LOGINSelama 20 hari ibu dirawat inap karena sakit parah, pacarku yang kebetulan adalah dokter di rumah sakit itu tidak pernah menjenguknya sekali pun. Hari pertama, karena sahabat kecil perempuannya pindahan rumah, dia mengambil cuti sehari. Hari kedua, sahabat itu mulai magang di rumah sakit, dan dia harus menemaninya ke sana kemari, mengurus segala hal tanpa terkecuali. Hari ketiga, hari keempat .... Ibuku dirawat di lantai 13, sementara Gavin bekerja di lantai 17. Padahal hanya berjarak 4 lantai, naik lift 10 detik, naik tangga dua menit. Namun selama 20 hari, Gavin tak pernah sampai. Di saat ibu dipulangkan dari rumah sakit, aku mengantarnya sendirian ke stasiun kereta. Di perjalanan, akhirnya aku menerima pesan dari Gavin. [ Anjing peliharaan Serlina hari ini vaksin, aku harus antar dia dulu. ] Kali ini, aku tidak lagi diam. [ Oke, aku mengerti. Hati-hati di jalan. ] Aku tersenyum tipis, lalu menambahkan. [ Selain itu, kita putus. ]
View MoreGavin meliriknya sekilas, lalu berkata dengan nada dingin, "Kalau kamu nggak nyaman, pulang saja. Aku bisa menunggu di sini sendiri."Serlina terdiam dan matanya langsung memerah. "Aku bukan bermaksud begitu. Aku cuma khawatir sama kamu, Kak Gavin."Menghadapi ucapan penuh kepura-puraan itu, Gavin tiba-tiba meledak marah."Memangnya aku perlu dikasihani sama kamu? Kalau bukan karena kamu, Rebecca nggak akan meninggalkanku. Kamu pikir aku nggak bisa lihat trik-trikmu? Kamu mungkin bisa menipu orang tuaku, tapi aku nggak akan tertipu. Mulai hari ini, aku nggak ada hubungan apa pun lagi denganmu. Pergi.""Kamu ...."Serlina belum pernah diperlakukan seburuk itu. Dengan wajah penuh amarah dan hinaan, dia meninggalkan Gavin.Seiring waktu berlalu, aku pun malas memedulikannya. Aku hanya menganggapnya seperti patung yang berdiri di kompleks perumahan. Sampai suatu hari, di perjalanan membeli sayur, aku bertemu dengan Arkan, teman SD-ku sekaligus teman sebangku saat SMP.Dia tumbuh lebih ting
Melihat sikapku yang begitu tenang, Gavin terus meminta maaf."Waktu itu aku nggak datang menjenguk Tante karena terlalu sibuk. Aku nggak tahu kalau kondisinya separah itu. Pukul aku saja, Rebecca. Asal kamu mau kembali bersamaku, apa pun akan kulakukan."Rekam medis ibuku bersifat terbuka. Asalkan dia mau mengecek, siapa pun bisa melihatnya. Sebagai dokter di rumah sakit itu, dia malah berkata tidak tahu kondisi ibuku separah apa. Apa dia sendiri tidak merasa itu terdengar lucu?Aku tidak ingin lagi terlibat dengannya. Aku menyampaikan dengan sangat jelas."Apa yang ingin kukatakan sudah kutulis dengan jelas di pesan waktu itu. Putus ya putus. Bersamamu itu benar-benar melelahkan. Pulanglah. Kalau kamu sama Serlina, orang tuamu juga akan bahagia. Jangan datang cari aku lagi.""Nggak!" Gavin tampak benar-benar hancur. "Orang yang kucintai adalah kamu. Selain denganmu, aku nggak akan bahagia dengan siapa pun. Percayalah, setelah aku pulang nanti aku akan memutus semua hubungan dengannya
Perlahan-lahan, kondisi tubuh Ibuku juga mulai membaik dibanding sebelumnya. Aku tahu, semua yang kulakukan ini ada artinya. Sesekali Ibu tanpa sengaja menyebut nama Gavin di hadapanku. Aku selalu berusaha mengalihkan pembicaraan atau melewati topik itu begitu saja.Soal perpisahan kami, aku tidak menjelaskannya secara rinci pada Ibu. Sebab, aku tidak ingin dia merasa bahwa dirinyalah yang menghambat kebahagiaanku. Namun, aku tiba-tiba pulang kampung. Seberapa pun polosnya Ibu, mustahil dia tidak menebak apa yang sebenarnya terjadi.Di dalam hatinya, pasti ada rasa bersalah.Dulu setiap kali Ibu datang menjengukku, sikap Gavin selalu dingin padanya. Aku tahu Ibu menahannya demi aku. Karena hubunganku ini, Ibu telah menanggung terlalu banyak luka. Karena itu, rasa jijikku pada Gavin pun bertambah.Sejujurnya, aku sama sekali tidak menyangka Gavin akan mencariku.Bukankah orang sepertinya seharusnya akan memaki-maki dan menyalahkanku karena tidak tahu diri,lalu tak lama kemudian menikah
"Dokter Gavin, ada pasien gawat darurat. Tolong segera datang!"....Setelah menyelesaikan sebuah operasi besar, waktu sudah menunjukkan dini hari keesokan harinya.Pekerjaan Gavin sangat melelahkan. Dulu, aku selalu merasa kasihan melihat betapa letihnya dia. Bahkan saat aku sendiri sudah lelah seharian bekerja, selama dia masih lembur di rumah sakit, aku pasti akan menyiapkan camilan malam kesukaannya atau merebus sup untuk diantarkan kepadanya.Walaupun dia sering berkata tidak perlu dan menyuruhku tidur saja di rumah, tapi begitulah orang yang sedang jatuh cinta. Selalu ingin melakukan hal-hal yang pada akhirnya lebih menyentuh diri sendiri.Malam hari di rumah sakit begitu sepi. Gavin meminum sup yang kubawa, sementara aku menyeret kursi ke sampingnya dan menceritakan lelucon untuk menghiburnya.Pada saat-saat seperti itu ketika jauh dari orang tua dan Serlina, dunia hanya ada kami berdua. Seolah-olah, kami benar-benar sempat mendapatkan gambaran tentang kebahagiaan.Malam pun tid






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.