Home / Fantasi / The Peacemaker / Bab 7. Arga Penuh Pesona yang Misterius

Share

Bab 7. Arga Penuh Pesona yang Misterius

Author: riwidy
last update Last Updated: 2021-11-27 03:54:06

"Badan baru, wajah baru, semangat pun mestilah wajib terbaharukan." 

"Sayangku, Maya. Kenapa kau begini terus, Nak? Apa yang merisaukan hatimu? Pilih salah satu pria itu dan menikahlah, ya?" 

Maya cuma tersenyum sekilas, lalu menjawab dengan sangat santai. 

"Santai saja, Papa. Maya masih sangat muda kan? Maya masih belum terlalu ingin menikah. Aku sedang fokus untuk membesarkan perusahaan kita, Pa! Agar jadi perusahaan ter the best di aliansi 7 penguasa."

Mr Albert hanya bisa tersenyum bangga. Putrinya ini memang sangat sempurna di matanya. Cantik rajin dan cerdas. 

"Waw ... putri papa satu-satunya ini, kamu memang hebat, cantik dan pandai! Tapi Maya ... untuk apa kau ikut memikirkan perusahaan kita, Anakku? Kau tak perlu risau, nikmati saja masa mudamu, biar papa saja yang bekerja.  Ini sudah jaminan lho,  bahwa  kekuasaan 7 penguasa itu absolut, tiada ba
riwidy

Yeah keren mah si Arga. Bahkan art juga kagum dan sayang.

| 1
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • The Peacemaker   Bab 108. Kecerdasan Siasat Perang

    "Persatuan akan menciptakan kekuatan maha besar untuk mengatasi tantangan apapun."Pada saat yang sama, sebuah drone kecil melesat keluar dari celah tersembunyi di atap bunker, terbang rendah menuju target.Maya menekan tombol, dengan napas tertahan, dan drone EMP itu meledak dengan kilatan cahaya biru terang tepat di atas unit-unit tank. Untuk sesaat, segalanya tampak hening. Layar-layar di bunker berkedip-kedip, lalu kembali normal.“Berhasil!” Maya berteriak, melihat unit-unit tank Albert sejenak berhenti bergerak, lampu-lampu di tubuh mereka berkedip-kedip tak karuan.“Ryan, sekarang!” Darren berteriak.Ryan, memegang tas berisi C4, melesat keluar dari saluran pembuangan darurat, bergerak cepat di bawah bayangan unit-unit tank yang lumpuh sementara. Ia harus bergerak cepat, sebelum sistem mereka pulih.Namun, di tengah semua kekacauan ini, sebuah suara lain terdengar di komuni

  • The Peacemaker   Bab 107. Bunker yang Terancam

    "Suatu ancaman yang datang sebenarnya adalah pertanda bahwa hidup itu tidak akan pernah berhenti bergerak."“Kami tahu, Sando!” Ryan membalas, suaranya tegang. “Apa rencanamu? Kalian berdua bisa kembali ke sini, kita harus bersiap untuk pertahanan terakhir!”Namun, Alan menyela. “Tidak, Ryan! Kita tidak akan bisa kembali tepat waktu! Unit-unit ini terlalu cepat! Kami akan menjadi sasaran empuk di perjalanan!”“Lalu apa yang harus kita lakukan?!” Maya berseru, menatap layar utama. Fiona masih terlihat berjuang membawa Arga menuju titik evakuasi Alpha, kini terlihat samar di antara puing-puing, memanfaatkan kekacauan udara yang berhasil mereka ciptakan.“Kita tidak bisa meninggalkan mereka, dan kita tidak bisa membiarkan bunker kita hancur!”Darren menarik napas dalam, mencoba menenangkan dirinya. “Albert… Albert selalu punya obsesi dengan kekuasaan. Tapi aku tidak tahu dia punya senjata seberat ini. Sando, Alan, apakah ada cara kalian bisa melumpuhkan mereka dari posisi kalian? Artile

  • The Peacemaker   Bab 106. Tipuan Artileri Darren

    "Setiap tantangan yang ada harus segera dijawab, karena waktu terus berdetak. Hanya kemampuan adaptasi cepat yang bisa menyelamatkan."Alan berdiri tegak. “Aku akan ikut denganmu, Sando. Kita bisa bergerak lebih cepat berdua. Aku juga tahu beberapa jalur tikus di sekitar gudang itu.”Sando menatap Alan, lalu mengangguk. “Baik. Dua lebih baik dari satu. Tapi kita harus bergerak cepat. Maya, kirimkan koordinat dan skema gudang kepadaku dan Alan. Ryan, bersiaplah untuk memberikan dukungan visual dari drone jika memungkinkan.”Tanpa menunggu persetujuan lain, Sando dan Alan bergegas menuju pintu keluar bunker, mengambil perlengkapan tempur ringan. Di layar, Fiona terhuyung-huyung, Arga masih di pelukannya. Helikopter-helikopter Albert sudah sangat dekat, lampu sorot mereka menyapu area sekitarnya.“Baik, Sando, Alan, semoga berhasil!” Maya berseru, suaranya bercampur cemas dan harapan. Ia seg

  • The Peacemaker   Bab 105. Waktu Adalah Kemewahan

    "Keputusan penting mesti sanggup mencakup kepentingan banyak pihak yang terakomodasikan."“Kita… kita harus membawa mereka keluar dari sana. Sekarang juga,” Maya berbisik, matanya menatap tajam ke arah titik-titik merah di layar. Ini bukan akhir, ini justru awal dari badai yang sesungguhnya.Titik-titik merah itu, semakin membesar di layar Sando, bagai mata setan yang haus darah yang menukik dari langit kelam. Suara baling-baling helikopter serbu mulai terdengar samar, perlahan membelah udara malam yang baru saja diselimuti kepanikan.Di dalam bunker, ketegangan melilit setiap jiwa. Maya menoleh ke arah Ryan, matanya memancarkan ketakutan yang mendalam, sekaligus tekad yang membara.“Kita harus membawa mereka keluar dari sana. Sekarang juga,” Maya berbisik, suaranya tercekat. Ia menunjuk layar utama, di mana Fiona tampak berjuang menyeret tubuh Arga yang tak sadarkan diri, sementara di k

  • The Peacemaker   Bab 104. Pertolongan Fiona

    "Saat kepanikan melanda, harus disempatkan untuk memilih hal-hal yang paling mendesak untuk diselesaikan dengan cara sederhana dalam waktu paling singkat."“Alarm! Sirene! Pemutus daya darurat! Lampu sorot yang menusuk mata! Apa pun yang bisa membuat mereka buta dan bingung!” Maya membalas, matanya berkedip cepat saat dia memindai ribuan baris kode lama. “Sando, bisakah kau mengidentifikasi sistem keamanan paling dekat dengan posisi Arga yang mungkin masih terhubung ke jaringan lama itu?”Sando segera mengetik. “Dua sistem. Satu adalah alarm kebakaran yang sangat kuat di gedung kosong di sebelah timur. Yang lain adalah generator listrik cadangan di bawah tanah, dekat terowongan servis yang mereka gunakan. Tapi itu risiko tinggi, Maya. Jika kau mengganggu generator, kau bisa memicu kerusakan lebih lanjut pada infrastruktur!”“Risiko atau kehilangan Arga?” Maya menatap Sando dengan tatapan tajam. “Pilihannya jelas bagiku!”“Maka pilih alarm kebakaran,” Ryan menyarankan. “Kurang merusak

  • The Peacemaker   Bab 103. Arga Terkepunng Musuh

    "Kekuatan dendam adalah terbesar saat ego dan kepentingan berbenturan dengan batas toleransi musuh."“Sekarang ledakkan truknya, Arga! Buat mereka menyesal!” Sando berteriak, matanya menatap Arga yang berlari sekuat tenaga.Arga menoleh ke belakang, melihat pasukan elite yang mengejarnya. Ia mencapai truk, meraih kabel yang masih menjuntai dari sambungan listrik, dan menyentuhkannya ke cairan bahan bakar yang menetes.“Kalian akan membayar!” Arga menggeram, matanya berkobar.Api menyambar dengan cepat, menjilati bahan bakar yang bocor. Detik berikutnya, seluruh truk itu terbakar hebat, dan Arga melompat menjauh, berusaha mencari perlindungan di balik reruntuhan.Bummm!Ledakan raksasa mengguncang Bumintara. Api oranye raksasa menjilat langit, menerangi seluruh area medan perang yang gelap gulita. Gelombang kejut menghantam para prajurit elite Albert, melemparkan mereka ke udara seperti boneka kain. Reruntuhan di sekitar Arga bergetar hebat, puing-puing berjatuhan di mana-mana. Asap

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status