MasukIn a world where death and destruction rule , In a world full of lies and broken promises A child was born . She had a smile as bright as the sun And a heart as pure as the light . But hard times came upon her And they have transformed her , Into the monster everyone believes her to be . Since she's pure no more Everyone just calls her The Queen of the Half-breeds .
Lihat lebih banyak“Tidak! Tolong! Jangan! Jangan lukai dia! Tolong! Kumohon, kumohon, aku akan melakukan apapun juga!” teriak seorang pria dengan suara ketakutan, tubuhnya bergetar hebat, wajahnya berubah menjadi sangat pucat dan dia benar-benar menyedihkan.
Jeritannya semakin menjadi tatkala silaunya cahaya kilat dan guntur yang saling bersusulan menggelegar di angkasa malam ini. Hujan masih turun dengan deras di luar. Lisa segera menghampirinya dan mencoba untuk menenangkan pria itu. “Tenang, tenanglah, ada aku di sini,” ucap Lisa padanya dengan menepuk pelan punggungnya. Namun, tiba-tiba saja, pria itu membalikkan tubuhnya dan menarik tangan Lisa lalu memeluknya dengan sangat erat. “Tolong, kumohon tolong aku!” Dia berkata lirih. Jantung Lisa berdetak cepat dan darahnya berdesir deras, pria ini memeluknya, dia bahkan belum pernah merasakan hal demikian dari pria yang bukan mahramnya, tetapi entah kenapa rasa empatinya saat ini sangat tinggi membuatnya sangat iba dengan pria ini. “Sabarlah, kamu aman sekarang.” Suara lembut Lisa membuatnya perlahan bisa mengatur ritme napasnya menandakan pria ini sekarang sudah jauh lebih tenang. Namun demikian, pelukannya pada Lisa masih kuat seolah tidak ingin dilepaskan. Tiba-tiba saja, seketika penerangan padam disusul dengan cahaya kilat yang memenuhi ruangan, semakin erat saja pria ini melakukannya, apalagi setelahnya suara petir seolah memecahkan tempat ini. Jantung Lisa kembali berdetak kencang, tubuhnya yang mulai tenang tadi menjadi bergetar hebat kembali, hanya saja kali ini mulut pria itu terkunci rapat. “Tenanglah dulu, aku akan mengambil lilin di belakang.” Lisa berkata menenangkannya. Pria itu menggeleng lalu bersuara lirih menyanyat. “Tolong jangan tinggalkan aku.” Baru saja Lisa ingin membujuknya lagi, kamar ini mendadak terang dengan sinar penerangan dari arah luar masuk melalui celah gorden yang masih terbuka. Banyak pasang mata melihat mereka dalam keadaan seperti ini, yang mana semua orang pasti akan sangat salah paham dengan posisi mereka. Berpelukan di dalam sebuah kamar yang gelap dan hanya berdua saja. “Lisa! Keluar kamu!” Teriak suara dari luar. Lisa benar-benar terkejut, dia ingin segera melepaskan pelukannya, tetapi suara dari luar itu terdengar seperti langsung menerobos masuk ke dalam rumah dan membuat kegaduhan “Pak Duha! Lihat, ini kelakuan putrimu!” serunya dengan lantang. Lisa terlihat panik, dia berusaha untuk menjelaskan. “Tidak-tidak, ini salah paham ini–” “Kita harus menikahkan mereka!” timpal yang lain lagi. Lisa sangat terkejut dengan pernyataan barusan. Lisa menggeleng-gelengkan kepalanya, dia bermaksud untuk menjelaskan pada ayahnya, tetapi ayahnya memandang dirinya dengan tatapan kecewa. “Tidak, kejadiannya tidak seperti yang bapak-bapak pikirkan ini. Ayah ini semua–” “Jangan berkilah kamu! Untungnya kita cepat datang, kalau tidak kalian pasti sudah melakukan hal diluar norma agama!” Seseorang dengan janggut tebal yang berseru pertama kali tadi bicara dengan nada tinggi pada Lisa. “Pak Duha, Bapak salah satu orang yang terhormat di kampung kita ini, jadi lebih baik kita nikahkan mereka saja malam ini!” Mata Lisa mulai berkaca-kaca, bagaimana mungkin dia menikah dengan pria ini?! “Pak, benar seperti yang Bapak ini bilang, kalau tidak mau Lisa mencoreng nama keluarga kita, kita harus menikahkan mereka.” Suara itu sangat dikenal oleh Lisa, dia adalah Ibu Ida, ibu sambungnya. Lisa menjadi sangat terpojok karena hal ini, tidak ada satu pun yang bisa menjelaskan pada mereka. Lisa lalu melihat pria itu, jelas makin tidak ada harapan. Pria itu seolah-olah hidup di dunianya sendiri di saat yang segenting ini, pandangannya kosong ke arah depan dan wajahnya terlihat jelas seperti orang bodoh. “Bener, Pak! Perbuatan Mbak Lisa ini tidak dibenarkan, lagipula, takutnya kita juga kena imbasnya! Jadi, mending Mbak Lisa dinikahkan saja sama orang itu!” Kali ini suara Yasmin, adik tiri Lisa, ikut menggema di ruangan ini. Lisa benar-benar tidak diberi kesempatan untuk menjelaskan, ada rasa sesal yang dalam atas perbuatannya sendiri pada pria itu, tetapi dia tahu, segala sesuatu yang sudah digariskan jelas tidak bisa diubah begitu saja. “Ayah, Lisa tidak begitu, Yah, Lisa tahu batasan–” “Halah batasan! Jangan sok suci kamu! Kalau tahu batasan ngapain kamu berduan di kamar dengan dia? Pake peluk-peluk segala. Pak, kita harus menikahkan Lisa malam ini juga, kalau tidak nama baik keluarga kita menjadi taruhannya.” Ida mendesak Duha yang masih diam melihat anaknya. Lisa melihat ke arah Duha dengan tatapan memohon, tetapi sepertinya sang ayah tidak bisa berbuat banyak. “Baiklah, saya akan menikahkan anak saya malam ini juga dengannya,” putus Duha. Hal ini membuat Lisa tidak bisa mengatakan apapun lagi. Dia tahu betul ayahnya ketika memutuskan sesuatu, sulit untuk ditarik kembali. “Ayah …,” lirih Lisa pada Duha, matanya menatap sendu, tetapi pria itu seolah menulikan telinganya. Saat ini yang ada dalam kepalanya adalah menikah dengan pria ini. Pria asing yang bahkan namanya sendiri saja dia tidak ingat! Duha masih tetap tinggal di kamar ini, dia melihat ke arah Lisa dengan tatapan kecewanya, matanya juga melihat tajam ke arah Lisa. “Lisa, ayah tahu kamu tidak akan melakukan apapun, tapi keadaannya cukup berbeda, semua orang bisa dengan jelas melihat kalau kamu dan dia memiliki hubungan tak biasa.” Duha berkata pada putrinya dengan suara yang berat. “Tapi Yah, ayah tahu sendiri dia ini bagaimana, kita tidak tahu asal-usulnya, bahkan hal paling kecil saja tentang namanya dia tidak tahu. ” tunjuk Lisa dengan suara tercekat pada pria itu. Duha hanya mengangguk dan menarik napas berat. “Menikahlah dengannya.” Kata-kata yang keluar dari mulut ayahnya bagai sebuah godam yang memukul hatinya dengan paksa. “Tapi ….” “Ini yang terbaik saat ini.” Ayahnya mengelus pelan pucuk kepala Lisa sebelum akhirnya keluar dari kamar ini, meninggalkan Lisa dan pria asing itu dalam kamar ini. Lisa hanya diam, dia tetap tak kuasa untuk meneteskan air matanya saat Ayahnya keluar dari tempat ini. Sebelum berpesan padanya agar segera bersiap-siap untuk merapikan diri. Tiba-tiba, pria itu menghapus jejak air mata yang mengalir di pipi Lisa. “Jangan menangis,” ucapnya dengan suara husky-nya membuat Lisa terkejut mendengarnya. “Kamu …?” Lisa tidak bisa melanjutkan kalimatnya, tatapan pria itu sungguh dalam. “Gandha, namaku Gandha,” ujarnya. Lisa mengerutkan keningnya. Pria ini mengatakan siapa namanya? Apa dia tidak salah dengar? Belum sempat dia mendekati pria itu dan bertanya lebih jauh, suara Ida kembali terdengar nyaring di kamar ini. “Lisa! Kamu harus memakai pakaian yang rapi, biar tidak memalukan keluarga kita! Cukup kamu yang berdua-duaan dengan orang gila ini saja yang membuat keluarga kita malu!” hardik Ida. Lisa mematung, otaknya masih mencoba untuk berpikir cepat dengan apa yang baru saja terjadi. Namun, dia kembali disadarkan saat tangan Ida menariknya paksa keluar dari tempat itu."MMM!"He kissed me! He literally kissed me! How could he? I pushed with all my might away from him, managing to put some space between him and his soft lips and me."What in the world, Leviathan?""I told you, didn't I? I love you, little Rose!"No no no... It's not true!"You're lying! It's not true!""Yes it is! You might think that I don't, but I do, Little one! But I know that I shouldn't force you to accept my feelings, since you have your very own mate. I just wanted to let you know, and someday, if you ever need someone to rely on, then I'll be here. Until then, you can forget about this.""What? What do you mean-"Why do I feel so sleepy all of a sudden?"What did you do to me?""I am sorry little one, but you will remember if you'll really want to. If not, then let all of this be forgotten."I don't know what's happening, but I felt myself falling asleep and being caught by a pair of arms and carried to a s
I never really thought that The Seven Princes of Hell used to be so... weak?Hah! Statement of the year while hugging The Second Prince of Hell, no other than Leviathan himself, ladies and gentlemen. I really should let him go, but I feel so comfortable in his arms. It kind of reminds me of uncle Raphas hugs."You know... I could swear that you would say that it was hard.""Well, I can't exactly say that it was always easy, but it was most of the time.""You make it sound like it was nothing in the end. But I can relate, after all, for the sake of those dear to us, we can do anything and everything!""Indeed we can. But it doesn't mean that we won't survive even the darkest of battles.""What-""Do not forget Rosemary, that we share to some extent, a similar past. Whether you like to admit it or not, we can understand at some point how one thinks due to this because we have the same ambitions and maybe same dreams.""But this doesn't mean that
"It wasn't exactly easy, and what I meant by saying that was that everyone hated me to the point where they were jealous of me and my talent. Sometimes they pulled pranks on me, they tried to injure me and make it hard for me knowing that I wasn't the type to retaliate, so they took it for granted until Lucifer stopped them with the rest of his friends, well our friends now.""That's...""Not nice?""I wanted to say cruel." I really looked into his cat-like eyes and I swear that for a few seconds I could see the pain and the fondness at the mention of his friends. I remember that while I stayed with the Holy Strategists I learned of their friendship, and how much they did for Heaven. And now, standing before him for a few minutes, I let my walls put up against fallen angels down. I let myself feel what I did before. I felt admiration for them, I felt that nothing I did would be enough to prove that I can reach the top like they did, and so I gave up. During the years I only
“Keep it down you two, or you'll wake her up!”Who is so noisy in the morning? Better yet, who dared to disturb my sleep?“But-”“QUIET!”“Uh-oh! You imbeciles woke her up! You're so dead for!”That voice-“Uncle Rapha!”“Hello, my lovely Rose! How are you feeling?”“Hi uncle! Well, I would have felt better if someone didn't wake me up!”“I warned them, but they didn't want to listen!”“Maybe, once they experience the same punishment as those who dared to wake me up without a reason, then they will learn to be quiet when told to be so.”“A good idea my dear. Then-”“Wait wait wait! What does this “punishment” is supposed to mean?”“It's very simple. Since a lot of people used to be noisy in the early morning or late at night when they knew that those who switched places for patrol were resting, but didn't care that those poor people were tired, Rosemary came up with a good enough punishment to teach them a
“She is strong, I'll give her this much!”“She may be strong Amon, but she still held back... Why? If only she used her power without holding back, then she wouldn't be in such a bad state, right?”“Or it might of have caused her more harm.”“No, Amon, Mammon is right.”“K
“Ugh... you don't.”“You're awake!”“How much did you hear?”“I don't want to think what she went through in Heaven! Or something like this...”“I see...”“I guess you found out about how badly injured my soul is?”“We have... If you don't mind me asking, how d
Inside the room, behind the beautiful carved door, lays a room with walls and ceiling colored in a pale royal blue with a touch of aquamarine and turquoise.The furniture, made from the same wood and as the door, oak wood, has beautiful carvings of roses and a slight touch of gold to make t
“Have you caught them all?”“We have!”“Good... but what about Leviathan? How is he? Has he woken up?”“... He is showing signs of waking up, but it seems like he is caught in a dream state. We aren't sure what is happening, but we are trying.”“I want to see him!”“






Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.