Se connecterAku adalah orang yang dipilih langsung oleh bos mafia, Vicky untuk menjadi tameng bagi gadis kecil yang dia cintai. Memasuki tahun ketiga pernikahan kami, aku sudah delapan kali diculik oleh musuh-musuhnya. Kali ini, Vicky datang membawa orang-orang untuk menyelamatkanku. Negosiasi bahkan belum berlangsung lima menit, telepon gadis itu pun masuk. “Kak Vicky, aku kalah main jujur atau tantangan. Aku harus mencium pria yang ada di sini, tapi aku ingin menyimpan ciuman pertamaku untukmu.” “Kamu bisa datang mencariku sekarang?” Tanpa ragu sedikit pun, Vicky pergi. Di saat yang sama, sebilah pisau menembus perut bagian bawahku dan darah merembes ke mana-mana. Seperti tujuh kali sebelumnya, anak buahnya menyelesaikan masalah dengan uang, lalu membawaku ke rumah sakit. Di dalam rumah sakit, aku mendengar mereka menebak-nebak apakah aku bisa hidup sampai gadis itu lebih mandiri. Mereka tertawa terbahak-bahak, hanya aku yang menangis. Misi menyelamatkan bos mafia gagal, aku akan segera dimusnahkan oleh sistem. Vicky, aku tak akan bisa hidup sampai hari itu.
Voir plus{Author's pov}
-Two months ago-
Dragged by the hair she weep in pain screaming her lungs out for mercy, her toes scrubbed hard the rock floor causing lots of bruising on her fragile skin and toes, her clothes were tore due to how she forcefully dragged Anya by the hair.
“Pl-Please..I won't run again!! I beg of you!!! Please” she cried her eyes out, her swollen eyes strain her eyes up her step mother but as usual she played deaf ears and curse more on the innocent girl.
“You witch!!!!... Your time will soon be over” maria her step mother curse at her, she settled for awhile trying to catch her breathing before tossing That of Anya's body into a small dark room she indicated for her.
“You can't run from this.. you'll suffer and no one will save you!!..” she sallowed in every liquid that filled the bottle, her eyes roamed on Anya's body and all she wanted to do was kill her at that point in time but she couldn't.. why? Because she had much bigger plans for Anya.
Shutting the metallic door hard , Anya flinched hard as fresh tears fell untop her muddy face, she couldn't attend to the little angry cut that was found on her thighs due to how weak she had become from her struggles, she yelled in pain.. this wasn't the life she wanted or had ever wanted for herself
A life of fake, betray, hurt and revenge.. maria wasn't like she was now, back then when Anya's dad married Maria off the family were still happy unbreakable and strong, filled love throughout and because of that there collect every little gift in the town
Then strategy decided to show up out of no where, something deadly happened to Anya's father, he fell ill. After a month or so maria's care for Anya faded slowly, at age 15 every love maria offered to little and innocent Anya became a full waste of time soon she drown herself to a life of drunk, she hated Anya for everything that kept happening to her.
**Present day**
"Make sure you do all I asked you to do before I get back,if you don't, Then get ready to sleep in the darkroom tonight,"maria said as she was about to leave the house.
"yes mother,"Anya replied shakingly.
"I am not your f**king mother," maria said angrily and landed a hot slap on anya's face making fall flat on the floor. Anya stood up immediately even if she still feels pain all over her body.
"Yes ma'am," she replied with tears streaming heavily from her eyes.
"Don't ever think of leaving the house," maria said then she left the house.
Anya started her chores immediately she make sure everywhere in the house was sparkling clean when she was done she head straight to the kitchen to find something to eat but there was none,she feels sharp pain in her stomach making her kneel down on the floor. Anya have not eaten for days now because maria refuse to prepare anything in the house,maria only allowed her to eat when there is leftover food in the house.
"Please, please stomach you need to stop," anya cried in pain from the continuous stomach ache. She stood up from the floor and went straight to the fridge to take some bread from it. Anya munch the bread hungrily without worrying about the punishment which awaits her when maria comes back.
***THE BLOOD CLAN***
*TRAINING GROUND**
A gunshot was heard making everyone stop what they are doing,it happens to be Cardo the second in command of the clan.
"You dare betray the boss," Cardo said angrily still pointing the gun at the man.
"I swear it wasn't me boss," the man pleaded.
"You still have the guts to lie to my face,"Cardo replied and shot him angrily.
"this is just a warning to those who is a betrayer and also a liar,"Cardo said. One of the rules of the blood clans is that they hate lies and betrayers and anyone who does will be killed with cruelty.
"The boss requires for your presences immediately," one of the guards interupt Cardo's speech.
" Get back to work,"Cardo shouted and left the training ground heading straight to the torturing room.
**AT THE TORTURING ROOM**
"Were is my money?" Grayson shouted angrily.
"I swear boss,she escape the moment I found her," the man replied shakingly.
"A fucking woman was able to escape under your watch," Grayson said then he shot the man without giving him a chance to explain himself.
"You should have allowed him to explain himself," Cardo said immediately he step into the room.
"He's a weakingly who allowed a woman to escape under his watch," grayson replied.
"You called for me gray," Cardo said.
"We are leaving in five minutes," gray replied.
"Okay," Cardo said. Grayson left the torturing room while Cardo asked one of the guards to prepare the car.
Some minutes later they left the clan.
"Where are we going to?"Cardo asked.
"It's time to hunt down my debtors," gray replied.
**AT MARIA'S APARTMENT**
Maria just came back and asked anya to pack all her belongings.
"we need to leave,go and pack your clothes,"maria said and left for her room to pack her bags hurriedly because she needs to escape before they find out about her location.
Anya packed the little clothes she has,she was curious to know why her stepmother want to them to leave the house again. Few minutes later,maria was done packing her clothes and they were about to leave when a voice stop them.
"Why do we always have to leave..
Anya's voice trailed off as a cute manly voice interpolated.
"Going somewhere," the voice said with a smirk on his face making maria gaphs in shock...
Saat aku bicara, Vicky sudah berhasil dilumpuhkan dan ditekan ke lantai oleh Rendy, tak bisa bergerak sedikitpun.“Rendy, jangan sampai membahayakan nyawa.”Mendengar itu, Rendy menjawab, “Iya,” tapi tetap tidak mau melepaskannya.“Kalau begitu, kita serahkan ke kantor polisi. Laporkan dia atas kasus pelecehan.”Aku membungkuk sedikit, “Aku mau bicara dengannya, kamu tunggu di sana saja.”Rendy ingin menolak, tapi melihat sikapku yang tegas, akhirnya dia melepaskannya dengan enggan.Begitu Rendy pergi, Vicky langsung mencengkeram ujung celanaku.“Semua itu salahku, maafkan aku. Kumohon pulanglah denganku. Aku janji akan hidup baik-baik denganmu. Aku akan pensiun dari dunia mafia, aku bersumpah nggak akan biarkan kamu terluka lagi.”Vicky bicara sangat cepat, seolah takut aku pergi lagi.Aku menatap matanya yang kini tidak ada kekejaman sedikitpun dan bertanya dengan bingung,“Kamu nggak mencintaiku, kamu membenciku, kamu bahkan berharap aku mati saja. Lalu kenapa sekarang malah ingin a
Aku kira tugas yang dimaksud sistem adalah menjadi guru bagi tokoh antagonis.Belakangan, aku baru tahu bahwa tugasnya adalah menjadi pekerja paruh waktu di rumah tokoh antagonis, untuk mengawasinya agar tidak menjadi jahat.Hari ini adalah akhir pekan dan tokoh antagonisnya, si Rendy sedang rapat video di rumah.Ketika mereka membahas perusahaan pesaing yang merebut proyek perusahaannya, reaksi pertamanya adalah mengirim orang untuk mencuri kucing hitam peliharaan bos lawan.Aku yang sedang menyapu lantai, tak bisa menahan diri dan tertawa.Suara rapat di belakangku berhenti. Aku masih bingung, tiba-tiba sapu di tanganku sudah diambil.Aku menoleh. Rendy membungkuk menyapu lantai, tapi dari sudut matanya dia diam-diam melirikku.“Akhirnya kamu tertawa juga. Sudah sebulan kerja di sini, mukamu selalu murung setiap hari, seolah aku nggak membayar gajimu saja.”“Meskipun aku bosmu, kalau kamu punya masalah dan lagi nggak senang, boleh cerita padaku. Siapa tahu setelah cerita denganku, ka
Saat itu, Tira berkata, “Pak Vicky, terima kasih sudah membantuku membayar biaya pengobatan nenekku. Sebagai balasannya, aku akan menjadi tameng untuk Nona Vera.”Namun hari ini, tiga tahun kemudian, nenek yang dulu dirinya selamatkan dengan sepuluh miliar itu pun lenyap tanpa jejak.Vicky tidak berkata apa-apa. Dengan tubuh dan batin yang kelelahan, dia melangkah ke lantai dua.Saat melewati kamar tidur, tiba-tiba Vicky mendengar suara Vera berbicara.Terpisah oleh satu pintu, suaranya tak terdengar polos dan manis seperti biasanya, melainkan dipenuhi niat jahat dan kekejaman.“Cari musuh yang paling pendendam, kirimkan alamat perempuan itu ke mereka.”“Sebelum Kak Vicky pergi menolongnya, beritahu aku. Aku akan mengalihkan perhatiannya. Kalian baru muncul dua atau tiga jam setelahnya.”“Bodoh, kalau dia nggak bertanya, kalian jangan bicara banyak! Cukup bilang kalau wanita itu sudah diantar pulang!”Seketika, jari Vicky yang di pegangan pintu menjadi dingin.“Biarkan saja kalau mati!
“Dia pasti sedang marah denganku.”Vicky bergumam pelan, lalu menelepon anak buahnya.Begitu telepon tersambung, dia langsung meraih jaketnya dan berlari keluar, sambil bertanya, “Dia terluka nggak? Di rumah sakit mana? Aku segera ke sana.”Anak buahnya agak bingung dan bertanya, “Bos, siapa maksudnya?’Vicky berteriak marah, “Siapa lagi?! Tira!”“Tir… apa? Tira itu siapa?”….Vicky menginjak pedal gas dan melaju ke vila lama, tapi tempat itu malah terang benderang.Ada orang asing yang sedang menyiram bunga di halaman.“Kamu siapa? Siapa yang mengizinkanmu di rumahku?!”Orang itu menatapnya seperti menatap orang gila, “Aku sudah tinggal di sini sepuluh tahun. Sejak kapan ini jadi rumahmu?”“Dasar orang gila.”Vicky pun reflek hendak mengeluarkan pistol, tapi sekilas dia menyadari ayunan di halaman sudah hilang.Ayunan itu dipasang oleh Tira saat mereka baru menikah.Tira jarang keluar, jadi menghabiskan sebagian besar waktunya di ayunan itu sambil membaca.Namun sekarang, bahkan bekas
Aku tak tahu harus ke mana dan juga tak perlu mencari tempat tinggal.Tiga jam terakhir, aku duduk di anak tangga depan rumah, berjemur di bawah matahari.Sinar matahari jatuh di tubuhku, tapi sama sekali tak mampu menghangatkan badanku yang perlahan terasa semakin dingin.Pintu halaman berderit pel
Aku menggeleng, “Aku nggak tahu.”“Tira, sebaiknya kamu benar-benar nggak tahu. Kalau nggak, aku nggak akan memaafkanmu!”Ujar Vicky sambil menahan amarah. Lalu keluar dan menelepon berkali-kali, akhirnya dia mengetahui lokasi Vera.“Beberapa orang ikut denganku, bawa dia juga!”Kakiku diikat dan di
Vera menghabiskan setengah potong kue, sementara aku menghabiskan mi instan yang rasanya menyedihkan.Di layar, ponsel lain milik Vera tiba-tiba menyala. Saat melihatnya, matanya langsung berkaca-kaca, wajahnya tampak penuh keterkejutan.Beberapa detik kemudian, di hadapan seratus ribu penonton, Ver
Saat masuk ke kamar, Vicky melihat Vera menggenggam kedua tangan, terus-menerus membungkuk ke arahku.“Tira, apalagi yang kamu lakukan?! Vera datang menjengukmu karena khawatir padamu!” Pembantu pun terlihat canggung, ingin menjelaskan, tapi Vera lebih dulu menyela, “Kak Vicky, jangan marah, ini s






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.