Short
Memutuskan Pria yang Tak Pernah Hadir Untukku

Memutuskan Pria yang Tak Pernah Hadir Untukku

Oleh:  SantariTamat
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
10Bab
3.1KDibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

Selama 20 hari ibu dirawat inap karena sakit parah, pacarku yang kebetulan adalah dokter di rumah sakit itu tidak pernah menjenguknya sekali pun. Hari pertama, karena sahabat kecil perempuannya pindahan rumah, dia mengambil cuti sehari. Hari kedua, sahabat itu mulai magang di rumah sakit, dan dia harus menemaninya ke sana kemari, mengurus segala hal tanpa terkecuali. Hari ketiga, hari keempat .... Ibuku dirawat di lantai 13, sementara Gavin bekerja di lantai 17. Padahal hanya berjarak 4 lantai, naik lift 10 detik, naik tangga dua menit. Namun selama 20 hari, Gavin tak pernah sampai. Di saat ibu dipulangkan dari rumah sakit, aku mengantarnya sendirian ke stasiun kereta. Di perjalanan, akhirnya aku menerima pesan dari Gavin. [ Anjing peliharaan Serlina hari ini vaksin, aku harus antar dia dulu. ] Kali ini, aku tidak lagi diam. [ Oke, aku mengerti. Hati-hati di jalan. ] Aku tersenyum tipis, lalu menambahkan. [ Selain itu, kita putus. ]

Lihat lebih banyak

Bab 1

Bab 1

Selama 20 hari ibu dirawat inap karena sakit parah, pacarku yang kebetulan adalah dokter di rumah sakit itu tidak pernah menjenguknya sekali pun.

Hari pertama, karena sahabat kecil perempuannya pindahan rumah, dia mengambil cuti sehari. Hari kedua, sahabat itu mulai magang di rumah sakit, dan dia harus menemaninya ke sana kemari, mengurus segala hal tanpa terkecuali.

Hari ketiga, hari keempat ....

Ibuku dirawat di lantai 13, sementara Gavin bekerja di lantai 17. Padahal hanya berjarak 4 lantai, naik lift 10 detik, naik tangga dua menit. Namun selama 20 hari, Gavin tak pernah sampai.

Di saat ibu dipulangkan dari rumah sakit, aku mengantarnya sendirian ke stasiun kereta. Di perjalanan, akhirnya aku menerima pesan dari Gavin.

[ Anjing peliharaan Serlina hari ini vaksin, aku harus antar dia dulu. ]

Kali ini, aku tidak lagi diam.

[ Oke, aku mengerti. Hati-hati di jalan. ]

Aku tersenyum tipis, lalu menambahkan.

[ Selain itu, kita putus. ]

....

Aku menyimpan ponsel, lalu memeluk ibu untuk terakhir kalinya.

"Bu, semoga perjalananmu lancar."

Aku bersandar di bahunya yang tulangnya tampak menonjol karena sakit, mataku terasa perih. "Setelah aku menyelesaikan proses pengunduran diri, besok aku akan naik kereta pulang ke kampung untuk menemanimu. Setelah itu, aku nggak akan pergi lagi."

Ibu tertegun sejenak.

"Lalu bagaimana dengan Gavin? Kalian nggak jadi nikah?"

Gavin adalah pacarku, salah satu dokter penyakit dalam terbaik di Rumah Sakit Rakyat Kota Ando. Aku bersamanya selama lima tahun. Demi dia, aku menempuh perjalanan jauh datang ke Kota Ando untuk berjuang hidup.

Namun, saat ibuku menderita kanker lambung stadium menengah dan menjalani operasi serta dirawat di rumah sakit selama 20 hari, dia tidak pernah muncul sekali pun.

Hari pertama, ibuku datang ke Kota Ando untuk dirawat inap tanpa memberitahuku. Saat bibiku memberi kabar, aku sedang dinas ke luar kota.

Terpaksa, aku menelepon Gavin dan memintanya membantu menjaga ibuku terlebih dahulu. Begitu rapat selesai, aku langsung menyusul ke sana untuk menggantikannya.

Telepon tersambung, dia terdiam cukup lama. Lalu terdengar suara pria yang dingin, "Serlina hari ini pindahan rumah. Aku ambil cuti, lagi nggak bisa."

Setelah itu, telepon langsung ditutup. Saat aku akhirnya berhasil tiba di rumah sakit, ibuku sudah duduk di aula selama lima jam karena tidak paham alur pendaftaran.

Hari kedua, hasil pemeriksaan keluar. Kanker lambung stadium menengah. Aku tidak berani memberitahunya dan menangis sendirian di tangga darurat. Saat aku benar-benar tidak sanggup menahan diri, aku menelepon Gavin dan bertanya apakah dia bisa datang menemaniku.

Dia langsung menolak tanpa ragu sedikit pun. "Hari ini hari pertama Serlina magang di rumah sakit, aku nggak bisa pergi."

Setelah itu, mungkin karena merasa tidak tega, dia menurunkan nada bicaranya dan menghiburku dengan kaku, "Kanker lambung stadium menengah punya tingkat kesembuhan 50 persen. Banyak orang setelah didiagnosis masih bisa hidup 2-5 tahun. Kamu nggak perlu terlalu khawatir."

Aku tertegun. Bibirku bergetar cukup lama, tetapi tak satu kata pun keluar.

Banyak orang? Tapi, aku hanya punya satu ibu.

Hari ketiga, Ibu membuat janji operasi. Hari kesepuluh, barulah tanggalnya ditetapkan.

Hari-hari penantian itu terasa sangat menyiksa. Aku memohon pada Gavin lebih dari sepuluh kali, menanyakan apakah dia bisa memikirkan cara lain. Semua ditolaknya. Dia berkata, karena kami keluarga pasien, dia sama sekali tidak boleh berlaku istimewa dan harus menjaga jarak dengan ibuku.

Namun malam itu, saat aku pergi ke kantin untuk mengambil makanan, aku mendengar keluhan perawat dari departemen Gavin di dalam lift.

"Aku benar-benar nggak tahu Dokter Gavin itu kena guna-guna apaan. Cuma karena dokter magang baru itu mengenali salah satu pasien saat visite sebagai teman SD-nya, dia bersikeras menunda operasi pasien kanker lambung di lantai 13 sampai hari Rabu ini."

"Di rumah sakit ini siapa yang nggak tahu kalau hari Rabu operasinya ditangani Dokter Chandra? Usianya sudah tua, tangannya juga nggak stabil ...."

Ingatan itu terputus tiba-tiba karena air mataku menetes ke baju ibuku.

Tubuhnya menegang sesaat saat memelukku, lalu kembali melembut. Tangan yang kasar dan hangat itu mengelus rambut panjangku dengan pelan, suaranya terdengar ceria. "Jangan menangis, Nak. Kalau nangis, kamu jadi nggak cantik."

Dia menyeka air mataku dengan lembut. "Semuanya akan baik-baik saja."

Ya. Dulu Ibu hanya punya aku. Mulai sekarang, aku juga hanya punya Ibu.

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Ulasan-ulasan

Yenita Siregar
Yenita Siregar
cinta bukan pengorbanan sepihak, melainkan perjalanan 2 arah utk mengikis jarak, kl cinta itu sakit mgkn itu bkn pasangan cinta yg tepat,
2026-03-23 06:25:29
1
0
10 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status