ホーム / Zaman Kuno / The Alchemist's Touch / 9 - Kiss In The Chaos

共有

9 - Kiss In The Chaos

作者: Ivy Morfeus
last update 公開日: 2026-03-06 04:51:46

“Sebutkan namanya.”

Suara Killian masih rendah. Tidak meninggi. Tidak marah. Tapi justru itu yang membuat dada Josselyn terasa sesak.

Ia menatap pecahan kaca di lantai.

“S-saya, tidak ingat, Yang Mulia.”

Josselyn menelan ludah. Ia mengingatnya dengan jelas. Bagaimana mereka memanggil namanya dengan nada tinggi dan terburu-buru. Lalu begitu ia muncul, lemparan benda selalu menyambutnya.

Pipinya memar.

Perutnya membiru.

Sampai pernah suatu hari ia terbangun dari tidurnya karena rambutnya yang dij
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • The Alchemist's Touch    31 – You Won't Leave Alone

    “...Izinkan saya pergi ke Utara.”Josselyn mengulang ucapannya. Tapi hanya hening yang menyambutnya. Tak ada yang langsung menjawab.Josselyn masih menegakkan punggungnya. Walau ia tak berani menatap berpasang mata di sekelilingnya.‘Tahan, Josselyn. Kau harus tegas dengan permohonanmu, agar mereka mengabulkannya.’ ucapnya pada diri sendiri.“Utara?” ulang Raja pelan.“Itu bukan perjalanan singkat,” lanjutnya, nada suaranya dipenuhi keraguan. “Bukan pilihan yang aman untuk wanita.”“Justru karena itu saya harus pergi, Yang Mulia,” jawab Josselyn, memberanikan diri memutar tubuhnya menghadap Baginda Raja.“Jika kita menunggu lebih lama lagi, musim dingin akan lebih dulu...” Josselyn menelan ludahnya, mencari kata-kata yang lebih tepat. “Semua akan sia-sia jika kita terlambat.”“Lagi-lagi dia berlagak seperti Tuhan—satu-satunya yang bisa menyembuhkan Ratu,” gumam Killian.Josselyn mendengar itu, refleks menoleh. Tatapan mereka bertemu.“Ini satu-satunya cara,” lanjutnya.Killian tidak l

  • The Alchemist's Touch    30 – Before The Winter Takes Her

    “Ya.”Jawaban itu datang tanpa jeda.Josselyn menatap Yorick lekat. “Ya?”“Kau yang memaksaku malam itu,” lanjut Yorick tenang. “Kau bilang kau tidak punya waktu menunggu. Kau ingin segera menemukan racikan yang tepat untuk Ratu.”Josselyn mengerutkan kening, ragu dan tak percaya. “Saya… memaksa Anda?”Yorick tersenyum tipis. “Kau sangat keras kepala malam itu.”Josselyn terdiam. Matanya menerawang, mencoba menggali ingatannya. Ia tak ingat pernah sengaja mabuk dengan minum alkohol.‘Atau aku tak sengaja meminumnya?’ Suara di kepalanya saling bersahutan. Memberikan kemungkinan-kemungkinan yang terjadi.“Apa saya mengatakan sesuatu yang aneh?” tanyanya kemudian.“Selain fakta bahwa kau hampir tidak mau berhenti?” Yorick mengangkat bahu ringan. “Tidak.”Wajah Josselyn memerah, tiba-tiba bayangan tak seharusnya muncul di pikirannya.“Tidak berhenti—memang apa yang saya lakukan?”Yorick sejenak menatapnya, tatapannya menimbang, lalu tersenyum tipis.“Terus memaksaku untuk menjawab pertany

  • The Alchemist's Touch    29 – Doubt Between Us

    “TURUNKAN TANGAN ANDA.”Suara Darius yang rendah, cukup untuk menghentikan udara di sekeliling mereka.Josselyn, dengan dada naik turun, melihat Edmund yang membeku.Beberapa saat lalu, pria tua itu tersulut amarah dengan perkataan terakhir yang ia lontarkan. Tangan yang tak pernah mengelus kepalanya sejak ia dilahirkan, masih terangkat tinggi—seperti yang biasa ia lakukan, bersiap mendarat di pipi Josselyn.Namun perbedaannya kini pergelangan tangannya sudah lebih dulu tertahan.Darius berdiri di antara mereka, mencengkeram kuat tanpa memberi ruang sedikit pun.“Lepaskan aku,” desis Edmund.“Bukan ide yang bagus,” balas Darius datar.Tatapan Edmund beralih ke tangan yang menahannya, lalu ke wajah Darius.“Sejak kapan seorang ksatria bayangan berani menyentuh bangsawan?”Darius tidak bergerak. “Sejak bangsawan itu lupa di mana dia berdiri.”Arabella langsung menarik lengan Edmund.“Sudahlah,” katanya pelan, tapi tajam. “Kita tidak perlu mengotori tangan kita di tempat seperti ini.”Ed

  • The Alchemist's Touch    28 - Know Your Place

    Josselyn hampir bernapas lega saat Killian keluar dari tepi kolam. Air menetes pelan dari tubuh pria berpostur tegap itu, saat ia meraih jubah panjang yang telah disiapkan. Tanpa tergesa, ia mengenakannya, menutup tubuhnya dengan gerakan tenang seolah tak terjadi apa pun barusan. Darius sudah berdiri tegak di dekat pintu keluar. “Yang Mulia,” ucapnya singkat, bersiap mengikuti. “Tidak,” potong Killian datar. Menghentikan langkahnya tepat di belakang pintu. Darius mengangkat pandangan. “Antar dia ke kamarnya,” lanjut Killian tanpa menoleh. “Dan pastikan, dia tidak sempat berpikir untuk kabur.” Nada suaranya rendah. Tapi cukup untuk membuat udara di ruangan itu terasa lebih dingin. Darius mengangguk. “Baik, Yang Mulia.” Killian melangkah pergi dan menghilang di balik pintu, tanpa sekali pun menoleh ke belakang. Josselyn menghembuskan napas panjang. “Bagus, dia sudah pergi,” “Jadi… sampai kapan kau akan berendam di sana?” Suara Darius membuat Josselyn tersentak. Di

  • The Alchemist's Touch    27 – Terms of Control

    Air beriak pelan saat Josselyn mundur.Tangannya refleks menyilang di depan dada, menutupi tubuhnya yang terendam setengah di dalam kolam. Napasnya tercekat begitu sosok itu semakin jelas di hadapannya.Killian berdiri di tepi kolam, menatapnya tanpa berkedip.“Kenapa Anda ada di sini?” ucap Josselyn cepat. Tapi sedetik kemudian ia langsung mengatupkan bibirnya rapat-rapat.‘Bodoh! Ini tempat rahasia Killian. Dia bisa kapan saja berada di sini. Justru kau, Josselyn! Kenapa kau di—’Gumaman di pikiran Josselyn langsung terpotong, saat ia melihat Killian sudah bertelanjang dada dan kini masuk perlahan ke kolam.Mata biru keabuan itu terus mengamatinya. Seperti sedang menganalisa sesuatu.“Tempat ini milikku. Dan untuk selanjutnya, akan menjadi tempat pertemuan rahasia kita berdua.” gumamnya pelan.Josselyn mengernyit. “Apa maksud Anda?”Killian melangkah mendekat—tenang, tanpa riak.Josselyn kembali bergerak mundur hingga punggungnya hampir menyentuh dinding kolam.“Berhenti di situ!” d

  • The Alchemist's Touch    26 – The Marks He Left

    Sesuatu yang berat jatuh tepat di tubuhnya.“Bangun.”Josselyn tersentak. Matanya terbuka setengah, napasnya tercekat sejenak sebelum akhirnya ia sadar.Selimut.Ia menatap kain tebal yang kini menutupi tubuhnya, lalu mengangkat pandangan dengan pelan.Darius berdiri di ambang pintu selnya, wajahnya kaku seperti biasa.“Waktumu terbatas,” katanya dingin. “Bersiaplah.”Josselyn mengerjapkan mata beberapa kali. Kepalanya terasa berat. Bahkan tubuhnya juga terasa aneh.“Bersiap untuk apa?” suaranya serak. Ia mencoba untuk duduk.Darius menatapnya sekilas. “Kau dibebaskan.”Josselyn berhenti memijit kepalanya. Pandangannya naik, menatap manik mata Darius yang tertimpa cahaya obor.“…Apa?” “Dengan syarat.” Darius memotong cepat. Ekspresinya yang keras seolah tak nyaman melihat semburat harapan yang muncul di wajah gadis itu.Josselyn menghela napas berat. Wajahnya menunjukkan kelelahan luar biasa.“Syarat apa?” tanyanya sedikit malas.“Bukan tugasku menjelaskan,” jawab Darius singkat. “Be

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status