Partager

725.

Auteur: Lil Seven
last update Date de publication: 2026-06-20 16:20:54

Kylo menoleh pada Trivia dengan ekspresi seakan-akan terbangun dari mimpi, bergegas, pria itu menarik Trivia ke tempat yang sepi dan mencecarnya dengan pertanyaan.

"Kenapa kamu tiba-tiba nyium aku dan nyentuh nyentuh aku kayak tadi? Ini nggak ada dalam rencana kita!"

"Aaah, konservatif banget, sih. Aku hanya menjalankan tugas buat manas-manasin dua orang itu. Eh, kamunya malah marah. Dahlah, ngapain aku mengharap pujian dari cowok kaku kayak kamu. Huh."

Trivia langsung cemberut, membalikk
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • Tiga Kakak Tiriku yang Menggoda   749.

    Trivia yang merasa simpati dengan kemalangan demi kemalangan yang menimpa pria calon tunangan yang merupakan musuhnya tersebut, menepuk lengan Kylo untuk mencoba menghiburnya. "Sabar, ya, Ky. Aku ikut prihatin sama masalah yang nimpa kamu. Aku juga minta maaf udah nuduh kamu yang enggak-enggak hanya dengan ngeliat kejadian sekilas tadi, aku tarik kembali kata-kataku, kamu nggak selingkuh sama kakak iparmu." "Nggak papa, Trivi. Aku nggak sakit hati kok," jawab Kylo, yang membuat Trivia tersenyum senang. "Huft, leganya. Kamu udah nggak salah paham lagi sekarang," ucap Kylo, menghela napas panjang dengan ekspresi rileks, seakan beban yang tertahan di pundaknya beberapa saat yang lalu, kini telah dilepaskan. "Iya, kamu nggak seburuk yang aku kira. Maaf udah buruk sangka sama kamu, Ky." "Iya, nggak papa. Kamu nggak salah paham aja aku udah lega banget, Trivi." Keduanya saling mengangguk, Trivia yang merasa senang karena dimaafkan Kylo, tiba-tiba bertanya dengan ekspresi keheran

  • Tiga Kakak Tiriku yang Menggoda   748.

    Sayang, bukannya tersentuh dengan wajah memohon dan memelas Kylo, Trivia tetap berdiri di tempatnya dengan tangan masih menggenggam Sam, membuat Kylo merasa gerah saat melihat bagaimana mereka berpegangan tangan. Wajah Trivia menampakkan kebingungan yang nyata melihat Kylo yang biasanya tukang maksa dan menyebalkan bukan main, kini memasang wajah memelas sambil berkata butuh bbantuannya. Trivia ingin bertanya apakah CEO kaku seperti kanebo kering ini telah salah makan sehingga bersikap begitu 'lucu', tapi Trivia memutuskan untuk membungkam mulutnya sendiri dan hanya diam melihat keanehan Kylo. Sedangkan Kylo yang semakin gerah saat Trivia masih tak beranjak dari sisi Sam dan terus memegang tangan sahabatnya tersebut, memakai metode lain untuk membujuk Trivia agar mau lebih memilih pergi kepada dirinya daripada tetap di sisi Sam, dengan buru-buru mengeluarkan ponsel dari saku jas nya. "Trivi, tolong dengerin aku satu kali aja. Aku punya bukti kalo aku sama Vale tadi nggak nggak

  • Tiga Kakak Tiriku yang Menggoda   747.

    Kemarin sih Trivia masih sedikit ada rasa simpati pada Kylo setelah mendengar cerita dan curhatannya, tapi sekarang... entahlah. Yang pasti Trivia merasa sangat kecewa. Beberapa saat kemudian, kelas pagi di mulai, sialnya Trivia tidak bisa fokus dengan kelasnya dan terus kepikiran Kylo. Dia merasa semakin kecewa saat Kylo tidak mengirim pesan apa pun padanya, bahkan setelah beberapa jam berlalu sejak peristiwa di rumah Kylo tadi. Padahal tadi saat mereka bertemu, Kylo tampak begitu ingin memberikan penjelasan kepada Trivia, tapi sekarang? Satu chat pun tak ada. Trivia menjadi kesal sendiri, memandang ponselnya dengan ekspresi badmood luar biasa. "Haaa, aku nggak mau diganggu Kylo hari ini. Jadi ku nonaktifkan aja hapeku. Ah, paling juga dia nggak bakalan ingat aku, kan dia udah ditemanin tuh wanita cantik," gumam Trivia dengan bibir mencibir, saat kelas pagi selesai. "Sialan, kalo kamu semudah ini luluh, harusnya kamu nggak bikin aku kesel dengan curhatan kamu kemarin!"

  • Tiga Kakak Tiriku yang Menggoda   746.

    Trivia masih ingat betul dengan kata-kata yang dilontarkan Kylo tentang Valerie, mantan kekasih yang kini menjadi kakak iparnya. "Bagiku, dia dulu seperti matahari." Saat ini, gadis itu mengingat kembali curhatan Kylo kemarin, yang menceritakan tentang pertemuan antara dirinya dengan Valerie saat pertama kali sehingga membuat pria itu jatuh cinta kepada Valerie sedalam ini. Mereka bertemu pertama kali di ruangan kantor Kayden, saat itu Kylo yang diharuskan ke kantor kakaknya untuk mengantar sebuah berkas, bertemu dengan Valerie yang merupakan bawahan Kayden. Melihat Valerie pertama kali, Kylo langsung jatuh cinta. Dia adalah tipe wanita ideal Kylo, cantik, memesona, tinggi semampai, terlihat tangguh dan percaya diri. Tidak butuh beberapa lama, mereka pun dekat karena ternyata Valerie pun merasakan hal yang sama, itulah yang diungkapkan Valerie padanya, yang dipercaya Kylo seratus persen. Hubungan cinta yang manis di antara mereka pun terjalin, sampai ketika suatu hari, V

  • Tiga Kakak Tiriku yang Menggoda   745.

    "Aduh. Maaf, ya, Ky! Maaf, maaf banget. Aku ada kelas pagi jadi harus buru-buru pergi. Kamu enak-enakin sama kakak ipar kamu itu, ya. Aku kuliah dulu. Dadah, Ky," potong Trivia, masuk ke dalam lift sambil melambaikan tangan. Kylo yang tidak ingin gadis itu pergi dengan kesalahpahaman di kepalanya tentang hubungan Valerie dan dirinya, segera menahan pintu lift. "Trivi, kubilang dengerin aku, kamu salah paham, Trivi!" "Nggak penting juga kan aku salah paham apa enggak. Nggak usah panik gini deh. Aku nggak bakalan bilang ke nyonya Jane kok. Aku juga nggak ngerekam apa-apa pas masuk tadi. Lihat aja kalo nggak percaya." Trivia yang mulai kesal karena sikap berlebihan Kylo sampai menahan pintu lift sehingga dia tidak bisa segera pergi kuliah, mengeluarkan ponsel dari tas dan menyodorkan ponsel itu kepada Kylo. Kylo tentu saja tidak mengambil ponsel milik Trivia untuk memeriksa apakah benar-benar ada rekaman atau foto saat dia menggendong Valerie atau tidak, yang dia pikirkan sek

  • Tiga Kakak Tiriku yang Menggoda   744.

    Valerie dengan mata lebarnya yang berkaca-kaca, menatap Kylo dengan ekspresi menghiba. Dia sudah menghabiskan waktu semalaman duduk kedinginan di sini, Valerie bertekad harus bisa mengambil hati Kylo pagi ini. Harus! Suaranya lemah dan sedikit serak, sengaja Valerie bertingkah seperti orang sakit. Keadaan Valerie saat ini benar-benar menyedihkan, untuk meluluhkan hati Kylo. Sayangnya, tidak seperti yang dia harapkan, Kylo tidak tersentuh sama sekali dengan tindakan Valerie dan menyingkirkan wanita itu dari pelukannya. "Kamu pikir aku bodoh? Jelas-jelas kemarin aku lihat gimana ekspresimu yang sangat menikmati hal itu!" tukas Kylo dengan marah, menganggap Valerie mengada-ada. "Memang, Ky. Tapi semua yang kulakukan itu bukan keinginanku!" sergah Valerie dengan putus asa. Kylo hanya tersenyum sinis mendengar itu dan bertanya dengan suara dingin. "Apa kemarin kakak memaksamu melakukan semua itu?" Dia menanyakan itu dengan tangan terkepal erat, berpikir jika seandainya Kayden

  • Tiga Kakak Tiriku yang Menggoda   228. Cemburu!

    "Sherry...."Pintu tertutup lagi, kali ini tanpa suara. Ia berdiri di sana, punggungnya menempel pada kayu, seolah butuh penyangga agar tidak runtuh.Aku menatapnya dan ia balas menatapku.Tidak ada lagi kemarahan di wajahnya. Yang tersisa hanya kegelisahan yang telanjang, perasaan yang terlalu lam

    last updateDernière mise à jour : 2026-03-28
  • Tiga Kakak Tiriku yang Menggoda   243. Kaiser vs Aaron

    "Pergi tanpa penjelasan. Aku tak suka kamu melakukan ini." Ucapan Aaron membuat aku tersenyum sinis dan menjawab, "Bukankah hobimu melakukan ini, Kak?" Aaron terdiam sehingga aku mengangkat koper. “Aku harus berangkat.” Ia refleks meraih pergelangan tanganku dan menggeleng, “Tunggu.” Sentuhan

    last updateDernière mise à jour : 2026-03-28
  • Tiga Kakak Tiriku yang Menggoda   245. Kaiser Kurang Apa?

    Kaiser menyetir dengan tenang, dua tangannya mantap di setir. Sejak kami meninggalkan rumah tadi, dia tidak banyak bicara. Tidak menanyakan apa pun, tidak memaksaku menjelaskan. Sikapnya itu, entah kenapa justru membuat dadaku terasa sesak.“Kalau capek, tidur saja,” ucapnya setelah terdiam beberap

    last updateDernière mise à jour : 2026-03-28
  • Tiga Kakak Tiriku yang Menggoda   207. Diam-diam Masuk Kamar Sherry

    Setelah kejadian semalam, aku merasa seperti diawasi, bukan oleh kamera, melainkan tatapan Ibu. “Kamu bangun kesiangan,” katanya dari dapur tanpa menoleh. “Jam tujuh,” ralatku. "Ini tidak kesiangan, Bu." “Biasanya kamu jam enam.” Aku menahan napas dan menjawab pelan. “Aku sangat capek kemarin,

    last updateDernière mise à jour : 2026-03-27
Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status