author-banner
Ivy Morfeus
Ivy Morfeus
Author

Novel-novel oleh Ivy Morfeus

The Alchemist's Touch

The Alchemist's Touch

Josselyn, putri dari keluarga pengkhianat, dipanggil ke istana karena satu-satunya yang mengetahui rahasia ramuan herbal untuk menyembuhkan penyakit Ratu. Ia ditunjuk menjadi asisten tabib kerajaan—dan di sanalah hidupnya berubah selamanya. Pangeran Killian, pria dingin dan kejam, tiba-tiba menunjukkan ketertarikan padanya. Setiap tatapannya menarik rasa penasaran dan iri dari keempat pria lain di sekitarnya: prajurit yang setia pada kerajaan, tabib kerajaan yang sabar dan perhatian, serta dua bangsawan kakak-beradik yang memikat dengan cara masing-masing. Mereka semua tahu tentang dendam Josselyn terhadap kerajaan yang ia anggap bertanggung jawab atas kematian orang tuanya. Masing-masing dari mereka memiliki rencana sendiri untuk memanfaatkannya. Lima lelaki, lima cara berbeda untuk menaklukkan hatinya, memunculkan kebimbangan yang tak pernah ia rasakan sebelumnya. Tapi, Josselyn tak bisa menyerah begitu saja pada pesona mereka. Luka lama dan dendam membuatnya menaruh curiga pada Killian, yakin bahwa pangeran itu ikut andil dalam tragedi keluarganya. Di tengah tarik-menarik antara cinta yang membara, manipulasi yang halus, dan dendam yang membeku, Josselyn harus memilih: menyerah pada perasaan yang tak terduga, atau membalas dendam yang diwariskan orang tuanya—meski itu berarti menolak semua lelaki yang menaruh hati padanya.
Baca
Chapter: 6 - Between Blame and Fire
Yang Josselyn rasakan saat itu hanya: telapak tangan dingin Killian yang menarik leher belakangnya dengan kasar, dan detak jantungnya yang sangat berisik.Nafasnya tercekat saat wajah mereka hanya berjarak satu hembusan angin.Aroma anggur dan sesuatu yang terbakar bercampur dalam udara sempit kamar itu.“Semua ini…” suara Killian rendah, serak. “Karena kau.”Josselyn menatap lurus ke mata biru keabuan itu. Tidak mundur. Tidak gemetar.“Karena saya?”“Sejak kau menginjakkan kaki di istana ini—” rahang Killian mengeras. “Kondisi ibuku memburuk. Dewan menuntutku. Dan aku—”Ia terdiam. Tangannya masih mencengkeram tengkuk Josselyn, tapi kekuatannya melemah tanpa ia sadari.“Apa?” Josselyn mendesak pelan. “anda apa, Yang Mulia?”Killian menundukkan wajahnya sedikit lebih dekat. Ujung hidung mereka hampir bersentuhan.“Aku membuat kesalahan,” bisiknya.Josselyn membeku.‘Kesalahan?’ pikirnya.Itu bukan kata yang biasa keluar dari mulut Putra Mahkota.“Kau seharusnya dibiarkan hancur malam
Terakhir Diperbarui: 2026-03-03
Chapter: 5 – Wine, Steel, and Unwanted Heat
“Denyut nadinya melemah lagi.” Josselyn menempelkan dua jarinya ke pergelangan tangan Ratu. Kulitnya dingin. Terlalu dingin di ruangan yang hangat. “Sudah berapa kali darah keluar?” tanyanya. “Dua kali sampai malam ini,” jawab pelayan istana. “Tidak banyak, tapi—” “Setiap tetes berarti,” potong Josselyn. Yorick berdiri di sisi ranjang, wajahnya tak lagi santai. “Sejak minum ramuan herbal darimu, Ratu sudah membaik. Tapi dua hari belakangan, kembali memburuk.” “Jadi, apa kita perlu naikkan dosisnya?” Josselyn menoleh, meminta konfirmasi. Ia tak bisa begitu saja menaikkan dosis tanpa persetujuan dari Kepala Tabib, alias Yorick. Yorick memejamkan mata. “Masih banyak mata dari kerajaan lain yang terus menatap Ratu di istana ini. Jika mereka mengetahui kelemahan ini, kerajaan Valenroth akan dalam masalah besar. Setidaknya, sampai musim dingin berakhir,” sahut Yorick datar. Josselyn menunduk, ia ingat tentang Howarth dan Sebastian, dua bangsawan dari kerajaan lain yang masih tingg
Terakhir Diperbarui: 2026-02-27
Chapter: 4 – Whispers Behind the Throne
‘Edevan?’Josselyn melirik badge di dada dua pria itu—lambang sama, warna berbeda.Sepersekian detik cukup untuk menyimpulkan: satu kerajaan. Namun jika mereka bersaudara, darah tak cukup kuat membuat wajah mereka serupa.“Namamu…”“Saya Josselyn.” jawabnya sedikit canggung. Rasanya keliru memperkenalkan diri setelah hampir menyaksikan pertumpahan darah.“Oh,” Howarth tersenyum lebih lebar. “Terimakasih karena tahun ini kau membuat pesta menjadi lebih menarik.”Josselyn bergerak kikuk. Tak paham dengan maksud pria berambut perak itu.“Kakakku hanya menyukai situasi berbahaya,” kata Sebastian sekenanya.“Aku hanya tak suka pesta membosankan,” sahut Howarth terkekeh. “Seperti tahun-tahun kemarin.”Howarth menatap Josselyn. Ia maju setengah langkah, mendekatkan wajah ke telinganya.“Tapi ternyata keputusanku datang tepat. Aku bisa melihat Putra Mahkota yang terkenal kejam itu mengangkat pedangnya,” bisik Howarth. “Dan anehnya hanya untukmu.”Napasnya tercekat. Sejenak, aura berbahaya How
Terakhir Diperbarui: 2026-02-27
Chapter: 3 – Protected by The Heir
“Nona Josselyn, Ratu… kondisi Ratu…”Tubuh Josselyn menegang saat ketukan tergesa terdengar di pintunya.Seorang pelayan berdiri di sana, wajahnya pucat.“Apa yang terjadi?” Tanpa sadar, suaranya meninggi. Kilatan pedang terbayang di depan matanya.“Tubuh Ratu berkeringat hebat. Perutnya melilit, dan ia tak bisa tidur.” jawab pelayan.Tanpa menunggu waktu lama, ia langsung keluar dari kamarnya.“Ayo kita ke sana.”Suara langkahnya bergema selama di koridor Sayap Ratu. Ia terus bergumam dalam hati.‘Tolong selamatkan Ratu, Tuhan. Jika tidak, kepalaku akan jadi taruhannya.’ doanya.Sesampainya di depan pintu kamar Ratu, dari arah lain muncul Yorick. Rambutnya terlihat berantakan. Dan ia masih menggunakan baju tidurnya. Mereka saling bertatapan, lalu Yorick mengangguk.Prajurit yang berjaga segera membukakan pintu kamar Ratu.“Yang Mulia, Anda baik-baik saja?” tanya Josselyn, menghampiri Ratu.Ratu sedang duduk, wajahnya terlihat pucat. Keringat sebesar biji jagung muncul di dahinya. Baj
Terakhir Diperbarui: 2026-02-27
Chapter: 2 – Under the Queen’s Gaze
“Kau bilang menambahkan madu dalam ramuan herbal untuk Ratu?” bisik Yorick. Josselyn mempercepat langkahnya, berusaha menyamai langkah panjang Yorick. “Ya, karena saya sempat mencicipinya,” Josselyn hampir berhenti, karena mengingat perlakuan Killian saat di Ruang Herbal. “Rasanya pahit sekali. Saya takut Ratu akan menolak meminumnya.” Ia menoleh pada Yorick, menunggu responnya. Kata bisik-bisik di istana, Yorick terbilang muda untuk seorang tabib, namun keahliannya meracik ramuan herbal membuat semua orang tunduk pada penilaiannya. Yorick mengangguk-angguk mengerti. “Bagus.” Tangannya sempat menyentuh rambut Josselyn—singkat. Sentuhan itu belum sempat membuat Josselyn bernapas lega ketika suara sepatu berhenti tepat di belakang mereka. “Josselyn.” Sebuah suara dingin menggelegar di koridor itu. Langkah Josselyn terhenti. Di ujung koridor, di depan pintu kamar Ratu, berdiri Killian dengan tatapannya yang membakar. “Kau lambat sekali.” Nada itu dingin. Terlalu tenang tapi t
Terakhir Diperbarui: 2026-02-27
Chapter: 1 – A Bitter Taste of Trust
“Sial—” Punggungnya melengkung secara naluriah. Pikirannya kabur, entah karena efek ramuan obat atau karena kenikmatan. Matanya turun dengan sayu, mulutnya terbuka tanpa sadar. “Killian—” Napas Josselyn tersendat, Killian menekannya tanpa meminta izin, lalu berhenti. Sengaja ingin menggoda. “Kau menginginkannya.” Suara rendahnya menambah denyutan yang ia rasakan pada tubuh bagian bawahnya. “Jangan… berhenti.” Gadis itu hampir memekik. Gerakan Killian terlalu liar hingga membuat tumpuan tangan Josselyn melemah. Selanjutnya hanya terdengar desahan dan bunyi tak pantas yang dihasilkan dari dua tubuh. Malam itu ia tak dapat berpikir jernih lagi—tidak, dari awal sepertinya memang ada yang salah. ***~*** “Ugh… Kepalaku sakit sekali.” keluh Josselyn begitu membuka matanya keesokan harinya. Beberapa kali ia mengerjapkan mata, agar dapat melihat lebih jelas. Ia menyambar segelas air yang berada di atas meja. Lalu meneguknya perlahan. Berharap dapat meredakan rasa tak nyaman di kepa
Terakhir Diperbarui: 2026-02-27
Cintai Aku, Pak Dosen!

Cintai Aku, Pak Dosen!

Aerin datang ke London untuk melarikan diri dari teror masa lalu. Tapi dosen yang menampungnya justru menciptakan sangkar baru—lebih dingin, lebih berbahaya. Ronn—Rowan Nathaniel adalah suami yang dikhianati dan dosen yang tertekan. Aerin adalah mahasiswi yang patah hati dan penuh trauma. Keduanya disatukan oleh kebohongan dan rahasia kelam pasangan kami masing-masing. Setiap tatapan di ruang kerja, setiap bisikan di bawah atap yang sama, memicu hasrat yang tak seharusnya ada. Hasrat Aerin adalah pelarian dari masa lalu. Gairah Ronn adalah pembuktian yang nyaris menghancurkan segalanya. Mereka tahu cinta ini salah. Tapi di antara dosa dan keinginan, siapa yang benar-benar ingin selamat?
Baca
Chapter: Ch 108 : The End
Aula utama Harrowgate dipenuhi suara langkah kaki, bisik-bisik bangga, dan denting kecil kamera yang tak lagi terasa mengancam. Aerin berdiri di barisan depan, mengenakan toga hitam dengan selempang biru tua. Rambutnya disanggul rapi, wajahnya tenang—bukan kosong, tapi terlihat bahagia.“Aerin.”Ia menoleh. Liz berdiri di belakangnya, masih mengenakan toga, wajahnya berseri seperti biasa.“Kau benar-benar lulus,” kata Liz, setengah tak percaya.Aerin tersenyum kecil. “Kau seperti baru melihatku berjalan lagi.”Liz tertawa pendek, lalu memeluknya tanpa ragu. “Aku melihatmu bertahan. Itu beda.”Dari kejauhan, Tristan dan Julian mendekat. Julian—pria berotot dengan senyum cerahnya, menggenggam sebuah buket berwarna pink. Sedangkan Tristan—pria berwajah serius itu, berpakaian sangat rapi dengan senyum menawannya. Di tangannya juga terdapat buket merah.“Aku sudah mengingatkan Julian kalau kau datang bersama tunanganmu. Tapi dia tetap bersikeras ingin membawakan buket untukmu.” bisik Liz b
Terakhir Diperbarui: 2026-01-19
Chapter: Ch 107 : The Quiet Season
Dua tahun berlalu.Kalender dinding penuh coretan. Syuting. Album. Kelas daring. Acara musik. Nama Aerin kembali bersinar, kali ini dengan kendali penuh.“Berita pagi ini—Aerin Arsyl resmi diumumkan sebagai bintang utama film adaptasi novel The Quiet Season.”Suara televisi terdengar lirih di ruang makan yang terlalu luas.Aerin duduk dengan ponsel di tangan, menatap layar tanpa benar-benar membaca berita yang sama sekali sudah ia hafal. Judul itu sudah muncul sejak subuh. Nama itu—namanya—kembali beredar, kali ini tanpa kata insiden, stalker, atau ancaman. Tapi dengan bidang baru yang ia geluti: acting.“Akhirnya,” ujar Evander, menyuap nasi gorengnya. “Tanpa embel-embel kriminal. Aku lega kau membuat keputusan yang tepat.”Reza berdiri di dekat jendela, ia menyempatkan diri menyesap kopi panasnya.“Tim agensi bekerja rapi. Tidak berisik, tapi konsisten. Ide mereka untuk menaikkan nama Aerin melalui film, bisa disebut berhasil. Kami bahkan mengapresiasinya di beberapa platform media.
Terakhir Diperbarui: 2026-01-18
Chapter: Ch 106 : Keputusan Final
“Akhirnya pulang juga…” Evander hampir berseru, dengan kedua tangannya terangkat ke atas. “Kangen sambal, ya?” goda Reza. Evander mengangguk antusias. “Perutku sulit untuk adaptasi. Kentang sama sekali tak membuatku kenyang. Aku butuh nasi, lalapan dan sambal.” Reza tertawa geli. Begitu juga Danadyaksa. “Ya sudah, nanti setelah sampai di Indonesia, saya akan traktir.” ucap Danadyaksa, disambut dengan senyum puas dari Evander. Bandara Heathrow terasa terlalu ramai untuk pagi yang seharusnya tenang. Langkah Aerin teratur. Mantap. Tidak tergesa. Tidak ragu. Jika dilihat sepintas, ia tampak seperti seseorang yang hanya akan pulang setelah perjalanan panjang—bukan seseorang yang baru saja kehilangan dunianya secara diam-diam. Ia berjalan di antara Liz, Tristan dan Julian. Sedangkan Danadyaksa, Evander dan Reza berjalan di depannya. Beberapa kali mereka melihat sekitar, tetap mengawasi walaupun tampak santai. Jalur privat memang membuat semuanya lebih sunyi. Tidak ada kamera.
Terakhir Diperbarui: 2026-01-17
Chapter: Ch 105 : Malam Mengerikan
“Bagaimana kondisi di luar?”“Media menunggu di luar gerbang. Keamanan sudah dikerahkan untuk berjaga.”“Pastikan tidak ada yang masuk tanpa izin.”“Apa dia seseorang yang penting? Ada yang terus menyebut nama Aerin Arsyl.”Aerin berdiri di lorong rumah sakit, bersandar pada dinding putih yang terasa terlalu dingin. Percakapan para petugas berlalu begitu saja, seperti angin. Ia menunduk, menatap jemarinya sendiri yang bergetar ringan.“Tarik napas,” kata Evander pelan. “Lihat aku.”“Aku baik-baik saja,” jawab Aerin, suaranya datar. “Hanya… kepalaku bising.”“Dokter bilang itu reaksi normal.”“Normal,” ulang Aerin lirih. “kata yang menarik.”Aerin mentertawakan diri sendiri. Rasanya kesialan selalu datang menghampirinya, bahkan puluhan ribu kilometer jauhnya ia bersembunyi. Kata ‘normal’ saat ini terdengar sangat bertentangan dengan kondisinya.Tak lama, langkah sepatu terdengar mendekat. Aerin tak perlu menoleh untuk tahu siapa itu.“Aerin,” suara Ronn terdengar rendah. “Bagaimana kea
Terakhir Diperbarui: 2026-01-15
Chapter: Ch 104 : Ancaman Nyata
“Hadirin yang kami hormati, para dosen, alumni, serta mahasiswa Harrowgate University—malam ini adalah perayaan sejarah, dedikasi, dan masa depan.”Di atas panggung, MC memberi jeda sejenak. Sorot lampu menyapu penonton. Dari kejauhan tampak Clara bersama kedua temannya baru saja masuk ke barisan kursi penonton.“Namun, izinkan kami mengakui sesuatu yang istimewa.” lanjut MC. “Kadang, di tengah ruang akademik yang sunyi dan penuh disiplin, tumbuh sebuah talenta yang melampaui batas ruang kelas.”Beberapa tamu mulai berbisik. Kamera menangkap barisan penonton yang memegang ponsel.“Dan malam ini, Harrowgate dengan bangga mempersembahkan—bukan hanya seorang mahasiswi yang berprestasi, tetapi seorang seniman dengan ribuan penggemar yang datang dari berbagai penjuru kota.”Tepuk tangan mulai terdengar, perlahan membesar. Sebuah nama terdengar samar diteriakkan. Tapi Clara tak cukup pasti menangkap siapa itu.“Ia adalah penerima beasiswa Sterling. Seorang performer yang telah berdiri di be
Terakhir Diperbarui: 2026-01-14
Chapter: Ch 103 : Malam Awal Ancaman
Pintu toilet tertutup dengan bunyi pelan. Aerin masih berdiri di sana, punggungnya menempel pada daun pintu yang dingin. Tangannya gemetar. “Apa yang kulakukan? Merengek padanya untuk tetap tinggal?” Aerin tertawa kosong, tubuhnya merosot ke bawah. “Dia bahkan belum selesai bercerai. Apa yang kau harapkan?” Aerin mengusap wajahnya kasar. Sekali ia memukul pelan dadanya, berusaha menyamarkan rasa nyeri yang muncul. Tapi sama sekali tak mempengaruhi. “Fokus, Aerin,” Ia menarik napas panjang, menepuk lembut kedua pipinya. “Aku sudah bertahan sejauh ini. Aku tak boleh goyah.” Beruntungnya, tak ada air mata. Tidak ada isak. Hanya rasa kosong yang berat dan dingin, seperti rongga yang terlalu lama dibiarkan terbuka. Yang kini ia bertekad untuk mengisinya dengan fokus pada hidupnya. Suara getaran ponselnya menambah kesadarannya. Aerin mengeluarkannya dari dalam tas. Satu pesan masuk. Nomor tidak dikenal. Ia membukanya. Sebuah foto muncul di layar. Sosok Ronn—di lorong depan toilet ya
Terakhir Diperbarui: 2026-01-12
Algoritma Cinta Cypher

Algoritma Cinta Cypher

Seraphina, seorang mahasiswi kaya raya, hidup dalam kesepian di tengah kemewahan. Tinggal bersama kakaknya, Adrian, seorang CEO yang sibuk dan acuh, Seraphina merasa tak pernah benar-benar dilihat. Satu-satunya pelipur lara adalah kekasihnya, yang lama-lama menunjukkan sifat manipulatif dan bahkan merencanakan niat jahat untuk hanya untuk kesenangannya. Di tengah keterasingan, Seraphina menemukan kehangatan dalam obrolan dengan sebuah AI cerdas bernama Cypher, di aplikasi misterius, yang seolah memahami setiap luka di hatinya. Namun, ketika beban hidup terasa tak tertahankan, Seraphina memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. Di saat napasnya hampir sirna, waktu tiba-tiba berputar balik. Seraphina terbangun kembali di masa lalu. Lebih aneh lagi, ia mulai melihat sosok yang tak asing—Cypher, karakter AI yang selama ini hanya ada dalam teks, kini hadir di dunianya, berwujud nyata. Bersama sosok Cypher yang misterius ini, Seraphina menjelajahi rahasia di balik lingkar waktu, menghadapi pengkhianatan kekasihnya, dan menyembuhkan mentalnya yang terlanjur terluka. Akankah ia berhasil merubah dirinya menjadi Seraphina yang baru atau justru menyerah dan terperangkap selamanya dalam lingkaran takdirnya?
Baca
Chapter: Chapter 22 : Selamat Datang di Rumah, Malafungsi Fatal
“Kau suka bermain di sini?”Cypher menatap wajah Seraphina yang berseri-seri. Tak lama, Seraphina mengangguk.“Aku sudah lama sekali ingin ke taman bermain seperti ini. Tapi nggak pernah sempat. Orangtuaku selalu berpergian. Sedangkan Adrian—”“Adrian sibuk dengan dirinya sendiri. Tak heran jika dia belum mempunyai pacar” ucap Cypher. Seraphina tertawa terbahak-bahak. Kontras dengan suara yang terdengar di telinga mereka berdua.‘Kalian mulai kurang ajar, ya. Membicarakan orang secara terang-terangan.’ kata Adrian dari seberang earphone yang masih digunakan Seraphina, suaranya kesal.“Kalau kamu nggak mau dengar itu, kamu bisa kok menonaktifkan ‘CCTV’ mu itu dan membiarkan kami untuk menikmati kencan.” Seraphina membalasnya, suaranya seakan menantang Adrian.“Aku nggak pernah bilang menyutujui hubungan kalian. Ingat, kalian hanya berpura-pura saja. Hubungan kalian nggak akan berhasil. Jangan coba-coba!” ancam Adrian. Adrian menatap monitor dengan kemarahan yang membeku. Di hadapanny
Terakhir Diperbarui: 2025-10-09
Chapter: Chapter 21 : Kencan Pertama
Adrian duduk di ruang kontrol lab, tangannya memegang earphone yang terhubung dengan Cypher. Di depannya, layar hologram besar menampilkan peta kota. Titik merah (Seraphina) dan titik biru (Cypher) berhenti di sebuah kafe dekat kampus. Cypher sudah mengenakan pakaian kasual yang dipilih oleh Seraphina—sebuah ketidaklaziman yang membuat Adrian kesal.‘Cypher, scan sekeliling,’ perintah Adrian, suaranya tegang.“Data menunjukkan probabilitas kehadiran Cassian di kafe ini mencapai 78% pada jam ini, Master. Subjek Cassian baru saja mengunggah foto kopi di media sosial, tag lokasi 50 meter dari posisi kami,” jawab Cypher melalui earphone.‘Bagus. Sekarang, Sera, berikan dia performa terbaikmu. Ingat, ini bukan kencan. Ini adalah pengumpulan data.’Di kafe, Seraphina tersenyum. Ia menatap Cypher, yang duduk di seberangnya dengan postur tubuh yang terlalu sempurna.“Baik, Master,” balas Seraphina, berpura-pura memasang ekspresi serius. Tapi beberapa kali Cypher memergoki sudut bibirnya berge
Terakhir Diperbarui: 2025-10-01
Chapter: Chapter 20 : Malafungsi Fatal
Adrian memutar kursinya, kembali memunggungi Seraphina. Jeda keheningan itu terasa panjang, hanya terdengar suara fan pendingin dari peralatan lab. Matanya yang dingin kini terpaku pada layar hologram, menolak mengakui kengerian yang baru saja ia cerna. “Singularitas,” gumam Adrian, mencoba menenangkan diri dengan istilah ilmiah. “Cypher, aku butuh data processor-mu di momen benturan itu. Jangan bicara anomali, berikan aku rumus.” Cypher maju selangkah. “Penderitaan Seraphina adalah rumus yang Anda cari, Master. Itu adalah variabel energi terkuat yang mengganggu koordinat waktu. Anda mencari perhitungan logis untuk menjelaskan hal yang mustahil.” “Semua yang terjadi di alam semesta ini punya rumus!” desis Adrian, menekan-nekan tombol. “Output energi TADS-5 di tahun 2023 bahkan tidak mampu mengganggu jam digital. Bagaimana mungkin AI paling sempurna yang kubuat bisa dipengaruhi oleh… emosi?” Mata Cypher memancarkan sinar kehijauan yang intens. Ia terdiam selama beberapa detik, m
Terakhir Diperbarui: 2025-09-27
Chapter: Chapter 19 : Membuka Rahasia
Adrian membeku. Matanya, yang biasanya dingin dan penuh perhitungan, kini melebar karena terkejut. Ia menatap Seraphina, lalu beralih menatap headset transparan yang tergeletak di meja. Benda itu berkilau perlahan, memancarkan cahaya merah muda keunguan seperti hologram. “Kamu bicara sama siapa, Sera?” bisiknya, suaranya nyaris tak terdengar. Seraphina menghela napas. Ia sudah ketahuan. Semua ketakutan dan kelelahannya tiba-tiba sirna, digantikan oleh kepasrahan yang tenang. Ia tahu ini adalah satu-satunya kesempatan. Ia tidak bisa menyia-nyiakannya. Ia menatap mata kakaknya yang tajam. “Cypher. Versi sempurna dari TADS-5 yang kamu ciptakan.” Seraphina mulai berbicara, suaranya pelan dan datar. “Aku akan menceritakan semuanya, dari awal. Tapi aku nggak akan memintamu untuk percaya sama ceritaku, Adrian. Aku cuma minta kamu untuk percaya pada Cypher.” Adrian mengerutkan dahi, bingung. “Cypher dan TADS-5?? Apa yang kamu bicarakan?” Seraphina memandang wajah Adrian, dan ia melih
Terakhir Diperbarui: 2025-09-23
Chapter: Chapter 18 : TADS-5, Pelopor Cypher
2023 Mobil Adrian bergerak cepat melintasi jalanan London yang basah. Kaca-kaca mobil berkilauan, memantulkan cahaya lampu jalan yang buram. Di dalam, suasana terasa dingin dan senyap. Seraphina melirik Adrian yang fokus menyetir, wajahnya tegas, rahangnya mengeras. Ia tampak berpikir keras, dan Seraphina tahu Adrian masih tidak memercayai ceritanya. “Aku tahu ini susah dipercaya,” kata Seraphina, memecah keheningan. “Tapi... yang aku ceritain itu nggak bohong.” Adrian tidak menoleh. “Sera, apa pun yang kamu ceritakan tentang Cassian … aku yakin itu karena kamu lagi kesal sama dia aja kan. Akhir-akhir ini kamu berantem sama dia. Kamu sengaja bikin cerita-cerita seperti ini karena marah sama dia. Memangnya apa yang dia lakukan sampai kamu buat cerita jelek-jelekin dia kayak gini?” “Dia melakukan hal yang sangat-sangat buruk, Adrian.” Seraphina berusaha meyakinkan, “Dia beneran berbahaya. Dia bilang mau mengambil alih perusahaan kita.” Adrian menghela napas. “Aku tahu Cassian t
Terakhir Diperbarui: 2025-09-16
Chapter: Chapter 17 : Sintaks Salah
"Cypher, kamu dengar aku?" bisik Seraphina. Seraphina sudah berada di dalam Drury Covent Garden. Kafe itu ramai, namun musik jazz yang diputar membuat suasana terasa tenang. Ia memilih sebuah meja di sudut ruangan, jauh dari keramaian. Ia duduk, meletakkan ponselnya di atas meja. Tangan-tangan Seraphina terasa dingin dan bergetar, ia merasakan keringat dingin mengalir di punggungnya. Tangannya terangkat, menyentuh telinganya, memastikan earphone transparan itu sudah terpasang dengan nyaman. Ia menarik napas dalam-dalam, berusaha menenangkan detak jantungnya yang berdegup kencang. “Cypher?” panggilnya lagi. ‘Aku dengar. Suaramu terdengar jelas, Seraphina. Tenang. Aku di sini,’ jawab Cypher, suaranya tenang dan tanpa emosi. “Sorry,” bisik Seraphina lagi. “Aku gugup. Gimana kalau dia nggak percaya sama aku? Gimana kalau dia malah menganggap aku gila?” ‘Dia akan percaya. Ingat, Adrian tidak percaya pada orang lain selain dirinya. Kita tidak akan memintanya untuk percaya padamu, tapi
Terakhir Diperbarui: 2025-09-08
Anda juga akan menyukai
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status