Home / Zaman Kuno / The Alchemist's Touch / 13 - Dangerous Experiment

Share

13 - Dangerous Experiment

Author: Ivy Morfeus
last update publish date: 2026-03-10 15:14:59

Yorick berdiri di bawah bayangan lengkungan batu taman, memperhatikan jalur batu yang membentang menuju danau kecil istana.

Langkah seseorang terdengar dari kejauhan.

Ia mengenali gaun hijau itu bahkan sebelum wajahnya terlihat jelas.

“Josselyn…”

Gadis itu berjalan perlahan, tapi langkahnya goyah.

Tangannya menyentuh dinding batu di samping jalur, seolah berusaha menahan tubuhnya sendiri.

Yorick menyipitkan mata. Ia mengingat ramuan yang ia racik untuk Josselyn tadi pagi.

Seorang tabib seharusn
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • The Alchemist's Touch    67 – Lines He Didn’t Know How to Cross

    “…lampiaskan saja padaku.”Kalimat itu menggantung di udara.Josselyn membeku. Untuk sepersekian detik, ia tidak bergerak. Tidak bernapas. Dan bahkan lupa berkedip.Lalu—“Cukup.”Suaranya keluar lebih tajam dari yang ia duga. Tangannya mendorong dada Darius. Tidak keras, tapi cukup untuk menciptakan jarak.Darius tidak melawan. Tubuhnya bergeser setengah langkah ke belakang, mengikuti dorongan itu tanpa perlawanan.Josselyn menarik napas dalam. Dadanya naik turun, berusaha mengembalikan ritmenya yang kacau.“Darius Blackmoor,” ucapnya, kali ini lebih terkendali, meski masih terdengar tegang. “Anda melewati batas.”Sunyi.Darius tidak langsung menjawab. Tatapannya tertuju pada gadis di hadapannya itu. Diam. Tidak agresif. Tidak juga mundur.Hanya… mengamati.Seolah sedang mencoba memahami sesuatu yang tidak ia mengerti. Terlihat dari alisnya yang sedikit berkerut.“Aku melewati batas?” ulangnya pelan.Bukan membantah. Lebih seperti memastikan.Josselyn mengernyit. Reaksi itu bukan yan

  • The Alchemist's Touch    66 – You’re Not the Victim Anymore

    Ucapan Yorick itu terus terngiang. Seolah menempel di kepalanya, tak mau pergi.“Putra Mahkota tak benar-benar menginginkan kesembuhan Ratu.”Josselyn berdiri diam di depan meja kayu Ruang Herbal. Tangannya yang semula sibuk memilah daun kering kini terhenti begitu saja.“Itu tidak masuk akal…”Gumamannya nyaris tak terdengar.Ia menggeleng pelan, mencoba menepis pikiran itu. Tidak. Ia tidak bisa begitu saja mempercayai kata-kata Yorick.Ia melihat sendiri.Bagaimana Killian berdiri di sisi ranjang Ratu. Bagaimana tatapannya berubah, lebih lembut dari biasanya. Cara tangannya menyentuh selimut itu—perlahan, hati-hati, seolah takut melukai sesuatu yang rapuh.Itu bukan sikap seseorang yang ingin kehilangan ibunya.“Aku tidak salah kan?”Josselyn meyakinkan dirinya. Tangannya mengumpulkan daun-daun kering yang telah dipilih dan memasukkannya ke sebuah wadah.Tapi pikirannya masih terasa penuh.Killian adalah anak satu-satunya. Pewaris tahta yang tak tergantikan. Seluruh kerajaan menaruh

  • The Alchemist's Touch    65 – The First Move

    “Aku sudah terlalu lama terlena…”Josselyn menyisir rambutnya ke belakang. Kilauan hitam rambutnya jatuh rapi di bahunya. Tapi yang ia lihat di cermin bukan lagi gadis yang sama seperti kemarin.Bayangan tentang kelima pria, yang hadir semenjak kehidupannya di istana, muncul.Lima pria.Dengan cara masing-masing… berhasil membuatnya lupa. Terutama Killian, Howarth, dan kini Yorick.“Seharusnya dari awal aku tak boleh mempercayai Yorick. Dia memang yang paling mencurigakan kan?” Tarikan napas panjangnya mengartikan kekecewaan pada dirinya.“Seluruh istana membicarakanku dari belakang, bahkan pelayan, prajurit sengaja menghindar. Hanya Yorick satu-satunya yang menyambutku dengan hangat.”Selimut itu.Kata “Ibu”.Aroma pahit yang familiar.Dan tatapan Yorick… yang tidak pernah ia lihat sebelumnya.Tangannya mengepal.“Baiklah. Aku tidak akan menunda lagi. Kepercayaan Killian sudah di tanganku. Jadi kau bisa lebih leluasa bergerak di istana ini.”Ucapannya penuh dengan kepercayaan diri.

  • The Alchemist's Touch    64 – The Moment She Stopped Trusting

    Pintu kamar Ratu terbuka dengan cepat.Aroma obat langsung menyambut begitu Josselyn melangkah masuk—pekat, pahit, bercampur dengan wangi bunga yang mulai layu di sudut ruangan.“Lady Josselyn!”Seorang pelayan bergegas menghampirinya, wajahnya pucat. “Kami sudah mencoba memanggil Tuan Yorick, tapi—”“Aku di sini.”Suara tenang itu datang dari dalam ruangan.Josselyn mengangkat pandangannya.Yorick berdiri di sisi tempat tidur Ratu, jubahnya sedikit berantakan. Tapi wajahnya terlihat tenang—atau mungkin memang berusaha untuk tenang. Tangannya bergerak dengan pasti saat memeriksa denyut nadi Ratu.“Bagaimana kondisinya?” tanya Josselyn pelan, melangkah mendekat.“Tidak stabil,” jawab Yorick singkat. “Demamnya naik turun. Napasnya juga tidak teratur.”Josselyn mengangguk kecil. “Mungkin karena sudah mulai memasuki musim dingin.”Langkahnya berhenti tepat di sisi tempat tidur. Dan saat itulah matanya menangkap sesuatu.Selimut.Wol tebal, halus, dengan pola yang familiar. Ia seperti pern

  • The Alchemist's Touch    63 – A Kiss Stolen In The Shadow

    Josselyn tidak langsung bergerak.Beberapa detik ia hanya berdiri di depan kaca kecil di sisi kedai teh, memandangi pantulan dirinya sendiri.Jepit rambut berbentuk kupu-kupu itu masih terpasang di sisi rambutnya. Biru, berkilau lembut setiap kali cahaya matahari menyentuhnya dari sela kanopi jalan festival.Ia mengangkat tangan perlahan, menyentuhnya.“…Cantik.”Suara itu keluar nyaris tanpa sadar.“Kau menyukainya?” Suara Killian muncul begitu dekat, nyaris menyentuh telinganya.Josselyn benar-benar menyukainya.Terlalu fokus pada pantulan itu, ia tidak menyadari bagaimana bibirnya sedikit melunak, bagaimana bahunya tidak lagi setegang sebelumnya.Sampai suara itu memecah pikirannya.“Kelompok prajurit sedang bergerak di sekitar area ini.”Josselyn menoleh.Darius berdiri tidak jauh dari Killian, wajahnya seperti biasa—dingin, terkontrol. Tapi matanya lebih tajam dari biasanya.“Kalau identitas Anda terbongkar, seluruh kota akan tahu Putra Mahkota kabur tanpa pengamanan.” lanjutnya

  • The Alchemist's Touch    62 – The Warmth That Doesn’t Feel Safe

    “Kenapa aku masih memikirkannya…”Josselyn menatap kosong ke arah jendela. Cahaya pagi sudah masuk sejak lama, tapi ia belum juga beranjak dari tempat tidurnya.Semalam seharusnya hanya menjadi malam biasa.Tapi tidak.Yorick yang keluar dari kamar Ratu.Tatapan Darius yang terlalu lama.Dan—sentuhan itu.Tangannya tanpa sadar bergerak ke pinggangnya sendiri. Ia masih bisa merasakan hangat telapak tangan itu, seolah belum benar-benar hilang dari kulitnya.Josselyn menggigit bibirnya.“...Kenapa justru itu yang kuingat…”Ia menarik tangannya cepat, seakan tersentuh api. Lalu, mengusap wajahnya dengan kasar.“Itu pasti hanya perasaanku saja.”Tapi bahkan saat ia mengatakannya, jantungnya tidak ikut setuju.“Yorick,” Tangannya masih tersangkut di atas kepalanya, di sela-sela rambut hitam indahnya.“Apa aku langsung bertanya padanya ya?” Tapi detik berikutnya ia menggelengkan kepala. “Aku ragu dia mau menjawabnya.”Josselyn menghembuskan napas panjang.“Tidak. Sudah cukup.”Ia menyingkap

  • The Alchemist's Touch    11 - A Dangerous Proposal

    “Tuan Howarth—”Suara Yorick terdengar lebih tajam dari biasanya.“Letakkan dia dengan hati-hati.”Howarth masih menopang tubuh Josselyn yang hampir jatuh di pelukannya. Ia memiringkan kepalanya sedikit, menatap wajah Josselyn dengan alis terangkat.“Aku tidak tahu tabib kerajaan mudah pingsan sepe

  • The Alchemist's Touch    9 - Kiss In The Chaos

    “Sebutkan namanya.”Suara Killian masih rendah. Tidak meninggi. Tidak marah. Tapi justru itu yang membuat dada Josselyn terasa sesak.Ia menatap pecahan kaca di lantai.“S-saya, tidak ingat, Yang Mulia.”Josselyn menelan ludah. Ia mengingatnya dengan jelas. Bagaimana mereka memanggil namanya dengan

  • The Alchemist's Touch    26 – The Marks He Left

    Sesuatu yang berat jatuh tepat di tubuhnya.“Bangun.”Josselyn tersentak. Matanya terbuka setengah, napasnya tercekat sejenak sebelum akhirnya ia sadar.Selimut.Ia menatap kain tebal yang kini menutupi tubuhnya, lalu mengangkat pandangan dengan pelan.Darius berdiri di ambang pintu selnya, wajahny

  • The Alchemist's Touch    10 - Whispered Shadows

    “Pagi ini istana terasa lebih tenang,” lanjut Yorick.Josselyn menatap cangkirnya.Saat ibunya masih hidup, ia sering membantu meracik ramuan di laboratorium kecil mereka. Ia hafal hampir semua aroma tumbuhan dan akar kering.‘Aroma ramuan ini beda. Asing.’ Josselyn melirik Yorick. ‘Apa Tuan Yorick

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status