The Quadruplet Alphas' Slave Mate

The Quadruplet Alphas' Slave Mate

last updateLast Updated : 2025-07-24
By:  S.Oyogho dancing penOngoing
Language: English
goodnovel16goodnovel
Not enough ratings
85Chapters
4.0Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Azara Storm is a special wolf, blessed by the goddess with immense abilities. Her fairy-tale life ended the night her pack was raided. Left as the only survivor after the invasion, she tried to flee but was caught by the famous ferocious quadruplet Alphas. Fate plays a trick on her as the quadruplets not only recognize her as their mate but also protect her from her hunters, which is unlike them, but this protection comes at a huge cost. Azara's heart shatters when she discovers that she is bound to be the quadruplet Alphas' slave mate. Her life ended the moment they claimed her. They were her Masters, her body and soul belonged to them. Soon, Azara not only got entangled in the unexpected romance with the quadruplets, but she found herself drawn to the brothers’ mystery. They were gross darkness and she was the pure light, but one thing about darkness was its ability to allure even the purest light, consuming it until it is stripped of its innocence. The burning desire to claim them consumed her, but this was at the expense of her deepest darkest secret. Would she be willing to compromise even if revealing her identity could test their love? Could she have them all? Whose heart would be broken so hers could be whole? What happens when the rogues come for her, would she be able to hide her secret forever?

View More

Chapter 1

Chapter 1

"Mbaknya positif hamil ... usia kandungan sudah jalan 5 minggu," ucap seorang dokter wanita di depan Nada, dengan nada lembut dan senyuman

Nada mengerjap, masih tidak percaya dengan apa yang didengarnya. Dua detik kemudian, ia tersenyum bahagia dengan setetes air mata menggenang.

Ia akan segera menjadi seorang ibu. Ibu untuk anaknya Dirga, suaminya yang dinikahinya setengah tahun lalu.

Hubungannya dengan Dirga memang terbilang singkat. Mereka menikah karena dijodohkan dan pendekatan mereka tidak terlalu lama. Hanya sebulan setelah diperkenalkan oleh kedua orang tua.

Sejak melihat Dirga yang pertama kali, Nada langsung jatuh hati. Bagaimana tidak, suaminya itu mempunyai paras yang lumayan tampan, gagah dan dalam hal mendekatinya, saat itu Dirga terbilang pria romantis.

Nada memegang perutnya yang masih rata. ‘Selamat datang, Nak… semoga kamu tumbuh sehat dan membuat Ummi dan Abi-mu semakin harmonis dan bahagia….’

Setelah mendengar satu dua wejangan lagi, Nada pun keluar dari ruangan dokter dengan senyum terus terlukis di bibirnya. Tidak lupa ia menebus vitamin di apotek dulu sebelum memesan taksi online.

‘Mas Dirga pasti akan sangat bahagia mendengar kabar bahagia ini,’ pikirnya selama perjalanan.

Nada berusaha menghubungi suaminya, ingin mengajaknya makan siang bersama untuk membahas soal kehamilannya. Namun, yang terdengar hanya nada dering tersambung yang tak kunjung diangkat.

Akhirnya, Nada berhenti meneleponnya. Tak lama kemudian, taksi ini pun sampai ke rumah. Segera Nada persiapkan makan malam spesial untuk menyambut Dirga dan mengumumkan hal membahagiakan ini.

Pukul 7 malam, Nada mendengar pintu depan dibuka.

"Assalamualaikum," salam Dirga saat masuk ke rumahnya.

"Wa'alaikumsalam," jawab Nada.

Ia menoleh ke arah pintu dan tersenyum saat melihat suaminya pulang. Ia lantas bangun dari duduknya dan berjalan menghampiri Dirga, meraih telapak tangan Dirga dan mencium punggung tangan Dirga.

"Mas mau makan dulu atau mandi dulu?" Seperti biasa, ia menanyakan suaminya mau makan atau mandi terlebih dahulu.

"Kamu udah sehat? Tadi pagi kelihatan kurang sehat,” ucap Dirga.

"Udah, Mas, udah agak enakan. Lagian dokter bilang aku gak pa-pa," ucap Nada, sedikit berbohong terlebih dulu.

“Kamu udah ke dokter?”

Nada mengangguk. “Tadi aku telepon kamu, mau minta anter, atau setidaknya kalau kamu gak bisa aku minta izin ke sana sendirian. Tapi kamu tidak bisa aku hubungi,” ucap Nada. 

“Terus, aku juga chat kamu, tapi chatnya gak kamu baca,” lanjut Nada sambil berjalan ke arah meja makan yang sudah ia persiapkan.

“Ayo, Mas. Makan dulu. Aku juga mau ngomong sama kamu.”

Dirga tidak langsung menjawab, hanya menatap Nada sesaat sebelum akhirnya duduk di meja makan. "Mas juga mau ngomong sesuatu sama kamu.”

Dahi Nada mengernyit. "Hm? Mas Dirga mau ngomong apa?"

Dirga tidak langsung menjawab. Ia tampak ragu, tapi malah membuat Nada semakin penasaran.

Tanpa sadar, Nada ikut gugup. Ia menelan ludah karena Dirga tak kunjung berbicara.

"Mas mau bicara apa?" tanya Nada sedikit khawatir. Ia berpikir, apakah mungkin ada masalah dengan pekerjaan Dirga di sekolah?

"Nad? Kamu bilang memikirkan wanita yang bukan mahram itu menumpukkan dosa bukan? Kamu bilang memikirkan wanita yang bukan mahram itu termasuk zina bukan?"

Deg.

Entah sebuah pisau apa yang menusuk dada Nada, perkataan Dirga membuat Nada takut. Jantungnya sudah berpacu kencang, hatinya gelisah. Ucapan yang Dirga katakan tadi, sama dengan ucapan saat Dirga akan melamarnya dulu. 

Nada menganggukkan kepalanya pelan, mengiyakan perkataan Dirga.

"Izinkan Mas untuk menikah lagi, Nad," ucap Dirga dengan nada tegas.

Deg!

‘Ya Allah …. Skenario seperti apa yang Kau siapkan untukku?’

Tubuh Nada terasa lemas saat suaminya meminta agar ia mengizinkannya menikah lagi.

"Maaf, Nad. Mas tau Mas salah, tapi Mas gak bisa membohongi perasaan Mas untuk dia. Mas menyukai dia dan Mas sering memikirkan dia. Mas juga menginginkan dia, dan itu salah bukan?" jelas Dirga.

Air mata menerobos keluar tanpa aba hingga membasahi pipi Nada, dadanya terasa sesak dan sakit. Perutnya terasa menegang, seolah sang jabang bayi juga merasakan sakit hatinya. 

Kesalahan apa yang ia perbuat hingga Dirga dengan tegas berkata mencintai wanita lain? Memintanya rela untuk dimadu, pada saat dirinya tengah mengandung anaknya sendiri.

“S-siapa, Mas? Siapa wanita itu….” bibir Nada bergetar seraya bertanya kepada suaminya.

Dirga menunduk, tidak berani menatap mata Nada. “Wanita itu… Delisha, sahabatmu.”

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.

No Comments
85 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status