“... Sial.”Ia memejamkan mata.Dan itu kesal

  • The Alchemist's Touch    59 - Consumed by The Heat 🔞🔞🔞

    "Cepat sedikit lagi!" suara Darius terdengar tegang dari belakang.Angin malam menerpa wajah mereka saat kuda melesat menembus jalan tanah.Killian tidak menjawab. Tangannya mencengkeram kendali lebih erat, sementara lengan satunya menahan tubuh Josselyn di depannya.Tubuh gadis itu panas.“…panas…

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status