Share

Bab 4

Author: Siska
Dia mengirimkan surat undangan acara lelang amal.

"Suamiku pergi ke luar negeri, temani aku pergi ke acara lelang, ya."

Aku awalnya mau menolak, tetapi ketika melihat barang yang dilelang di dalam tautan itu, aku merasa syok.

Gelang giok zamrud yang dilelang adalah pusaka keluargaku yang kugadaikan demi membantu Justin mendirikan perusahaan, saat itu kugadaikan seharga 2,4 miliar.

Setelah kondisi perusahaan Justin stabil, aku ingin membeli gelang itu kembali, tetapi sudah dibeli orang lain.

Aku mengepalkan tangan. Di rekening uang bulananku, masih ada sisa uang yang belum kugunakan selama bertahun-tahun, kira-kira masih tersisa 40 miliar. Apa pun yang terjadi, aku harus merebut gelang itu kembali.

Tidak disangka, Justin dan Sherina juga hadir di acara tersebut.

"Kak Sonia, malam ini aku pindah ke vila. Mulai sekarang, mohon bimbinganmu, ya."

Justin juga memerintahkanku, "Buatkan dia sup setelah pulang nanti."

Aku mengabaikan mereka. Aku hanya menantikan kemunculan gelang pusaka keluargaku dengan gugup.

Saat barang lelang terakhir diperlihatkan, Justin yang duduk di sebelahku juga terkejut. Sama sepertiku, dia mengenali gelang itu.

Dia menoleh dan berkata, "Aku belikan untukmu."

Sebelum aku sempat menjawab, Sherina merangkul lengan Justin, lalu berkata dengan suara manja, "Gelang itu cantik sekali, aku sangat suka. Belikan buat aku, ya?"

Justin mengangguk tanpa ragu, lalu berkata padaku, "Setelah Sherina bosan memakainya, gelang itu kukembalikan padamu."

Aku spontan menolak. "Nggak boleh!"

Harga penawaran awal adalah enam miliar, aku segera mengangkat papan.

Tidak disangka, Justin langsung menawar harga menjadi 20 miliar.

Hasilnya sudah jelas, aku kalah.

Setelah acara lelang selesai, staf menyerahkan gelang giok itu.

Aku memohon kepada Justin, "Kamu tahu sendiri betapa pentingnya gelang itu bagiku. Kembalikan gelang itu, nanti aku akan mengembalikan uangmu."

Namun, setelah aku mengatakannya, Sherina mengangkat tangan dan menjatuhkan gelang itu ke lantai hingga hancur berkeping-keping.

Karena marah, aku menampar Sherina.

Sherina menjerit, lalu memeluk Justin sambil menangis.

"Aku nggak sengaja."

Justin menjadi marah, lalu menendangku hingga terpental sejauh satu meter.

Kemudian, Justin menghubungi seseorang. "Keluarkan Yuli dari rumah sakit! Sonia, kamu harus diberi pelajaran supaya kapok!"

Aku merasa panik dan ingin maju untuk memohon padanya, tetapi aku diseret keluar oleh satpam.

Di luar sedang hujan deras, sangat sulit memesan taksi.

Aku terpaksa melepas sepatu hak tinggi, kemudian pergi ke rumah sakit dengan kaki telanjang.

Sayangnya, aku tetap terlambat. Ketika aku menyeret kakiku yang terluka akibat berlari terlalu lama, aku menemukan Yuli berada di tempat pembuangan sampah di belakang rumah sakit, kondisinya sudah tidak bernyawa.

Aku menghubungi Justin dan bertanya dengan marah, "Di mana hati nuranimu? Kalau bukan karena Yuli, memangnya kamu bisa sesukses hari ini? Tega sekali kamu membunuhnya!"

Namun, yang kudengar adalah suara Sherina.

Justin mencibir, "Jangan membohongiku. Aku nggak serius menyuruh rumah sakit mengusirnya. Cepat pulang dan buatkan sup, jangan macam-macam."

Setelah menutup telepon, aku tertawa. Aku tertawa hingga mataku memerah.

Awalnya aku hanya ingin menunggu perceraian kami bulan depan dengan tenang.

Karena dia sekejam ini, aku juga akan bersikap kejam padanya.

Setelah membereskan mayat Yuli, aku pergi ke kantor polisi dengan membawa dokumen.

Dokumen itu disimpan bersamaan dengan surat persetujuan transplantasi hati.

Aku akan membuatnya menderita!

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Tipu Daya Cinta   Bab 9

    Tiba-tiba sekelompok polisi masuk dan hendak menangkap Sherina, tetapi Justin masih melindunginya."Tunggu! Jangan memborgolnya, dia sedang hamil! Sonia, segera cabut laporanmu! Kamu masih mau jadi Nyonya Kusnadi atau nggak?"Aku tersenyum, lalu mengeluarkan dua akta cerai dan melemparkan ke lantai. "Aku sudah bukan Nyonya Kusnadi lagi. Kita sudah bercerai!""Ternyata kamu serius! Meskipun kita sudah bercerai, mengingat hubungan kita selama bertahun-tahun, jangan biarkan anakku lahir di dalam penjara."Mendengar itu, suara tawaku makin keras. "Sampai detik ini pun kamu masih melindunginya. Anak yang dia kandung itu bukan anakmu, dasar pria bodoh!""Perutnya sudah sebesar itu, mana mungkin usia kehamilannya dua bulan? Setidaknya sudah tiga bulan!"Justin masih tidak percaya. "Kamu hanya iri karena aku memperlakukannya dengan baik, jadi kamu sengaja memfitnahnya! Jelas-jelas kamu yang menyuruhku cari wanita lain, tapi sekarang kamu malah membuat keributan!""Justin, hari ini aku akan mem

  • Tipu Daya Cinta   Bab 8

    Aku tidak memedulikan mereka dan terus masuk dengan langkah yang besar.Aku langsung berpapasan dengan Sherina yang sedang memegang gelas anggur.Sherina mengenakan gaun mewah, perutnya terlihat sedikit membuncit, dan dia berjalan menghampiriku sambil menggoyangkan pinggangnya."Kak Sonia, kenapa kamu mengenakan pakaian seperti ini? Kamu nggak hanya mempermalukan dirimu sendiri, tapi juga Keluarga Kusnadi."Aku menatapnya dengan wajah dingin. "Perutmu nggak terlihat seperti hamil dua bulan."Senyuman di wajahnya langsung menghilang. Tidak lama kemudian, dia menumpahkan anggur ke arah gaunnya sendiri, lalu berteriak."Kak Sonia, aku tahu kamu membenciku, kamu boleh menghukumku, tapi jangan sakiti anak di dalam kandunganku. Anak ini sangat berharga bagi Justin."Saat ini, terdengar suara penuh wibawa dari belakangku."Dasar perempuan mandul. Kalau sampai terjadi sesuatu pada cucuku, rasakan akibatnya!"Nyonya Helen datang, di sampingnya ada seorang pemuda tampan yang menopangnya, kelihat

  • Tipu Daya Cinta   Bab 7

    Setelah lulus kuliah, awalnya aku ingin magang di perusahaan desain. Namun, Justin mengatakan bekerja di perusahaan tidak akan menghasilkan banyak uang, lebih baik membuka usaha sendiri.Demi dirinya, aku melepaskan impianku.Aku mengikutinya keliling ke berbagai tempat untuk menjalankan bisnis.Kami pernah berjualan di pinggir jalan, pernah menjual barang selundupan, bahkan hampir tertipu dan masuk ke organisasi penipuan berkedok bisnis.Saat itu, berbagi satu porsi mi dengannya bukanlah hal yang menyedihkan bagiku karena kehidupan kami penuh cinta dan harapan.Harus kuakui, Justin memang memiliki bakat dalam berbisnis.Tidak lama kemudian, Justin bekerja sama dengan beberapa orang kaya, lalu mendirikan perusahaan.Demi Justin memiliki hak suara paling banyak di dalam perusahaan, aku menjual pusaka keluarga peninggalan ibuku dan memakai seluruh harta yang kumiliki. Semua itu aku lakukan agar Justin menjadi pemegang saham terbesar di perusahaan.Kalau kurenungkan sekarang, kisah cinta

  • Tipu Daya Cinta   Bab 6

    "Kalau bukan karena Justin masih mengingat sedikit hubungan lama denganmu, kamu pikir aku mau tinggal satu atap dengan wanita tua sepertimu? Seharusnya sadar diri dong, umurmu lebih tua tiga puluh tahun daripada aku. Kamu sudah tua. Kalau aku ini laki-laki, aku juga nggak tertarik denganmu.""Ah, aku lupa memberitahumu, dia sudah berjanji padaku bahwa semua harta Keluarga Kusnadi kelak akan diserahkan kepadaku dan anak yang ada di dalam perutku, sedangkan kamu hanya mendapatkan status sebagai Nyonya Kusnadi, hahaha!"Karena aku tidak sengaja menyalakan pengeras suara saat mengangkat telepon.Semua perkataan Sherina terdengar jelas di telinga Reno.Pria itu tidak dapat menahan emosinya hingga menghantamkan tinjunya dengan keras ke setir mobil, sementara sorot matanya dipenuhi dengan amarah.Namun, aku tetap bertanya dengan tenang, "Kejadian yang menimpa Yuli itu ulahmu, 'kan?""Ya, terus kenapa? Kamu punya bukti? Kamu pikir aku takut? Kamu hanyalah ibu rumah tangga, nggak akan ada orang

  • Tipu Daya Cinta   Bab 5

    Sayang, Tuhan tidak berpihak padaku. Beberapa dokumen yang kuserahkan adalah surat persetujuan transplantasi organ.Nama-nama penerima di dalamnya semuanya berasal dari kalangan kaya, sedangkan nama beberapa pendonor pernah kulihat di media sosial.Mereka merupakan korban penipuan hingga dibawa ke Negara Oria.Semua fakta sudah jelas, tetapi tidak ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa Justin pelakunya.Aku keluar dari kantor polisi dengan linglung, hujan di luar sudah berhenti.Hatiku sudah mati rasa.Ponselku terus berdering tanpa henti.Tidak perlu dilihat, aku yakin itu pasti Justin.Selama sepuluh tahun menikah dengan Justin, selain beberapa istri orang kaya, aku tidak memiliki teman lain.Aku berjalan di jalan raya selama sepuluh menit lebih.Tiba-tiba, terdengar suara rem yang memekikkan telinga dari samping.Kaca jendela mobil Jeep diturunkan.Suara pelan dan tegas terdengar dari dalam mobil."Naiklah."Aku menoleh ke pria itu dengan wajah bingung, tanpa bergerak sedikit pun.Na

  • Tipu Daya Cinta   Bab 4

    Dia mengirimkan surat undangan acara lelang amal."Suamiku pergi ke luar negeri, temani aku pergi ke acara lelang, ya."Aku awalnya mau menolak, tetapi ketika melihat barang yang dilelang di dalam tautan itu, aku merasa syok.Gelang giok zamrud yang dilelang adalah pusaka keluargaku yang kugadaikan demi membantu Justin mendirikan perusahaan, saat itu kugadaikan seharga 2,4 miliar.Setelah kondisi perusahaan Justin stabil, aku ingin membeli gelang itu kembali, tetapi sudah dibeli orang lain.Aku mengepalkan tangan. Di rekening uang bulananku, masih ada sisa uang yang belum kugunakan selama bertahun-tahun, kira-kira masih tersisa 40 miliar. Apa pun yang terjadi, aku harus merebut gelang itu kembali.Tidak disangka, Justin dan Sherina juga hadir di acara tersebut."Kak Sonia, malam ini aku pindah ke vila. Mulai sekarang, mohon bimbinganmu, ya."Justin juga memerintahkanku, "Buatkan dia sup setelah pulang nanti."Aku mengabaikan mereka. Aku hanya menantikan kemunculan gelang pusaka keluarg

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status